Oleh: Abdul Ghofur [Gempur]
[catatan singkat yang terbengkelai teronggok di ujung meja kerja]
MUQADDIMAH
Perkembangan teknologi yang sedemikian cepat seperti meluluhlantakkan jarak dan waktu, membongkar sekat yang menghalangi komunikasi antar dua atau lebih manusia pada saat yang bersamaan. Blog sebagai satu trend dunia maya ikut menyemarakkan belantara tanpa batas ini. Blogging menjadi candu bagi sebagian mereka yang hobi menulis dan berbagi pengalaman, juga sebagai ”show of force” bagi sebagian lainnya, bahkan ada juga blogging hanya sekadar sarana mabuk muntah kejenuhan.
Perkembangan menunjukkan insting alami manusia bekerja, insting untuk berkumpul dan berserikat berdasarkan kesamaan tertentu. Di antaranya kesamaan geografis yang menjadi mainstream selain kesamaan ide dan hobi serta yang lainnya. Kesamaan ini pula yang melahirkan istilah ”kopdar” bagi para anggotanya, melepas atribut ”online” untuk mengenal lebih dekat dengan cara klasik ”offline”.
KELAHIRAN BLOGGER SURABAYA
Kehadiran komunitas blogger Surabaya yang dicanangkan tanggal kelahirannya pada tanggal 10 Nopember 2007 bukan semata kebetulan. Momentum peringatan hari pahlawan yang diperingati dengan berkumpulnya para blogger Surabaya merupakan hasil proses panjang melalui dikusi baik online maupun offline (baca: kopdar) para penggagasnya. Terlebih pesta blogger 2007 yang terselenggara pada 27 Oktober 2007 di Jakarta menjadi katalis dalam membidani kelahiran komunitas ini. Bagaimana tidak, pesta yang sejatinya adalah konferensi para blogger se-Indonesia tersebut tak dihadiri perwakilan resmi dari para blogger Surabaya. Harap dimaklumi, karena saat itu memang belum ada wadah resmi yang mewadahi blogger surabaya.
Halal bi halal yang tak jauh dari peringatan hari pahlawan seperti menjadi satu momentum yang tepat dan tak bisa tidak, harus segera terselenggara. Jadilah hari itu sebagai hari kelahiran TPC. [Lebih lengkap, baca sejarah kelahiran komunitas blogger Surabaya yang bakal segera dirilis]
PERKEMBANGAN SINGKAT
Tak dapat disangkal, ”selebritis blog” yang berada di belakang komunitas tugu pahlawan dot com [selanjutnya disingkat dengan TPC] ikut mendongkrak popularitas komunitas ini. Kedekatan beberapa penggagasnya dengan media lokal tak pelak melambungkan nama TPC ini dalam hitungan kurang dari satu bulan. Sebuah usia yang sangat dini untuk bisa bermesraan dengan media. Tak kurang dari 3 radio swasta dan 1 media online telah mengontak TPC untuk bincang-bincang tentang trend dunia maya Surabaya.
Sempat terpikir, sebenarnya TPC dilahirkan dan dibesarkan oleh media lokal karena mereka butuh suplemen khusus tentang blog atau TPC lahir dengan sendirinya yang lantas tumbuh dan besar karena media, atau TPC lahir dan besar dan segera populer karena para ”selebritis blog” yang berada di belakangnya yang kebetulan dekat dengan media.
Sudahlah, tak perlu ambil pusing dan ribut-ribut soal ini, yang terpenting adalah esensinya, kenapa ada TPC, siapa itu TPC, terus, mau ke mana dan mau apa serta mau jadi apa? Lantas, bagaimana caranya?
MENYOAL SURABAYA
Menyoal keberadaan TPC berarti menyangkut Surabaya yang tidak bisa ditolak dari penyebutan namanya yang mensejarah dan melegenda sebagai kota pahlawan. TPC secara geografis, mewakili komunitas blogger yang memiliki kaitan emosional dengan kota yang bernama Surabaya. Kaitan emosional bisa berarti siapa saja yang pernah lahir dan tinggal di Surabaya, atau menumpang menimba ilmu atau juga sekedar menumpang menikah, bisa juga yang menumpang kerja bahkan siapa saja yang pernah terkesan dengan Surabaya meski tak pernah menginjakkan kakinya di Surabaya.
Surabaya kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, adalah kota metropolitan dengan seabrek kesibukan dan permasalahan juga segunung agenda kerja yang perlu segera diselesaikan demi kemaslahatan para warganya. Agenda di berbagai sektor di antaranya pemerintahan, ekonomi, perdagangan, jasa, hukum, sosial, budaya, pendidikan, pariwisata dan lainnya sedang berproses menjadikan kota ini lebih baik. Banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan untuk mengatasi permasalahan dan dampak sosial dari agenda besar yang bernama ”pembangunan” kota Surabaya.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah ”Apa peran dan fungsi sosial dari keberadaan TPC di tengah hiruk pikuk persoalan Surabaya?”
Jika pertanyaan tersebut terlalu jauh, maka pertanyaan penggantinya ”Di mana posisi TPC di tengah hiruk pikuknya Surabaya?”
MEMPERTANYAKAN POSISI, MENGGAGAS PERAN DAN FUNGSI SOSIAL TPC
Mempertanyakan posisi TPC sama dengan mempertanyakan siapa TPC dan orang-orang dalam naungan TPC, yang berarti mempertanyakan latar belakang budaya, sosial dan pendidikan bahkan jika dimungkinkan latar belakang politis. Dari latar belakang inilah bisa diambil posisi keberadaan TPC di tengah hiruk pikuk Surabaya.
TPC adalah komunitas dunia virtual dengan kesamaan tema Surabaya. Melihat dari jati dirinya, komunitas ini biasanya diisi oleh mereka yang biasa dan menguasai serta memiliki akses teknologi internet. Bisa dipastikan mereka yang berlatar pendidikan menengah hingga pendidikan tinggi. Bila dilihat lebih cermat lagi, sampai sejauh ini, anggota komunitas TPC diisi oleh mereka yang sedang berada di bangku kuliah, bangku sekolah, praktisi bisnis dan sedikit praktisi pendidikan. Dari sini jelas terlihat bahwa posisi TPC berada di sektor teknologi, pendidikan dan sosial, meski tak menutup kemungkinan terjadinya perubahan posisi.
Menilik posisi di atas, maka peran dan fungsi sosial yang bisa diambil oleh TPC cukup strategis dalam proses percepatan menuju era informasi. Peran TPC jelas sebagai salah satu agent of change menuju masyarakat informasi, sementara fungsi yang bisa dijalankan di antaranya,
Dari uraian di atas, tampak seperti uraian normatif yang rasanya sulit untuk dilakukan. Akan tetapi, pada dasarnya fungsi di atas secara umum telah menjadi perilaku keseharian yang melekat pada diri para blogger yang tergabung dalam TPC semenjak belum adanya komunitas ini. Tentunya fungsi di atas jelas terkait dengan posisi TPC sekarang ini yang bergerak di sektor teknologi, edukasi dan sosial. Meski, sekali lagi perlu ditegaskan, perubahan posisi adalah keniscayaan.
KHOTIMAH
Berangkat dari uraian di atas, perlu disampaikan sebagai penutup tulisan, bahwa ’Perubahan adalah Keniscayaan’ mengingat kesempurnaan sebentuk bayangan yang tak kunjung hinggap. Posisi, peran dan fungsi dari uraian di atas sangat bersifat umum dan jangan pernah berkata ’itu hanya teori’, karena semua sudah pernah dilakukan. Yang dibutuhkan hanya koreksi dan perbaikan serta masukan-masukan baru untuk menambah darah segar bagi urat nadi TPC. Selamat Berjuang!
Catatan:
Tulisan ini dibuat tidak berdasarkan referensi akademis yang bisa dipertanggungjawabkan, sehingga takada kewajiban bagi penulis untuk mempertanggungjawabkannya secara ilmiah
November 29th, 2007 at 23:20
Buat mas admin, toloooong, diedit yang amburadul, soale aku wis kemaleman di warnet, besok pagi ngajar..
makasih ya!
November 30th, 2007 at 01:41
Mantap pak.
pemikiran2 yang banyak memang kita butuhkan dalam mengembangkan TPC ini,
dan saya rasa perlu tahapan dan perlu kontribusi semua anggota tentunya.
November 30th, 2007 at 02:55
pada perkembangannya, memang diharapkan yang namanya komunitas selalu ada interaksi sosial. Bisa juga dengan kegiatan sosial, seperti yang biasanya dilakukan oleh perkumpulan lain. Tapi nggak salah juga kalau ada kegiatan lain yang bisa dilakukan, sebgai bentuk solidaritas sosial. Maksudnya, yaa nggak cuma sekedar baksos atau kegiatan standar lainnya gitu…
Yang penting, kalau memang ada niat menyelipkan unsur edukasi, mungkin beberapa tulisan yang ada disini sudah mengarah kesana. Mungkin kemasannya aja yang dibuat santai. Maklum deeh, ini kan bukan tempat buku pelajaran difotokopi disini. Tapi yang penting, esensi ilmunya bisa bermanfaat buat semuanya.
November 30th, 2007 at 05:38
semoga kedepan tpc bisa berjalan seiring dengan visi misi nya..wacana mengenai pfm tpc sangat mantap pak gempur !!!
November 30th, 2007 at 06:20
teringat masa2 suram lima tahun yang lalu… tentang peran dan fungsi masyarakat dari sebuah keberadaan, termasuk seuatu organisasi.
Btw, klo memang udah ada visi dan misi dari pembentukan TPC… dari situlah kita melakukan penurunan rumus untuk peran dan fungsi dati TPC.
Wacana yang diberikan oleh pak Gempur sangat bagus.
November 30th, 2007 at 07:32
» Gempur :
Dasar pemikiran yang bagus, Mas
Semoga bisa dijadikan basic TPC, agar mempunyai peran untuk memajukan Surabaya.
» Yuki :
Benar, Mas! Pada komunitas TPC ini sudah ada beberapa tulisan yang mengandung unsur edukasi dan bisa bermanfaat bagi semua.
November 30th, 2007 at 08:13
apik tulisane…
bener mas jgn sampe sebuah komunitas gak memberi nilai tambah bagi lingkungan maupun bagi anggotanya sendiri…
Insya Allah TPC bisa mas. dan saya juga percaya saya anggota komunitas ini
November 30th, 2007 at 09:39
@ arul: betul, semua butuh tahapan, tapi TPC bayi gila, bayi selebritis, baru netek dah kondang!



@ yuki: mas, tulisan itu saya sarikan dari aktifitas yang berlangusng di TPC, jadi semua pernah terjadi, apalgi edukasi, itu dah pasti.. terlebih diprluas via media elektronik seperti SS, wow pasti tambah meluas, hehehehe
@ cempluk: nggih bos! silakan dilanjut visi-misinya
@ tukang foto keliling : betul mas dosen! stlh visi-misi diturunkan ke fungsi dan peran, selanjutnya tinggal njenengan yang kudu turun gunung nanti sepulangnya ke-Surabaya
@ Edipsw: oke mas!
@ laks: doakan dan dukung aja, mas! saya juga dukung anda untuk kumpul ama keluarga lagi! *mode gak nyambung on*
November 30th, 2007 at 10:22
Aku rasa masalah TPC terlalu tumbuh dengan cepat adalah hal yang luar biasa. Memang bagi beberapa orang hal itu tidak wajar tapi dilihat dari sudut pandang komunikasi, justru itulah yang diperlukan kalau kita mau maju atau mau dikenal banyak orang diluar anggota TPC.
Kekhawatiran memang ada mengingat hal itu muncul karena mungkin kita tidak jelas mau apa, akan bagimana kedepannya dan siapa yang mau mengurusi TPC ini kedepannya.
Tapi sekali lagi bermesraan dengan media bukanlah hal yang patut untuk disesali atau dikhawatirkan yang berlebihan karena terlalu dini.
Hal asik yang perlu diperhatikan adalah bagimana kita TPC sendiri berani untuk mengambil sesuatu yang berbeda untuk membenahi hal-hal yang berada didalam, baru mulai keluar. Sedikit tapi pasti adalah langkah yang menurut saya pas untuk dilakukan saat ini.
Untuk masalah postingan yang bernunsur edukasi adalah saya setuju dengan komennya mas Yuki.
TPC sudah punya akan hal itu, tapi sekali lagi yang perlu diingat adalah TPC berdiri di suatu media yang dinamakan blog, disini cara penyampaian seseorang dengan apa yang ingin disampaikan berbeda. Ada yang lebih santai tapi jelas, ada yang serius. Semuanya sekali lagi tergantung pada yang menulis dan cara penyampaian yang dipunyainya.
Ingat orang tidak punya banyak waktu untuk membaca yang panjang, dan terlalu serius, kadang rasa malas pasti menghantui mereka karena manusia cenderung lebih senang membaca pada media yang berbentuk fisik jadi yang bisa dipegang.
Well untuk peran sosial saya rasa bakti sosial juga bagus, itu bukannya hal klise, tapi tidak ada salahnya kalau kita menyelenggarakan itu yang penting niat dan hati kita, bukan sebagai salah satu hal yang harus dilakukan agar bisa diposting. Benar?
Untuk efek sosial sendiri, kita tidak bisa berharap banyak, ingat lagi bahwa dunia blogging di Surabaya masih dianggap sebelah mata dan tidak popular.
Saya rasa yang harus saya tekankan adalah perjelas dulu visi dan misi baru kalau memang sudah amat sangat jelas dan dipublikasikan pada semua anggota, niscaya semua akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Sekian presentasi dari saya, thanks for your attentions.
November 30th, 2007 at 11:12
@ evelyn: anda benar, bermesraan dengan media bukan hal yang salah, malah dianjurkan apalagi dalam teori komunikasi. Perlu ditegaskan, tidak ada sedikit pun penyesalan dari penulis artikel di atas, jika TPC bersentuhan dengan media dengan cepatnya. Orang berebut terkenal dengan seagala cara mendekati media, la wong TPC dengan begitu mudah bisa mengaksesnya, itu luar biasa! sekali lagi itu luar biasa!
Saya kira Apapun bentuk blog/tulisan yang sifatnya informatif dan mengajak pada kebaikan maka blog itu bisa dinamakn blog yang edukatif yang menjalankan fungsi edukasi, dan itu, saya tekankan sekali lagi, sudah dilakukan oleh komunitas ini, masalah penyampaian santai atau serius, itu urusan sang penulis. Itu yang saya maksud dengan fungsi edukasi. Begitu pun dengan fungsi sosial di atas, jangan kemudian ditafsirkan sebagai kegiatan sosial an sich dalam bentuk kerja bakti, baksos dan segala macamnya,. Fungsi sosial yang dimaksud seperti contoh kasus ketika reog ponorogo diakui milik malaysia, kemudian salah satu anggota menuliskan artikel sebagai bentuk kemarahannya, kegeramannya, kejengkelannya, di sinilah fungsi sosial TPC dimainkan, sebagai kontrol sosial terhadap dinamika yang berlangsung di masyarakat.
Pada level teknis, fungsi-fungsi itu kemudian diterjemahkan dalam bentuk program kerja, pembentukan kepengurusan, kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan untuk mewujudkan fungsi2 itu.
Fungsi-fungsi di atas belum menyinggung fungsi ekonomi dan fungsi politis, kalau itu juga dimasukkan, waduh, bisa ribut TPC. hahahahahahahahahaha
November 30th, 2007 at 12:02
SIP PAK..
November 30th, 2007 at 12:16
Kalo perlu di usulkan ada pelajaran tambahan ato paling gak “penyuluhan” mengenai seluk beluk blog disekolah2. Bukan gak mungkin blog akan membuat bakat2 menulis mereka tersalurkan dan blog juga gak ada bedanya ama buku harian/agenda. Ntar kalo udah rame dan berkembang komunitas bloger di surabaya bisa di adakan kompetisi blogger terbaik, ato kompetisi blogger terindah ato apapun namanya.
Yang pasti jgn sampe ada peng-kotak2 an diantara sesama komunitas blogger. Paling gak TPC menghindari hal itu. Dan kita juga jgn Malu untuk jemput bola, mungkin banyak blogger2 surabaya yg belum tau mengenai adanya TPC ya kita yg bergerak. Banyak cara yg bisa dilakukan, dan salah satunya udah dijalankan dengan TPC On Air [makasih buat radio2 yg udah meluangkan waktunya buat TPC]
Viva Blogger Surabaya
November 30th, 2007 at 13:56
yup, mantap…
blog merupakan suatu teknologi multiguna & tepatguna
November 30th, 2007 at 15:28
siip..tulisannya serius abis lho mas he..he..suatu wadah memang harus difikiri secara serius..jangan sampai komunitas ini tinggal kenangan artinya “tidak berjalan” setelah dibentuk.
terkenalnya TPC yang begitu cepat kudu diimbangi dengan penataan dari segi “organisasi” nya meskipun hanya via dunia maya…
mekaten kemawon mas
bagus sanget …..
wassalam
November 30th, 2007 at 17:22
waduh.. puyeng aku bacanya.. serius banged? pokoknya selamat & sukses! senang punya banyak teman di surabaya yg juga anti Roy Suryo (baca: si pakar tsb menjuluki kita Komunitas (go)Blog Indonesia)
November 30th, 2007 at 19:41
*ngelap keringat dulu*
*menggelar tikar sambil minum kopi*
November 30th, 2007 at 22:29
@ Pak Gempur : saya bukan dosen pak.. hehe. Hanya seorang tukang foto keliling yang nyambi jadi mahasiswa
November 30th, 2007 at 22:54
Target berikutnya: Dapat buanyak anggota baru saat kopdar tahun baru.
*minum teh*
December 1st, 2007 at 00:10
#gempur]
aku setuju karo usul njenengan, pak guru!
tinggal kita semua yang menjalankan, mengawal dan mengontrol eksekusinya di lapangan.. tidak usah muluk2, mulai dari yang kecil2 dulu.. (misale nulis sing apik2 lan mencerdaskan, koyo tulisane gempur ngene iki) yang penting kita melakukan itu dengan hati ikhlas dan suasana riang gembira.. tralala… tralala… kalo suatu saat ada momen buat turun ke lapangan, yo monggo.. bikin gerakan yang bermanfaat buat sesama.. misale: gerakan menanam pohon, utowo bikin gerakan”surabaya ngeblog”, atau mlaku-mlaku ambek leles kondom bekas *plus sing mari nggawe* ndek kenjeran *hiiiii….*, gerakan bagi-bagi domain dan hosting gratisan bagi blogger… *wehehehehe… domaine mbahe ta?* wes uakeh lah..
*tanya ke penggagas tpc: setuju ra karo gagasane gempur?*
#ning chiw “menggelar tikar sambil minum kopi”
weks.. akrobat ta koen iki chiw?
.:*mimik susu perawan* :.
(eh salah, susu peraHan! perahan teko sapi maksute..)
December 1st, 2007 at 07:41
*pagi yang cerah, baca artikel mas yuki di kompi, di sebelah ada kopi siap disruput, di jari sebatang rokok menemani.. wuihhhh.. nikmat betul! diterusno buat artikel tentang AIDS juga, gara-gara mas yuki tentunya, tapi tak posting ke blog-ku ajah, biar gak penuh2in TPC*
@ chiw: tak kancani
@ tukang fto keliling: pokok’e dosen, dosen foto keliling yo gak popo!
@ pandu: yah, cah cilik minum teh, aku tak ngombe kopi ae
@ det: ngono yo ngono, neng ojok ngono! maksudku ojok nyrempet2 sing saru2, tak mendidik itu.. wekekekekekek
December 1st, 2007 at 10:32
wuih… tulisannya mantab bener… *baca: panjang bener…* hehehe…
December 2nd, 2007 at 06:02
perwujudan dari gagasan ini perlu dimanifestasikan dalam bentuk program kerja dari TPC, semoga tambah maju
December 10th, 2007 at 15:47
ada 3 tahapan dalam sebuah pergerakan:
1. Dasar yang kuat, bisa berupa falsafah, teori, gagasan pemikiran dll.
2. Pergerakan, tindakan nyata untuk menjadikan teori atau dasar tersebut menjadi riel.
3. Evaluasi, melihat dan manilai apakah gerakan sudah pada relnya atau belum, sehingga bisa menentukan arah kedepan berikutnya,
dan tulisan teori yang di paparkan oleh mas GEMPUR adalah masih merupakan TAHAP 1, (^_^;)
December 10th, 2007 at 23:33
@ mas rizal dan filyung : ayo bantu kalo memang ada ide dan gagasan brilian
mas filyung mungkin mau melakukan pergerakan sehingga kita semua bergerak
December 11th, 2007 at 09:37
mas Gempur, gmana kalo identitas anggota TPC lebih diperjelas dan dipertegas dengan diharuskannya mengikuti beberapa peraturan wajib bagi anggota aktif atau anggota permanen.
Dan diselenggarakannya kegiatan yang lebih terarah dengan menyampaikan setiap tujuan dan cita2 dengan jelas pada saat kopdar. Sehingga kopdar sendiri tidah semata-mata hanya sebagai pertemuan face2face tanpa nilai penting bagi anggota dan TPC sendiri.
Kemudian jika ada masalah sosial yang harus ditanggapi secara riel entah itu dalam bentuk unjuk rasa damai atau demo damai, kita sudah memiliki massa yang solid dan bisa diperhitungkan di kalayak ramai.
Gmana mas, inget ini bukan masa untuk buat parpol lho mas, cuman kita harus perhitungkan anggota yg kita miliki sehingga kita bisa unjuk gigi pada waktu diperlukan.
meski kita cuman hanya punya 100 org tapi setiap kita solid dan memiliki komitmenyang tinggi terhadap organisasi serta anggota lainnya, maka tidak menutup kemungkinan TPC bisa menjadi salah satu organisasi yang patut mendapat perhitungan dalam pergulatannya di Surabaya, mengingat TPC mungkin baru satu2 nya komunitas blogger di Surabaya yang terekspose dengan baik dan disambut hangat dikalangan masyarakat Surabaya.
piye mas, (^_^;)
December 11th, 2007 at 11:44
@ filyung: hehehehe, semangat sekali mas yang satu ini..
TPC baru batita mas! belum saatnya untuk aksi damai turun ke jalan atau apa ajalah. Untuk batita, sebaiknya permasalahan sosial yang menggerogoti surabaya kita angkat dulu dalam wacana-wacana sepeti ini. Kebiasaan kita menggeluti wacana menjadikan anggota TPC lebih cepat ‘tanggap’ menghadapi persoalan. Nanti jika suatu ketika dibutuhkan, maka mau tak mau harus turun gunung.
Dan benar, bahwa artikel ini hanya pemantik, untuk menyaring apa-apa saja yng kudu dilakukan oleh TPC, lebih kongkrit lagi, harusnya ada komentar yang berisi usulan program-program yang menarik untuk membesarkan nama TPC dan menggagas Surabaya menjadi lebih baik.
Saya tunggu respon njenengan, Mas!
December 11th, 2007 at 12:47
Mas, sori blogku blum ada datanya mas ya, tapi sekarang sudah aku coba perbaiki, soale dulu itu internet te bolak balik mati ae, ngetik males, opo maneh up load foto, iso sak abad baru mari.
Kalo bicara tentang program apa nggak sebagiknya dari pihak tim inti menentukan eventnya dan kami dari anggota mengusulkan format acara beserta metode serta deelel nya.
Soalnya kita juga masih belum solid bener dalam banyak hal, so alangkah baiknya untuk tahap awalnya TIM INTI lempar bola dulu, biar kami nanti yang bisa kasih usulan atau sumbang sihnya sehingga kita tetap pada jalur rel yang di mau TPC (yang pasti yg lebih tahu dalam hal ini adalah tim inti saat ini).
December 11th, 2007 at 13:23
ikut nimbrung ya? satu hal yang menurut saya perlu itu konsistensi untuk menjaga semangat diantara pendiri TPC. TPC masih belia, butuh leader untuk menjadi trigger bagi yang lain dan menjadi penjaga semangat itu sendiri. tapi intinya 1 seh, harus ada yang mau “repot”. hi3x.
ditunggu aksi TPC di dunia nyata. moga bisa jadi penggembira.
December 11th, 2007 at 14:07
@devie : sepakat buat devie tapi bukan semangat dari pendiri, tapi para anggotanya.
Kalo memang para anggota TPC mempunyai ide silahkan, ntar dirembukkan bareng2
December 11th, 2007 at 15:32
Gmana kalo kita buat acara TPC Music Live Show, gak usah komplit2, dan gak usah susah2, cukup datengin band lokal akustik (gitar, bass, vocal, bongo) dan buat acaranya di tempat terbuka di tengah kota, kl bisa seh yang gampang dilihat orang, so sekalian promosi.
Selain dengan musik juga Ekspresi diri, maksudnya ungkapin apa yang kita bisa buat untuk agar TPC ini bisa lebih baik kedepannya, acaranya kl bisa malem Jum’at malem, ato Sabtu Malem, biar agak santai dan banyak org bisa luangkan waktu untuk lihat. Diacara ini nanti selain tim inti yang mengutarakan visi misa (kalo bisa jangan lama2 biar gak bosen dengerin pidato CEPAT-SINGKAT-PADAT-JELAS-TO THE POINT), juga bisa peserta yang ngutarakan pendapatnya secara langsung didepan publik (sekalian buat uji nyali pidato kalo suatu saat diperlukan), sehingga masyarakat tau bahwa TPC ini milik semua orang di Surabaya dan semua orang di Surabaya bisa memiliki TPC.
Selain itu kita bisa adakan Publik Declaration, sehingga masyarakat Surabaya bisa tau bahwa TPC sudah exsist dan nggak melulu duduk di depan komputer sambil mikirin mau ngetik apa ini nantinya, tapi kita juga punya program bersifat sosial kemasyarakatan serta culture education juga pengetahuan bukti cinta akan kota Surabaya, ini bisa kita uraikan bentuk tindak lanjutnya nnt.
BIAYA: mengenai biaya ini krusial. Tanpa biaya gak bisa jalan tapi bukan berarti biaya adalah segalanya. Kita bisa collect biaya ini dari anggota TPC serta dr siapa aja yang mau nyumbang,
Juga kita bisa tarik Promosi dari beberapa produkt barang dan jasa yang ingin pasang iklan atau yang bersifat komersial lainnya.
Jangan lupa Publikasi adalah penting, sehingga modal untuk publikasi dari beberapa siaran radio serta media cetak sangat penting. Jangan lupa TPC sudah ada nama, so kita bisa dengan PD promosikan acara kita. Gak usah kuatir, satu lubang tertutup masih ada ribuan lubang di Surabaya yang mau menerima promo kita. Kalo bisa sistem kerja sama sehingga kita bisa menekan banyak biaya.
MANAGEMEN TERPADU. Selain tim inti kl bisa juga dibentuk managemen terpadu, yang bertugas mengurusi acara2 seperti ini. Sehingga kalo ada acara seperti ini TIM INTI gak usah BANTING TULANG PERAS KERINGAT. Sehingga fokus JOB lebih jelah dan gak ada penumpukan kerja.
TERAKHIR: sumbangsih dari setiap anggota serta komitmennya sangat dibutuhkan sekali.
piye (^_^;)
December 11th, 2007 at 15:43
@ filyung : ide yang keren… supaya menarik buat postingan aja di kategori “cangkrukan”, tapi sebelumnya buat postingan profil di the heroes *kenalan gitu loh* mas.thx
December 11th, 2007 at 15:50
ok aku buat deh besok ya udah capek neh ngantuk,
besok tak kenalin di heroes
December 11th, 2007 at 15:50
welah dalah, bagus banget, Mas!
Kalo bisa malah bikin malam dana sosial untuk permaslahan krusial di Surabaya, misalnya musik anak jalanan juga mungkin untuk pasukan kuning yang tak terasa jasanya oleh kita!
Gimana pengurus yang lain?!
December 11th, 2007 at 16:10
@ gempur : musik anak jalanan? boleh2 keren banget itu.
@ filyung : ditunggu loh. oia postingannya juga bisa dimasukkan di mbangun tugu koq.
January 15th, 2008 at 21:50
urun rembuk rek
ojok nglalekno cak kartolo
orasine bungtomo iso digawe ide
contone nirok no orasine bung tomo
February 11th, 2008 at 12:43
enak tenan kopine