Jaman dulu kita bertanya tanya, siapa pahlawan yang berhasil menembak jenderal Mallaby ? Ternyata jenderal satu ini sedang sial, meninggalnya karena kecerobohan anak buahnya sendiri.
Sial karena jadi korban mati konyol, dan seandainya waktu itu tidak ada insiden dengan kasus jenderal mallaby ini mungkin tidak perlu terjadi korban dari sisi rakyat secara besar besaran, secara sudah ada perjanjian gencatan senjata dan penarikan pasukan Inggris [NICA] dari Surabaya. Tapi, kalau arek soroboyo waktu itu tidak bertempur dan banyak yang mati, maka Surabaya bukan kota pahlawan. Huehehehe ….
Menurut kamu bagaimana, wahai arek suroboyo ?
Dikutip dari wikipedia berbahasa Indonesia.
Pada siang hari, 30 Oktober 1945, dicapai persetujuan yang ditanda-tangani oleh Presiden RI Soekarno dan Panglima Divisi 23 Mayjen Hawthorn. Isi perjanjian tersebut adalah diadakan perhentian tembak menembak dan pasukan Inggris akan ditarik mundur dari Surabaya secepatnya. Mayjen Hawthorn dan ke 3 pimpinan RI meninggalkan Surabaya dan kembali ke Jakarta.
Pada sore hari, 30 Oktober 1945, Brigjen Mallaby berkeliling ke berbagai pos pasukan Inggris di Surabaya untuk memberitahukan soal persetujuan tersebut. Saat mendekati pos pasukan Inggris di gedung Internatio, dekat Jembatan merah, mobil Brigjen Mallaby dikepung oleh milisi yang sebelumnya telah mengepung gedung Internatio.
Karena mengira komandannya akan diserang oleh milisi, pasukan Inggris kompi D yang dipimpin Mayor Venu K. Gopal melepaskan tembakan ke atas untuk membubarkan para milisi. Para milisi mengira mereka diserang / ditembaki tentara Inggris dari dalam gedung Internatio dan balas menembak. Seorang perwira Inggris, Kapten R.C. Smith melemparkan granat ke arah milisi Indonesia, tetapi meleset dan malah jatuh tepat di mobil Brigjen Mallaby.
Granat meledak dan mobil terbakar. Akibatnya Brigjen Mallaby dan sopirnya tewas. Laporan awal yang diberikan pasukan Inggris di Surabaya ke markas besar pasukan Inggris di Jakarta menyebutkan Brigjen Mallaby tewas ditembak oleh milisi Indonesia.
Letjen Sir Philip Christison marah besar mendengar kabar kematian Brigjen Mallaby dan mengerahkan 24000 pasukan tambahan untuk menguasai Surabaya.

foto dari http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Peta_soerabaja_1897.jpg
baca juga :
May 21st, 2008 at 1:10 pm
Sehebat apapun Inggris dengan senjata “Wah”nya. Masih kalah dengan bonek
May 21st, 2008 at 3:57 pm
walaupun inggris kuat tapi tetap aja inggris kalah, itu namanya senjata makan jendral
May 21st, 2008 at 4:15 pm
loh tapi kenapa buku sejarah blm juga di revisi ya..
May 21st, 2008 at 6:00 pm
Bonek mau dilawan??
sama aja bunuh diri tuh…
May 22nd, 2008 at 3:49 am
ah saya ndak langsung percaya..
sejarah itu kan ditulis sesuai dengan kepentingan penulisnya.. gak ada yang benar-benar objektif!
May 22nd, 2008 at 4:11 am
Jelas jelas, faktanya adalah :
1. Mallaby itu cuma perwira administratif. Makanya dia dapat tugas mendistribusikan pengumuman hasil perundingan antara inggris-indonesia, kalau besoknya tentara inggris akan ditarik mundur
Karena arek suroboyo songong, utusan yang bertugas mengumumkan gencatan senjata pun maunya akan digebukin rame rame. Sok pahlawan
2. Jelas jelas tentara inggris yang menang perang setelah pertempuran itu. Lha mereka menambah bala bantuan.
Banyaknya korban yang jatuh, berujung nica dipertanyakan di luar negeri. Hingga akhirnya mereka di recall.
—
Jelasnya posisi mereka konyol kayak :
- Amerika udah menang di perang dunia II, tapi jepang tetap dilempari bom atom
- kayak wong amerika di iraq sekarang ini. Menang perang, tapi posisi diplomasinya di dunia internasional melorot jauh, wong sak ndayak benci semua sama amrik
May 22nd, 2008 at 8:57 am
kasian ..
tapi alhamdulillah dia sudah tewas .. hahahahahhaa *ala pahlawan bertopeng*
May 22nd, 2008 at 9:09 am
tapi gara gara bonek nggak bertanggung jawab itu, orang surabaya dan sekitarnya yang jumlahnya sak ndayak itu pada mati semua.
jalur diplomasi di klecein sama para bonek sih … gimana coba …
jangan jangan gaya semacam ini, melepas apa yang sudah ditangan, untuk mengejar sesuatu yang belum pasti, memang mendarah daging di kita.
kayak kejadian di atas itu lho.
May 22nd, 2008 at 8:19 pm
hmmm…
agak bkin pusing.
coba ada mesin waktu
May 23rd, 2008 at 7:37 am
tanggal 10 november 2007 lalu, bersama teman2 dari komunitas wisata surabaya aku sempat masuk ke museum tugu pahlawan, liat film dokumenter soal sejarah mallaby juga.
banyak fakta unik yg biasanya luput dari perhatian. misalnya: arek2 suroboyo sebenernya kalah di pertempuran itu. tanggal pertempuran sebenarnya 30 oktober, bukan 10 november. dan sebagainya.
beberapa yg tercatat oleh salim bisa dibaca disini:
http://salimsuharis.blogspot.com/2007/11/salah-paham-saya-tentang-peristiwa-10.html
May 23rd, 2008 at 5:34 pm
Hati-hati ditipu
May 23rd, 2008 at 9:00 pm
entahlah… Mbahku selalu bungkam kalau ditanya masalah perang ‘45. Mungkin membangkitkan memori yang tidak menyenangkan…
Tugas kita ini untuk mengungkap sejarah….
May 24th, 2008 at 6:28 am
Kalau begitu, sebenarnya Surabaya kota apa dong?
May 28th, 2008 at 6:55 am
HIDUP SUROBOYO
NEK AREK-AREK SUROBOYO AKE KORBANE IKU WAJAR, SOALE ORA DUWE SENJATA, TAPI SING KUDU DI ACUNGI JEMPOL IKU SEMANGAT PERLAWANAN NANG PENJAJAH. MASIH ORA DUWE SENJATA TAPI BERANI. AKU YAKIN NEK AREK2 SUROBOYO WAKTU IKU DUWE SENAJTA SING SEPADAN KARO INGGRIS, AKU YAKIN INGGRIS DI BANTAI ENTEK-ENTEKAN…….PLUS ANTEK2 E’.
JADI, PENCEN PAS NEK SUROBOYO IKU DI JULUKI KOTA PAHLAWAN…
June 15th, 2008 at 7:41 pm
lho lik sing mateni Mallaby wong Inggres dewe lak sangar-e dado kurang afdhol?
November 18th, 2008 at 5:19 pm
yo bener…bonek kok di lawan:))hahhaha…
kejahatan takkan selamanya menang….pasti ujung-na KO/keok…:))hahhaha
bangkai di tutupi, baunya pasti juga tercium…..;))hehehe…walaupun arek Suroboyo jd kambing hitam pasukan inggris waktu itu karena di tuduh membunuh si dodols mallaby, tetep aja ketahuan biank kerok-na..:))hahhahhaha…
banggalah jd bagian dr arek suroboyo=))wkakakkakkaa…
dr pd jd bagian mallaby mati ketiban sial=))wkakkakakkaa