Buruknya sistem transportasi massa saat ini menjadi penyebab warga kota enggan naik kendaraan umum. Mereka lebih memilih mengendarai mobil pribadi maupun sepeda motor untuk menunjang mobilitasnya. Akibatnya asap kendaraan tersebut menjadi penyumbang polusi udara sekitar 70%. Sedangkan sisanya berasal dari asap pabrik.
Hal tersebut harus segera diatasi supaya kualitas udara di kota metropolitan ini meningkat. Salah satu upayanya dengan program Car Free Day yang diadakan dua kali dalam satu bulan, tiap Minggu ke-2 dan ke-4.
Perlu dicatat bahwa program tersebut bukan hanya milik pemerintah kota, tetapi menjadi program masyarakat Surabaya secara luas. Warga kota diharapkan berpartisipasi dalam upaya mengurangi pencemaran lingkungan ini. Dampaknya memang tidak bisa dirasakan dalam waktu cepat. Tetapi butuh kesabaran dan upaya terus-menerus supaya 10-20 tahun lali anak cucu kita masih bisa menghidup udara segar di kota ini.
Car Free Day bukan program instan untuk mengurangi pencemaran udara di daerah tertentu, namun harus dimaknai sebagai gerakan peduli lingkungan dengan tujuan jangka panjang untuk mengurangi laju pemanasan global akibat efek rumah kaca. Upaya mengurangi laju global warming tersebut sedang giat dilaksanakan oleh warga dunia. Sebagai penghuni bumi kita wajib berpartisipasi untuk menjaga kelestarian kehidupan di muka bumi ini.
Upaya lain yang patut mendapatkan apresiasi adalah Bike2Work yang digiatkan oleh Komunitas Pekerja Bersepeda Indonesia. Komunitas tersebut memilih sepeda angin sebagai alat transportasi menuju tempat kerja. Dengan demikian maka mereka turut menghemat penggunaan BBM dimana tiap liter akan menyebabkan polusi udara sebesar 3KG gas CO2. Bayangkan betapa besar kontribusi mereka terhadap kebersihan udara kota.
Sementara itu pemerintah kota Surabaya juga sedang menggagas program Bus Rapid Transit (BRT). Program ini mirip dengan Bus Way di Jakarta. Namun pelaksanaan program yang sudah digagas beberapa tahun lalu ini belum bisa terlaksana akibat banyaknya ganjalan di lapangan.
Itu tadi adalah hasil diskusi Forum Reboan Dewan Kota Surabaya, Rabu (11/02/09). Forum dwimingguan tersebut tadi digelar di Gedung BK3S di kawasan Tenggilis Surabaya. Bertindak sebagai nara sumber Bapak Togar Silaban dari Pemkot Surabaya, Mas Ahmad Basori dari B2W dan Bapak Daniel M Rosyid yang diwakili oleh staffnya.
Selain paparan dari nara sumber, banyak sekali wacana dan masukan dari para peserta diskusi. Sebagain besar peserta mendukung program transportasi massa, namun perlu diperhatikan bahwa kondisinya saat ini sangat memprihatinkan sehingga masyarakat enggan naik bus kota maupun angkot.
Ada beberapa masukan unik, diantaranya tentang pembuatan SIM yang harus diperketat. Jika melanggar sekian kali maka SIM akan dicabut selamanya. Sebagai solusi pasti dia nanti akan memilih kendaraan umum. Masukan lain adalah pembatasan terhadap kredit kendaraan bermotor. Sekarang ini dengan membayar 200 ribu sudah bisa membawa pulang sepeda motor baru. Ke depan syarat kredit tersebut harus diperketat lagi supaya jumlah sepeda motor tidak terus bertambah pesat.
Tim dari TPC yang hadir dalam Forum Reboan tadi ada Dion, Nopy, Mantan Kyai dan Andi Bagus.
February 11th, 2009 at 20:06
*cari info, di mana ya ada yang jual sepeda ontel murah?*
February 11th, 2009 at 20:12
pasar gembong
February 11th, 2009 at 23:58
Pasar gembong ? Weeh, jelas ngerti lha sabane nang kono……..hehehe.
Posting yang bagus dan jauh lebih bagus lagi adalah tujuan yang termuat didalamnya, save the earth.
Yah, bumi ini bukanlah milik kita tapi merupakan pinjaman dari anak cucu kita.
Laju pertumbuhan polusi harus direduksi semaximal mungkin [ halah, iso'e koar koar thok padahal aku sendiri habisin 3 ltr/hari, hehe ].
Cuma ada bagian yang aku gak paham, eh kog dibilang 1 ltr menghasilkan 3 kg CO2 ?
Seingatku menurut hukum kekekalan massa, bahwa…………….
February 12th, 2009 at 00:33
Weeh, sajake perlu digalakno budal kerjo, budal kuliah, budal mlaku mlaku numpak jaran……enak bebas polusi, bebas ban bocor, teknologi wis matic – gak usah ngoper gigi, iso diperbaharui – lha wong manak jee, bebas suku cadang, flexible 1-4 seat nek dipasang gerobag, yo cuma boyok rodo sempal tithik nggo ngarit suket.
February 12th, 2009 at 00:37
yang perlu dilakukan di surabaya adalah : pembangunan kawasan hijau harus sebangun dan setinggi dengan pembangunan mall. Jadi impas.
*hmm.. ada yg cantik…*
February 12th, 2009 at 02:59
KLo cari Sepeda MuraH n BaguZ ya di PasaR GembOng, aq Pernah DapAt sperdA POLYGON asli harga muraH disana, cuman perlu di cat ulang aja………
Mengenai ide BUS RAPID TRANSIT koyone iku angel deh, masalahne dari dulu jalan ahmad yani cuma 3 lajur, begitu juga jalan Raya darmo, kalau dipasang jalur Bus Rapid kan tambah sempit wae jalane……… Menurutku sing penak ya MONORAIL yang ngawang diatas jalan.
ah banyaknya yang memakai kendaraan bermotor itu bener juga, gampangnya mengambil kredit sepeda motor. Ada juga yang tanpa uang muka bisa bawa pulang sepeda motor jhe…. ngak perlu bayar DP 200 ribu. Lah kalau melanggar satu kali SIM dicabut ojo pek, aq yo pernah ditilang iki, kalau dulu orang melanggar, SIM-nya dibolongi pakai PLONG-PLONGAN KERTAS (ngak tau aq namanya). Jadinya POLISI kalau NILANG sudah tau dia ngelanggar berapa kali…….
Btw, SebelaHne MantaN Kiai iku soPo jeH????? Kok Ngak KenalAn PisaN??????
February 12th, 2009 at 03:13
temanya bagus. tp fotonya bs mengakibatkan keretakan rumah tangga dan perselingkuhan. jadi tlg dganti …
February 12th, 2009 at 05:46
Yups, sebagian aku sependapat dengan aRul bahwa kita perlu memperbanyak lahan hijau. Hanya sayangnya konsep yang ada selama ini lebih mengarah ke taman kota. Menurutku sih sebenarnya kita lebih butuh hutan kota yang lebih mampu mengkonversi CO2 menjadi O2.
Tentang wacana pembatasan dan keinginan untuk mempersulit kepemilikan kendaraan bermotor, kalau sifatnya general ya aku gak setuju. Sebaiknya dan sepatutnya hal itu diarahkan ke orang orang kaya yang mobilnya lebih dari 1.
Selain dengan car freeday, aku pikir langkah konversi mitan perlu dilanjut ke mobil khususnya dan kendaraan bermotor umumnya dengan menggalakkan penggunaan gas.
Juga perlu di implementasikan penjatahan BBM secara adil, yang entah dengan cara smartcard ataupun kupon terserah sehingga orang lebih bisa memenej perjalanannya.
Kalau mau lebih kedepan lagi ya dunia online perlu dikembangkan lebih luas lagi kesegala sektor kehidupan. Ngurus ktp, perpanjangan SIM n STNK dll. kalau bisa dari rumah khan enak. Paling tidak bisa mengurangi orang yg sliweran dijalan.
Beberapa gerai makanan sekarang banyak yg melayani pesan antar dan itu berarti sudah sekian kendaraan milik sekian keluarga bisa berhemat BBM.
February 12th, 2009 at 08:56
hem, saya akan mendukuang keputusan tersebut. slama keputusan tersebut baik.
TANDES – KEDUNG BARUK naik sepeda gmana ya??? *membayangkan*
February 12th, 2009 at 09:44
Ayo Buat Surabaya jadi green and clean yukk
February 12th, 2009 at 11:53
gimana mo penghijauan wong hutan satu²nya di surabaya di pangkas jadi mall … heueheuh
tapi mudah²an kedepanna penghijauan di surabaya lebih di utamakan, bukan mengutamakan bisnis semata .. dan yg lebih diharapkan adalah BUSWAY … biar lebih nyaman
February 12th, 2009 at 11:56
mnurut kulo, kredit kendaraan kudu dibatesi trutama gawe seng wes nduwe…spurane poro dieler….
penghijauan dan pembuatan jalan khusus gawe speda pancal utowo wong mlaku…koyo nang negoro luar negeri iku lho….
February 12th, 2009 at 12:26
lek budal JMP kudu nggawe sepeda onthel…
piye…
February 12th, 2009 at 13:10
sing omahe nang Juanda cuklek sikile…
=))
February 12th, 2009 at 13:45
transportasi massal lah…. mbangun mall segitu banyak aja bisa, masak mbangun infrastruktur transportasi massal gak rela…?
Tapi paling tidak kita cobalah dari kita dulu. kalau ga perlu-perlu banget ga usah pakai kendaraan pribadi. Dan itu motor ga usah dimodif yang malah bikin bising, banyak asap dan boros BBM gitu napa…
February 12th, 2009 at 17:27
yo males numpak sepeda onthel….
tangi ae jam 7…. lek logor nang dalan ya’opo???
February 12th, 2009 at 20:04
woookk…
debat apaan neh…??
gak mudeng.. >.<
February 13th, 2009 at 00:57
@mie2nk > tandes – kedung baruk ngontel ?
yo, sangu tali plastik cak…….nek ketemu tronton jurusan rungkut lha tinggal njiret.
Lumayan cak, sarapan pecele iso wutuh tekan jam makan siang.
February 13th, 2009 at 02:02
@ Pak Mudz069: wah ojo ngono pak itu terlalu sadis klo harus begitu. hehehe….
Disholati la an mengko pak, gag bisa makan pecel madiun. hiks.
February 13th, 2009 at 06:30
Weleh, maksudku sing dijiret trontone cak.
Lhak lumayan sih gak usah mancal.
Tapi nek sing dijiret bronfitku, yo ngitung meteran.
wkakaka…….
February 13th, 2009 at 16:49
sak durunge budal nggawe speda pancal kudu di meteri dalane pirang kilo….? akeh tanjak ane opo gak ? ake jeglongane opo gak?
mangkane kudu di bangun dalane seng enak…
February 13th, 2009 at 18:29
Apapun rencananya…secepat mungkin dilaksanakan…jangan hanya rencana…liat tuh…jakarta yang sudah kasep…susah diaturnya…mungkin klu Surabaya sudah berbenah dari sekarang akan lebih baik dari Jakarta…klu tidak akan lebih buruk dari Jakarta…
February 14th, 2009 at 14:14
Sektor Transportasi Penyumbang Polusi Terbesar…
Buruknya sistem transportasi massa saat ini menjadi penyebab warga kota enggan naik kendaraan umum. Mereka lebih memilih mengendarai mobil pribadi maupun sepeda motor untuk menunjang mobilitasnya. Akibatnya asap kendaraan tersebut menjadi penyumbang po…
March 2nd, 2009 at 15:39
kalau pemerintah membatasi jumlah kendaraan bermotor akan lebih baik dengan cara mengefisiensikan kendaraan bermotor yang memakainya, misalkan kendaraan roda4 harusnya berisi antara 3-4org atau lebih hanya diisi cuman 1 orang. Dan setiap keluarga mungkin dibatasi memiliki hanya 1 atau 2 kendaraan. Dengan demikian tingkat polusi bisa menurun. salam
March 2nd, 2009 at 16:01
Sebenarnya adalah masalah ketersediaan angkutan masal yang nyaman, menjangkau sampai ke pelosok, murah, aman dan tepat waktu. Apapun caranya, baik cabut SIM maupun pembatasan kredit bukan pilihan selama angkutan masal tidak tersedia sesuai syarat diatas. Semoga produsen kendaraan bermotor juga mulai berfikir tanggungjawab sosial, ekonomi dan lingkungan, bahwa produk kendaraan bermotor akan menjadi barang yang tidak berguna ketika semua orang menggunakan di jalan, bisa dibayangkan betapa macet dan padatnya lalu lintas kalau semua orang dengan mudah memiliki kendaraan bermotor, belum lagi tanggung jawab jiwa dan keselamatan…berapa nyawa melayang sia-sia hanya karena memacu kendaraan untuk mengendarai lebih cepat sampai tujuan ?!?!? dan ledakan kendaraan ini adalah BOM WAKTU yang sebentar lagi meledak.
March 3rd, 2009 at 08:44
Misiii mba mas, utk bisa ber bike to work,bike to campus,bike to everywhere yg penting kudu niat dulu, mentalnya harus kuat dulu.kalo g kuat mental ntar baru mo nggowes wis kepikiran wadhuh ntar klo keserempet gmana?kalo diklaksonin gmana?he he he.mentalnya kudu mental Gedheg.yang cew2 jgn takut tuk gowes,saya termasuk salah satu cewe’ yg gowes ke kantor dan masi byk lagi cew2 yg nggowes ke kantor.n buktinya kita alhamdulillah selamet ga kenapa napa.rute gowes kertajaya-indrapura PP 14 km.Ayo semangat berjuta goweeeesss….
March 3rd, 2009 at 09:03
Car Free Daya tidak semata-mata bertujuan mengurangi radikal bebas akibat karbon dioksida hasil pembakaran Bahan Bakar Minyak Kendaraan Bermotor.Secara kebudayaan, CFD adalah alat yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk bersama-sama mengurangi “Ketergantungan terhadap Penggunaan Alat Transportasi berbahan bakar minyak”.Secara bertahap gagasan tersebut akan berkembang pada bagaimana upaya bersama untuk melakukan penghematan energi berbahan bakar minyak yang sulit terbaharukan bagi kehidupan yang berkelanjutan.