Salam Hangat Heroes semua,
Pagi hari sebelum berangkat kuliah jam 7 sudah di berisikin sama gossip di Televisi, sore hari pulang kuliah gossip lagi yang tadi pagi di hangatkan, malam hari………, wah……., adanya kompetisi yang ngobrolnya dan tidak jelas sama sekali…………!!
Oke……, kalau memang TV buat hiburan. Kakek, nenek di asrama panti jompo oke…, sambil nunggu penumpang sopir-sopir nonton TV oke……, kalo buat saloon potong rambut yang lagi nunggu pengunjung oke juga. (maaf, bukan maksud diskriminasi status sosial/karir)
Tapi Brother and Sister, apa tidak bosen?????, lagian effek sosialnya kemana ya…… kok, tidak ada sosial edukatif responsibiltynya buat masyarakat…..
Saya mencoba curhat masalah generasi masa depan, kalau terus menerus begini……, tidak ada sumber daya manusia di Indonesia yang bisa dihandalkan!!!!
Apakah tidak selayaknya benda yang bisa memberikan informatif tersebut berdaya gunakan, kalau mungkin di buat semacam Online, di daerah atau lokasi tertentu yang bener-bener online.
Jangan cuma ulasan dari berita yang sudah diulas/tayangkan.
Kalo mungkin pita selluloid yang sudah di beli, di bungkus atau dikemas untuk video pendidikan, misalnya Video Research.., Video Sejarah….
Ya.. , kalo sudah ada Encyclopedia cetak, bikin juga Video Encyclopedia. Apakah begitu…???
November 27th, 2008 at 20:56
gossip juga ok kok.. :p
November 27th, 2008 at 21:18
Saya sih sukanya nonton Vu du Ciel yang biasanya ada di MetroTV atau program Perfect Disaster yang dulu pernah ditayangkan.
November 27th, 2008 at 21:35
sinetron dan infotainment ada gunanya lho.. mengajarkan tentang kehidupan
kita aja kali terlalu melihat sisi negatifnya… coba dicari positifnya pasti ada..
yah ada baiknya di sekitar kita nonton itu ada orang dewasa yang mengarahkan kita untuk menberikan hikmah dan petuah2 yg diberikan oleh TV
November 27th, 2008 at 21:45
tulisan diperbaiki lagi dong.. itu kebanyakan titik2 yang ngak perlu…
November 28th, 2008 at 07:11
sama kayak arul
November 28th, 2008 at 08:05
tidak semua acara tipi itu g bersifat mendidik, banyak hal positif yang bisa diambil ko
kalobanyak orang bilang gara gara sering nonton tipi trus nakal lah, males lah , bodoh lah, etc
ituw berarti dia g bisa ambil sisi positifnya sooo
kembali lagi pada si pelaku
November 28th, 2008 at 11:36
mendingan liat poto-poto saia….
*nggelundung menjawuh..*
November 28th, 2008 at 14:37
Sebagian dari kita mungkin lupa bahwa semua benda yg ada didunia ini bak pisau bermata dua, selalu mengandung sisi negatif sekaligus positif dan itu tergantung bagaimana kita memakainya.
Lihat saja handphone. Ditangan seorang ayah yg baik, handphone adalah alat komunikasi, alat pendekat dgn keluarga……..connecting people, begitu bunyi tagline sebuah vendor seluler. Tapi ditangan seorang Ayah yg brengksek, hp adalah media buat selingkuh, buat bermesra ria.
Contoh lain adalah pistol. Ditangan seorang polisi, ia akan memberi kita rasa aman namun ditangan seorang penjahat, situasi yang terjadi justru sebaliknya.
Demikian juga dgn TV berikut acara acaranya, mulai dari olahraga, acara gosip sampe acara news punya implikasi yg sama.
News ?lihat saja berita mutilasi, sekarang jadi ngetrend buat menghabisi seseorang. Dimana mereka belajar hal seperti itu ?
Kendali semua hal diatas ada ditangan kita. Mau sisi baik atau sisi buruk, kita yg memilih.
Semoga dgn bertambahnya batang usia kita kian bijak dalam membelanjakan waktu yg kita punya.
November 28th, 2008 at 14:55
Males nonton TV kalau nggak Berita atau acara Jalan-jalan, ensiklopedia, dan makn-makan
Paling benci ma acara INFOTAINMENT..acara SAMPAH..apalagi SINETRON kita yang BUSUK.
November 28th, 2008 at 15:12
@arul en det >……….eh, ga suka banyak titik ya ?
Padahal banya titik dinegeri ini. Ada titik Kamal, Titik puspa, Titik Qadarsih, Titik Hamzah, Titik Dwi Jayati dll.
Di iklannya obat anti mencret yg dibintangi Nurul Arifin, sekarang jadi latah, eh dikit dikit ngomong titik.
Didunia kita, dunia internet, ada 12 angka yg dipisah jadi 4 bagian dgn 3 titik. Kita mengenalnya sebagai nomer IP. Kadang aku mikir, kog ga disambung aja ya, biar ga banyak titik.
Disalah satu bagian dari sbuah script kalau kita lihat pake hexadecimal kadang buanyak titiknya lho.
Coba deh paradigmanya dirubah, mulailah menyukai banyak titik.
Siapa tau lho besok punya istri yg namanya Titik…..hehehe.
November 28th, 2008 at 17:09
@mudz069 : saya suka titik juga, tapi titik yang sesuai tempatnya, kalo seperti ini titiknya ngak bagus, ngak enak di baca….
December 8th, 2008 at 13:14
mmm…
@aRuL: sampeyan aja nulis NGGAK saja NGAK, kurang “G” kok protes???!!!
wekekeke…
@aRuL: piis… cuuurrr…..
wekekeke…
@aRuL: damai ya bos…