Salam Kopdar! Hanya itu yang dapat kami sampaikan dalam suatu perjuangan dengan teman-teman TPC. Bagi kami yang selalu “haus” akan suatu bentuk KOPDAR tidak akan pernah menuntut suatu pertanyaan, “Kamu nanti mau gak datang KOPDAR?”. Cukuplah kami hanya menyampaikan, jawaban dan tindakan hanya kalian sendiri yang menilai. KOPDAR memang bukanlah suatu keharusan bagi kalian yang sibuk, karena (mungkin) kami sendiri hampir-hampir tidak pernah sibuk dengan urusan perut ataupun duniawi. Kenapa begitu? Karena kami juga sama-sama tinggal di dunia (lebih tepatnya) di Kota Surabaya yang tercinta ini.
Penulis masih mengingat jelas akan suatu perhatian yang sudah diberikan dari Ketua kepada para anggota untuk saling memupuk rasa ke-SOLID-an.
Tak tanggung-tanggung menghabiskan waktu dan sedikit materi untuk mengingatkan akan sebuah agenda tetap yang sudah dijalankan bersama demi tujuan Blogger Sehat (Jogging Minggu Pagi). Sayang sekali, suatu ajakan yang tulus dan murni tersebut hanya dibalas dengan sebuah cemohan dan cibiran. Sampai sekarang, penulis tidak habis pikir akan kejadian tersebut. Hanya karena sebuah EGO dan kepentingan pribadi lalu membalas dengan cara seperti itu? Penulis hanya mampu menilai ternyata Ketua sedikit lebih dewasa daripada orang yang bersangkutan (secara logika lebih berumur). TUA itu memang PASTI tapi ke-DEWASA-an memang suatu pilihan.
Inikah KOPDAR TPC ? Suatu ide yang menarik bagi penulis untuk menuliskannya di dalam KOMUNITAS (mungkin bisa juga dikatakan ORGANISASI) Blog. TPC juga bukan milik pribadi seseorang tapi milik semua yang merasa sudah bergabung. Bagi penulis yang merasa dibawah naungan TPC merasa sangat butuh untuk tetap saling berinteraksi dengan sesama anggota TPC,
bukan hanya sekedar menghambur-hamburkan duit, bukan sekedar menghabiskan waktu (baik online maupun offline), bukan sekedar numpang tenar dengan mendaftar lalu pergi tanpa adanya konsekuensi, bukan hanya itu saja. Penulis disini sangat menghasilkan dari suatu kegiatan yang diawali dengan KOPDAR, baik itu materi atau rohani. Memang tidak perlu membangun sebuah kekuatan untuk saling mendapatkan PROFIT, tapi kemampuan berpikir dan kemampuan untuk mendapatkan kesempatan yang penulis harapkan. Apakah berpengaruh bagi lainnya? Jujur dengan secara LOGIKA penulis tak perlu bertanya, cukup merasakan dan menyimpan dalam hati penulis sendiri. Ternyata cuma begitu saja kadarnya…
Apalagi yang perlu dijelaskan? Penulis rasa tidak perlu dijelaskan lagi. Memang semua itu hanya berawal dari suatu kesadaran (yang mungkin) hanya dimiliki oleh mereka-mereka berpikir secara jernih bukan sebagai pribadi yang merugikan lainnya. Hanya mereka-mereka yang memiliki Kebesaran Rasa dan Memiliki Hati Nurani yang mampu menelaah arti dari sebuah KOPDAR, bukan dari Besar Omong Belaka. SalamĀ KOPDAR !
April 2nd, 2009 at 21:41
Kopdar kok isine iku2 terus, bosen!
April 2nd, 2009 at 22:18
Waaahhh…, mari ngene iso dilamar ambek salah satu capres sing lagi getol ketemu blogger…. Wkwkwkwkwkwk…
April 2nd, 2009 at 22:20
lha gadis2e ndi kuwi??
April 2nd, 2009 at 22:20
Iku kok medeni polll… Wong situk ngentekno ngombe 6 botol ijenan… Wkwkwkwkwk…
April 2nd, 2009 at 23:00
kopdar satu atap penuh dengan barisan siluman
April 3rd, 2009 at 07:06
Aapakah KOPDAR = MAKAN BARENG ??????
April 3rd, 2009 at 08:14
sumpah kualat!!!
fotoku gak ono …
April 5th, 2009 at 18:27
komenku ga melebu
April 19th, 2009 at 03:18
wew…….gyaaaa……..yg kopdar kurang buuuuanyak tuh
May 4th, 2009 at 17:11
[...] perjuangan mereka dalam mendukung TPC, yang pada kenyataannya -bagi penulis- masih dalam keadaan sangat menyakitkan dalam intern TPC sendiri terutama dalam KOMITMEN. Penulis sangat MALU [...]
August 10th, 2009 at 21:38
melu…