Selamat Datang di Komunitas Blogger Surabaya TuguPahlawan.Com | Ikuti Lomba Blog & Foto Semarak Agustusan | Yang belum melunasi pembayaran KOSTUM TPC harap segera hubungi KHUCLUKZ

[Diskusi] Surabaya itu Mall atau Pasar???

Setelah kita mengetahui kota Surabaya, sebuh kota terbesar kedua di Indonesia. Kota yang menjadi kebanggaan para TPC dan juga masyarakat Surabaya pada umumnya. Kalau kita peka akan lingkungan sekitar Surabaya sekarang ini mulai di kelilingi oleh gedung-gedung bertingkat yang berisi barang jualan dalam kata lain mall. Mulai dari Surabaya barat, tengah bahkan utara.

Mall berdiri dengan megahnya. Hal ini secara tidak langsung berdampak pada berkurangnya pasar tradisional. Banyaknya pasar yang di gusur atau di goyahkan oleh para pemegang uang untuk di jadikan mall. Apakah pasar tradisional akan hilang dari Surabaya?

Sebuah hal yang sangat lumrah ketika kita melihat rangking kota Surabaya di Indonesia. Sebuah kota metropolitan terbesar kedua. Mau tidak mau membuat investor asing maupun dalam negeri tidak segan-segan untuk menanam modal dalam pembangunan kota Surabaya khususnya mall.

Dengan belanjanya kita di mall secara tidak langsung juga memberikan andil dalam pemantapan mall di bandingkan pasar tradisional di kota pahlawan ini. Tinggal kita memilih, pasar tradisional atau mall yang akan di jadikan icon market Surabaya????

Komentar

12 arek sing komentar nang “[Diskusi] Surabaya itu Mall atau Pasar???”

  1. papabonbon nang 5th July 2008 3:09 pm

    kota tua ajah …
    bandung aja sekarang ini lebih kumuh lho kota tuanya dibandingkan sby. minimal sama deh kumuhnya ..:p

  2. avy nang 6th July 2008 3:30 am

    Ah enggak juga.
    Walaupun Mall-mall berdiri.
    Coba datang ke Pasar Wonokromo tiap hari minggu pasti penuh sesak walaupun agak kedepan diseberangnya ada Royal Plasa dan diatasnya ada DTC.
    Pasar Kapasan hari-hari biasa juga penuh sesak, walaupun dekat dengan ITC dan pasar atum.
    Pasar Blauran juga masih berdiri dengan kokoh dan ada pembelinya walaupun disebelahnya berdiri BG Junction.
    Saya rasa Mall akan menjadi Icon market kota Surabaya dengan tidak meninggalkan pasar traditional.
    Karena masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.
    Bahkan di pasar tambahrejo ada pusat cangkruk’an.
    so, para kepala pasar ditiap-tiap pasar yang dikelola oleh PD pasar mempunyai trik-trik untuk mendatangkan pengunjung.

  3. mvplovers02 nang 6th July 2008 9:56 am

    MenurutQ sih skrg Surabya udah bukan iconnya lagi deh pasar tradisional..
    liat aja mulai dari anak kecil ampe aki-aki..lebih milih blanja di Mall Ketimbang Pasar tradisional..walaupun ngk semuanya sih..BUt Lot of Them.
    So we must think again..
    Mau bawa kmana Sbrbya skrg ini..
    You cHoose Buddy

  4. p4ndu_454kura© nang 6th July 2008 10:56 am

    Tapi di mall tidak ada yang jualan ote-ote, tahu isi, dan krupuk upil. Pasar ada karena ada pembeli, jadi pasar tradisional akan tetap bertahan dalam waktu lama karena kebutuhan masyarakat pun berbeda-beda. :mrgreen:

  5. avy nang 6th July 2008 12:44 pm

    Yang Jelas Icon yang dibawa adalah Mall, karena semakin modern itu kota maka Mall yang akan menjadi icon. Tetapi untuk kota-kota kedua ibukota mungkin bisa pasar menjadi daya tarik.
    tetapi untuk Surabaya kota terbesar kedua setelah Jakarta tentunya pasar tradisional hanyalah pelengkap saja.

  6. CempLuk nang 8th July 2008 9:47 am

    yang saia lihat tempat rekreasi di surabaya ya di mall itu…mgk perlu juga pemkot memikirkan keberadaan pasar tradisional utk dipermak…

  7. Judeangel nang 8th July 2008 5:01 pm

    Kenapa harus memilih siy? Kalo menurut aku kedua2nya bisa tetap dijadikan icon Surabaya. Kuncinya hanya di penataan dan pengaturan yang benar aja. Pasar2 tradisional seperti Pasar Keputran itu fenomenal lho. Atau pasar ikan hias Irian Barat. Aku rasa turis2 luar negeri pada khususnya lebih tertarik kalo diajakin ke tempat seperti itu daripada ke mall. Cuma akhirnya ya balik ke penentu di atas. Pengaturannya gimana. Kalo berantakan bin ribet ya jangan salahkan kalo semakin tergusur. Pihak tata kota lah yang harus lebih memperhatikan bagaimana agar yang satu tidak melengserkan yang lain. Malah mungkin bisa saling mendukung.

  8. sUN^ nang 9th July 2008 11:20 pm

    sebenarnya pasar atau pun mall tidak masalah, asal kan dikemas dalam bentuk yang menarik dan teratur., sering kali kita melihat pasar diSurabaya banyak sekali menyalahi aturan, seperti memakan lahan yang bukan wilayah pasar itu sendiri.. liat saja di jakarta yang mempunyai pasar senen sebagus itu, dan masi saja tetap menjadi ikon pasar jakarta.. mungkin dari masyaratnya sendiri harus sadar dan bertindak!

    ingat pasar tradisional juga BUDAYA bangsa INDONESIA !

  9. cakdul nang 12th July 2008 4:25 pm

    Surabaya iku kota yang tumbuh dan berkembang dadhi. nek misale wis akeh mal mal lan plasa sing ono suroboyo iki.. kudune awak dhewe melu seneng artine masyarakat suroboyo wis podho sugih sugih… tapi ojo sampe dadhi masyarakat sing sok borju tapi nang omah gak tau pake baju alias miskin…
    saranku gawe pemkot suroboyo.. pasar tradisional perlu di benahi.. soal bangunan dan kebersihane supoyo wong cilik podho mangane podho isok golek sandang pangan cukup.
    sing nang mall monggo kerso nang mall sing nang pasar yo monggo nang pasar..ben gak dadhi wong katrok bin ndesooooo….

  10. orang ganteng nang 4th August 2008 3:38 pm

    mendingan pasar tradisional aja dibagusin, biar pandangan orang ke pasar tradisional gak hanya kotor dan bau, tapi maju, bagus plus keren…

    *gak OOT kan? soalnya gak baca postingan hehehehe*

  11. mas KOESBANDHY SAPUTRO nang 13th August 2008 9:16 pm

    Wa bagus cak paparan tulisannya. hanya satu kata yang terucap hebat. dan salam kenal dari bumi sambi kerep suroboyo pinggiran,

  12. Cak KOES SEMPRONK nang 13th August 2008 9:21 pm

    Kali-kali disenggol donk biar tambah akrab dalam rana konco suroboyo . Salam kenal aja. Bravo Tugupahlawan blogger.

Kirimen komentarmu