
Apa anda pernah mendengar bank syariah? tahu bagaimana proses bagi hasil yang ditetapkan bank syariah? atau jangan-jangan, anda masih beranggapan bahwa investasi yang dilakukan nasabah akan memperoleh bunga dari bank syariah? Dalam obrolan dengan nasabah prospek,”loh, ada ya bank syariah itu?”, seketika itu pula saya berpikir bahwa di sebagian masyarakat Indonesia, khususnya Surabaya yang notebene merupakan kota metropolis terbesar kedua namun belum sepenuhnya mengetahui eksistensi bank syariah, baik dari segi tangible, keberadaan kantor bank syariah juga produk jasa perbankan yang ditawarkan, disamping itu juga dari segi intangible, pemberitaan media mengenai perbankan syariah belum dilakukan secara massal oleh manajemen perbankan syariah. Padahal apabila dilihat dari segi demografis berdasarkan lokasi dan jumlah masyarakat yang mayoritas muslim, disadari atau tidak merupakan market size yang luar biasa besar sebagai target sasaran perbankan syariah.
Sosok syariah banker tentunya mengambil peran penting dalam mengedukasi masyarakat dalam mengenalkan bisnis bank syariah beserta turunan produk-produknya. Sebelum berbincang mengenai strategi bisnis bank, seorang syariah banker diharapkan memahami analisa SWOT yang merupakan dasar menentukan rencana bisnis bank kedepan.
Sebagai contoh dalam perencanaan analisa SWOT bagi syariah banker, bagaimana bank Syariah Mandiri, atau kerap disapa BSM, merancang analisa SWOT guna tumbuh dan memberikan kontribusi yang memiliki value added terhadap para shareholder maupun stakeholder: Strengths/Kekuatan mampu menjadi market leader dalam dunia perbankan syariah di Indonesia, selain itu dengan komitmen karyawan yang tinggi, risk awareness yang baik, diharapkan edukasi mengenai perbankan syariah khususnya dalam hal produk mampu tersampaikan di semua lini masyarakat Indonesia, khususnya Surabaya apalagi didukung oleh bank Mandiri sebagai shareholder mayoritas. Dari sisi Weakness/Kelemahan, pelayanan terhadap nasabah yang dilakukan oleh marketing kurang optimal, perlu dilakukan upgrading performance melalui program training yang sustainable, sedang dari sisi Opportunities/Kesempatan, masih terbuka lebar sarana edukasi produk bank syariah melalui internet, media massa, serta media yang lain, potensi pasar yang besar, namun penetrasi yang rendah, serta persepsi pasar yang positif sebagai sistem yang lebih tahan terhadap krisis keuangan global. Analisa yang terakhir yakni Threats/Ancaman, dengan adanya kemunculan bank-bank syariah baru dan terbangunnya aliansi bisnis bank syariah kompetitor (berdasarkan data statistik bank Indonesia menunjukkan sampai dengan bulan september 2011, jumlah bank yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah mencapai 188 bank, terdiri dari 11 Bank Umum Syariah (BUS), 23 Unit Usaha Syariah (UUS), dan 154 Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS)) menjadikan bank Syariah Mandiri terus berbenah memperbaiki sistem bisnis bank yang lebih terpadu dan unggul, melalui project corporate plan dan corporate banking system.
Di dalam suatu unit kerja bank syariah, syariah banker dibagi menjadi 2 unit, yakni: unit operasional, melakukan fungsi administrasi dan operasional bank, dan unit bisnis yang diperankan oleh seorang marketing. Seorang marketing dihadapkan tugas untuk dapat melakukan kegiatan pemasaran terhadap produk dan jasa perbankan yang telah diatur oleh top management kepada masyarakat.
Dukungan top management terhadap unit-unit kerjanya merupakan hal yang harus dilakukan guna menunjang pertumbuhan aset serta profit bank secara nasional. Salah satu sarana edukasi yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat dapat berupa pengiklanan pada media massa/elektronik mengenai program unggulan perbankan syariah yang secara khusus mencerminkan identitas dari bank itu sendiri (Syariah), seperti: program talangan HAJI, produk-produk pendanaan tabungan disertai skema bagi hasil maupun akad yang menyertai produk tersebut, dan sebagainya. Di sisi retail, para marketing di unit kerja masing-masing bisa memanfaatkan pemasaran yang dilakukan top management dengan mengemas bundling pemasaran menurut kreativitas masing-masing, contoh: pembagian brosur yang berisikan produk-produk bank syariah unggulan yang dimasukkan amplop resmi dengan pemberian label: teruntuk Kepada Yang Terhormat: Sabahat BSM ditempat (strategi below the line), mengunjungi Kelompok Bimbingan Haji (KBIH)/agen tour umroh dan masjid-masjid guna memperoleh atensi mereka terhadap produk-produk bank syariah (strategi above the line).
Disamping pemanfaatan dari pemasaran yang dilakukan top management, sosok marketing diharapkan memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, memiliki sense of business, serta menjadikan amanah pekerjaan yang diemban sebagai langkah dakwah. Salah satu strategi lain yang dapat diterapkan yakni mengetahui secara baik, siapa target audience yang hendak disasar?. Erat kaitannya kata bank “Syariah” secara kognitif bagi masyarakat untuk para marketing masuk dalam lingkup kegiatan keislaman, seperti: pengajian ibu-ibu yang mana pada akhir acara bisa disisipkan presentasi produk-produk bank syariah, dan masih banyak lagi tindakan yang bisa diterapkan apabila mengetahui target audience dengan baik.
Peran marketing juga terbantu dalam memasarkan produk-produk perbankan syariah yakni pada beberapa bank umum syariah masih menggunakan corporate logo yang sama seperti logo pada holding company (semisal: bank syariah mandiri) maka diharapkan mampu memberi awareness yang kuat bagi benak konsumen dan keunggulan bersaing bahwa produk-produk jasa perbankan syariah memiliki value added yang cukup besar bagi portofolio investasi maupun pendanaan nasabah yang mengutamakan prinsip-prinsip berbasis syariah.
Layanan yang optimal serta sikap perhatian, peduli (caring) menjadi unsur penting dalam menjalin experience marketing terhadap nasabah disamping pemasaran produk yang dilakukan pada bahasan sebelumnya. Pelayanan after sales juga perlu dijalankan secara kontinyu sebagai bentuk grab attention dan awareness terhadap program-program baru jasa perbankan syariah kepada nasabah existing sehingga nasabah menjadi loyal dalam berbank dan tidak merasa dilupakan bahwa nasabah tersebut merupakan nasabah kita.
So…Apabila anda sebagai seorang syariah banker? Mulailah tuk melakukan edukasi secara optimal dan sepenuh hati kepada masyarakat mengenai perbankan syariah karena niatan kita bekerja adalah Dakwah. Salam Perjuangan !!!
May 12th, 2012 at 19:40
bank syariah skarang makin populer di indonesia… Saya senang dengan semua itu
akad bagi hasil memang berbeda dengan bunga tabungan
May 24th, 2012 at 14:26
asalamualaikum… luarbiasa blogger surabaya, anggota komunitasnya banyak sekali…
salam hangat dari blogger blitar..
August 20th, 2012 at 15:41
Masalahnya belum ada trust dari masyarakat…tp beberapa bank emang mnejadikan produk syariah sbg syarat aja…
September 5th, 2012 at 23:27
saya pelaku usaha ekonomi yang semula menggunakan manfa’at da-
ri jasa bank konvensional . tetapi sekarang saya beralih de -
ngan memanfa’atkan jasa bank syari’ah . ada rasa kepuasan yang
lebih sreg dan tenang tenteram dalam melakukan kegiatan seba -
gai pelaku ekonomi ( istilah kerennya ).SALAM HYPPOCRATES CER-
DAS !!!
September 5th, 2012 at 23:38
Assalamualaikum WrWb.
Teman2ku alumni SMA Negeri IV Surabaya dimana saja kalian -
berada ( diseluruh dunia ) konsolidasikan masing2 teman2 khu -
susnya alumni SMA Negeri IV lulus th 1976 ( Kep.Sek Bpk Satmo-
ko Darmowisastro ). Blogger http://doktertoeloes.blogspot.com