Rokok Melbu Sekolah dan Kampus

Baru-baru ini banyak sekali acara pentas musik yang diselenggarakan oleh kampus atau sekolah dan berlangsung dengan meriah. Sayangnya, acara-acara tersebut disponsori oleh perusahaan rokok. Sangat ironis sekali kampus dan sekolah yang mestinya dijadikan tempat mencari ilmu beralih fungsi menjadi tempat promosi rokok. Mungkinkah kampus atau sekolah telah dijadikan ladang komersial bagi perusahaan rokok?

Masih banyak hal yang dapat dilakukan oleh kampus atau sekolah untuk mencari pemasukan dan sponsor. Tidak harus menggunakan sponsor dari perusahaan rokok, sehingga kampus atau sekolah harus menyediakan tempat untuk menaruh iklan produk rokok tersebut. Kampus atau sekolah dapat juga mencari sponsor dari toko buku, komputer atau yang lainnya.. Pokoknya jangan cari sponsor yang bertolak belakang dengan tujuan dari didirikan kampus dan sekolah. Seandainya pihak kampus atau sekolah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk melobi dan mencari sponsor, pasti banyak perusahaan yang tertarik menjadi sponsor acara tersebut. Mestinya, kampus atau sekolah lebih selektif dalam mencari sponsor. Jangan asal dapet duit banyak lantas disetujui saja perusahaan rokok jadi sponsor dan mengiklankan produknya di sekolah dan kampus.

28 Responses to “Rokok Melbu Sekolah dan Kampus”

  1. DrGa :

    that’s right!
    Mungkin alsan dana-lah yang menjadikan mereka berani memakai sponsor rokok.Tapi toh tetap saja perbuatan tersebut tidaklah tepat

  2. Anang :

    ya begitulah.. rokok itu seperti pisau bermata dua.. ga dibutuhkan karna merusak kesehatan tapi dibutuhkan karna penyumbang pajak terbesar selama ini..

  3. Ning Chiw :

    ah, menurutku seh, babahno lah… setidaknya, selain mbikin penyakit, mereka ada gunanya juga… ngono se…

    meskipun aku dewe yo ra seneng cak, asline akeh rokok dadi sepongsor™ kegiatan, duduk kegiatan kampus thok se… yo kabeh kegiatan.

  4. cempluk :

    ya gmana lagi coba, ketika sebuah institusi atau organisasi butuh sponsor dengan dana bejibun utk ngadain acara gede, cuma rokok yg mampu menjawab nya..So ?? ditolak ?? yg penting kita gak ngerokok..lak ngono seh cak ?

  5. nFath :

    asline yo ndak apa” saia sejaritelunjuk dengan om cempluk, tapi emang klo ada acara seperti demikian lagi, khususnya buat dilingkungan kampus/sekolah, ato acara” lain yang bersifat publik (dalam artian attendant-nya dari berbagai usia), harusnya diimbangi semangad kampanye “sehat” dari penyelenggara. At least ada usaha dari pihak panitia buat sedikit mengedukasi pengunjung bahwa ngerokok itu ndak ada baik-baiknya sama sekali!!! (lho khan saia kebawa emosi). Maaf, klo ada yg ngerokok, no offense meaning, just trying to protect those untouched-by-ciggaretes saja kok ^ ^.

    Sejauh sing aq tahu seh ndak ada dalam kontrak sponsor™ klo kita gak boleh kampanye sehad selama acara, bukan begitu bukan?!? (ya gomen, maap klo salah, secara saia dulu seringnya dapet bagian bersih-bersih dan ndekor).

    CMIIW

  6. yuki :

    yang susah, kalo mau cari sponsor dari produk kesehatan. karena yang saya tau dulu pas masih kuliah, justru paling gampang memang nyari sponsor dari udud, karena mereka lebih gampang keluar duit. Cuma yaa itu, kompensasinya kita jadi pasang iklan mereka dimana-mana

  7. Mdgila :

    Saya anggota “DILARANG MEROKOK” :)
    (Maksudnya, saya bukan perokoko gitu)

    Sebenarnya, meski ‘pihak’ mereka banyak duit dan sangat empuk sbg lahan tunggal penyumbang dana panitia terbanyak, masih banyak cara kok yang bisa ditempuh dgn ‘mem-blacklist’ mereka.

    Sekolah2 yang pensinya selalu SERU, macem Tarki (tarakanita) dan PL (pangudi Luhur) Jakarta, semnua juga udah ogah sama ROKOK.

    Bisa kok pakai sponsor, dunia otomotif atau malah mereka biasanya gandeng, pabrikan softdrink sbg sponsor tunggal (Fruit tea)

    Ohya, banyak sekolah2 lokal juga sudah menerapkan sistem anti rokok dalam acara sekolahan. Beberapa diantaranya, di Malang dan Jember…..

    Jadi semua tergantung apa kata panitia, mata duitan…ato mata kesehatan (maksudnya mentingin kesehatan) hehehehe

    peace…
    mdgila.blogspot.com

  8. aRuL :

    berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2003 tentang Pengamanan Rokok bagi Kesehatan (lengkapnya search aja di internet). ada 4 point dari pasal itu saya mau ambil

    1. Pasal 2 point b BAB II ttg penyelenggaraan Pengamanan Rokok,
    b. melindungi penduduk usia produktif dan remaja dari dorongan lingkungan dan pengaruh iklan untuk inisiasi penggunaan dan ketergantungan terhadap rokok.

    2. pasal 3
    “Penyelenggaraan pengamanan rokok bagi kesehatan dilaksanakan dengan pengaturan :
    a. kandungan kadar nikotin dan tar;
    b. persyaratan produksi dan penjualan rokok;
    c. persyaratan iklan dan promosi rokok;
    d. penetapan kawasan tanpa rokok. ”

    3. Kawasan Tanpa Rokok, Pasal 22
    “Tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja dan tempat yang secara spesifik sebagai tempat proses belajar mengajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah dan angkutan umum dinyatakan sebagai kawasan tanpa rokok”

    4. Pasal 1 point 11 tentang pengertian Kawasan tanpa Rokok
    “Kawasan tanpa rokok adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan produksi, penjualan, iklan, promosi dan/atau penggunaan rokok”

    Berdasarkan point2 yang di atas dapat disimpulkan bahwa kampus dapat diartikan sebagai tempat belajar mengajar (lihat pasal 22) sebagai kawasan tanpa rokok (berdasarkan pasal 1 ttg pengertian kawasan tanpa rokok) yang sesuai pasal 3 tempat pengamanan rokok bagi kesehatan.

    So? siapa yang telah ternyata melanggar Peraturan Pemerintah?

  9. henri :

    aku dulu perokok berat..(syukur bisa berhenti :D) awal mulanya ngrokok ya dirayu mbak-mbak SPG yang sekseh di event-event seperti itu :D

  10. cempluk :

    # aRul : tekan ngendi kuwi pasal2 e, eling arek hukum :p

  11. evelynpy :

    Waduh masalahnya memang perusahaan rokok yang paling tidak pelit dalam mencarikan uang untuk sponsorin suatu event, tidak seperti perusahaan lainnya.
    Lalu yang kedua perusahaan rokok adalah perusahaan yang paling banyak dosa karena banyak membunuh orang, jadi karena banyak dosa itu lah mereka nggak segan-segan untuk memberikan uang sponsor pada suatu event. Bahkan rokok sekelas gudang garam memberikan sponsor atlet dalam bentuk beasiswa * atlet bulutangkis*.
    Nah ini bukan suatu fenomena yang bari sebenernya, tapi ambil sisi positifnya aja bahwa selain mendapatkan untung mereka juga mendapatkan beban karena semakin banyak berbuat dosa, maka itulah mereka berbuat baik dengan suatu kedok dalam dunia marketing yaitu ambil profit juga!

    HARI GINI SELAIN PERUSAHAAN ROKOK YANG MAU KASIH UANG BESAR DAN MUDAH SIAPA LAGI? MASA KITA MAU RELA UNTUK NOMBOK? NGGAK KAN?

  12. Ardian :

    Mestinya sekolah2 ga pakai sponsor dari produk2 rokok, lebih baik kan event2 sekolah disponsori oleh Blogger2 terkenal gitu… ^.^ Ato di sponsori oleh blog provider seperti BLoger, WordPress, Multiply, dll.

    Kan enak klo sponsornya gitu, bisa internetan gratis ^^ Sapa tau dikasih domain ato hostingan gratis ^^ LUmayan

  13. JieWa Nakamura :

    Hey hey.. gaji gw dari batang2 nikmat itu lho :P
    Waduh, takut komen nih.. ntar ga bisa objective haha..

    Intinya, kampus & Perusahaan Rokok sama2 punya hubungan yg saling membutuhkan. Kampus butuh pendanaan. Perusahaan rokok juga melihat pangsa pasar mereka sangat besar di segmen anak kuliahan.

    Tapi ada juga univ yg komit & menerapkan policy ketat anti rokok seperti UK Petra, tempat kuliahnya Eve :)

  14. Edi Psw :

    Memang seharusnya lembaga-lembaga pendidikan
    dijauhkan dari produk2 yang merusak masa depan
    anak muda.

    Banyak ruginya ketimbang untungnya.

  15. nico :

    tapi memang bagaimana pun juga, kemaren saya membaca di sebuah situs yang mengatakan bahwa 95% pajak terbesar didapat dari sektor industri ini. lalu jika tidak ada generasi penerus perokok Indonesia tidak akan mendapatkan penghasilan….he2x bener gak?

    tapi di sisi lain, jumlah perokok yang terus meningkat juga tidak baik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. dengan kata lain memang bangsa ini perlu meng-”ekspansi” sumber pendapatannya. Uppss….kagak nyambung nich…

  16. gempur :

    waduh.. dari kemarin saya menahan diri untuk tidak komen, tapi gak betah juga. Saya perokok berat, jujur aja dan sejujurnya pula itu kecelakaan sejarah dalam hidup saya.. Kini saya belum bisa menghentikannya..

    Oke, terlepas dari saya seorang perokok, kita tak bisa mungkir, bahwa kontribusi industri ini untuk pendidikan terutama olahraga sungguh sangat besar. sepak bola, buku tangkis, volley dan lainnya sangat tergantung dari kepedulian industri ini. Terlebih, berapa ratus ribu karyawan yang bergantung hidupnya dari indistri ini.

    Jika kita menginginkan industri ini dihapus, paling tidak yang perlu dipikirkan adalah “pengganti kontribusi” industri rokok bagi kelangsungan hidup olahraga dan bidang lainnya yang bergantung pada industri ini serta ratusan ribu karyawannya. Baru masalah ini akan selesai.

    Solusinya,
    1. Habisi korupsi, nasionalisasi aset2 asing yang merampok negeri ini di mana kita bangga jadi pegawai2nya dengan gaji puluhan juta sementara rakyat sekitarnya tetap merana dan sengsara,

    2. Siapkan industri dalam negeri beserta infrastrukturnya untuk menampung ratusan ribu karyawan pabrik rokok. dan yang jelas pasarnya sudah ada

    3. Tagih pajak ke para penunggak pajak, agar tak hanya industri rokok saja yang jadi andalan pemasukan pembangunan dari sektor pajak.

    Aduuuuh.. capek deeeehhhh!

  17. gempur :

    @ Anas : Awakmu nggarai aku mikir ae.. laen kali postingan jangan membuat aku sengsara dong! :-) Gara-gara rokok thok!

  18. aRuL :

    @ cempluk : itu aturan dari Peraturan Pemerintah loh.

    @ semua : sudah jelas koq ada aturan rokok dalam peraturan pemerintah, so mestinya ditegakkan. Petra salut sudah mengikuti aturan itu.

  19. evelynpy :

    Ya iyalah.
    Petra gitu lho!
    Tapi kadang bikin susah juga, soalnya kalau lagi mentok dana justru perusahaan rokok yang mau nawarin ke kita, eh… tapi rektor nggak mau!
    Sebel deh, jadi pihak anak sponsorship langsung nyut2 kepalanya

  20. STR :

    Eh, sing bener iku “MELBU” opo “MLEBU” toh??

  21. pandu :

    Huff… untung selama saya di SMA, sekolahku ga pernah nyari dana dari rokok. :cool:

  22. yuki :

    tempatnya om Jie tu yang paling banyak jadi sponsor tuh…heheeh!!!

  23. STR :

    @ yuki: oya? om jie punya pabrik rokok yah?

  24. yuki :

    lho, belum tau? coba deh tanyakeun. tapi jangan terang-terangan disini, malu dia…hehehe!

  25. JieWa Nakamura :

    Pabrik rokok “Jie Sam Soe” kekeke..
    Gosip itu mah, lha wong orang gajian kok.

  26. deteksi :

    ROKOK MASUK SEKOLAH DAN KAMPUS?
    IIIIHHHHHHH JIJAY!!!
    *wekekekekeke…*

  27. deteksi :

    STR { Eh, sing bener iku “MELBU” opo “MLEBU” toh?? }

    mlebu yo entuk, melbu yo gak popo..
    (center vs centre)

  28. andremotion :

    rokok melbu???
    rokok Melburu yoo… :D

Leave a Reply