<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Ludruk di Surabaya di ambang kepunahan</title>
	<atom:link href="http://tugupahlawan.com/271/ludruk-di-surabaya-di-ambang-kepunahan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tugupahlawan.com/271/ludruk-di-surabaya-di-ambang-kepunahan/</link>
	<description>Komunitas Blogger Surabaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 May 2012 04:45:51 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: elza</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/271/ludruk-di-surabaya-di-ambang-kepunahan/comment-page-1/#comment-17785</link>
		<dc:creator>elza</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2012 03:21:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/271/ludruk-di-surabaya-di-ambang-kepunahan/#comment-17785</guid>
		<description>truzzz gmn caranya biar bertahan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>truzzz gmn caranya biar bertahan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: agung suksma</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/271/ludruk-di-surabaya-di-ambang-kepunahan/comment-page-1/#comment-17027</link>
		<dc:creator>agung suksma</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 22:41:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/271/ludruk-di-surabaya-di-ambang-kepunahan/#comment-17027</guid>
		<description>menurut pendapat saya sih... ludruk itu masih enak ditonton, guyonan nya masih lucu dan berkembang sesuai zaman, contohnya pernah saya lihat di Kampung seni THR setiap malam minggu terdapat kelompok Ludruk Irama Budaya (pindahan dari Wonokromo) yang saya rasa masih memiliki daya tarik, dari guyonan maupun cerita lakonnya. 

selain itu pernah saya lihat suatu kelompok ludruk tam[il di Balai Pemuda dan sangat ramai sekali, terlihat dari banyaknya orang yg melihat, sampai yang mengendarai motor sempat berhenti dahulu untuk melihat sekilas.
 
dari yang saya lihat tersebut saya kira permasalahannya adalah tempat dimana pertunjukan ludruk itu tampil. bila kelompok-kelompok ludruk itu memiliki tempat yang strategis dan dapat dilihat langsung dari jalan raya, maka saya kira pertunjukan ludruk masih dapat mencuri hati masyarakat surabaya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menurut pendapat saya sih&#8230; ludruk itu masih enak ditonton, guyonan nya masih lucu dan berkembang sesuai zaman, contohnya pernah saya lihat di Kampung seni THR setiap malam minggu terdapat kelompok Ludruk Irama Budaya (pindahan dari Wonokromo) yang saya rasa masih memiliki daya tarik, dari guyonan maupun cerita lakonnya. </p>
<p>selain itu pernah saya lihat suatu kelompok ludruk tam[il di Balai Pemuda dan sangat ramai sekali, terlihat dari banyaknya orang yg melihat, sampai yang mengendarai motor sempat berhenti dahulu untuk melihat sekilas.</p>
<p>dari yang saya lihat tersebut saya kira permasalahannya adalah tempat dimana pertunjukan ludruk itu tampil. bila kelompok-kelompok ludruk itu memiliki tempat yang strategis dan dapat dilihat langsung dari jalan raya, maka saya kira pertunjukan ludruk masih dapat mencuri hati masyarakat surabaya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nujul</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/271/ludruk-di-surabaya-di-ambang-kepunahan/comment-page-1/#comment-15477</link>
		<dc:creator>nujul</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Feb 2011 23:04:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/271/ludruk-di-surabaya-di-ambang-kepunahan/#comment-15477</guid>
		<description>semuanya siap grak.
istirahat di tempat grak.
jangan asal menyalahkan pemerintah.
tapi yang benar adalah aparat pemerintah.
agan-agan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semuanya siap grak.<br />
istirahat di tempat grak.<br />
jangan asal menyalahkan pemerintah.<br />
tapi yang benar adalah aparat pemerintah.<br />
agan-agan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dee</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/271/ludruk-di-surabaya-di-ambang-kepunahan/comment-page-1/#comment-14401</link>
		<dc:creator>dee</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 16:06:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/271/ludruk-di-surabaya-di-ambang-kepunahan/#comment-14401</guid>
		<description>askum..

kalo sekarang apa masi ada pentas ludruk?? saya ne mahasiswa semester akhir yang dari semester awal (maba) di ITS pengen banget liat ludruk live!!! sumpah! sampek sekarang pengen banget.

ludruk tugu pahlawan ini pentasx tiap minggu kah? hari dan jam?? barangkali nanti ada teman, saya pengen liat.. ludruk lebih asli lucunya daripada mr.Bean!! :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>askum..</p>
<p>kalo sekarang apa masi ada pentas ludruk?? saya ne mahasiswa semester akhir yang dari semester awal (maba) di ITS pengen banget liat ludruk live!!! sumpah! sampek sekarang pengen banget.</p>
<p>ludruk tugu pahlawan ini pentasx tiap minggu kah? hari dan jam?? barangkali nanti ada teman, saya pengen liat.. ludruk lebih asli lucunya daripada mr.Bean!! <img src='http://tugupahlawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cruwl</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/271/ludruk-di-surabaya-di-ambang-kepunahan/comment-page-1/#comment-14197</link>
		<dc:creator>cruwl</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 06:09:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/271/ludruk-di-surabaya-di-ambang-kepunahan/#comment-14197</guid>
		<description>Jadi ingat waktu kecil. Di tanah kelahiran saya dulu tiap ada orang gawe mesti &#039;nanggap&#039; (nggelar) ludruk. Malempun dibela-belain dateng. Hati berbunga-bunga menikmati sajian tradisional tersebut. Efek petasan, lampu warna-warni, dan gaya &#039;lembeng&#039; (lebai) pemain terkadang membuat tawa ger-ger an. Mudah-mudah budaya yang satu ini tidak hanya sekedar sejarah, dan terus dilestarikan. Mungkin perlu diadakan event lomba ludruk atau event lain yang bisa mengangkat citra ludruk di zaman modern ini dengan tanpa mengurangi esensi dari kesenian ludruk itu sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi ingat waktu kecil. Di tanah kelahiran saya dulu tiap ada orang gawe mesti &#8216;nanggap&#8217; (nggelar) ludruk. Malempun dibela-belain dateng. Hati berbunga-bunga menikmati sajian tradisional tersebut. Efek petasan, lampu warna-warni, dan gaya &#8216;lembeng&#8217; (lebai) pemain terkadang membuat tawa ger-ger an. Mudah-mudah budaya yang satu ini tidak hanya sekedar sejarah, dan terus dilestarikan. Mungkin perlu diadakan event lomba ludruk atau event lain yang bisa mengangkat citra ludruk di zaman modern ini dengan tanpa mengurangi esensi dari kesenian ludruk itu sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jalu lambang</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/271/ludruk-di-surabaya-di-ambang-kepunahan/comment-page-1/#comment-14189</link>
		<dc:creator>jalu lambang</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 13:42:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/271/ludruk-di-surabaya-di-ambang-kepunahan/#comment-14189</guid>
		<description>ayo ayo podo di adak no maneh kesenian lodrok (suroboyo) di lestarikno maneh kesenian lodrok cek rame rek-rek</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ayo ayo podo di adak no maneh kesenian lodrok (suroboyo) di lestarikno maneh kesenian lodrok cek rame rek-rek</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: goeh</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/271/ludruk-di-surabaya-di-ambang-kepunahan/comment-page-1/#comment-8805</link>
		<dc:creator>goeh</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 04:04:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/271/ludruk-di-surabaya-di-ambang-kepunahan/#comment-8805</guid>
		<description>http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/22/11581226/itb.gelar.pesta.rakyat.jawa.timuran

ITB Gelar Pesta Rakyat Jawa Timuran/

Sabtu, 22 November 2008 &#124; 11:58 WIB

BANDUNG, SABTU--Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar &quot;Pesta Rakyat Jawa Timuran 2008&quot; yang akan dilaksanakan di Kampus Ganesha Kota Bandung, 30 November 2008 mendatang.

Pesta Rakyat Jawa Timuran 2008 itu mengambil momentum yang bertepatan dengan ulang tahun perak atau 25 tahun terbentuknya &quot;Loedroek ITB&quot;.

Kegiatan ini untuk mengenalkan seni Jatim dan membangkitkan semangat nasionalisme melalui penguatan benteng budaya, sekaligus mencari solusi berbagai masalah yang dihadapi bangsa ini,&quot; kata Rizki Primasakti, Ketua Panitia Pesta Rakyat Jawa Timuran 2008, di Bandung, Jumat.

Rangkaian kegiatan pesta itu antara lain tradisi &quot;Nggendheng Loedroek&quot;, Festival Seni Budaya dan kuliner Jawa Timur, diskusi panel &quot;Kerajaan Indonesia, Kenapa Nggak?&quot; serta Maen Gedhe Loedreok ITB dengan lakon &quot;Deja vu De Java&quot; di Sasana Budaya Ganesha 30 November mendatang.

Kegiatan pesta rakyat itu diisi juga dengan tari tradisional Jatim seperti Jejer, Gandrung dan Ngremo. Kemudian, Reog Ponorogo, kesenian patrol dari Banyuwangi, stan komunitas budaya, stan Loedroek ITB.

Sedangkan parade kuliner antara lain festival kuliner, stan jamu, pecel Madiun, sate Ponorogo, rujak cingur, rawon, soto Lamongan, bebek goreng serta aneka jajanan pasar khas Jawa Timur.

Selain itu juga akan dilakukan kolaborasi Darma Wanita Loedroek ITB dengan Keroncong Merah Putih Bandung.

Loedroek ITB bermula dari pendirian perkumpulan seni Guyu Sedaya Jamuran yang merupakan singkatan Paguyuban Seni Budaya Jawa Timuran.

Kemudian perkumpulan itu populer dengan Loedroek ITB yang pentas dengan Bahasa Indonesia tapi tetap mempertahankan pakem ludruk asli dengan gaya mahasiswa ITB. (ANT)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/22/11581226/itb.gelar.pesta.rakyat.jawa.timuran" rel="nofollow">http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/22/11581226/itb.gelar.pesta.rakyat.jawa.timuran</a></p>
<p>ITB Gelar Pesta Rakyat Jawa Timuran/</p>
<p>Sabtu, 22 November 2008 | 11:58 WIB</p>
<p>BANDUNG, SABTU&#8211;Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar &#8220;Pesta Rakyat Jawa Timuran 2008&#8243; yang akan dilaksanakan di Kampus Ganesha Kota Bandung, 30 November 2008 mendatang.</p>
<p>Pesta Rakyat Jawa Timuran 2008 itu mengambil momentum yang bertepatan dengan ulang tahun perak atau 25 tahun terbentuknya &#8220;Loedroek ITB&#8221;.</p>
<p>Kegiatan ini untuk mengenalkan seni Jatim dan membangkitkan semangat nasionalisme melalui penguatan benteng budaya, sekaligus mencari solusi berbagai masalah yang dihadapi bangsa ini,&#8221; kata Rizki Primasakti, Ketua Panitia Pesta Rakyat Jawa Timuran 2008, di Bandung, Jumat.</p>
<p>Rangkaian kegiatan pesta itu antara lain tradisi &#8220;Nggendheng Loedroek&#8221;, Festival Seni Budaya dan kuliner Jawa Timur, diskusi panel &#8220;Kerajaan Indonesia, Kenapa Nggak?&#8221; serta Maen Gedhe Loedreok ITB dengan lakon &#8220;Deja vu De Java&#8221; di Sasana Budaya Ganesha 30 November mendatang.</p>
<p>Kegiatan pesta rakyat itu diisi juga dengan tari tradisional Jatim seperti Jejer, Gandrung dan Ngremo. Kemudian, Reog Ponorogo, kesenian patrol dari Banyuwangi, stan komunitas budaya, stan Loedroek ITB.</p>
<p>Sedangkan parade kuliner antara lain festival kuliner, stan jamu, pecel Madiun, sate Ponorogo, rujak cingur, rawon, soto Lamongan, bebek goreng serta aneka jajanan pasar khas Jawa Timur.</p>
<p>Selain itu juga akan dilakukan kolaborasi Darma Wanita Loedroek ITB dengan Keroncong Merah Putih Bandung.</p>
<p>Loedroek ITB bermula dari pendirian perkumpulan seni Guyu Sedaya Jamuran yang merupakan singkatan Paguyuban Seni Budaya Jawa Timuran.</p>
<p>Kemudian perkumpulan itu populer dengan Loedroek ITB yang pentas dengan Bahasa Indonesia tapi tetap mempertahankan pakem ludruk asli dengan gaya mahasiswa ITB. (ANT)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: goeh</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/271/ludruk-di-surabaya-di-ambang-kepunahan/comment-page-1/#comment-8748</link>
		<dc:creator>goeh</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 04:22:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/271/ludruk-di-surabaya-di-ambang-kepunahan/#comment-8748</guid>
		<description>Presscon Pesta Rakyat Jawa Timuran 2008


Kepada Yth.:
Rekan-rekan Media


Salam budaya... !!!

Memperingati 25
tahun berdirinya Loedroek ITB, kami
bermaksud mengenalkan seni  tradisional Jawa
Timur kepada masyarakat luas melalui “Pesta
Rakyat Jawa Timuran 2008”. Tujuan pagelaran budaya ini tak lain untuk bersama-sama
membangkitkan semangat nasionalisme melalui penguatan benteng budaya, meningkatkan
apresiasi masyarakat terhadap keragaman seni  tradisional di Indonesia, sekaligus mengajak semua pihak ikut mencari
solusi berbagai masalah yang dihadapi bangsa Indonesia.

  Pesta Rakyat
Jawa Timuran 2008 terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan. Tradisi “Nggendheng Loedroek” (1-5 November
2008), Festival Seni Budaya &amp;
Kuliner Jawa Timur (30 November 2008) di Kampus Ganesa ITB, Diskusi Panel “Kerajaan Indonesia, Kenapa Nggak?” (24
November 2008) di Gedung Indonesia Menggugat menghadirkan narasumber guru besar
ilmu tata negara Prof DR Mashudi SH MH dan budayawan Radhar Panca Dahana. Seluruh
rangkaian kegiatan itu ditutup dengan Maen
Gedhe Loedroek ITB (30 November 2008 malam) dengan lakon“Déjà vu De Java” di Auditorium Sasana
Budaya Ganesa.

Untuk mengetahui
penjelasan rinci dari masing-masing rangkaian kegiatan, kami mengundang
rekan-rekan media hadir dalam acara press conference Pesta Rakyat Jawa
Timuran 2008, yang akan dilaksanakan :


Hari / Tanggal      :Kamis / 20 November 2008
Pukul                    : 15.00 WIB
Tempat                : Jl. Ermawar No. 16 Bandung (Masuk dari
Jl. Tongkeng, di belakang  Lapangan Golf Siliwangi)

Demikian
undangan ini kami sampaikan seiring ajakan kepada rekan-rekan media
bersama-sama menjaga dan melestarikan seni budaya tradisional, sebagai aset nasional.
Atas perhatiannya kami haturkan terima kasih.

Contact Persons:
Rizki Primasakti 085221600503,
Haryo Septoria 08128573169, Ricky 08156089745</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Presscon Pesta Rakyat Jawa Timuran 2008</p>
<p>Kepada Yth.:<br />
Rekan-rekan Media</p>
<p>Salam budaya&#8230; !!!</p>
<p>Memperingati 25<br />
tahun berdirinya Loedroek ITB, kami<br />
bermaksud mengenalkan seni  tradisional Jawa<br />
Timur kepada masyarakat luas melalui “Pesta<br />
Rakyat Jawa Timuran 2008”. Tujuan pagelaran budaya ini tak lain untuk bersama-sama<br />
membangkitkan semangat nasionalisme melalui penguatan benteng budaya, meningkatkan<br />
apresiasi masyarakat terhadap keragaman seni  tradisional di Indonesia, sekaligus mengajak semua pihak ikut mencari<br />
solusi berbagai masalah yang dihadapi bangsa Indonesia.</p>
<p>  Pesta Rakyat<br />
Jawa Timuran 2008 terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan. Tradisi “Nggendheng Loedroek” (1-5 November<br />
2008), Festival Seni Budaya &amp;<br />
Kuliner Jawa Timur (30 November 2008) di Kampus Ganesa ITB, Diskusi Panel “Kerajaan Indonesia, Kenapa Nggak?” (24<br />
November 2008) di Gedung Indonesia Menggugat menghadirkan narasumber guru besar<br />
ilmu tata negara Prof DR Mashudi SH MH dan budayawan Radhar Panca Dahana. Seluruh<br />
rangkaian kegiatan itu ditutup dengan Maen<br />
Gedhe Loedroek ITB (30 November 2008 malam) dengan lakon“Déjà vu De Java” di Auditorium Sasana<br />
Budaya Ganesa.</p>
<p>Untuk mengetahui<br />
penjelasan rinci dari masing-masing rangkaian kegiatan, kami mengundang<br />
rekan-rekan media hadir dalam acara press conference Pesta Rakyat Jawa<br />
Timuran 2008, yang akan dilaksanakan :</p>
<p>Hari / Tanggal      :Kamis / 20 November 2008<br />
Pukul                    : 15.00 WIB<br />
Tempat                : Jl. Ermawar No. 16 Bandung (Masuk dari<br />
Jl. Tongkeng, di belakang  Lapangan Golf Siliwangi)</p>
<p>Demikian<br />
undangan ini kami sampaikan seiring ajakan kepada rekan-rekan media<br />
bersama-sama menjaga dan melestarikan seni budaya tradisional, sebagai aset nasional.<br />
Atas perhatiannya kami haturkan terima kasih.</p>
<p>Contact Persons:<br />
Rizki Primasakti 085221600503,<br />
Haryo Septoria 08128573169, Ricky 08156089745</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: satrio</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/271/ludruk-di-surabaya-di-ambang-kepunahan/comment-page-1/#comment-8513</link>
		<dc:creator>satrio</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 07:38:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/271/ludruk-di-surabaya-di-ambang-kepunahan/#comment-8513</guid>
		<description>gmana kalo perjalanan ludruk surabaya, dan para pejuang ludruk, serta sisi negatif dan positif nya di film kan. agar semakin banyak pemuda yang ikut mengapresiasi kesenian ludruk kita. kan muda-mudi sekarang lebih seneng nonton biskop atao pilem..... hahahaha.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gmana kalo perjalanan ludruk surabaya, dan para pejuang ludruk, serta sisi negatif dan positif nya di film kan. agar semakin banyak pemuda yang ikut mengapresiasi kesenian ludruk kita. kan muda-mudi sekarang lebih seneng nonton biskop atao pilem&#8230;.. hahahaha.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ivan</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/271/ludruk-di-surabaya-di-ambang-kepunahan/comment-page-1/#comment-4354</link>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 11:35:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/271/ludruk-di-surabaya-di-ambang-kepunahan/#comment-4354</guid>
		<description>Hi, boleh tahu bagaimana cara mengkontak pemain ludruk tersebut. Saya lagi mengerjakan tesis tentang ludruk.

Trims</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hi, boleh tahu bagaimana cara mengkontak pemain ludruk tersebut. Saya lagi mengerjakan tesis tentang ludruk.</p>
<p>Trims</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

