Beberapa hari terakhir, sempat muncul keresahan di kalangan pejabat negara, terutama Departemen Dalam Negeri. Ini sesudah muncul kabar, ada 2 pulau di wilayah Nusa Tenggara Barat yang dijual. Masing-masing bernama Pulau Panjang, yang luasnya 33 hektar, dan Pulau Meriam Besar, yang luasnya 5 hektar. Letak pulau-pulau ini lumayan strategis, karena ada di Teluk Saleh NTB, dan sangat dekat aksesnya untuk ke Bali dan Sumbawa Besar.
Penawaran kedua pulau itu, masuk dalam situs www.karangasemproperty.com, sebuah situs khusus properti, yang juga menangani kepemilikan lahan di Indonesia. Saut Situmorang jurubicara Depdagri langsung angkat bicara, dengan mengatakan, penjualan 2 pulau itu tidak sesuai UUD 45, pasal 33 ayat 3. Saut bahkan mengatakan, akan mengklarifikasi kebenaran informasi itu, bersama instansi di tingkat pusat. Yang jelas kata Saut, tidak ada dasar yang menjadi peluang penjualan wilayah teritorial negara. Yang ada hanya pengelolaan saja.
Nah, ternyata sesudah ramai diberitakan media, saya coba klik lagi situs ini, dan ternyata yang muncul adalah tulisan seperti ini:
Revisi,
Permohonan Maaf, atas kesalahan penggunaan kata-kata FOR SALE pada situs kami.
Tujuan kami menggunakaan kata-kata SALE disini memiliki arti lain dari yang diyakini oleh banyak pihak terutama yang telah mengirimkan email kepada kami. Adapun penggunaan kata-kata SALE disini yaitu kami gunakan sebagai kata kunci pada MESIN PENCARI / SEARCH ENGINE di INTERNET sehingga mempermudah bagi INVESTOR menemukan dan paling tidak tertarik untuk menghubungi kami, datang, melihat dan pada akhirnya menanamkan modal untuk membangun tempat tersebut sehingga dapat menjadi daerah yang lebih maju.
Mengapa kami tidak menggunakan kata-kata INVESTOR WANTED, etc. Karena kami meyakini dengan kata-kata tersebut sangat jarang orang serius menggunakannya untuk mencari dan tidak banyak orang tertarik untuk berinvestasi ditempat yang belum mereka ketahui keadaannya tanpa datang dan melihat terlebih dahulu tempat yang akan diinvestasikan. Disamping itu juga kami tidak berkeinginan yang menghubungi kami adalah INVESTOR FIKTIF dimana akan membuat permasalah pada penipuan Berinvestasi seperti yang sering terjadi.
Kami sangat yakin, cara yang kami gunakan tersebut memang telah menarik minat banyak orang, dan dari beberapa orang yang menghubungi kami kebanyakan dari mereka pada akhirnya tidak tertarik untuk berinvestasi
dengan berbagai alasan dan beberapa diantaranya yang kebanyakan kami terima yaitu
1. KARENA PULAU TERSEBUT TIDAK DIJUAL DAN HANYA UNTUK KERJASAMA DALAM BERINVESTASI
2. TIDAK DIINVESTASIKAN SEBAGAI KASINO/RUMAH JUDI
Sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku di Indonesia maupun didaerah tersebut. Kami sebagai orang yang bekerja dibidang property mengerti bahwa tanah negara tidak mungkin untuk diperjual belikan kepada pihak asing, dan kamipun meyakini bahwa banyak investor asing yang mengerti tidaklah mungkin bagi mereka untuk membeli tanah di Indonesia.
Kami sebagai seorang warga negara Indonesia berkewajiban untuk ikut menjaga dan melestarikan aset negara. Kami sebagai tenaga marketing dibidang property hanya berkeinginan untuk membantu memajukan negara dengan mencari Investor.
Demikian isi dari permohon maaf kami kepada seluruh pihak dimana dari pengiklanan tersebut menimbulkan permasalahan.
Hormat kami,
Karangasemproperty.com
December 12th, 2007 at 2:01 am
tadi dengar wawancara by phone di RCTI, kayaknya yang punya karangasemproperty.com itu tidak tau status tanah itu sendiri.
Kayaknya memang dia menutupi sesuatu deh.
Indonesia harus lebih waspada lagi nih.
December 12th, 2007 at 2:48 am
Udah gitu pake tehnik Black SEO, for sale ujung-ujungnya cuman menawarkan investasi. Tapi susah kok orang asing mo beli. Kalaupun beli, surat tanah susah untuk jadi SHM atau SHGB. mentok petok D hehehe emang ada di NTB petok D hahaha.
December 12th, 2007 at 5:15 am
weleh-weleh…
memancing di air keruh nie namanya..
tapi hebat juga nie buat ndongkrak popularitas website mereka!!!
*geleng-geleng*
December 12th, 2007 at 7:14 am
gak isa ngebayangin jualan pulau, jual tanah 1mx1m aja gak pernah hahahahhahaha
December 12th, 2007 at 8:12 am
hem..hem…hemm…..jualan pulau kayak jualan tahu di terminal aje..ya…..PUlau..Pulau…Tahu..Tahu…..
December 12th, 2007 at 9:07 am
Mungkin itu cara termudah untuk memaksimalkan tanah dan kepulauan di Indonesia, soalnya keburu di klaim dan gak di bayar ama Malaysia
December 12th, 2007 at 9:07 am
jangan sampe indonesia kecolongan lagi… makanya kalo ngasih keyword jangan yang aneh-aneh entar malah ambigu…
December 12th, 2007 at 9:25 am
hati2 dulu pernah ada kasus pemilikan satu pulau oleh orang asing. klo g salah juga di daerah ntb gitu. jangan sampai hal tersebut terulang lagi.
emang klo investor tu harus orang asing ya? emang orang indonesia pada kere sampe harus cari investor luar negri?
memang aneh negara ini *geleng-geleng*
December 12th, 2007 at 11:05 am
kaykanya udah cukup deh beberapa pulau dicuri ma malaysia..!!jangan sampai ada lagi pencurian apalagi niat buat ngejual pulau segalla….APA KATA DUNIA?
December 12th, 2007 at 2:45 pm
@magma:orang indonesia bakal investasi kalo tuh tanah mengandung batu bara. kalo enggak ya males hehehehehe.
Tenang aja menurut undang-undang orang asing belum bisa memiliki tanah di indonesia, ada juga baru boleh memiliki apartment itu pun statusnya strata title. itu pun masih digodog, katanya bulan April kemaren. Coba bisa, dah kaya nih jualan apartemen di surabaya.
December 12th, 2007 at 3:17 pm
membingungkan yah.. kemarin malam aq juga udah liat situs itu, tapi yang keluar malah permohonan maap -_-’, aneh,, parah banget,,
December 12th, 2007 at 3:17 pm
Apa ya yang bisa dijual oleh Indonesia setelah ini?
- pasir indonesia untuk ngurug singapura
- perempuan diperdagangkan [traficking]
- bayi diperjualbelikan
- pulau2 di kepulauan seribu yang kabarnya sdh mjd milik pribadi
- kekayaan alam, tambang, hutan
Semua dijual… Apalagi setelah ini?
Barangkali harga diri dan kehormatan bangsa juga dijual?
Apa yang tersisa?
December 12th, 2007 at 7:49 pm
kayaknya itu trik karangasem.com untuk mendongkrak traffic-nya
halah…
koyo’ blog ae……..
December 13th, 2007 at 1:23 am
Indonesia makanya harus hati2 nih..
@ imil : sitenya itu karangasemproperty.com
December 13th, 2007 at 3:46 pm
*ngerogoh dompet*
Saya beli satu pulaunya.
December 13th, 2007 at 5:06 pm
saya juga mau investasi di sana!!!!!, tapi ngomong-ngomong apa gak enak dibeli aja?
December 13th, 2007 at 10:46 pm
Lagi ngebayangin kalau pulau Madura di beli seseorang.

Kira-kira for sale nggak ya?
Emang meski di sale ada yang mau?
December 13th, 2007 at 11:59 pm
ho..onok tah sing arepe tuku Meduro….hiihihiihi.
December 14th, 2007 at 11:45 am
wah pancen podo pinter dagang yo wong indonesia …
piroan ? larang ta?
December 17th, 2007 at 10:59 am
sjak dulu begitulah indonesia..knapa bisanya cuman pasrah dan pasrah.mungkin kebanyakan orang jawanya kali ya kebanyakan hanya bisa pasrah.
pulau indonesia udah kayak kacang goreng aja diperjual belikan.malu aku…
madura diperjual belikan?kira2 dikasih tanpa hujan darah ga ya?
December 23rd, 2007 at 3:58 pm
Klo pulau djual…..?Oh tuhan jagan sampe ye….?!!! Kasian dengan bangsa ini dah miskin propertinya mau dkasikan ke orang asing lagi. Tapi klo Untuk investasi, Bagus itu…kan juga bisa bikin orang daerah tu dapat kbagian cipratankerjaannya. Tapi, nanggapi ada pulau dijual, saya berpendapat itu kemungkinan besar takkan bisa terjadi, kalau Orang non-sipil (Basic militer) yang memerintah negeri ini. tapi kalau org sipil, g tau dech mungkin itu dapat terjual bneran. lihat Pulau yg dah terjual dan timur leste yang dah lenyap.padahal Suharto Doeloe, tak berani negara2 tetangga mengusik barang sejengkal tanahpun di indonesia.dan Skr SBY pulau kita g jadi di usik atau dimiliki oleh negara tetangga kita.
September 14th, 2008 at 9:51 pm
klo pulau di indonesia mau jual berrti jg jual harga dri bangsa indonesia,
hati2 lah indonesia jangan ceroboh ya….
September 14th, 2008 at 9:55 pm
aq g’ mau negeriku dikuasai oleh orang lain, yang aku mau persatukanlah bangsa indonesia jangan sampai cerai berai, apa lagi mau jual pulau di indonesia. waahhhhhhh gmn nanti generasi bangsi ini klo panutan kita sekarang kayak gini,
March 17th, 2009 at 5:50 pm
saya dulu pernah denger berita ini, lalu baru beberapa hari yang lalu saya baca di sini, dan saya teringat kembali dengan berita ini.
bener ga sih bahwa pulau2 yang disebutkan, yaitu : Pulau Cubadak di Sumatera Barat, Pulau gangga di Sulawesi Utara, Pulau Menyawakan di Karimun Jawa(Jawa Tengah), Pulau Moyo di Sumbawa, Pulau Maratua di Kalimantan Timur, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Raja Ampat di Papua, dan lain-lain telah dimiliki oleh pihak asing???