Pemkot Surabaya berencana mengadopsi sistem KTP Nasional, dimana setiap warga akan diambil sidik jarinya untuk mendapatkan Nomor Induk Kepedudukan (NIK) Nasional. Mungkin banyak yang KTP-nya telah mati tapi malas memperpanjang, tidak memiliki KTP karena hilang, dan yang paling banyak adalah memiliki KTP lebih dari satu buah.
Pembuatan KTP selama ini memang cenderung sangat mudah sehingga memungkinkan satu orang bisa memiliki lebih dari satu KTP. Bayangkan saja, jika digunakan untuk tindak kejahatan, misalnya penipuan dengan KTP, tentu saja akan lebih mudah, bukan?
Bagaimana jika menolak melakukan sidik jari? Hal ini tentu saja akan menyulitkan penduduk itu sendiri, karena setiap pengurusan dokumen yang sah akan memerlukan KTP.
Proses pengambilan sidik jari akan dilakukan di tiap Kelurahan. Telah disediakan alat Finger Print sebanyak 163 buah. Proses pengambilan sidik jari ini memakan waktu maksimal maksimal 3 menit untuk tiap orang. Bagi masyarakat yang berhalangan datang, karena sakit misalnya, akan didatangi ke rumah. Ini adalah bentuk pelayanan pemerintah terhadap masyarakat.Diharapkan proses pengabilan sidik jari ini bisa selesai dalam tempo tiga bulan. Sedang proses penggantian KTP menjadi KTP Nasional kemungkinan akan dimulai pada bulan Mei 2008 mendatang.
Namun perlu dipikirkan juga bagaimana dengan warga Surabaya yang sedang merantau ke daerah lain. Apakah mereka harus pulang ke Surabaya hanya untuk sidik jari, ataukah bisa diambil sidik jarinya di kota tempat mereka?
Semoga saja proses pengambilan sidik jari dan peralihan ke sistem KTP Nasional ini berjalan dengan baik demi terkumpulnya database masyarakat seluruh Indonesia. Dan semoga database yang ada tidak disalahgunakan sehingga merugikan masyarakat itu sendiri
[Artikel telah dirapikan oleh Admin]
April 13th, 2008 at 13:57
Kalo bukan warga surabaya, mau bikin KTP Surabaya, bisa ndak ya, Re?
April 13th, 2008 at 14:22
@Det: G Iso Goblok…!!!
April 13th, 2008 at 17:20
@det,angki: damai bos.. piss.. ketokane kok satru..hehe..
katepe endonesa? setuju pol2an, kuwi opo idemu to mbak rere?
April 13th, 2008 at 17:45
Katepe Nasional?
Kereeen..
Bedewe, iya, temenku waktu itu menolak saia ajak jalan-jalan gara-gara lagi “Nyidik Jari” di kelurahan kalo ndak salah.
Ealah, saia kira itu kelurahan dia aja yang ngerepoti, ternyata di kelurahan saia ntar juga gitu kali ya….
April 13th, 2008 at 22:43
Semoga saja dengan ktp nasional benar benar bisa mengurangi tindak kejahatan terutama dalam pemalsuan identitas
April 14th, 2008 at 00:38
OPO Bner…sing awake loro g isok sidik jari,trus buruh kelurahan marani nang omahe….G O M B A L… POOOOOL
April 14th, 2008 at 07:58
eh aku piye yo, ktp ku jogya je….
gpp wes iso alasan mudik.
juragan saya ijin cuti mau nyidik jari…asoooyyyyy
April 14th, 2008 at 11:25
Aku juga setuju karena dengan begitu warga asing tidak dapat atau lebih sulit untuk menjajah negara kita.Noerdin maaf ikut nimbrung???
April 14th, 2008 at 18:29
wah, terharu.. akirnya setelah berbulan-bulan menungu dalam ketidakpastian *hiperbolis,hehe* dipublish tulisanku
btw,baru tadi giliranku buat sidik jari di kelurahan, dan gak rame, dah sore kali ya. oh ya,syaratnya bawa fotokopi ksk dan ktp surabaya.
April 15th, 2008 at 13:39
HOREEEEE…aku wis mari rek, minggu wingi antri nang kel. Wonorejo Kec. Rungkut. Lumayan cepet…seneng nek pelayanan masyarakat koyok ngene….10 sidik jari lengkap, trus foto….lah wis.
ayo rek didukung program sing apik iki, mengko nek wis nasional ok banget rek.nandi2 gak usah ngurus maneh he..he….
April 23rd, 2008 at 06:48
iki lak cerito soal sidik jari, mungkin gak nyambung blas…
Sidik CS iku jek onok ta?
April 25th, 2008 at 11:17
ngurus katepe lama banget nih. dah 3 bulan belum jadi juga.
http://papabonbon.wordpress.com/2008/04/25/bikin-ktp-di-sby-susah-betul/
April 25th, 2008 at 11:33
[...] http://tugupahlawan.com/520/wajib-sidik-jari-bagi-penduduk-surabaya/ [...]
April 28th, 2008 at 08:16
kalo siduk jari langsung di kelurahan boleh enggak ya,,,,
April 28th, 2008 at 08:44
Aku saiki neng jakarta, iso ora sidik jarine nyusul pas muleh nang suroboyo?