Selamat Datang di Komunitas Blogger Surabaya TuguPahlawan.Com | Yang belum melunasi pembayaran KOSTUM TPC harap segera hubungi KHUCLUKZ|

Dua tahun semburan petaka di Sidoarjo

Sebuah upaya untuk mengeksplorasi kekayaan alam telah berubah menjadi petaka. Bukan gas atau minyak yang didapat, melainkan semburan lumpur panas. Orang kemudian menyebutnya Lumpur Lapindo. Ada juga yang menyebutnya Lumpur Sidoarjo dan kemudian disingkat menjadi LUSI.

Tanggal 27 Mei kemarin Lusi berulang-tahun ke-dua. Namun belum ada tanda bahwa semburan tersebut akan berhenti. Bahkan menurut perkiraan, semburan tersebut belum akan berhenti hingga 30 tahun mendatang.

Lumpur Lapindo datang membawa petaka. Kehidupan masyarakat yang sudah berlangsung lama dan teratur tiba-tiba hancur. Ribuan rumah tenggelam. Penghuninya terpaksa tinggal di pengungsian dalam waktu lama.

Dua tahun berada di pengungsian tentu bukan hal yang menyenangkan. Berbagai masalah terus bermunculan di sana. Mulai dari masalah makanan, ganti rugi, konflik sosial, hingga masalah pendidikan anak-anak yang terganggu. Kini mereka sedang menunggu kejelasan status pembayaran sisa ganti rugi sebesar 80%.

Penanganan masalah Lumpur Lapindo tesebut sepenuhnya menjadi tanggung-jawab Lapindo. Toh pemiliknya, Abu Rizal Bakrie, saat ini merupakan orang terkaya di Asia Tenggara. Hartanya harta hampir mencapai 100T.

Namun, sebagai bagian dari warga masyarakat, TuguPahlawan.Com tidak boleh tinggal diam. Banyak yang bisa kita lakukan untuk membantu korban.

Berikan opini dan saran Anda, untuk kemudian kita laksanakan besama!

Komentar

12 arek sing komentar nang “Dua tahun semburan petaka di Sidoarjo”

  1. Anang nang 29th May 2008 10:32 pm

    seandainya 5% dari harta bakri dizakatkan untuk korban lapindo… atau uang achmad zaini kalo jadi di cairkan.. wah bisa makmur nih negri ni… amin

  2. gempur nang 29th May 2008 11:31 pm

    waduh, aku gak bisa kasih usulan nih… apa tindakan konkrit yang bisa diperbuat selain menyeru lewat blog? dari dulu juga bingung… hiks..

  3. ghaniarasyid nang 30th May 2008 5:46 am

    Bakrie oh Bakrie :(

  4. Avy nang 30th May 2008 1:46 pm

    ambil lumpurnya, masukkan ke dalam botol kecil. Jual ke orang yang lewat, hasilnya disumbangin.
    Kalo perlu kerjasama ama plaza-plaza, kayak royal plaza, TP dll.
    Ada kenalan sih di Starbuck Supermall, jadi bisa ikutan jual tuh lumpur lapindo di sana.
    Cuman Usulan doang.

  5. Nichi nang 30th May 2008 4:52 pm

    Lusa, tanggal 28052008 diperoleh informasi dari AnTV sebagai berikut :
    1. Bapak sakijan pembuat batu bata dari lumpur lapindo, berkata :
    Keunggulan membuat batu bata berbahan dasar dari lumpur lapindo adalah menghemat proses pembakaran dalam membentuk batu bata. Hal ini dikarenakan lumpur lapindo terkontaminasi oleh gas alam sehingga dengan sendirinya l2 membantu mempercepat proses pembentukan batu bata. Soal harga batu bata per-biji dan lokasi penjualan batu bata saya kurang tau, infonya cuma segitu aja.
    2. Bapak ?? (lupa) pengrajin tembikar dari Semarang, membuat tembikar berbahan dasar dari lumpur lapindo, berkata :
    Proses pembakaran lebih cepat + hasil tembikar unik berbeda dengan menggunakan lumpur biasa. Mungkin juga karena lumpur lapindo terkontaminasi oleh gas alam sehingga tekstur tembikar unik karena mengalami pembakaran di luar dan di dalam tembikar.
    3. Pagi tadi di Good Morning menampilkan profil pembuat tembikar khas minahasa (Sulawesi) exp. hiasan taman.

    JIKA AKU MENJADI (weleh kok acarane Trans TV wae) :
    1. Pemilik Toko bangunan di wilayah Surabaya mungkin aku akan order Batu bata banyak pada Bapak Sakijan, dengan begitu banyak korban LUSI berbodong-bondong untuk membuat batu bata (dari pada nganggur lumayan dapat penghasilan).
    2&3Pengusaha Tembikar(semarang/Sulawesi), akan buka cabang dekat LUSI dan membuka lapangan pekerjaan untuk membantu meringankan beban korban LUSI. Lumayan untuk memperingan biaya transportasi kirim bila pesanan berasal dari Sulawesi
    menuju Jakarta menjadi Surabaya to Jakarta.
    Usul, he.. he.. :p

  6. djagung nang 30th May 2008 7:49 pm

    komentator baru nih… cuma mau ikut gabung aja. setelah dipikir-pikir capek juga ya bayangin tanggul penahan limpur lapindo. kalo diliat2 mirip kayak stadion sepak bola istora tuh…. hehe… tapi yang ini yang diliat bukan pertandingan bola, yang diliat adalah perjuangan rakyat sidoarjo buat keluar dari jeratan “lumpur hidup” yang entah kapan matinya…
    kita hanya bisa berdoa semoga semburan lumpur lapindo cepat kembali padaNya sehingga rakyat sda bisa kembali memulai menata hidup …. amiin

  7. udin nang 30th May 2008 10:15 pm

    No coment de…
    yang penting kita doakan agar yang menjadi korban pada sabar….

  8. Avy nang 30th May 2008 11:14 pm

    Waduh Saya kalo pas punya modal, saya tertarik untuk membuat batu bata dari lumpur lapindo.

    Wah harus cari referensi cara bikin batu batanya hehehe.

    Dua, terkendala lokasi juga, benernya banyak tuh rumah murah dijual atau disewakan disana…hiks…hiks….gak ada modal buat nyewa juga. dah jadi aset.

  9. pandu nang 30th May 2008 11:18 pm

    Hepi birthday to you…
    Hepi birthday to you…
    Hepi birthday hepi birthday…
    Hepi birthday lumpur…
    *niup lilin*
    Kuenya mana? :mrgreen:

  10. pandu nang 30th May 2008 11:25 pm

    Gimana kalo kita berkunjung ke sana, ngasih sumbangan berupa makanan dan obat. Waktunya sekitar bulan Juni-Juli, saat libur sekolah n kuliah.

    Saya jangan jadi PJ lho. Belum pernah jadi PJ soalnya. :P

  11. jleph nang 31st May 2008 12:03 am

    saya nggak ada komen lain selain setuju dengan nichi,,

    maaf oot:
    disini, saya sama mahasiswa asal sda lain yang kuliah di ui pada nggak pake kartu seluler cdma keluarannya pak pengusaha yth.,,
    bentuk solidaritas sbagai sesama wong ndarjo,, (padahal di ibukota, hampir tiap orang pada pake)

  12. ghaniarasyid nang 1st June 2008 4:23 pm

    @ pandu :
    sayangnya saya ada kerja praktek Juli-Agustus :(

    Lapindo, caranya gimana untuk menghentikan luapan lumpurnya ya? :?

Kirimen komentarmu