[Wawancara] Artis Dadakan di Dunia Maya

Situs jejaring sosial sedang digandrungi masyarakat di Indonesia, tak peduli muda, tua, ibu-ibu, bahkan anak SD kini sudah paham cara mengakses situs jejaring sosial ini. Cara mengakses nya pun kini beragam cara, melalui warnet, menggunakan modem internet, bahkan melalui ponsel pintar “berry hitam” atau “apel kroak”.

Jejaring sosial tak hanya twitter ataupun facebook. Menengok arti dari jejaring sosial dari wikipedia:
Social media are media for social interaction, using highly accessible and scalable communication techniques. Social media is the use of web-based and mobile technologies to turn communication into interactive dialogue. So, youtube pun masuk dalam kategori jejaring sosial, dulur the Heroes.

Setelah beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan lipsing lagu keong racun Sinta dan Jono, dan si Udin yang mengupload video klipnya di youtube, kini giliran briptu Norman menjadi artis dadakan di dunia maya. Kepopuleran mereka tak hanya di dunia maya, berbagai infotainment dan media massa maupun elektronik berbondong-bondong menyoroti artis dadakan ini. Saya pun kadang ngiri, kok ndak saya yang jadi artis dadakan itu. :) Mungkin ini yang namanya rejeki dan hoki.

Pagi ini pun, saya berkesempatan melakukan wawancara singkat bersama ibu Desy, alumnus komunikasi-UGM yang kini bekerja sebagai PR Danone Baby Nutrition mengenai fenomena artis dadakan di dunia maya. Berikut hasil wawancara:

1. Bagaimana pandangan anda mengenai marak nya artis dadakan di dunia maya ? (dengan mengupload foto/video mereka ke youtube/facebook/twitter).

Menurut aku sah-sah saja terkenal mendadak. Orang – orang perlu hiburan alternatif. Mereka menghibur dan tidak merugikan orang lain, so it’s fine.

2. Apa pendapat anda mengenai banyaknya artis dadakan di dunia maya tersebut ? salah satu efek dari boomingnya jejaring sosial saat ini ? atau tren sesaat?

Media sosial memang sangat hype akhir-akhir ini. Indonesia juga salah satu pengguna dunia maya terbesar di dunia, FB aja kita terbesar (35 juta), twitter 4 terbesar (hampir 5 juta).

Jadi media ini efektif banget. Aku rasa bukan masalah vehicle komunikasi yang everlasting atau tren sesaat yaa, hanya saja..mana media komunikasi yang paling efektif dan terjangkau (baik harga maupun reach audiens) itulah yang pasti akan dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia.

3. Masuk kategori apa sih para artis dadakan dunia maya tersebut dalam fak. komunikasi yang anda pelajari dulu ?

Aduh punteun kalo teori komunikasi aku gak hafal tapi yang pasti keberadaan twitter,etc membuat perilaku interpersonal communication bergeser. Istilah bertemu langsung atau kopdar antar pengguna internet aja jarang sekali dilakukan. Sekarang masyarakat (baik itu: pegawai kantoran/masyarakat pengguna internet) lebih intens berkomunikasi lewat dunia maya..wireless.

Dan lebih pede untuk mengungkapkan ekspresi mereka…lewat youtube misalnya.
Hidup youtube!!!

4. Pertanyaan terakhir nih, bu Desy. Ada saran untuk memanfaatkan jejaring sosial yang baik, khususnya bagi penggiat dunia maya ?

Kalau aku sih tujuanku pake FB/Twitter/dan sebagainya adalah untuk menyambungkan diri dengan *komunitasku* kerja, teman lama, hobi, atau observe berita-berita dari berbagai media secara online, jadi hal-hal aneh yang gak nyambung sama interestku, semisal : orang jualan, link email hoax kucuekin ajaaa. :D “CONNECTIVITY WITH PURPOSE“.

Terima kasih untuk waktu yang diberikan bu Desy. Semoga obrolan ini dapat memberikan cara berpikir positif baru kepada penggiat internet/dulur the Heroes, Gunakan internet secara SEHAT dan berMANFAAT ya..

 

4 Responses to “[Wawancara] Artis Dadakan di Dunia Maya”

  1. sibair :

    wah keren mas wawancaranya.. tapi jadi artis lewat sosial media di indonesia ini jga gak tahan lama kayak di luar negri sana kayak justin biber :D

  2. sp :

    “CONNECTIVITY WITH PURPOSE“. harusnya itulah yang utama dari aktifitas kita di dunia maya…. karena 1000 satu atau 1000 dua bisa terkenal mendadak lewat dunia maya

  3. Scor Wang. :

    Lagi lagi popularitas :d.
    Itu kan perlu pencitraan dan menghabis habiskan waktu saja.
    Capek dech.
    :).

    Scor numpang iklan saja:
    Success fee & a big bonus on http://www.lapakscor.blogspot.com

    Thank you.

  4. remajajelata :

    Nah, fenomena seperti ini sebenarnya cikal bakal perkembangan broadcasting masa depan yang nantinya akan tersinkron dengan internet secara on-demand. Bisa saja semua orang punya chanel sendiri karena perkembangan internet begitu pesatnya. ya ga sih?

Leave a Reply