Apa sih sebenarnya arti kata komitmen?
Mungkin sebagian dari kita ada yang mengerti dan dapat menjelaskan dengan baik. Mungkin sebagian dari kita ada yang bingung dan belum jelas apa artinya. Atau mungkin juga sebagian dari kita tidak tahu apa arti kata komitmen?. Kita coba lihat beberapa contoh berikut :
Jadi komitmen adalah suatu janji pada diri kita sendiri ataupun orang lain yang tercermin dalam tindakan kita. Harusnya, sekali kita komitmen, maka kita akan selalu mempertahankan janji itu sampai akhir. Setiap orang dari kecil sampai dewasa pastilah pernah membuat komitmen, meskipun terkadang komitmen itu seringkali tidak diucapkan dengan kata-kata. Seiring bertambahnya usia seseorang, maka komitmen yang ada semakin berkembang dalam penerapannya. Lalu apa saja komitmen yang semakin berkembang itu? Bagaimana penerapan komitmen dalam kehidupan kita?
Berikut ini adalah contoh-contohnya :
Ada 2 (dua) faktor utama yang membuat orang tidak dapat mempertahankan komitmen yang telah ia buat sebelumnya, yaitu :
Bagi kita yang (saia katakan sudah dewasa), harusnya kita mampu mempertahankan komitmen yang telah kita buat, apapun bentuknya. Untuk itu, sebelum kita membuat suatu komitmen, maka kita perlu berpikir matang supaya dikemudian hari tidak terjadi PENYESALAN. Apabila kita telah mengambil suatu komitmen, maka kita harus mempertahankan komitmen itu sampai akhir. Maju terus, pantang mundur (sekali mundur masuk sumur).
Orang yang hidupnya optimis adalah orang yang terus berjuang menaklukkan kemiskinan dan kesengsaraan.
Orang yang pandai mulutnya di hati sedangkan orang bodoh hatinya di mulut.
Lalu berapakah harga sebuah janji dan komitmen dimata anda? Bagi saia, AMAT SANGAT BESAR!. Sebagai orang yang tidak memiliki apa-apa secara materi baik dalam bentuk harta benda, keunggulan fisik, dukungan “jaringan” atau network sebagaimana yang dimiliki oleh sebagian orang yang beruntung, ditambah dengan posisi sebagai perantau yang tidak bisa menggantungkan diri pada keluarga, saia selalu mengupayakan untuk memenuhi janji. Kenapa? Hanya itu yang saya miliki. Entah akan menjadi apa saya nantinya, jika satu-satunya yang bisa saya pegang tidak lagi saya bisa andalkan.
Ada pengertian yang sangat dalam bagi saia tentang janji. Janji dan komitmen itu bukan sekedar memenuhi apa yang telah kita janjikan. Tapi memenuhi janji adalah sebuah pekerjaan sepenuh hati, sekuat tenaga, sebuah kegiatan yang dipenuhi dengan nilai-nilai professionalisme, memberikan lebih dari apa yang kita janjikan. Memenuhi janji dan komitmen tidak bisa hanya dipenuhi dengan omongan saja, harus dari lubuk hati yang paling dalam, agar seluruh semesta bekerja untuk kita dalam memberikan yang terbaik. Janji dimata saia bukan memberi sejumlah yang saya janjikan, tapi janji adalah standard minimal yang harus dipenuhi. Sungguh sangat berat rasanya, bahkan menyesakkan, ketika saia menyadari tidak mampu memenuhinya, sekalipun itu bukan janji dan komitmen saia secara pribadi.
Akan tetapi, saia tidak ingin berapologi atas kekuasaan-Nya dalam berkehendak untuk menutupi janji dan komitmen saia. Berjanji dan berkomitmen juga bukan sesuatu yang harus ditakuti. Saia selalu memiliki respect yang dalam terhadap teman-teman saia yang mampu mengucap komitmennya. Dibutuhkan keberanian. Nyali! Jadi, besarnya tanggung jawab atas janji dan komitmen bukan lalu untuk ditakuti dan dihindari. Tapi untuk dihadapi.
Bagi yang beragama, maka janji dan komitmen ketika (contoh bagi seorang muslim) mengucap kalimat syahadat adalah nyawanya. Bagi yang sudah bersuami atau beristri, maka janji dan komitmen yang diucap ketika prosesi ijab qabul adalah nyawanya. Ngeri rasanya ketika membayangkan sudah berapa banyak komitmen terhadap rekan yang saia ingkari. Komitmen terhadap Allah yang terlupakan oleh duniawi (ampuni saia ya Allah).
Semoga Allah selalu mengingatkanku untuk tetap komitmen atas setiap janji yang saya ucap dalam peran hidup yang saia jalani.
Ini hanyalah sebuah catatan yang pernah saia baca entah dimana? Saia sendiri lupa mendapatkan catatan tersebut. Yang pasti, catatan ini diberikan kepada saia di saat masih merantau di negeri seberang dan tersimpan rapi dalam sebuah buku harian. 8 (delapan) tahun baru aku buka kembali catatan ini untuk sekedar sharing bersama.
Beserta ini juga saia mengumumkan :
Mulai hari ini dan seterusnya saia sudah tidak bertanggung jawab lagi akan segala kegiatan yang berhubungan dengan Komunitas Blog, baik itu di Komunitas Blogger Surabaya (TPC), Komunitas Blogger Ponorogo (Blogger Warok) dan Komunitas Blogger Mojokerto (Blogger Mojopahit) dan Komunitas Blog lainnya. Anda ingin posisi wuenak, maka saia juga berhak untuk posisi wuenak tersebut! Saia sudah menjalankan kewajiban saia namun saia tidak akan pernah bertanya “apakah kalian sudah menjalankan kewajiban anda?“, hanya kalian sendiri yang bisa menjawabnya.
Wassalam Regards gajah_pesing is the wong ganteng
May 19th, 2009 at 3:20 pm
(worship)
May 19th, 2009 at 3:22 pm
(doh) ono opo maneh toh iki?????
dadi melu bingung aq…….
mengingatkan…..
Double Post Om……, pilih salah sijii wae Post ne……
May 19th, 2009 at 3:24 pm
komitmen adaah suatu penepatan atas janji2 yang sempet terucap dari mulut kita
terkadang memang sulit untuk dilakukan namun alangakh baiknya dengan sekuat tenaga kita berusaha menepati komitmen yg telah terucap dari mulut ini
apik tulisanmu jah
*bait terakhir* saya menangkap kesan kepasrahan,keputus asaan,kekecewaan
opo bener???
May 19th, 2009 at 3:42 pm
@galuh: kalo melihat generasi penerus yang melempem, manja, diingatkan sedikit merasa dipaksa, merasa ditekan, rasanya memang putus asa om!
May 20th, 2009 at 12:58 am
Mari Diselesaikan dengan Kopdar yang enak,
Saya Minta Maaf Kalo ada salah dan perilaku yang kurang baik, di hati rekan-rekan TPC
May 20th, 2009 at 12:07 pm
Komitmen= Gak Plintat Plintut
May 21st, 2009 at 1:48 am
Jarene tipi….
PLINTAT PLINTUT MAKAN HATI
May 21st, 2009 at 6:27 am
sakjane ono opo tho jah?
sabare ditambah maneh wes..
May 21st, 2009 at 5:24 pm
ayo semangatnya di bangun lagi
May 22nd, 2009 at 12:38 pm
podo karo gajah, dengan ini saya sudah tidak bertanggung jawab lagi akan segala kegiatan yang berhubungan dengan Komunitas Blog.
May 23rd, 2009 at 9:22 am
Evaluasi Diri intinya dan jangan menilai dari satu sisi.
May 25th, 2009 at 11:18 am
heheheh kadang kita sulit membangun komitmen
May 25th, 2009 at 4:17 pm
dibubarkan ae po piye?
May 25th, 2009 at 11:07 pm
itu gambarnya komitmen ya???
May 26th, 2009 at 4:16 am
komitmen = mau menanggung sgala resiko..
May 26th, 2009 at 5:56 pm
@Rusa Bawean….iyo iku gambare gak keliru ta reek….?
July 16th, 2009 at 3:33 pm
kayaknya pernah baca artikel ini di blog lain..sama persis, cuma ada bagian yang di-cut aja..
bener nggak??