WARNING: Penertiban Anggota TPC

Latar Belakang

Semakin hari jumlah anggota komunitas ini semakin banyak. Kegiatan juga semakin banyak. Sayangnya kualitas dari komunitas kita tidak ada peningkatan secara signifikan. Banyak anggota yang sekedar titip nama, mendaftar tanpa melengkapi profil sesuai dengan syarat keanggotaan dan tidak adanya rasa memiliki komunitas kita ini. Prihatin dengan apa yang terjadi saat ini, dengan jumlah anggota lebih dari 300 orang, tapi bila ada pertemuan (kopdar) untuk membahas hal yang penting, yang datang tidak lebih dari 10 orang. Demikian juga dengan posting. Banyak anggota yang belum pernah menyumbangkan tulisannya untuk TPC.

Tujuan

  1. Kopdar dan kegiatan offline lainnya dilakukan selain untuk perkenalan secara offline, juga sebagai ajang untuk menyumbangkan ide dan pikiran buat TPC serta secara bersama-sama memberikan kontribusi nyata berupa tindakan untuk Kota Surabaya.
  2. Posting di TPC diharapkan mampu mengurai dan mencari solusi permasalahan Kota Surabaya
  3. Bersama-sama mengawal visi-misi TPC sebagai counter community (penyeimbang pemberitaan dari media mainstream dan kontrol sosial)
  4. Regenerasi keanggotaan, mempersiapkan anggota untuk aktif dalam mengelola komunitas kita ini di masa yang akan datang

Menimbang

  1. Kurangnya sumbangan pemikiran dari para anggota untuk kemajuan TPC dan segala kegiatan TPC dikarenakan rasa memiliki komunitas ini yang kurang
  2. Kurangnya rasa persaudaraan sebagai sesama anggota komunitas TPC
  3. Bila hal ini tidak segera diatasi maka komunitas kita ini terancam akan segera mati
  4. Perlu adanya langkah-langkah untuk mengantisipasi hal ini karena TPC bukanlah komunitas eksklusif tapi komunitas kebersamaan dan non profit

Memutuskan

  1. Akan dilakukan penertiban anggota TPC
  2. Pertimbangannya adalah keaktifan anggota, baik online (posting & komentar) maupun offline (kopdar, kegiatan, dan sebagainya)
  3. Seluruh anggota yang belum pernah hadir dalam pertemuan TPC (KOPDAR) harus hadir minimal sekali di KOPDAR-KOPDAR TPC yang akan datang (untuk kopdar selanjutnya, waktu dan tempat akan diumumkan kemudian), kecuali bagi anggota yang berdomisili di luar kota atau luar negeri, kalau lagi pulang ke Surabaya harap menghubungi bagian KOPDAR.*UPDATE*
  4. Seluruh anggota yang belum pernah posting harus mengirimkan draft posting (tema yang disarankan: “Permasalahan Kota Surabaya dan Solusinya” atau tema lain sesuai dengan kompetensi masing-masing) paling lambat tanggal 13 Mei 2008
  5. Pendaftaran anggota baru untuk sementara ditutup dan akan dibuka lagi setelah proses penertiban ini selesai
  6. Anggota yang tidak memenuhi syarat keaktifan tersebut di atas akan DIHAPUS dari database anggota TPC

Kritik dan Saran Bagi yang merasa keberatan dengan penertiban ini harap memberikan masukan bagaimana cara mengaktifkan anggota TPC selain dengan cara-cara di atas.

Mari bersama-sama memajukan TPC untuk Surabaya tercinta!

Best Regards

(Ditulis oleh Gandhi, diedit oleh Det danΒ  Arul)
(Hasil diskusi Gandhi, Det, Angki, Khuclukz, Arul, Cempluk, Gempur)

67 Responses to “WARNING: Penertiban Anggota TPC”

  1. acel :

    wah… mungkin sudah menjadi ciri khas orang Surabaya ya. Jadi kalo ngomong ya ceplas ceplos. Menurut saya ada baiknya kalo berpendapat atau menganggapi pendapat orang lain itu ya mbok nyantai aja, ndak perlu mbleyer kayak motor gitu. Dalam suatu diskusi kan wajar kalo ada yang setuju dan ada yang tidak setuju, alangkah baiknya kalo semuanya itu di tanggapi dengan santai, nyaman, aman, dan positif. Semua bisa dibicarain dengan baik2, gak perlu sampe ngjak out segala. Apalagi ini adalah komunitas yang terbuka buat siapa saja yang merasa tertarik. Kalo misalnya ada anggota yang melenceng ya mohon diajarin, dibetulin, dibimbing, dituturi supaya lurus lagi, ndak perlu sampe ngjak out segala. OK bro! Gitu aja deh..
    hehehehe… lama gak posting juga nih ak. Keep blogging, prenz 4eva!

  2. aRuL :

    @leipzic: sudah buat profilkan, sudah jadi authorkan, jadi anda skrg sudah ndak masalah dengan posting, sudah siap langsung tayang ketika menekan tombol publish.

    @ acel : sepakat πŸ˜€

  3. sagung :

    90 persen orang surabaya berhati mulia.

    Semoga kita termasuk yang 90 persen.

  4. det :

    @sagung: sayangnya aku bukan orang surabaya! :p
    [tapi cinta anak surabaya]

    heheeh…

  5. -k- :

    Menurut saya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
    1. ‘Peraturan’ dibuat dengan tujuan agar kenyamanan dan ketertiban dari semua anggota (dalam hal ini, TPC) dapat tercipta. Semakin fleksibel peraturan tersebut, semakin nyaman dan tertib pula anggotanya.
    2. Anggota suatu komunitas terdiri dari berbagai kalangan dan golongan.
    3. Komunitas adalah sebuah wadah bagi para anggotanya, yang mempunyai keinginan yang sama.

    Dengan memahami ke 3 hal tersebut diatas, InsyaAlloh, TPC akan menjadi komunitas yang besar.

    Saran saya, jika diperbolehkan, sbb;
    1. Merubah ‘Tujuan’ dilakukannya penertiban anggota. Mendapatkan informasi yang valid mengenai anggotanya saja (misalnya nama,alamat, no.telpon), sudah sangat sangat cukup, mengingat TPC adalah komunitas non-profit. Apabila melihat visi dan misi TPC sendiri, tujuan penertiban ini sudah keluar dari visi dan misi itu sendiri.

    2. Keharusan untuk ikut kopdar dan posting agar di hilangkan. Untuk mengatasi sedikitnya anggota yg ikut kopdar dan posting, adalah tantangan bagi para founder dan ‘board of mission’ untuk mencari bagaimana caranya agar para anggotanya dapat ikut aktif/peran serta, baik memberikan pikiran/ide atau tenaga/materi.

    3. Mengadakan kegiatan-kegiatan yang menarik, misalnya lomba nulis, lomba masak, dll.

    4. Menganggap anggota TPC adalah keluarga sendiri, sehingga semua hal dapat dihadapi secara kekeluargaan.

    5. Ada baiknya belajar dari ‘tetangga’ sebelah yang sudah lebih tua dan lebih besar. πŸ™‚

    Perlu dipahami juga, membangun sebuah komunitas non-profit adalah sangat sangat sulit. Banyak tantangan yang harus dihadapi. Masalah ‘anggota yang datang sedikit saat kopdar’, adalah hal kecil. Tetapi masalah sesungguhnya adalah bagaimana membuat anggota mau datang ke kopdar dan ‘kangen’ dengan kopdar serta menantikan kopdar berikutnya. Sama halnya dengan posting (menulis). Tidak semua anggota pintar (berani) menulis. Nah, bagaimana caranya agar mereka mempunyai keberanian untuk menulis tanpa harus dipaksa. πŸ™‚

    Tetapi saya yakin, melihat semangat teman-teman di TPC, semua tantangan bisa dihadapi!!

    Sukses!!!

  6. aRuL :

    @ mas -k- : terima kasih sarannya πŸ™‚

  7. det :

    @k: banyak yang pinter ngomong kayak gitu cak! kalo mau, ayo turun sama saya!

  8. gandhi :

    @admin

    HAPUS AJA POSTINGAN INI, MAKIN BIKIN SEPET MATA.
    Semakin banyak aja orang yg pintarnya cuma ngomong doang. Saya Tau banyak orang-orang pandai disini, tapi maap saya gak butuh orang pandai, saya butuh orang yg bodo tapi peduli sama komunitas ini, yg gak cuma pintar ngomong doang tapi kenyataan di lapangan nol besar.

    Udah gak jamannya NATO, langsung aja kita gerak di lapangan. AKsi gizi buruk mana realisasinya? dapat undangan HRFM mana orangnya? JMP yg jelas2 hari libur Mana tampang2 orang yg pinter bicara itu? semua NOL BESAR!!!!!!

    Gandhi
    MUAK!!!!!

    NB: kalo gak mau hapus biar saya hapus sendiri [Ada yg mau minjemin akses admin?]

  9. -k- :

    Saya lupa, menerima kritik dan saran dari orang lain dengan hati yang lapang, adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi suksesnya suatu urusan :).

    Apa yg saya sampaikan diatas serta komentar dari beberapa teman sebelumnya, adalah untuk kemajuan komunitas ini. Mungkin komentar tersebut berdasarkan pengalaman-pengalaman mereka sebelumnya. Semoga ini adalah bagian dari suatu proses pembelajaran dan pendewasaan bagi komunitas TPC.

    @ Oom det : Maaf, Oom, kalo untuk memberi bantuan tenaga, saya tidak bisa, termasuk kopdar. Tapi kalau pikiran, InsyaAlloh saya bisa. Juga tempat untuk kopdar, dirumah saya terbuka lebar :).

  10. yudhirek :

    kopdar itu keharusan yo? cik serem e rek, aneh aneh ae

    kalau yang di luar Suroboyo, trus pas di suroboyo disuruh lapor, iku maksude opo? koq koyok melok penjajah ae, kudu lapor lapor.

    Sepurane kalau ada kata yang salah

  11. det :

    #yudhirek: lha kalo gak mau kan gak dipaksa. gitu aja kok repot sih. lagian selama ini udah kelihatan kok mana yang niat, mana yang enggak

  12. gandhi :

    @yudhirek

    walah cak2 sing ngongkon lapor yo sopo. Ojok di dramatisir ta, kalo gak niat yo gak opo2 tapi ojok dilebih2no ngono. saiki sopo sing ngerti yo an kalo sampeyan pas nang surabaya kalo sampeyan gak ngomong. Lagian di woco sek ta onok gak sing wajibno lapor sing teko luar kota.

    Soro ancene musuh pecinta sinetron, pinter mendramatisir. Kok yo gak sisan kalo gak kopdar disita ktp ne opo passport’e hahahhahahahahha

    diwoco sek cak kalo komen, masalah iki kan wes ada postingan update nya, kayaknya gak penting banget deh komen di postingan ini hehehehhehehe

    @det

    Setubuh det, maklum kurang luas

  13. Judeangel :

    Oke, ngaku nih aku baru tau kalo ada postingan ini *jgn disemprot dulu yaaa!

    Masalah posting emang susah2 gampang kali ya, aku jg ngrasain ndiri sih, kadang kalo otak ga bisa diajak kompromi ya macet deh berminggu2 ga ada secuil kata pun yg tertulis. Tapi kalo pas ada tema yang hangat, ya langsung meluncur jari2 ini nulis. Apalagi kalo ada unsur paksaan dan tekanan kyknya lbh susah lg dpt inspirasi.

    Soal KopDar mungkin woro2nya harus lebih digencarin Mas. Kan banyak member baru yang blom tau dimana dan kapan (termasuk diriku). Yg selalu on kan jogging di taman bungkul itu. Ya aku pribadi jujur aja males bo’ minggu bangun pagi2 buta πŸ˜€ jogging pula… Mungkin even kopdar-nya lebih divariasi gt. Tell me kapan the next kopdar I’ll be there deh (ojo mepet2 ngabarine cak!).

  14. Rere :

    Eh, emang ada bagian kopdar? gimana kalo bikin kategori yang diatas sono, kopdar ato sejenisnya? yang beda ma pengumuman gitu..
    usul ajah… ^^

  15. gandhi :

    @judeangel

    hehehehhehe. Alasan kenapa kok JMP yg diutamakan karena hari minggu dianggap sebagai hari dimana semua rutinitas berhenti. Nah harapannya semua anggota bisa hadir, soalnya kalo hari biasa mungkin saya juga tidak bisa hadir, maklum jam “nguli” ku kadang dadakan.

    Jadi kalo bisa hadir deh minggu pagi, itung2 ketemu teman-teman juga berolahraga. Blogger juga butuh badan yg sehat kan untuk bisa menulis dengan baik hihihihiihihihi

  16. Judeangel :

    @gandhi: Mas Gandhi nanti kopdar di Cak Mis wes, denger2 pada ngumpul ya ntar. Aku jg kesana ketemuan ama temenku.

    Benernya hari udah bener Minggu, jam-nya itu lho buat pencinta2 bantal-guling kyk diriku agak tidak bersahabat πŸ˜€

  17. ihsanmaulana :

    aku GAK SENENG KARO KOMENTARE GANDHI, tolong bagi Admin agar di edit atau dihapus saja komentare Gandhi. nggara’no ati panas ae. Aku nang Tugupahlawan iki nggolek konco, gak nggolek MOSO. tapi lek Gandhi GAK TERIMO. Tak enteni nang SOTO GUBENG POJOK (maksude aku traktiren Gan. Ojo ngamuk-ngamuk ae);->

Leave a Reply