Perlintasan KA otomatis dan Antenna Rambut
Laporan Tunda dari LCEN ITS 2008
Kecelakaan di perlintasan kereta api masih saja sering terjadi. Salah satu penyebabnya adalah lalainya petugas penjaga palang perlintasan. Tak terhitung lagi berapa kerugian materiil dan juga nyawa melayang sia-sia.
Hal inilah yang kemudian menginspirasi tim dari SMA Cakra Buana Depok untuk menciptakan sistem palang perlintasan kereta api otomatis. Teknologi yang digunakan cukup sederhana, yaitu mengandalkan gelombang elektromagnet dan solenoida (kumparan kawat.

Ketika kereta api melintas, di sekitar rel akan muncul gelombang elektromagnet. Gelombang tersebut kemudian ditangkap oleh solenoida. Sinyal dari solenioda tersebut kemudian dikirimkan ke sistem mekanis di palang perlintasan. Sirine berbunyi dan palang perlintasan menutup. Palang akan kembali membuka setelah kereta api lewat. Demikian kata Ilma Ismail, gadis manis salah satu anggota tim.
Jika benar-benar direalisasikan, teknologi ini mungkin saja bisa mengurangi jumlah kecelakaa di perlintasan kereta api. Tetapi penempatan alat harus diperhatikan. Jangan sampai mengundang tangan-tangan jahil untuk mencurinya. Begitu imbuh Nopi Maulana dan Dwi Putro, anggota tim yang lain.
Tidak rugi jauh-jauh mereka datang dari Depok. Karya inovatif yang mereka usung ini berhasil menjadi Juara 1 LCEN 2008 untuk kategori Elektronika Dasar Non-Microcontroller. Selamat ya..
Antenna Rambut

Lain lagi dengan yang dilakukan oleh tim dari SMA Unggulan BPPT Al Fattah Lamongan. Tim yang terdiri dari dua orang, Yulinda Sihrowarsani (Sani) dan Diah Ayu Restuningsih, berhasil menciptakan antenna televisi dari rambut manusia.
Ide unik ini berawal dari masalah sehari-hari. Di tempat tinggal mereka, untuk bisa menangkap siaran televisi harus menggunakan antenna tinggi. Sedangkan harga antenna di pasaran tergolong mahal. Selain itu, antenna yang biasanya terbuat dari aluminium juga rawan terkena sambaran petir.
Maka kemudian lahirlah gagasan untuk membuat antenna dengan harga ekonomis sekaligus aman dari sambaran petir. Antenna rancangan Sani dan Diah ini terbuat dari lempengan kayu yang dibalut dengan rambut yang sudah dipotong-potong pendek dan ditempel dengan lem. Rambut berfungsi menggantikan elemen antenna untuk menangkap gelombang dari pemancar televisi.
Ditanya masalah biaya, Sani mengaku untuk membuat antenna tersebut menghabiskan dana tidak lebih dari 30 ribu rupiah. Jauh lebih murah jika dibandingkan dengan antenna buatan pabrik yang mencapai ratusan ribu.
Satu lagi yang unik dari tim ini, untuk menyelesaikan karya yang lebih berbau fisika dan elektronika ini mereka dibimbing oleh guru biologi, Pak Edi Purwanto!
Seandainya diproduksi massal, untuk mendapatkan bahan baku rambut manusia mungkin bisa bekerjasama dengan salon-salon. Jadi tidak perlu kawatir rambut Anda jadi korban penggundulan untuk dibuat antenna!
——————–
Keterangan Foto:
-Atas: Ilmi dan Nopi dan alat peraga perlintasan otomatis
-Bawah: Sani dan antenna rambutnya
Komentar
18 arek sing komentar nang “Perlintasan KA otomatis dan Antenna Rambut”
Kirimen komentarmu





rambut jadi antena??
cooooll
Gadis manis? dan yang nulis adalah det? Hmmm…. udah dapat nomor HPnya belom?
cewek yang diatas segera ditindak lanjuti om det..
om det, kawan2 blogger surabaya, cempluk pamit dulu ya..
hiks3x..
Wah om det kena hajar gojlokan terus……
hm..
Mesti kok banyak innovasi terbaru dari anak-anak LA (*nyombong titik), ya salah satunya itu antena televisi dari rambut..
emm…
Sani ya….
Hebat ™
Selamat ™
Makan-Makan ™
Kemane ajeee baru posting..!!


Sibuk ngiklan yahh???
halah, wes jan tenan… arek sma saiki pinter2 rek! aku isin dadine…
KEREN…banget. Dulu jaman aku SMA aku ngapain ya….????
Keren! Kreatif bangetz!
hebatnya, maslah listrik-listrik an banyak cewek yang mulai unjuk kemampuan… Saluttt!
unik juga rambut bisa jadi antena yah… baru tau aku! new information for me
wah, nemu aja idenya… kreatif sekali…
waaaaaaaaaoooooooooow.Pinter bangeeeeet.
Aku juga pengen membuat penelitian kaya’ gitu. Misalnya saja teknologi untuk menurunkan harga BBM.
Wah wah wah…
emang yah, perkembangan teknologi sudah semakin pesat!
sampai-sampai anak sekolah pun bisa jadi kreator yang kreatif seperti ini!
maju terus!!!
@cak cuk suroboyo
tolong tata bahasanya lebih diperhatikan, kemudian tolong komentarnya jangan mengdiskreditkan orang lain apalagi penulis. Hargailah hasil tulisan orang. Anda udah 2 kali seperti ini, disini dan di buku tamu. Berikutnya tolong untuk lebih diperhatikan atau admin akan mengambil tindakan untuk ini. Terimakasih
@ cak-cuk suroboyo
Aah… jadi Anda menganggap karya itu biasa-biasa saja? Kalau begitu Anda orang hebat, dong. Lalu kenapa orang hebat seperti Anda hanya bisa bicara? Dan kalau Anda bisa mengkritisi penulis seperti itu, maka buktikan Anda bisa menulis dengan gaya bahasa yang lebih bagus dan atraktif dibanding beliau.
BTW, maaf sebelumnya, kalau melihat gaya bahasa Anda, sepertinya Anda belum tahu cara memberi pendapat dalam sebuah diskusi.
@ cak-cuk
OK, cukup. Sepertinya Anda nggak bisa diberitahu secara baik-baik. Saya tantang Anda untuk turun, bertemu secara langsung dengan para anggota TPC, termasuk saya. Kita diskusi tentang apa yang membuat Anda muak dengan komunitas ini.
Anda punya blog, tapi saya tahu blog Anda itu hasil copy-paste. Saya punya buktinya. Anda sendiri sepertinya nggak bisa menulis, tapi kenapa Anda malah menjelek-jelekkan tulisan yang original? Dan kalau Anda memang hebat, saya tantang Anda membuat post minimal dengan gaya bahasa seperti saya. Ingat, harus original.
Balasannya jangan disini karena ini komunitas, bukan medan perang. Silahkan balas di blog saya.
Wah giman nih klo pake rambutnya megaloman bisa jadi antena parabola nih…, hehehe…
Kreatif banget nih…
sorry nih.., ternyata lagi serius moga komentku diatas nggak jadi nambah rame…
Murni cuman komen kok…
Jaz