Final Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) yang digelar di Graha ITS Minggu (17/05) kemarin berlangsung seru. All ITS final, speerti yang sudah diprediksi banyak pihak, akhirnya benar-benar terjadi.
Pada KRI, lagi-lagi robot dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya keluar sebagai juara pertama. Kali ini PENS mengusung robot penabuh bedug bernama D4=S1. Disusul juara kedua robot Bolokulowo dari Elektro ITS dan juara ketiga robot Ghen_labE dari Universitas Bhayangkara Surabaya. Robot Rengganis dari Unesa terpaksa gigit jari di urutan keempat.

Sementara itu pada KRCI divisi Expert Battle, robot G.A_Assassin dari ITS keluar sebagai juara pertama. Disusul robot Ghen_GR dari PENS ITS pada juara kedua dan robot Bandrexs dari Unmuh Jember sebagai juara ketiga.
Dalam final KRI antara D4=S1 dan Bolokulowo kemarin, robot PENS yang sudah diunggul-unggulkan dari awal mampu menunjukkan keperkasannya. Dalam waktu kurang dari satu menit D4=S1 mampu mencapai lokasi sasaran dan menabuh 3 bedug yang tersusun vertikal. Gemuruh tepuk tangan dan iringan lagu We Are The Champion makin menambah suasana haru Graha ITS siang kemarin.
“Penilaian utama dalam KRI ini adalah performa kecepatan mencapai bedug dan banyaknya retry yang dilakukan, jadi bila kedua tim dalam posisi yang sama akan dilihat siapa yang lebih dulu mencapai posisi terakhir dan paling sedikit melakukan retry”, jelas Dr Ir Wahidin Wahab MSc PhD, salah satu tim juri yang berasal dari Universitas Indonesia (UI) melalui rilis yang diterima TPC dari Humas ITS.

Sementara itu Luxsman, tim Bolokulowo yang sempat saya temui mengaku robotnya kalah cepat dibandingkan dengan robot PENS. Namun demikian, posisi juara 2 tetap berhak maju ke tahap selanjutnya. Masih ada peluang memperbaiki kekurangan untuk memperebutkan tiket ke Abu Robocon 22 Agustus mendatang di Tokyo Jepang.
Selama ini robot dari PENS – ITS memang selalu berjaya. Tak heran jika kemudian pemerintah mengucurkan dana puluhan milyar untuk membangun pusat riset robot di kampus teknik terbesar di Indonesia timur itu. Harapannya kampus tidak hanya mampu menghasilkan robot untuk kontes, tetapi juga robot-robot untuk keperluan industri manufaktur. Semoga terwujud!
—–
Foto: Bolokulowo (atas) dan D4=S1 (bawah) – Dokumentasi ITS
May 18th, 2009 at 15:52
salut,
semoga teknologi ini makin memasyarakat sehingga setiap orang bisa memanfaatkannya…
May 18th, 2009 at 15:56
terbukti bahwa sumber daya manusia negeri ini masih bisa bersaing di dunia TI.
dalam arti masih melek teknologi sehingga mampu menciptakan robot-robot sederhana tersebut.
mudah-mudahan robot-robto tersebut bisa menjadi embrio akan teknologi indonesia kelak
salut buat acara rutin ini
salut juga buat TPC yang mendapatkan press release dari ITS
itu bukti bahwa TPC memang bener-bener diakui
tetap semangat mas luxsman
May 18th, 2009 at 16:10
hebat…hebat.. dan ada 2 orang TPC yg menjadi otak disana, baik dari PENS-ITS maupun dari Elektro ITS. Saluuuuuuuuuttt
May 18th, 2009 at 16:29
standing applause wis super salut, moga-moga memiliki manfaat, untuk ke depannya
May 18th, 2009 at 19:50
Matus suhun sedoyo
Saya sebenarnya cuma alumni yang ikut meramaikan (penonton dan suporter). Alias sudah pensiun dan cuma bantu sedikit.
Sampe ketemu di jogja 13-14 juni di UGM
May 18th, 2009 at 20:48
ak jg ikutan liat,,tim D4=S1 mecahin rekor bisa menabuh bedug dari awal pertandingan sampai final. Gk ada tim kaya gitu di regional lain….waktunya juga kurang dri 1 menit… Klo tim bolokulowo maen di regional 1,2 ataw 3 pasti jadi juara deh… mereka cuma kalah cepet aja…
May 18th, 2009 at 23:53
wah
mantap arejk ITS
maju terus
May 20th, 2009 at 16:34
hhhoohohhooho..
tambah sip ae arek ITS..
aku pengen kuliah nang kono
May 21st, 2009 at 17:48
keren..saluttt
May 23rd, 2009 at 12:41
yah…, tahun ini di jogja ya? ga bisa nonton deh…
June 7th, 2010 at 16:24
Dewwwoooo ITS dewoooo
June 22nd, 2010 at 21:34
harapannya terwujud, telah dibangun pusat robotika. tinggal ke depannya untuk men jadi lebih baik