Tas Daur Ulang

Mungkin semua pernah membaca tulisan kampung sulam beberapa hari lalu. Hari minggu kemarin (20/12/2009) ada kegiatan menyambut peringatan Hari Ibu Indonesia di Kantor Kecamatan Wonocolo Surabaya. Salah satunya adalah lomba usaha mendaur ulang sampah rumah tangga sehingga dapat lebih memanfaatkan ibu-ibu rumah tangga dan menambah pendapatan pasif untuk keluarga. Dalam lomba tersebut terdapat kelompok ibu-ibu dari RT04/RW09 Kelurahan JemurWonosari membawa prakarya Tas Kain Perca dan Tas Plastik Daur Ulang. Untuk pembuatan tas kain perca saya memperoleh informasi cara membuat dan bahan baku pembuatan tas ini

BAHAN :

  1. Kain perca diperoleh dari penjahit sekeliling rumah, bisa gratis bisa juga berbayar.
  2. Benang Jahit membeli di Pasar Blauran
  3. Busa Angin yang tipis, dapat dibeli di Pasar Blauran
  4. Risliting

CARA MEMBUAT :

  1. Kain Perca dikelompokkan lebarnya, selanjutnya disambung.
  2. Setelah menjadi kain lembaran, kain digunting sesuai dengan rencana model tas
  3. Busa angin ditaruh diatas kain selanjutnya dijahit untuk menyatukan kain tersebut
  4. Risliting dipasang dan dipasang juga tali tas sesuai selera

Menurut ibu Anis “Pembuatan tas ini bisa diselesaikan selama satu minggu. Waktu pengerjaan tas kain perca ini dilaksanakan pagi hari setelah urusan rumah tangga selesai”.  Dengan adanya prakarya ini maka waktu yang biasanya digunakan ibu-ibu untuk cangkruan dan menggosip bisa lebih bermanfaat memperoleh penghasilan sampingan dari usaha pembuatan tas kain perca. Tas yang memiliki ukuran besar dijual dengan harga seratus ribu rupiah per biji. Kenapa Mahal?? Karena tas ini lebih tebal dan rapi, berbeda dengan tas daur ulang lain yang sudah beredar dipasaran saat ini, ujar ibu Anis.

Untuk saat ini penjualan Tas Kain Perca produksi RT04/RW09 Kelurahan JemurWonosari masih dari masih berdasarkan pesanan tetangga sekitar rumah dan sekitar RW. “Ada rencana untuk membuat sebuah tempat kursus ruang workshop bagi ibu-ibu yang ingin ikut belajar membuat tas ini tapi masih terkendala modal untuk membeli mesin jahit untuk bahan baku kain perca stock sudah melimpah”, ucap Ibu Anis.

Terdapat juga kelompok kerja ibu-ibu dari kelurahan Siwalankerto membawa prakarya Gentong dan Replika Patung Suro dan Boyo berbahan dasar kertas. Dari kertas yang tidak berguna, bisa berasal dari kertas koran atau kertas bungkus dilebur menjadi bubur lalu dicetak sesuai dengan pesanan.

Yang tertarik lebih dalam membuat tas kain perca atau ibu-ibu PKK yang ingin lebih produktif dapat menghubungi saya lewat email luqman.kumara@gmail.com nanti saya hubungkan dengan ibu Anis Indrawati pembuat Tas Kain Perca atau datang ke RT04/RW09 Kelurahan JemurWonosari Kecamatan Wonocolo Surabaya.

(Mohon maaf penulis tidak dapat memberikan alamat lengkap karena belum ada ruang workshop di RT04/RW09 Kelurahan JemurWonosari Kecamatan Wonocolo Surabaya)

9 Responses to “Tas Daur Ulang”

  1. deteksi :

    wah ide kreatif pemanfaatan sampah semacam ini harus diperbanyak lagi supaya pencemaran lingkungan semakin berkurang..

  2. aRuL :

    mantap gan….

  3. gajah_pesing :

    Idenya luar biasa, saia boleh ikutan mas?

  4. kucluk :

    tas daur ulang, itu lak mirip tas saya yang terbuat dari bungkus kopi, yang dulu di kasih sama bunda..

  5. ericova :

    surabaya go green :)

  6. Napi :

    aku suka yang warna biru..
    andai semua orang bisa membudayakan hal seperti ini

  7. jual sepatu :

    kreatif bgt y….

  8. darmanelly :

    ide kreatif ini perlu ditularkan kepada banyak orang agar dampak global warming dapat dicegah. saya mau coba ngajak tetangga untuk berpartisipasi untuk lakukan ini. mohon doanya ya semoga rencana ini berhasil.

  9. ardika :

    bagus makin banyak kerajinan ini di terapakan akan semakin menguntungkan, semoga saya meniru, dan menerapkan di kampung

Leave a Reply