Golput yang lagi ngetrend
Bismillahirrohmanirrohim,
Gresik 12 Juli 2008
Beberapa media memberitakan bahwa untuk hasil pilkada seperti di pilgub Jateng dan pilgub Bali banyak diwarnai tingkat Golput yang tinggi dengan kisaran data presentasinya 30 - 35% dari pemilih. Dari data tersebut mungkin salah satu penyebabnya adalah krisis kepercayaan masyarakat kepada wakil rakyat yang karena kelakuannya sendiri yang memalukan, mulai dari kasus suap, kasus pelecehan seks, ataupun kasus kasus yang membuat kita berpikir bahwa mereka yang menjadi wakil rakyat kurang mampu menjaga “amanah” dan tidak pernah mendengarkan aspirasi atau suara rakyatnya.
Untuk pemilih Golput mungkin hal ini dilakukan sebagai pembenaran aksi untuk memprotes kejadian kejadian seperti diatas. Tapi kalau kita berfikir lebih jauh lagi dan ma’af kalo saya katakan sebagai sikap seorang pengecut. karena jika nantinya yang terpilih dalam pilkada adalah orang orang yang tidak bisa memimpin dan tidak bisa menjaga “amanah” maka bisa dipastikan wilayah yang dipimpinnya tidak akan lebih baik alias lebih banyak mengecewakan dan menyengsarakan rakyatnya, para golput ini akan dengan seenaknya menyalahkan para pemilihnya. Tapi jika nantinya yang menang dalam pilkada adalah pemimpin yang bisa memimpin dan menjaga “amanah” maka wilayahnya akan bisa lebih maju dan lebih baik. Para Golput dengan cueknya bilang ah. aku gak memilih mereka koq…
Mungkin dengan tulisan ini saya pribadi ingin memberikan masukan atau harapan agar supaya kita lebih bijaksana dan lebih dewasa dalam menentukan sikap dan perilaku kita. Sebagai contoh saat pemilihan ini kita seharusnya mempunyai tanggung jawab moral bersama untuk membangun daerah kita ini. Karena secara tidak langsung suara kita menentukan masa depan kita sendiri. Jika kita benar memilih dengan benar dan cerdas para pemimpin yang “jujur” dan “amanah” maka masa depan kita akan lebih baik lagi (Be Positif thinking). Tapi Jika salah dalam memilih pemimpin kita yang hanya mementingkan dirinya sendiri atau golongannya sendiri maka kita juga harus bertanggung jawab untuk mengkritik dan mengingatkan pemimpin seperti ini.
Golput tidak akan menyelesaikan masalah tetapi akan membuat masalah baru, Jadilah warga negara yang baik dan gunakan hak pilih anda dengan penuh rasa tanggung jawab, InsyaAlloh yang akan dipilih jadi pemimpin pun akan menjalankan masa kepemimpinannya dengan penuh rasa tanggung jawab juga. Hari ini adalah hasil perbuatan kemarin, Hari ini bisa untuk merubah Hari esok, Hari esok ditentukan hari ini.
Semoga dengan adanya Pilgub Jatim nanti kita semua dapat memilih pemimpin yang “Jujur” dan “amanah” yang bisa menjadikan wilayah jawa timur lebih baik dan membawa masyarakatnya lebih dewasa dalam menyikapi segala hal yang terjadi hari ini ataupun esok.
Salam Damai
CakDul
www.warungkopicakdul.blogspot.com
Komentar
9 arek sing komentar nang “Golput yang lagi ngetrend”
Kirimen komentarmu





Kalo saya sih berfikirnya, ini adalah tantangan bagi partai atau para pasangan calon untuk memberikan tidak sekedar janji di mulut atau kata lain bagaimana mereka menyakinkan kelompok2 yang golput itu untk memilih dia.
Kalo toh emang ngak bisa memberikan keyakinan itu, wajar emang ada yang golput.
Kerjakeras emang yg diperlukan.
*ngene cak, jadi ngak double posting dengan blog sampean, thx cak
*
matur suwun cak Arul..
aku dadhi isok luwih kreatif maneh.. gak copy paste meskipun copynya murni hasil pikiranku dhewe…
tapi sampean kan…gak golput kan cak..:D
jangan golputlah… aku yakin semua blogger disini wis cerdas wis smart menentukan dan memilih pemimpin yang bisa membawa jawa timur menjadi provinsi yang lebih maju lagi…
hmmm…. saya masih dalam masa menuju memperoleh hak dalam memilih….
bukannya mau golput, tapi saya emang ngak punya KTP surabaya, saya punya KTP sulsel
hehehe
saya hanya mendukung teman2 untuk menggunakan haknya…
Saya ikutan milih, lho…
*bangga ga jelas*
BTW, daripada memilih pemimpin yang hanya memberi janji (pendidikan dan pengobatan gratis untuk warga kurang mampu) dan janji lainnya yang terlalu muluk, lebih baik milih pemimpin yang jelas step by step-nya.
GOLPUT y..
sbrnya Q bukannya GOLPUT..tp y gt deeehh.. males aja milih unutk sesuatu yg mnurutq ngk jelas..dan rata2 semuanya ngk jelas..(visi misinya maksdunya)..jdnya y ngk milih…
Ngomong2 male smilih ama GOLPUT sama ngk y..
GMN klo kita bikin partai GOLPUT
Apakah dengan tidak memilih itu membuat nasib suatu wilayah jadi lebih baik? Tidak saya rasa. IMO, justru orang-orang yang golput tidak punya hak mengritik sang pemimpin nantinya karena dia juga tidak menggunakan hak pilihnya. Justru dengan memilih salah satu calon berarti kita ikut menyumbang demi masa depan yang lebih baik.
Halah, pemimpin disalahin juga ra isok…wakil rakayt disalahin ya ra isok…..
rakyat kecil isoke dadi nggrundel……
salah milih saya……
gak milih dadi golput yo salah…
capek deeee pemilu di negara kita ini.
GOLPUT itu menurut saya, juga termasuk MEMILIH. “memilih untuk tidak memilih”. Kita sebagai warga negara indonesia, yang notabene negara democrazy …ehm…demokrasi perlu menghargai pilihan politik seperti itu. Bisa saja orang yang golput itu karena pemilih gak “sreg” dengan opsi yang disodorkan seperti kata cak dul, atau juga mungkin karena sebab-sebab lain misalnya : pemilih pada saat pemilu / pencoblosan sakit / pingsan / Koma / tidak sadar diri, ketiduran, diluar wilayah pemilihan atau alasan-alasan lain yang membuat pemilih tidak dapat memberikan haknya sebagai pemilih untuk memberikan suara.
Sampeyan GOLPUT atau GAK GOLPUT, itu pilihan sampeyan, silakan…!!! Apapun yang sampeyan pilih itu HAK sampeyan. MUI, Partai, Presiden atau mantan presiden gak ada HAK buat NGELARANG apalagi mengharamkan.
Tapi biar bagaimanapun menurut saya ada hal yang perlu diperhatikan, sampeyan GOLPUT atau gak, mau gak mau HARUS setuju dengan HASIL PEMILU-nya dan ikut menyukseskan hasil pemilunya. Jangan udah golput, gak milih, gak setuju ama hasil pemilu, bikin kerusuhan…!!! Kapan negeri ini maju…!!!
Sampeyan GOLPUT atau GAK GOLPUT, silakan…!!! Apapun yang sampeyan pilih itu HAK sampeyan. Tapi biar bagaimanapun, mari kita SUKSESKAN PEMILU 2009, semoga wakil-wakil rakyat, presiden dan wapres yang terpilih pada nantinya dapat memberikan pembaharuan di negeri ini.
Apabila dari hasil pemilu sebelumnya, ada suatu kesalahan, moga-moga dapat diluruskan, dan apabila ada yang baik semoga dapat lebih disempurnakan.