Minggu (15/03) kemarin Makam Bungkul dipadati oleh ribuan peziarah dari berbagai daerah di Indonesia. Hal itu terlihat dari bus yang mereka kendarai. Makam yang berada di komplek Taman Bungkul, Jl.Raya Darmo, ini memang sering dijadikan rute ziarah Wali Songo.
Syech Bungkul sendiri diyakini sebagai salah seorang Kyai atau Wali terkenal pada jaman dahulu kala. Tak heran jika kemudian masyarakat saat ini banyak yang berziarah ke makamnya untuk memberikan penghormatan dan doa sebagai rasa terimakasih atas jasa beliau dalam menyebarkan agama Islam.
Pada hari libur seperti Minggu kemarin biasanya jumlah pengunjung sangat banyak. Saking banyaknya pengunjung maka harus rela antri berjam-jam sebelum bisa memasuki area makam. Setelah selesai berziarah biasanya mereka berkeliling di Taman Bungkul.
Hal ini menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang, terutama pedagang makanan dan minuman. Sayangnya di sana belum ada pedagang souvenir khas Taman Bungkul. Ini bisa menjadi peluang bagi komunitas kreatif di Surabaya untuk membuat oleh-oleh khas. Ada yang tertantang?
March 16th, 2009 at 07:26
sebenarnya oleh2 khas surabaya juga belum muncul dg kuat. saya usul, surabaya kreatif bikin lomba inovasi produk khas surabaya. perlu diadakan beberapa kategori; diantaranya: makanan-minuman, souvenir, kaos, dll. bagaimana mbak early dan mas farid?
March 16th, 2009 at 09:26
ayo kirim dungo….khususon ila Syech Bungkul Alfaatihah….!
March 16th, 2009 at 14:09
setojo ma um ukm.samsul
March 17th, 2009 at 06:15
aq golek oleh-oleh khas suroboyo bingung (doh). Nek kaos kayane ono CAK CUK SUROBOYO, nek souvenir enakne yo iwak suro lan boyo, lah nek panganan bingung tenan iki. Panganan sing iso dibungkus iku durung ono
March 17th, 2009 at 15:39
selain suvenir khas taman bungkul… ada baiknya kalo para pedagang juga menjual buku yasin untuk para peziarah yang tidak hafal dengan surat yasin….
March 18th, 2009 at 14:20
spesialnya surabaya
March 18th, 2009 at 14:22
Semoga berkahnya ke kita semua
March 18th, 2009 at 16:13
Jual miniatur kuburannya ?? :p
March 19th, 2009 at 14:47
kenapa TPC gak tertantang???
kahn lumayan tuh, lahan bisnis ^^
March 20th, 2009 at 06:29
Weh, adol kog miniatur makam. Opo gak luwih jos adol jenglot diwadahi toples opo digawe gantungan kunci ?
March 20th, 2009 at 06:41
@Sher>>Aku pikir sih sebaiknya TPC gak terjun ke bisnis praktis meski mungkin ada anggota yang mampu.
Barangkali menyediakan konten tentang semua hal yang berbau Surabaya itu sudah cukup.
Pinginnya sih komunitas kita menjadi jujugan, menjadi “tempat googling” bila ada orang luar yang ingin tahu tempat kuliner, tempat wisata, sejarah, atau mungkin transportasinya.
Intinya mungkin TPC bisa jadi sampul depan kota tercinta ini.
March 20th, 2009 at 06:43
hmmm, komenku ilang…….
March 22nd, 2009 at 15:43
makam siapa itu?
apa tokoh masyarakat
April 2nd, 2009 at 18:15
terose sunan bungkul niku morosepahe sunan ngampel menurut sejarahe kados mekaten . ten meriku wonten maleh kuburanipun sayyid iskandar bin sayyid ali akbar ( baca kisahnya diblog-ku ). sing ziaroh nggeh katah ten meriku . ( hehehe … sukurin … paham apa ngga’ nih dg bahasa jawa ? ). tak artikan aja ya :
menurut sejarahnya , sunan bungkul itu adalah mertua dari sunan ampel . dibungkul juga ada makam keramat lagi yaitu sayyid iskandar bin sayyid ali akbar ( baca kisahnya diblog-ku ‘NDRESMO BLOG’ ) . makam itu juga banyak yg menziarahi .
thanks
abi
August 31st, 2009 at 15:05
kulo cuman bade usul….. sak derenge un blog niki nulis tentang mbah sunan bungkul kulo saranaken maos kisahepon teng ndresmo blgspot,,,,,,,,
matur nuwun
January 28th, 2011 at 09:04
Assamuikum
Di Kota Kediri ada Makam KH Abu bakar Alamat Di Desa Bandar Kidul Kec Mojoroto Kota Kediri Masjid Darunnajah PP Salafiyah
Ulama Amilin Kota Kediri
Ziarah makom Ulama KH