
Gambar: Tower BTS dalam jarak sangat berdekatan
Tidak bisa dipungkiri bahwa HP merupakan bagian dari kehidupan warga kota. Hampir semua orang punya HP. Apalagi promosi dari operator seluler yang semakin gencar menawarkan program bundling dengan pabrikan HP, menggerojok pasar dengan HP murah. 200 ribu dapat HP, baru! Laris manis bak kacang goreng!
Operator seluler-pun terus berusaha meningkatkan coverage area. Pembangunan tower BTS terus dikebut. Jumlahnya terus bertambah. Hampir di tiap kelurahan ada. Bahkan ada yang sampai 6 tower dalam satu kelurahan. Itu dari 1 operator saja. Sedangkan saat ini setidaknya ada 8 operator GSM dan CDMA. Bisa dihitung sendiri, berapa jumlah tower di kota ini. Maka tak heran jika kemudian ada sebutan: Surabaya kota Tower!
Bagi pelanggan seluler, hal tersebut sangat menguntungkan karena tidak ada lagi blank spot. Tidak perlu takut kehilangan sinyal. Komunikasi selalu lancar.
Tapi ternyata pembangunan tower yang tidak tertata tersebut juga menimbulkan masalah baru bagi kota tercinta. Konstruksi tower baja galvanis seberat puluhan ton yang berada di tengah pemukiman yang padat penduduk menjadi ancaman keselamatan baru. Warga yang berada di dekat tower terancam jiwanya ketika terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Bagaimana seandainya tower tersebut roboh dan menimpa mereka? Klaim asuransi yang diberikan tak akan mampu menggantikan nyawa manusia!
Lalu bagaimana solusinya?
Kali ini saya langsung tunjuk hidung pemkot dan pemprov, karena di tangan merekalah proses perijinan pendirian tower ini berada. Meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini terdapat ratusan tower gelap alias tanpa ijin. Justru dari sana-lah pemerintah harusnya bergerak. Segera buat regulasi yang jelas tentang pendirian tower baru dan laksanakan aturan tersebut dengan tegas
Lakukan pendataan terhadap semua tower yang ada, bukan hanya dengan mengecek berkas ijin, tapi survey langsung ke lapangan. Evaluasi keberadaannya. Jika perlu dirobohkan ya dirobohkan saja. Jika ketahuan tidak berijin, segera tindak tegas. Denda mereka. Tapi uangnya jangan dimakan sendiri ya!
Dari sisi engineering sebenarnya ada solusi yang lebih aplicable, yaitu dengan mendirikan tower bersama. Artinya satu tower bisa dipakai secara bersama oleh beberapa operator. Tower tersebut bisa dimiliki oleh pihak ke-3 maupun pemkot sebagai investor. Dengan demikian titik-titik tower bisa dikontrol penuh oleh pemkot. Operator seluler tinggal sewa pakai. Dan uangnya? tentu bisa menjadi andalan PAD baru!
Dari sisi estetika, katakanlah solusi sebelumnya tidak bisa dijalankan, maka tower yang ada saat ini bisa dipercantik dengan kreasi bentuk. Misalnya tower didandani menjadi seperti pohon cemara. Tentu tanpa mengabaikan faktor kekuatan sinyal. Akan kelihatan lebih indah jika dibandingkan dengan tower berbentuk standard.
Dari kacamata arsitektur, bentuk tower bisa meniru beberapa negara maju, yaitu dibuat bangunan permanen yang menjulang tinggi. Bentuknya bisa dikreasi. Kan banyak arsitek handal di kota ini. Selain bisa difungsikan sebagai tempat rekreasi melihat kota dari ketinggian atau difungsikan sebagai gedung perkantoran, di bagian ujung bangunan bisa ditancapkan tower yang bisa disewakan ke stasiun TV, radio dan operator seluler. Juga bisa menjadi ikon baru kota Surabaya
Atau Anda punya solusi lain?
December 15th, 2007 at 12:55
Tower BTS yang menjulang tinggi tersebut memang sangat membahayakan warga sekitar apalagi saat ini sedang musim penghujan. Kalau roboh atau ada bagian-bagian yang jatuh bisa membahayakan warga.
Solusinya mungkin ya harus mendirikan tower yang lokasinya jauh dari keramaian sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan bisa dihindari.
December 15th, 2007 at 13:27
saya juga ingin menunjuk hidung para teknokrat, terutama yang ada di universitas-universitas. hasilkan penemuan baru. mungkin BTS yang lebih mungil, namun lebih efektip. siapa tahu tower BTS nggak perlu seberbahaya itu.
saya bantu dalam doa.
December 15th, 2007 at 13:39
@ pak edipsw: mungkin lebih baik menggunakan satelit aja.
December 15th, 2007 at 13:41
Betapa bahagianya penduduk sekitar jika tower dirancang sedemikian rupa sehingga bisa meminimalisir terjadinya bahaya bagi warga sekitar penduduk.cukup satu solusi.
” Mode pencerahan lagi off “
December 15th, 2007 at 13:42
Saya kira, kenapa sih investasi kok gak yang efisien.. Kenapa gak 1 BTS untuk 3 operator, saya kira sudah ada model yang begitu! ekspansi jaringan tapi memanfaatkan BTS yang ada. sehingga bisa minimalisir resiko dengan mbangun BTS baru..
Mudah2an para teknokrat mendengarnya.. saya khan birokrat.. hehehehe…
December 15th, 2007 at 13:50
ya betul juga, kenapa ga begitu aja. kan lebih hemat space di kota kita ini. daripada tower yang pendek tapi banyak, kan lebih baik gitu. mungkin ada kurang mas, bisa juga untuk tempat detektor cuaca, apa ya namanya? pokoknya gitu lah. jadi BMG bisa ambil bagian juga di situ.
December 15th, 2007 at 14:10
adanya banyak BTS memang bagus sih buat meminimalisir blank spot.. tapi ya itu tadi… jadi tak tertata.. stahuku aja, untuk operator baru yang namanya smart, mereka harus bikin banyak BTS agar sinyalnya tetap ada. maklum saja, dia ambil frekuensi 1900 (kalo gk salah lho)
kenapa nggak pake caranya XL yang nggak pake BTS.. tapi pake fiber optik yang ditanam di jalan2?kalo gituh kan lebih enak.. IMHO lowh…
dan daerah rumahku kalo gk salah juga mau dibangun BTS degh :-s
December 15th, 2007 at 16:14
di deket rumahku sinya 3 gak ada…hehehe kalah saingan…masak sih XL gak pake BTS…?
December 15th, 2007 at 17:18
solusinya cuman satu… smua orang rame-rame enggak pake hape
mungkin enggak ya? hehe… coz walopun konstruksi bajanya kuat shg antiroboh, walopun towernya didandani cantiq bak pohon natal , tapi yang namanya sinyal tetep aja enggak keliatan, tetep aja kuat, n tetep aja mengganggu kesehatan.
konon sinyal ini berupa gelombang mikro (microwave? cmiiw). jangan lagi kekuatan sinyal dr tower BTS (yang kuat menempuh jarak berkilo-kilometer sebelum nyampe BTS berikutnya), sinyal microwave dalam barang sekecil oven aja bisa bikin daging dan sayuran lumat dalam beberapa menit. sinyal hape aja kalo terpapar dari jarak kurang dari 20 cm dalam waktu lama bisa ngganggu kesehatan. nah, kebayang nggak seberapa kuatnya sinyal BTS, dan orang-orang di sekitarnya terpapar terus-terusan sepanjang hari, sepanjang tahun, sampai entah kapan?
dan kita-kita juga, walau rumah kita jauh dari BTS, mungkin enggak sih kita bebas dari paparan microwave dr BTS ini? jawabnya: mungkin, kalo kita berada di suatu wilayah yang di sana gak ada sinyal hape sama sekali. tapi di mana ya? tahun lalu waktu ke gunung kelud, bahkan di puncaknya pun masih ada sinyal!
waduh! di sini ada mahasiswa elektro ITS gak ya? *celingak-celinguk* hah? malah dosennya? matik aku! matik diketawain niy teoriqu huhuhuuu…
December 15th, 2007 at 22:13
di foto itu bts di its kayaknya,,,sapa ya yang sempet2 motret
December 15th, 2007 at 23:58
piye lik pemancare dipasang ng ndukure tugu pahlawan ae?
*dirajam bloger sak-TPC*
December 16th, 2007 at 00:32
kan udah mau dibuatin perda sama pemkot surabaya tentang penataan BTS.
kalo punya three (3) enak pake BTS bejalan.
December 16th, 2007 at 02:21
@ bu titah : hehehe, lapor sy mahasiswa elektro, tapi sy tidak terlalu mahfum coz bukan bidang keahlianku.
@ imil : hahaha, gimana kalo diatas genteng kostmu, secara kamu n imil bisa jaga tiap hari di atas genteng, hahaha.
di daerah2 malah lebih bagus penataannya karena mereka menyewa BTS operator lain, kenapa yah kalo di kota2 pada berebut bikin BTS sendiri
December 16th, 2007 at 17:06
Solusinya cuma 1
“Mari Kita bersama2 mengganti Hp dengan HT”
Roger !! ganti!! di kopi !!
December 17th, 2007 at 19:44
Hu uw hu uw,saya STuJU dgn sdr gandhi..Mari pke ht sajah..Korek roger ganti..Kn lumayan duit pulza aman..
GmN rajawali 1 ganti?86 ganti?
Hehehe
December 17th, 2007 at 20:02
Eh mas,tUw beneran bts di its ta?Sblh mana?Qm muTu dr gedung apa mas?
December 17th, 2007 at 20:22
@Rzdswtsxyctkbgt: dikopi.. dimonitor… kurik… rojer jer jerrr!!!
yup benar say, itu tower di sekitar ITS, aku potret dari perumahan kertajaya regency di deket kuburan.. kapan2 hunting ke sana ta? yuukkkk…. (sedikit OOT nie)
gitu, ganti!!!
* inget masa SMP, tiap hari ngebrik di 80M*
December 19th, 2007 at 13:37
#tu2t: fiber optic itu cuman dipakai sebagai sarana transmisi menghubungkan antar BTS (dan atau transmisi data lainnya yang mungkin diperlukan, tapi yang jelas ndak bisa buat ngasih sinyal ke HaPe panjenengan, ga da ahli komunikasi data ta disini? mungkin bisa share).
December 20th, 2007 at 09:16
Lha, terus gimana dengan HaPe baruku? Mosok langsung dibuang?
December 20th, 2007 at 14:13
00T apa mas?
January 29th, 2008 at 09:55
omong2 masalah Tower BTS…
mau tanya nih…?
Bagaimana sih perijinan tower ini, soalnya di kampung lagi “rame” nih masalah pembangunan pendirian bts tower…
suwun kabeh
February 12th, 2008 at 14:58
saya punya solusinya….. mau tau…????? to be continued
February 12th, 2008 at 15:09
ane buka bisnis scrap nih….mungkin ada BTS yang mo dilego….cepetan mumpung besi lagi naik nich….hehehehehe…
February 16th, 2008 at 14:49
yah udh lah…kita sendiri pake handphone kok,giliran sinyal ngga ada sewot…skrg tower dipermasalahkan….jgn cari masalah.makanya Indonesia ngga maju2 karena selalu cari masalah…Renungkan dulu apa yang udh kita berikan buat ibu pertiwi ini..jgn cuma protes….thanks
February 28th, 2008 at 01:48
bts bersama, semarang juga sudah ada, di daerah gombel……maksudnya bikin bts bersama-sama menuhin gombel
July 31st, 2008 at 12:35
Sebaiknya tower digunakan bersama dan bahkan sudah banyak dilakukan seperti itu. Masalahnya kalau dilakukan optimalisasi sehingga tower tidak berserakan dimana-mana perlu dilakukan koordinasi dari semua yang berkepentingan, karena tower yang ada mungkin tidak didisain untuk beban yang banyak. Tapi secara teknis itu bisa diakali sehingga bisa dilakukan penataan secara keseluruhan.
Mari kita sama-sama melakukan perubahan untuk terus maju dan terus beruntung dan …..tetap indah dan juga terjaga keselamatan orang banyak.
Wassalam,
September 8th, 2008 at 02:00
mau tanya tentang permasalahan tower/bts yang nakal tepatya konsul ke siapa ya soalnya belakang rumah saya ada bts yg nakal
September 8th, 2008 at 10:46
aku boleh tanya gak?
sebenarnya radiasi BTS itu bisa mengganggu kesehatan manusia gak?
aku pernah dengar kalau radiasi yang tinggi bisa merusak sel2 otak ya?
September 19th, 2008 at 10:38
Pendirian tower perlu diperketat ijinnya. Jangan hanya nego sama pemiliknya. Harus ijin sama aparat yang berwenang. Perlunya penataan tower disesuaikan dengan tata kota sehingga tidak berbahaya & mengganggu pemandangan.
Ok……!
Nek gak manut tak tower kupinge lho
October 29th, 2008 at 00:23
Klo takut, ya kembali aja ke jaman baheula ga usah ada hape…. pake aja telkom, intercom, ht, doro pos.
di jamin aman mas mas, mbak mbak, bapak bapak, ibu ibu, itulah resiko kemajuan tehnologi, okkkk…………………
November 6th, 2008 at 14:00
oke ga papa lah tower mau di apakan juga gamasalah yang penting kerjaan komunikasi ga ada berhentinya. karena aku pekerja komunikasi, ntar dapur saya ga ngebuuuuuuuuul. hehehehhehe thaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanks
December 20th, 2008 at 00:36
Setiap perkembangan kepada kebaikan tentu ada sisi buruknya juga. pada saat ini masih terpikirkan pada tahap sisi keuntungan saja, dilihat dari persaingan bisnisnya. Belum sampai pada kepuasan pengelola. Walaupun titik kepuasan itu tidak terbatas. Dengan adanya aturan yang sesuai dengan perkembangan tehnologi, kita perhatikan perkembangan dampak-dampak lainnya. Dalam hal ini pemerintah harusnya memperhatikan aspek lain dari perkembangan tehnologi tersebut. Disini terlihat bahwa pemerintah belum siap menghadapi perkembangan tehnologi demgan berbagai dampak yang ditimbulkan. Kalau dipersulit perkembangannya, justru menimbulkan terhambatnya pembangunan. karena dari berbagai lapisan sudah terlanjur mengkonsumsi tehnologo tersebut. Merdeka…!!!!!!!!!.
January 8th, 2009 at 17:46
hidup tower………gue nyekolahin adik gue, hidupin keluarga gue dari tower…..yg takut tower ga usah pake hp aja…….hahahaha
July 11th, 2011 at 09:42
susah sih, kalo 1 tower buat rame2 pada terima gak ya??
lagi pkl di salah satu vendor ini >,<
keknya cucok pake HT aje