Kota Surabaya dikenal sebagai salah satu Kota Perkampungan. Hampir 80% persen bagian Kota Surabaya ini banyak dikenal dengan nama-nama kampung yang sudah populer pada sejak dulu. Salah satu kampung yang mungkin belum dikenal secara keseluruhan oleh masyarakat Surabaya adalah, adanya Kampung Sulam.
Predikat Kampung Sulam memang sudah menjadi julukan bagi warga Kelurahan Tambak Rejo, Kecamatan Simokerto. Menurut pengakuan warga disana, predikat didapatkan sejak tahun 2008, saat kunjungan Yayasan Pondok Kasih memberikan binaan menyulam bagi ibu-ibu di kampung tersebut.
Walau hanya berjumlah lebih dari 30 orang ini, kegiatan tersebut mendapat respon yang sangat bagus daripada Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Surabaya. Adanya respon yang positif, akhirnya mampu menyedot minat ibu-ibu RW XII Kelurahan Tambak Rejo Kecamatan Simokerto ini.
Menurut pengakuan daripada Ibu Wulan Prihastuti (koordinator), kegiatan menyulam dibagi menjadi beberapa kelompok, dengan alasan untuk menyesuaikan jumlah RW yang ada di kelurahan Tambak Rejo. “Secara materi tidak terlalu banyak yang kita dapatkan, tapi melalui kegiatan sulam, ibu-ibu memiliki aktivitas yang positif yang bisa jadi hiburan juga”, tegas Ibu Wulan Prihastuti.
Pelatihan menyulam tersebut, dilaksanakan sebulan sekali di balai RW. Berharap dari pelatihan tersebut menjadikan teknik sulaman lebih berkreasi, lebih rapi dan semakin cantik sulaman pita tersebut. Kegiatan yang masih memiliki kendala akan kebutuhan dana dan pendistribusian pada pengembangan Usaha Kecil Menengah ini, tidak membuat patah semangat para ibu-ibu anggota Kampung Sulam. (semoga TPC juga – red)
Bagi anda yang berminat untuk mengikuti kegiatan menyulam, silahkan datang langsung di Kampung Sulam, tepatnya di Pusat Kegiatan dan Koordinasi RW XII atau di alamat Ibu Wulan Prihastuti Jl. Simokerto Tebasan no. 11 Surabaya.
*maaf, penulis sedang sibuk kursus menyulam*
December 15th, 2009 at 3:36 pm
wah mau dong diajarin bikin sulaman! kegiatan seperti ini kan bagus banget untuk ibu-ibu daripada sibuk nonton sinetron atau nggosip saja, ya khan?
salam kenal dari sisiel..
December 15th, 2009 at 3:37 pm
*gak ada pic karena tidak punya kamera, apalagi dipinjami*
December 15th, 2009 at 3:38 pm
bener banget kegiatan ini sangat positif untuk para ibu di kampung-kampung!
ayo maju terus kampung sulam
December 15th, 2009 at 3:44 pm
@SISIEL: salam kenal juga, mbak apa mas ya?
December 15th, 2009 at 3:47 pm
ibu saia juga sedang merintis usaha tersebut mas…., jadi penggerak ibu-ibu tingkat RW
December 15th, 2009 at 3:49 pm
@sisiel: bisa tukar link gak????? *xixixixixiix*
December 15th, 2009 at 5:02 pm
bikinin jilbab yah kalau udah pinter nyulam . . lah kuwalik
December 16th, 2009 at 12:38 pm
Hasil sulaman kan lumayan bisa dijual untuk nambah penghasilan dan meningkatkan perekonomian masyarakat Kampung Sulam di daerah Tambak Rejo. Kalau di Bangun Rejo kampung apa yah Kampung Bordir …?
December 16th, 2009 at 12:41 pm
Di Surabaya memang nama kampungnya sesuai dengan kebiasaan masyarakat setempat seperti kampung sulam ini salah satunya
December 22nd, 2009 at 5:33 am
@Mengembalikan Jati Diri Bangsa > nama kampung sesuai dengan kebiasaan masyarakat setempat ?
Kalau kampung seng, apa warganya hobbi “ngerombeng” ? hehehe.
December 23rd, 2009 at 3:39 pm
wah asyik dunk kalo main kesana bisa diajarin nyulam
mau tuh blajar nyulam..
thankyu buat infonya
December 25th, 2009 at 5:31 am
[...] semua pernah membaca tulisan kampung sulam beberapa hari lalu. Hari minggu kemarin (20/12/2009) ada kegiatan menyambut peringatan Hari Ibu [...]