Komitmen

Apa sih sebenarnya arti kata komitmen?
Mungkin sebagian dari kita ada yang mengerti dan dapat menjelaskan dengan baik. Mungkin sebagian dari kita ada yang bingung dan belum jelas apa artinya. Atau mungkin juga sebagian dari kita tidak tahu apa arti kata komitmen?. Kita coba lihat beberapa contoh berikut :

  1. Pernahkah kita berpikir tentang asal mula manusia dari mana?
    Setiap manusia yang lahir adalah berkat perjuangan sebuah sel sperma yang berhasil membuahi sel telur. Dari jutaan sel yang berkompetisi ternyata hanya ada 1 pemenang yang keluar sebagai juara. Siapakah sel itu? Kita!
  2. Pernahkan kita melihat seorang anak bayi yang sedang belajar berjalan?
    Dia berkali-kali jatuh dan mungkin menangis, namun tetap ngotot bangun lagi sampai akhirnya berhasil berjalan di atas kedua kakinya. Siapakah bayi itu? Kita!
  3. Pernahkah kita melihat sepasang suami istri yang hidup rukun sampai kakek nenek? Saia pernah.

Jadi komitmen adalah suatu janji pada diri kita sendiri ataupun orang lain yang tercermin dalam tindakan kita. Harusnya, sekali kita komitmen, maka kita akan selalu mempertahankan janji itu sampai akhir. Setiap orang dari kecil sampai dewasa pastilah pernah membuat komitmen, meskipun terkadang komitmen itu seringkali tidak diucapkan dengan kata-kata. Seiring bertambahnya usia seseorang, maka komitmen yang ada semakin berkembang dalam penerapannya. Lalu apa saja komitmen yang semakin berkembang itu? Bagaimana penerapan komitmen dalam kehidupan kita?

Berikut ini adalah contoh-contohnya :

  1. Sebagai Anak :
    • Komitmen bakti pada orang tua.
      Mungkin semua pernah mendengar tentang bakti pada orang tua, dan dalam hati berkata : “Saya sudah berbakti kok pada orang tua.” Tapi coba kita renungkan sekali lagi apakah kita benar-benar tulus berbakti pada orang tua kita?
    • Komitmen menyelesaikan studi dengan sebaik-baiknya.
      Kita semua juga pasti ingin apabila nilai pelajaran di sekolah ataupun di kuliah kita mendapatkan nilai yang terbaik menurut ukuran kita masing-masing, tapi apakah kita sudah benar-benar berusaha yang terbaik? Jujur, kebanyakan dari kita pasti malas kan waktu sekolah? (saia mengakuinya saat mendapatkan pekerjaan rumah)
    • Komitmen menjaga nama baik keluarga.
      Siapa sih yang senang apabila nama baik keluarga kita tercemar? Kalau begitu, jagalah nama baik keluarga kita, karena sekali nama baik tercoreng, seumur hidup tidak bisa hilang.
  2. Sebagai Orang Tua :
    • Komitmen menjaga keutuhan rumah tangga.
      Sebagai orang tua, kita pasti ingin agar keluarga kita senantiasa rukun selalu. Betul kan? Tapi yang namanya problem rumah tangga pastilah ada. Karena itu kita perlu dewasa dalam menyikapi suatu masalah, jangan sampai karena masalah sepele saja malah menjadikan ribut besar. Seperti ada perkataan : sewaktu pacaran buka mata lebar-lebar, setelah menikah tutup sebelah mata.
    • Komitmen memberikan penghidupan yang layak untuk anak-anak kita.
      Sebagai orang tua, kita juga wajib memenuhi semua kebutuhan anak tanpa terkecuali. Namun kita juga harus pandai membedakan yang mana merupakan kebutuhan dan yang mana hanya berupa keinginan. Kebutuhan haruslah sesuatu yang dapat membantu anak mendapatkan bekal bagi kehidupannya di masa depan.
  3. Sebagai Anggota Masyarakat :
    • Komitmen mematuhi peraturan yang berlaku dan menjaga ketertiban umum.
      Rasanya sekarang ini sangat sulit menemukan orang yang masih benar-benar patuh pada peraturan yang ada di masyarakat. Contoh sederhana saja, hanya berapa orang saja yang masih patuh pada aturan berlalu lintas, termasuk saia atau termasuk anda?
    • Mempertahankan komitmen yang telah kita buat, sangatlah penting karena apabila kita tidak mampu untuk mempertahankan komitmen yang telah kita buat, maka yang akan terjadi adalah rusaknya hubungan kita dengan sekeliling kita. Hal ini dapat kita lihat dalam kondisi yang ada di sekeliling kita, dimana banyak terjadi pertengkaran dan ketidakharmonisan.

Ada 2 (dua) faktor utama yang membuat orang tidak dapat mempertahankan komitmen yang telah ia buat sebelumnya, yaitu :

  1. Internal (diri sendiri), seperti :
    • Ceroboh saat akan mengambil keputusan, sehingga menyesal dikemudian hari.
    • Kurang berpikir panjang sewaktu menganalisa resiko-resiko yang akan dihadapi apabila ia mengambil keputusan.
    • Keyakinan goyah disebabkan karena seseorang tidak kuat mentalnya.
  2. Eksternal (di luar diri sendiri), seperti :
    • Lingkungan.
      Seringkali karena pengaruh lingkungan, seseorang gagal dalam mempertahankan komitmennya. Didalamnya termasuk peran keluarga, pasangan, atau sahabat/teman.
    • Gaya hidup yang tidak benar.
      Perkembangan jaman, selain membawa dampak positif, juga terkadang membawa dampak negatif bagi seseorang.
    • Pengaruh uang.
      Tidak bisa dipungkiri, uang memiliki power yang besar dalam hidup ini. Apabila seseorang tidak kuat mental, komitmen yang dibuat seseorang dapat kandas di tengah jalan.
    • Tidak tahan pada pasang surut kehidupan.
      Beberapa orang dapat terpengaruh akibat kehidupan yang dijalaninya, sehingga ia menyerah pada kehidupan.

Bagi kita yang (saia katakan sudah dewasa), harusnya kita mampu mempertahankan komitmen yang telah kita buat, apapun bentuknya. Untuk itu, sebelum kita membuat suatu komitmen, maka kita perlu berpikir matang supaya dikemudian hari tidak terjadi PENYESALAN. Apabila kita telah mengambil suatu komitmen, maka kita harus mempertahankan komitmen itu sampai akhir. Maju terus, pantang mundur (sekali mundur masuk sumur).

Orang yang hidupnya optimis adalah orang yang terus berjuang menaklukkan kemiskinan dan kesengsaraan.
Orang yang pandai mulutnya di hati sedangkan orang bodoh hatinya di mulut.

Lalu berapakah harga sebuah janji dan komitmen dimata anda? Bagi saia, AMAT SANGAT BESAR!. Sebagai orang yang tidak memiliki apa-apa secara materi baik dalam bentuk harta benda, keunggulan fisik, dukungan “jaringan” atau network sebagaimana yang dimiliki oleh sebagian orang yang beruntung, ditambah dengan posisi sebagai perantau yang tidak bisa menggantungkan diri pada keluarga, saia selalu mengupayakan untuk memenuhi janji. Kenapa? Hanya itu yang saya miliki. Entah akan menjadi apa saya nantinya, jika satu-satunya yang bisa saya pegang tidak lagi saya bisa andalkan.

Ada pengertian yang sangat dalam bagi saia tentang janji. Janji dan komitmen itu bukan sekedar memenuhi apa yang telah kita janjikan. Tapi memenuhi janji adalah sebuah pekerjaan sepenuh hati, sekuat tenaga, sebuah kegiatan yang dipenuhi dengan nilai-nilai professionalisme, memberikan lebih dari apa yang kita janjikan. Memenuhi janji dan komitmen tidak bisa hanya dipenuhi dengan omongan saja, harus dari lubuk hati yang paling dalam, agar seluruh semesta bekerja untuk kita dalam memberikan yang terbaik. Janji dimata saia bukan memberi sejumlah yang saya janjikan, tapi janji adalah standard minimal yang harus dipenuhi. Sungguh sangat berat rasanya, bahkan menyesakkan, ketika saia menyadari tidak mampu memenuhinya, sekalipun itu bukan janji dan komitmen saia secara pribadi.

Akan tetapi, saia tidak ingin berapologi atas kekuasaan-Nya dalam berkehendak untuk menutupi janji dan komitmen saia. Berjanji dan berkomitmen juga bukan sesuatu yang harus ditakuti. Saia selalu memiliki respect yang dalam terhadap teman-teman saia yang mampu mengucap komitmennya. Dibutuhkan keberanian. Nyali! Jadi, besarnya tanggung jawab atas janji dan komitmen bukan lalu untuk ditakuti dan dihindari. Tapi untuk dihadapi.

Bagi yang beragama, maka janji dan komitmen ketika (contoh bagi seorang muslim) mengucap kalimat syahadat adalah nyawanya. Bagi yang sudah bersuami atau beristri, maka janji dan komitmen yang diucap ketika prosesi ijab qabul adalah nyawanya. Ngeri rasanya ketika membayangkan sudah berapa banyak komitmen terhadap rekan yang saia ingkari. Komitmen terhadap Allah yang terlupakan oleh duniawi (ampuni saia ya Allah).

Semoga Allah selalu mengingatkanku untuk tetap komitmen atas setiap janji yang saya ucap dalam peran hidup yang saia jalani.

Ini hanyalah sebuah catatan yang pernah saia baca entah dimana? Saia sendiri lupa mendapatkan catatan tersebut. Yang pasti, catatan ini diberikan kepada saia di saat masih merantau di negeri seberang dan tersimpan rapi dalam sebuah buku harian. 8 (delapan) tahun baru aku buka kembali catatan ini untuk sekedar sharing bersama.

Beserta ini juga saia mengumumkan :
Mulai hari ini dan seterusnya saia sudah tidak bertanggung jawab lagi akan segala kegiatan yang berhubungan dengan Komunitas Blog, baik itu di Komunitas Blogger Surabaya (TPC), Komunitas Blogger Ponorogo (Blogger Warok) dan Komunitas Blogger Mojokerto (Blogger Mojopahit) dan Komunitas Blog lainnya. Anda ingin posisi wuenak, maka saia juga berhak untuk posisi wuenak tersebut! Saia sudah menjalankan kewajiban saia namun saia tidak akan pernah bertanya “apakah kalian sudah menjalankan kewajiban anda?“, hanya kalian sendiri yang bisa menjawabnya.

Wassalam
Regards
gajah_pesing is the wong ganteng

17 Responses to “Komitmen”

  1. Andy MSE :

    (worship)

  2. luxsman :

    (doh) ono opo maneh toh iki?????
    dadi melu bingung aq…….

    mengingatkan…..
    Double Post Om……, pilih salah sijii wae Post ne……

  3. galuharya :

    komitmen adaah suatu penepatan atas janji2 yang sempet terucap dari mulut kita
    terkadang memang sulit untuk dilakukan namun alangakh baiknya dengan sekuat tenaga kita berusaha menepati komitmen yg telah terucap dari mulut ini

    apik tulisanmu jah

    *bait terakhir* saya menangkap kesan kepasrahan,keputus asaan,kekecewaan

    opo bener???

  4. DETEKSI :

    @galuh: kalo melihat generasi penerus yang melempem, manja, diingatkan sedikit merasa dipaksa, merasa ditekan, rasanya memang putus asa om!

  5. cisthouse :

    Mari Diselesaikan dengan Kopdar yang enak,

    Saya Minta Maaf Kalo ada salah dan perilaku yang kurang baik, di hati rekan-rekan TPC

  6. nggresik :

    Komitmen= Gak Plintat Plintut

  7. LuXsman :

    Jarene tipi….

    PLINTAT PLINTUT MAKAN HATI

  8. novi :

    sakjane ono opo tho jah?
    sabare ditambah maneh wes..

  9. ajengkol :

    ayo semangatnya di bangun lagi

  10. mbah sangkil :

    podo karo gajah, dengan ini saya sudah tidak bertanggung jawab lagi akan segala kegiatan yang berhubungan dengan Komunitas Blog.

  11. udin :

    Evaluasi Diri intinya dan jangan menilai dari satu sisi.

  12. nanakiqu :

    heheheh kadang kita sulit membangun komitmen

  13. Brillie :

    dibubarkan ae po piye?

  14. Rusa Bawean™ :

    itu gambarnya komitmen ya???

  15. ponco :

    komitmen = mau menanggung sgala resiko..

  16. nggresik :

    @Rusa Bawean….iyo iku gambare gak keliru ta reek….?

  17. Amel :

    kayaknya pernah baca artikel ini di blog lain..sama persis, cuma ada bagian yang di-cut aja..
    bener nggak??

Leave a Reply