
Raden Muhammad Ali Rahmatullah
Dikenal juga sebagai Sunan Ampel, salah satu keturunan Nabi Muhammad SAW, lahir di Champa (bagian selatan Cambodia, CMIIW). Datang di pulau Jawa pada awal abad ke-15. Waktu itu misi beliau adalah memperbaiki moral bangsawan dan rakyat Majapahit yg rusak berantakan setelah ditinggal mati Prabu Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada.
Sunan Ampel menganut Fiqh Mahzab Hanafi. Tapi pada santri2nya Sunan Ampel hanya memberikan pengajaran sederhana: Moh limo.
1. Moh main (tidak mau main judi)
2. Moh minum (tidak mau minum yg memabukkan)
3. Moh maling (tidak mau mencuri, dan korupsi)
4. Moh madat (tidak mau menghisap candu)
5. Moh madon (tidak mau berzina)
Para santri yg belajar pada Sunan Ampel bukan hanya dari kalangan pembesar Majapahit saja. Banyak juga dari rakyat biasa, baik dari lingkungan Majapahit maupun dari wilayah lain. Bahkan pada 1470, datang pemuda Persia (Iran) yg bernama Ali Saksar untuk ikut belajar pada Sunan Ampel. Pemuda itu kemudian dikenal sebagai Syeikh Siti Jenar.
Masjid Agung Sunan Ampel
Dibangun pada tahun 1421, lokasinya di kelurahan Ampel, kecamatan Pabean Cantikan, daerah Surabaya utara (7°13′45.42″ S, 112°44′30.84″ E).
Didesain dg arsitektur Jawa kuno, menggunakan atap tumpang tiga, tidak memiliki kubah seperti bangunan Rusia/timur tengah. Memiliki 16 tiang penyangga dari kayu jati, masing2 berukuran 17m, dg diameter 60cm. Yang menarik dari tiang2 penyangga itu adalah ‘tanpa sambungan’, sehingga menimbulkan misteri yg sampai sekarang masih belum terjawab: Bagaimana mendatangkan kayu2 sebesar itu dari asalnya ke Ampel? Waktu itu kan semuanya masih sangat sederhana, belum ada alat transportasi atau konstruksi modern.
Di sebelah barat masjid, ada makam Sunan Ampel, beserta para sahabatnya, dan para syuhada haji. Di dekat pintu masuk makam ada sejumlah gentong berisi air minum, dari sumur yg konon tidak pernah kering, di bawah masjid.
Di kampung ampel, sekitar kompleks Masjid Agung Sunan Ampel, terdapat 5 gapura (sbg simbol Rukun Islam):
1. Gapura Peneksen (Syahadat, bersaksi tiada tuhan selain Allah SWT)
2. Gapura Madep (Sholat, melaksanakan sholat menghadap kiblat)
3. Gapura Ngamal (Zakat, menunaikan zakat/shodaqoh bagi yg mampu)
4. Gapura Poso (Puasa, puasa seperti di bulan suci ramadhan)
5. Gapura Munggah (Haji, menunaikan haji bagi yg mampu)
Mbah Bolong dan kiblat
Shonhaji adalah murid Sunan Ampel. Pada waktu pembangunan masjid, Shonhaji yang menunjukkan arah kiblat. Arah kiblat itu kemudian dijadikan referensi konstruksi masjid.
Setelah masjid jadi, para sahabat masih meragukan akurasi kiblat Masjid Agung Sunan Ampel. Maka Shonhaji kemudian melubangi dinding di sebelah kanan tempat imam, lalu berkata “Lihat lubang ini, ka’bah dapat terlihat”. Dan ternyata benar para sahabat dapat melihat ka’bah melalui lubang itu. Sejak itu Shonhaji dikenal sebagai Mbah Bolong.
Mbah Sholeh dan sembilan makam
Mbah Sholeh adalah tukang sapu Masjid Agung Sunan Ampel di masa hidupnya Sunan Ampel. Bila menyapu sangatlah bersih, sehingga orang yg bersujud di masjid tidak merasa ada debu di dahinya.
Ketika Mbah Sholeh wafat, beliau dimakamkan di sebelah timur masjid. Kemudian ketika masjid menjadi kotor, Sunan Ampel sempat bilang “Bila Mbah Sholeh masih hidup, bersihlah masjid ini”. Mendadak Mbah Sholeh ada di tempat imam, sedang menyapu. Beberapa bulan kemudian Mbah Sholeh wafat dan dimakamkan persis di sebelah makamnya yg dulu. Kejadian berulang, dan ucapan Sunan Ampel pun keluar lagi. Sehingga Mbah Sholeh muncul lagi.
Setelah makam Mbah Sholeh ada delapan, Sunan Ampel wafat. Beberapa bulan kemudian Mbah Sholeh wafat. Dan tidak muncul lagi. Sehingga total makam Mbah Sholeh ada sembilan.
Tanggung jawab kita sebagai generasi penerus
Lalu gimana cara kita menghormati Sunan Ampel, dan para wali lainnya? Tentu dg melanjutkan perjuangan mereka, memelihara hasilnya, mengembangkan dan melestarikannya. Juga berdoa pada Allah SWT, semoga amal perjuangan mereka dan jerih payah mereka diterima oleh-Nya dan mendapat imbalan pahala sebaik2nya.
Foto foto
Lebih lanjut foto2nya bisa ditengok di album multiply ini:
Bonus: Wisata kuliner kampung arab
Ampel Denta dikenal sbg Kampung Arab Surabaya. Macem2 masakan Arab gampang ditemui di Ampel. Salah satunya, di jalan Kyai Haji Mas Mansyur ada depot Al-Mutlik. Depot Al-Mutlik sebenernya nggak cuman jualan masakan Arab, Jawa juga. Tapi tentu saja olahan daging kambingnya yg ala Arab itu lebih terkenal.
Reputasi Al-Mutlik sudah lama terkenal, bahkan dapet predikat ‘Mak Nyus’ dari Pak Bondan Winarno (Wisata Kuliner, TransTV). Juga predikat ‘Ajiiib…’ dari Fauzi Baadila (Nikmatnya Dunia, SCTV).
Satu porsi nasi kebuli Al-Mutlik dilengkapi gorengan iga kambing yg lumayan generous. Volumenya ‘cukup’ lah untuk ukuran rata2 laki2. Mungkin mengenyangkan untuk perempuan. Rasanya juga lumayan nendang, tapi mungkin agak spicy untuk lidah bule.
Nah yg mengejutkan adalah harganya, cuman 8.000 rupiah. Aku pikir masih cukup fair kalo sajian seistimewa itu dinilai 16.000 rupiah. Menu lain yg boleh dicoba: Roti Maryam. 3.000 rupiah saja sepotongnya.
Kalo sempat ke Ampel, boleh lah eksplorasi lebih lanjut depot-depot makan di sekitar jalan Nyamplungan dan Kyai Haji Mas Mansyur. Banyak yg menarik disana
Referensi wisata kuliner Ampel Denta:
- http://groups.yahoo.com/group/wisatasurabaya/message/35
- http://groups.yahoo.com/group/wisatasurabaya/message/37
- http://groups.yahoo.com/group/wisatasurabaya/message/38
Links
Beberapa tulisan dan album foto lain yg juga menarik untuk diperhatikan:
- A brief history of Ampel Denta
- Para Pencari Tuhan
- Spiritualisme Abadi Masjid Ampel
- Masjid Tiban, Makam Aulia Sunan Kuning
- Cheng Hoo
December 14th, 2007 at 11:56 pm
foto2 nya indah banget euy..cempluk udah pernah kesana loh..hehehehe
December 15th, 2007 at 1:00 am
Pengen nasi kebulinya

kapan2 kita ke sana yuk rame2
December 15th, 2007 at 2:37 am
Nah yoook next week end kita kopdar kesana.
December 15th, 2007 at 6:04 am
aku beberapa kali ke sana, selain ziarah ke makam sunan ampel, juga jalan2 ke gang-gang sekitar situ, sampe pernah kesasar ke nyamplungan. tapi belum sempat mencicipi masakan di sana karena belum tahu mana yang maknyusssss….
*nanti siang ke sana, cobain masakan arabbbb*
December 15th, 2007 at 9:16 am
Hmmm… mata saya tak bisa lepas dari foto daging kambing yang sangat membangkitkan syahwat, syahwat buat makan
December 15th, 2007 at 3:21 pm
wah.. dimana tuh warungnya??? mau dong =p~
December 15th, 2007 at 6:26 pm
*nyorotin semboyannya aja*
sekarang semboyannya kayaknya jadi gini Fam…
December 15th, 2007 at 8:36 pm
Bener banget.. Sunan ampel banyak berjasa dlam perkembangan ajaran islam. Makamnya aja banyak yang ziarahi…
mengenai mbah sholeh, itu adalah tanda-tanda kebesaran Allah.
Apabila Ia berkehendak, jadilah maka jadilah (kun fa yakun)
Kue mariam ama sego sadukan kok gak diulas juga ya?
December 15th, 2007 at 9:10 pm
eh, aku belum pernah makan yang kayak gituan, mau dong,
December 15th, 2007 at 9:34 pm
@ chiw: kiamat sudah dekat, chiw.
@ filyung: silahkan kunjungi masjid ampel…
December 16th, 2007 at 8:04 am
Nggak pernah sama sekali kesana, takut soalnya…
December 16th, 2007 at 8:32 am
@anas,
masjid ampel di seblah mana? koordinat mana, atu deket tempat umum apa? mau dong
December 16th, 2007 at 12:41 pm
@chiw : yo kayaknya dah gitu…tapi kita smua kudu kuat iman biar ga sampe masuk mo limonya chiw….
December 17th, 2007 at 7:59 am
aRuL, Supermoto: yuk
deT: lha kalo aku biasa masuknya justru dari nyamplungan. masakan di kyai haji mas masyur pada mak nyus semua.
Ning Chiw: astaghfirullah! :))
anasmcguire: mengenai mbah sholeh, itu cerita believe it or not. aku dapet cerita itu dari bapak juru kunci disana, tapi aku anggep beliau lebih ngerti gimana sejarah ampel. sego sadukan bukan khas ampel, jadi nggak diulas.
filyung: silakan jalan2 ke jl. kyai haji mas masyur.
evelynpy: ya jangan sendirian, ayo rame2
December 17th, 2007 at 8:00 am
Ampel Denta, lokasi yang luput dari perburuan foto sayah waktu di surabaya…
December 17th, 2007 at 11:40 am
Pernah lewat daerah kunu….ning durung nate mampir, kapan yo iso nderek zaroh?
December 18th, 2007 at 8:40 am
di ampel terkenal juga ama makanan khas nya sana…..roti maryam ama gule kacang ijo
December 18th, 2007 at 9:23 am
@ning chiw,
kmu kontemporer banget ya, sedikit liberal deh tapi gak yau lagi ya,
August 4th, 2008 at 7:52 pm
aku baru sekali kesana.
aku datng sendr….
rasa takjub yamg luar biasa..
karana slama ini aku cm th lwt pelajarn skolah…
skarang aku benar2 melihat langsung..
bahkan saat berwdhu air mataku menetes…
aku tak tahu knp????
tp saat itu aku merasa dekat dengan ALLAH
dan aku merasa…..
September 18th, 2008 at 12:23 pm
gue nie lagi ngidap makanan kambing…syukur gue darah rendah jdi boleh makan sebayak bayaknya…hehehehhe…..trimaksih info nya…aku sering denger bagi penggila kambung kudu ke ampel katanya…nah entar gue kesana..thans..matur nuwun yooo
September 18th, 2008 at 12:26 pm
aku pengen kesana…klo ke sunan ampel pemakaman uda lama sering kesana tapi yang belum pernah yah ke pedangan jual makanan arab..gue demen banget dengan sama makan kambing…..umyy.pengen nyobain gimana rasanya apa bener apa yang dibilang pak bondan mak nyus itu looooo….
April 25th, 2009 at 9:02 pm
LOLz udah pernah ke sana…
kereeeeen .
masjidnya, LOLz ga sempat masuk tapi sempat lihat pemakamannya..
baguss.. LOLz sukaaa