
Beberapa hari yang lalu, saya mengantar teman saya dari Bandung ke Stasiun Gubeng. Teman saya ini kuliah di IPB Bogor, tapi dia asli Bandung. Awal perjalanan seolah tidak ada apa-apa, namun menjelang melewati Jl. Darmo, teman saya tanya : “Dit, yang terkenal dari Surabaya itu apa ya?”. Mendengar pertanyaan teman saya tadi saya langsung bingung mencari jawabannya. Kenapa? Wajar, saya juga bingung mau jawab apa. Pengennya jawab Tugupahlawan[dot]com. Harus diakui kalau Surabaya, seolah-olah tidak punya ciri khas yang dapat ditonjolkan.
1. Dari Bidang Kuliner


Memang berbicara masalah kuliner, Lontong Balap dan Rujak Cingur bisa diandalkan. Namun, pernahkah kita menemui pedagang Lontong Balap dan Rujak Cingur di jalanan Surabaya? Kalaupun ada jumlahnya sangat sedikit. Saya baru menemui 4 kios yang menjual Lontong balap (Jl. Kertajaya, depan Korem V Brawijaya, Terminal Bungurasih, Jl. Bubutan). Sedangkan Rujak Cingur? Entahlah, sampai nulis artikel ini belum pernah saya temui.
Bandingkan dengan Bandung yang terkenal dengan Batagornya, Semarang dengan Lumpianya, di Palembang ada Pempek, atau ingatan kita langsung menuju Jogja jika kata Gudeg diucapkan. Nah kalau Lontong Balap? orang akan berpikir : “makanan apa itu?” atau jika mengucap Rujak Cingur akan terdengar : “Oh, yang asli Kediri itu ya mas?”.
2. Budaya

Beberapa hari yang lalu saya sempat mengunjungi Balai Kota untuk menyaksikan festival pertukaran budaya antar negara. Namun, seolah telinga ini menjadi asing saat MC memanggil : “Tari Sparkling dari Surabaya”.. Anda pernah dengar? kalau belum pernah dengar, maka anda tidak sendirian. Saat itu banyak penonton yang bingung. Tarian ini apa benar dari Surabaya. Dari namanya saja sudah berbau kebarat-baratan.
Pernah dengar Reog? pikiran kita langsung menjawab :”Pernah, yang asli Ponorogo itu kan?”. Atau tari Saman yang khas Aceh dengan cara menepuk nepuk dada. Dan yang lebih parah lagi mungkin masyarakat Surabaya lebih mengenal Barong Sai asli Cina daripada budaya Surabaya.
3. Tempat wisata

Kenjeran, TP, Supermall, THR, G-Walk, dll adalah wisata andalan Surabaya. Sedikit sekali yang bisa dikunjungi. Kenjeran, yang menjadi satu-satunya pantai di Surabaya saja kondisinya tidak terawat. Bandingkan dengan Selekta atau Songgoriti di Malang.
Tapi,walau bagaimanapun saya tetap bangga menjadi warga Surabaya. Saat saya ditanya dengan pertanyaan yang sama dengan teman saya tadi, maka akan saya jawab : “Bonek, Logat Medok, J*NC*K, dan tugupahlawandotcom“
September 3rd, 2008 at 17:18
Berbicara tentang ikon sbuah kota, kita mungkin telah tahu Paris dgn Eifelnya, NY dgn patung Liberty, San Francisco dgn jembatan Golden Gate atau Sidney yang punya gedung opera model kerang. Semua bangunan diatas punya kelebihan secara arsitektur, ya ukurannya, ya unsur seninya.
Tugu pahlawan ?secara fisik dan sudut pandang arsitektur, bangunan yg mirip potlot itu saya rasa ga ada yg istimewa. . . . kecuali mungkin kita mau mengotopsi waktu dan menelusuri jejak dimasa yg lalu, tentang heroisme yg pernah ada.
Ada sbuah patung kecil kecil didepan KBS yg rasanya cukup unik. Andaikata skalanya diperbesar 10x lipat mungkin bisa jadi ikon baru.
September 3rd, 2008 at 17:29
Golek Rujak Cingur…nang genteng mas. terus nang jalan Embong opo lali..sing ono lapangan tenise.
Menu Nasi Bebek juga bisa ditawarin.
Sak jane akeh, House of Sampoerna juga bisa didatangin kok.
September 3rd, 2008 at 18:56
Rujak cingur di daerah pinggiran banyak, kok.
September 3rd, 2008 at 19:00
pasar loak demak, stadion tambaksari dengan persebaya-nya, pasar pabean dan tetangganya JMP, kya-kya china town, taman bungkul, (kandangku) Kebun Binatang Surabaya, Gedung Balai Pemuda, Sangrandi, Gedung Cak Durasim, dll…
Itu semua bagian dari ciri khas Surabaya lho… ingat, kita warga Surabaya harus mampu menjelaskan Surabaya itu sendiri…
September 3rd, 2008 at 20:53
WaduH………
SudAh bEraPA LamA Mas, Di SUrABaYA, KoK nGAk PerNaH jalaN_jAlAN WisaTA KuLInEr SurAbaYA
KlO Mau JalAn_JalAn WisATA KulINEr tAnYA duLu saMa aHlINYa…..
KlO maSaLah MakANaN, aDa baNYak, Klo LonToNg baLAp Ada LonToNg bAlAp “pAk GendUt”, di deKEtNYa BLAURAN (aQ luPa jalAn apA-An), Ada JugA di Jl. IndraPuRa (sepAnjaNG Jalan deKet DPRD JATIM).
RuJAk CiNGuR adA jUGa di Jl. PenElEH YAng uDah TErkenAL (MasuK acARAnYA pAK BONDAN) YAng SatU POrSi 40 Rb, Ato di belaKang PasaR GenTEng.
BuaT mBAk AvY, RuJAk CingUr Jl. EmbOng SawO, TApi Ngak Tau masIh bUka Apa udaH TuTUp. masaLAhnyA lapAngAN teniS EMBONG SAWO sudaH diBOngKar.
JAngAn LuPA AdA RAWON SETAN di Depan JW MARIOT (bUka Malem) tPi mahAl Om……………….
KAlAu Cari KuLIneR JAnGAn di tenGAh KoTA, aGak Ke PinggIran KoTa n JaNgan MAlu_malU MAmPir KE wAruNg PinggIr JAlAN, KarNA bIAsANYa adAnYA di PinGGir JAlaN…………
September 3rd, 2008 at 21:08
RuJAk CinGUr adA di JalAN PENELEH YAng udaH masuk acaranYA Pak BONDAn TpI harGanyA 50Rb. adA jUGa di BelakANg PasaR GentEng, TruZ di EMbOng SaWo itu aDa Yang JualAn RujAk CingUR (jualannya di warung bukan di ruko)
LonToNg BAlAP Yang KhAs LonToNg BAlAP “PAK GENDUT” udah TErkEnal darI duLu di belAKANgnya BLAURAN (AhMad DhanI sama PAk BONDAN pernah kEsaNA) aTAU di SEpAnjANg jALAn INDRAPURA deketNYa DPRD JATIM.
JAnGAn LuPA adA RAWON SETAN di Depan JW MARRIOT (dORcE JugA NyOBA) tpI mahAL tuh RaWon….. NAsi BEBEK JUgA kHAs SUrABAyA KatANyA YAng Enak di Jl. MAJAPAHIT (dEKEtNYA RAYA DARMO/seKolAH SANtA mAriA)
KlO BuDAyA Aq JuGA BInGUnG, Tau Ku tUh SAKERA sAMA MArLEnA YAng Pake’ Baju MADURA (dUlU adA PatUngNya di JEMbATAn MAYANGKARA)
TemPAt WisAtA YA JANgAN LupA kE TUGU PAHLAWAN kan Ngak aDA di MAnA-ManA. KlO kYa_kYA kaTAnYA uDah DITUTUP PEMKOT SURABAYA, trUZ KE MASJID AMPEL (MamPIr BELi GULe KAcAnG IjO samA RotI mARyAm). KOmPlEKs YAng Lain YA BALAI PEMUDA, EsKRim ZANGRadI, KBS,
daN
JanGAn LUPA KE gg. DoLLY PenYumBAng PAD TErbEsaR SuRAbaYA (BuLAn RamAdHAn TUTUP), aWaS saMA YANg PakE’ BAjU BATIK (hehehehe)
September 3rd, 2008 at 21:29
tambahan ciri khas sby ada monkasel ama cyber park (wifi di taman kota)
September 3rd, 2008 at 22:28
identitasnya sih bisa banyak,
klo dari monumen ato tugu … ada tugu pahlawan, patung suro & buaya, monumen kapal selam.
klo dari soal makanan … saya sepakat dengan rujak cingur dan lontong balap
… klo rawon itu dari daerah mana yah? kan ada rawon setan yang terkenal.
klo saya dlu yang gak pernah tau surabaya cuma kenal lewat Tunjunga Plaza … kata temen saya orang jogja … TP itu mall terbesar di Asia Tenggara (kata temen saya lho)
September 3rd, 2008 at 23:26
ada satu lagi tuh….. DOLLY (katanya sih terbesar juga di Asia Tenggara), yang jelas kalo ada teman sy dari luar jawa, minta dianterin ke sana. astagfirullah!!!!
September 4th, 2008 at 03:42
Jangan-jangan daeng yang ngajak?
&iaquo; ad-hominem
*ditimpuk*
September 4th, 2008 at 03:43
Geez, pemberian iaquo via komen gagal.
September 4th, 2008 at 07:39
saia di jakarta juga terkenal sebagai gadis beraksen medok. padahal juga nggak segitunya..
**
**bener nggak teman-teman
marjinal banget deh!
bete….. T_________________T
tapi saia tetap bangga sebagai warga surabaya!!
September 4th, 2008 at 08:24
@Arul : Yupz bener bangetz. Dolly tuh Maskot Buruk Kota Surabaya. Buruk apa baik Ya???he3x
September 4th, 2008 at 08:44
Wah..setuju. Dolli memang maskot Surabaya, tapi kalo misalnya ada orang yang nanyain pas puasa gini harus jawab apa ya? Kan Dolly pada tutup… =)
September 4th, 2008 at 10:07
saya mampir atas saran arul
asyik juga di sini
September 4th, 2008 at 10:36
ciri surabaya: ITS, UNAIR, PETRA, UBAYA, STIKOM, AWS, dan kampus keren lainnya
September 4th, 2008 at 13:40
Paling setuju ya sama medok yang parah dan umpatan yang sangat khas dan mantap: JIANCC***K…
hehehehe… tak pernah saya temui umpatan semantap punya orang surabaya.
September 4th, 2008 at 17:08
sy sendiri yg rumahny deket G-Walk bisa dihitung dg jari makan disana dalam 1 thn…, maklum lah G-Walk skrng the The New China Town in Surabaya
September 5th, 2008 at 00:20
ada yang kurang euy.
surabaya terkenal sama “panas”
panas cuacanya, panas daerah lokalisasinya
September 5th, 2008 at 04:38
Bisa mampir ke Kedai Teras saya di Dukuh Kupang Barat XX/58-60.
ada Pancake Bakar, Roti Maryam, Coffee Blended.
Entar ada juga di Office Park 1 Bukit Darmo Boulevard B1-12.
Ciri Khas gak sih..
OOT Promosi huekekekekeek…
September 5th, 2008 at 16:04
emmm nyari rujak cingur emang sulit sekarang
tapi klo cari rujak congor misuh emang gampang
kenjeran masih jadi tempat favorit di malam hari walupun banyak nyamuk
September 5th, 2008 at 16:32
Rujak cingur sebetulnya banyak kok mas…cuman ngingetin kl surabaya ini luas sekali..kl masnya cuman nyari di surabaya pusat, rasanya emang sulit. kl tari sparkling itu tari kreasi baru dari surabaya….sedangkan yg asli surabaya ya Remo.
September 5th, 2008 at 19:22
Ciri Khas Surabaya yang gak dimiliki tempat lain :
TEMPAT LAHIR DHANI ARISTYAWAN ….
[narsis_mode on]
September 5th, 2008 at 21:11
ciri khas surabaya?
apa ya? Tugupahlawan… yang lainnya adalah rasa kebersamaan… walaupun pisuh-pisuhan tapi tetap satu… Bayangkan aja gimana sich warga keturunan arab dan keturunan cina bersebelahan di daerah pasar atum dan ampel!? heheheheh itu pendapat saya aja….
September 6th, 2008 at 18:07
ya ampun… brapa lama sih kamu di surabaya?? kok ampe gak ngerti??
jangan lupakan semanggi suroboyo dunks!! ituh hanya ada di surabaya lhooo~
September 7th, 2008 at 06:20
huehh..iya beneeerr2.. suka bingung deh klo mau mudik, terus dmintain oleh2.. Ga mungkin bawa rujak cingur apa lontong balap karena pasti basi di jalan.. Jadiiii..paling ngebawain udang kering yang dari nasi udang itu..
Emang yang biasa dijadiin oleh2 khas surabaya apa si? keripik2 kaya yg djual d genteng mah dimana2 juga banyak kli..
September 7th, 2008 at 17:40
yang khas dari surabaya ya Sego Campur Tambak Bayan cedek’e tugu pahlawan. wuenak tenan!!
September 11th, 2008 at 08:42
apapun komentarnya teman2 diatas tadi saya tetep bilang yang bisa dibanggakan disurabaya adlah 1.tugupahlawan yang da mulai terkikis.2.bajir tahunan yg tak kunjung diatasi.3.kemacetan lalulintas yg semakin membanggakan.8 tahun saya tidak lihat surabaya n bulan lalu saya masuk surabaya ternyata masih sama dengan 8 tahun yg lalu tidak ada perubahan yg berarti kecuali hanya makin maraknya Mall 2 aja.
September 11th, 2008 at 08:50
ciri khas kota surabaya ………??
September 11th, 2008 at 09:08
wah banyak banget komentarnya macem-macem ya jadi seru donk.saya sudah hampir 9 tahu tidak melihat surabaya dan bulan lalu saya pulang kesurabya.dalam pikiran saya surabaya sudah banyak berubah dan saya pasti ga tau jalan.makanya saya mintak adik saya jemput saya ke bandara juanda.sewaktu dibandara saya merasa bener pikiranku diatas.setelah bandara juanda yang cantik itu.tapi setelah masuk kota surabaya saya jd terdiam 1000 kata lo ternyata semuanya biasa saja seperti 8 tahun yg lalu.saya cuma melihat mall baru saja yang menghiasi kota kita itu.jadi kalo gitu coment saya masih seperti 8 tahun lalu yaitu yang terkenal disurabaya itu 1.tugupahlawan yang da mulai terkikis karna kurangnya perhatian dari putra2 surabaya dan yg lain2 pokoknya ga ada yg mau pedulikan deh.2.banjir tahunan yg selalu melanda jalan – jalan protocol dan tidak pernah dicarikan solusi oleh pemerhati banjir.3.kemacetan lalulintas yang semakin memusingkan pengendara becak .
September 14th, 2008 at 13:15
Menurutku yo kata wajibe arek Suroboyo iku
yo 1. JAN**K
Mesti diucapno bah iku ngamuk, kaget, seneng, karo nyelok konco akrab.
Kata2 kategori brutal nan manteb liane :
2. GA*EL
3. KON**L
4. A*U
5. TEM**K
6. BAW*K
7. JEM**T
October 4th, 2008 at 16:01
Banyaknya masukan tentang tempat2 kuliner favorit di
Surabaya bisa dipetakan tuh oleh TPC agar gak bingung kalo lain kali ada tamu lagi.
Semoga……….
October 31st, 2008 at 17:00
[...] Tags: surabaya [...]
November 3rd, 2008 at 16:05
Surabaya TOP karena panas. Hehe. kok ga ada Hi tech mall ya di sini.
November 11th, 2008 at 07:28
gobloke raimu..
suroboyo ga nduwe panggon hiburan sing biasa..
ajaken nang dolly ae gapopo..
ajaken kumpul karo arek2 suroboyo yo malah enak ben areke ngerti opo iku surboyo
November 25th, 2008 at 19:05
Iya ya…
Kalau menurut saya ciri yang paling khas dari Surabaya adalah misuh-misuhnya itu.
Mantapz
December 10th, 2008 at 02:24
hmm…ludruk srimulat pun udah mulai dilupakan
December 24th, 2008 at 04:19
yg khas surabaya ya itu
“cok” diakhir kalimat
hwhwhwhwhw
January 5th, 2009 at 08:33
aku kasih info sedikit kalau ada temanmu dari luar kota, coba ente ajak ke daerah sasak, khm mansyur kawasan arab, mulai dari ujung sampai ujung, banyak restoran khas arab, makanan khas arab, apalagi kalau malem, ramai betul. nasi kebuli, nasi goreng jawa, gule, kebab, martabak, soto madura, sate kambing, kambing oven, roti maryam, pukis, sambosa, pastel dsbnya.semuanya murah dan terjangkau dibandingin ama yg di mall2, coba deh!
January 5th, 2009 at 14:09
kita emang tidak bisa lepas dari logat c*k hahaha Merdeka
May 5th, 2011 at 11:27
aq dapet tugas buat merancang mini cafe dengan tema surabaya,,
tp kok bingung ya kalo cirinya cuma makanan sama misuh………