<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TUGUPAHLAWAN.COM &#187; gempur</title>
	<atom:link href="http://tugupahlawan.com/author/gempur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tugupahlawan.com</link>
	<description>Komunitas Blogger Surabaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 May 2012 23:40:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Surabaya Macet?</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/4027/surabaya-macet/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/4027/surabaya-macet/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2010 16:15:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gempur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cangkrukan]]></category>
		<category><![CDATA[Lalu-lintas]]></category>
		<category><![CDATA[Mbangun Tugu]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[lalu-lintas surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya macet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=4027</guid>
		<description><![CDATA[Nulis babagan suroboyo macet iku gak gampang rek! inguk'en dhiluk ae, wocoen rodhok jenak thithik, maringono komen sing nguawur sak karepmu, la wong critane mung pengen awakmu dulur-dulurku kabeh mbalik mampir nang tugupahlawan.com hehehehe]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Surabaya sebagai kota terbesar Indonesia kedua setelah kota Jakarta tentunya memiliki sejumlah resiko yang hampir sama dengan kota-kota besar lainnya di Asia bahkan dunia. Problematika sosial bermunculan di sana-sini seiring dengan tumbuh-kembangnya Surabaya menjadi kota metropolitan menuju megapolitan. Ada banyak persoalan yang menjadi pekerjaan rumah warga kota Surabaya dan tak hanya melulu pekerjaan Pemerintah Kota Surabaya yang getol-getolnya membangun infrastruktur di berbagai wilayah. Salah satu pekerjaan rumah yang tak kunjung selesai selain banjir adalah kemacetan. Pertumbuhan penduduk Surabaya yang rasio antara angka kelahiran dan angka kematian pada 2003 di kisaran 0,6 persen jelas membutuhkan penanganan serius dari pihak terkait. Belum lagi angka pertumbuhan pendatang setiap tahunnya yang tidak terpantau ditambah jumlah pendatang (warga luar surabaya yang bekerja di Surabaya) setiap harinya yang disinyalir mencapai angka 2-3 juta jiwa.</p>
<p><span id="more-4027"></span>Di sisi lain, kebijakan transportasi yang dirasa belum memberikan solusi terbaik bagi kenyamanan bertransportasi warganya. Bagaimana tidak nyaman,<em> lha wong</em> salah satu produsen motor terkemuka berani mengempelkan stiker di setiap motor baru keluarannya kalau produksinya telah tembus di angka 25.000.000. Itu baru satu produsen motor, sementara ada paling tidak 7 produsen motor yang banyak digunakan masyarakat Indonesia. Di Surabaya sendiri, berdasarkan data Dinas Perhubungan Kota Surabaya menyebutkan data bahwa pada tahun 2006 ada sekitar 928.686 unit. Data tersebut sudah 4 tahun yang lalu, bagaimana data 2010?</p>
<p>Sementara itu, ketersediaan infrastruktur jalan yang dalam hal ini penambahan ruas jalan tidak sebanding dengan pertumbuhan angka kendaraan. Kondisi ini diperparah dengan karut marutnya transportasi publik yang dalam sebuah diskusi yang diadakan Dewan Kota Surabaya ditemukan fakta bahwa <em>master plan</em> transportasi publik masih menjadi polemik yang belum terpecahkan.</p>
<p>Apa dampak yang ditimbulkan? Kemacetan dan ketidaknyamanan bertransportasi.</p>
<p>Lantas, solusi apa yang pantas dan layak diupayakan agar kemacetan dan kenyamanan bertransportasi bisa terwujud? Setidaknya ada 2 ssisi penyelesaian yang bisa diupayakan, antara lain:</p>
<p>Sisi pemegang kebijakan yang dalam hal ini Pemerintah Kota Surabaya:</p>
<ol>
<li>Adanya cetak biru transportasi yang disepakati bersama antarinstansi pemerintah terkait di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya yang melibatkan organisasi transportasi publik Surabaya dan pihak-pihak yang terkait. Lebih spesifik, ketersediaan sarana angkutan publik yang murah, aman dan nyaman bagi warga Kota Surabaya.</li>
<li>Perbaikan dan perluasan jalan yang mampu menampung alat tranportasi. Dalam hal ini, penulis sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya dengan langkah nyata pembangunan Kota Surabaya yang salah satunya adalah perluasan fungsi sungai atau kali menjadi jalan raya dengan mengganti aliran sungai yang ada dengan <em>box culvert</em> yang di atasnya dijadikan jalan raya.</li>
<li>Adanya kebijakan berupa Peraturan Daerah yang membatasi pertumbuhan kendaraan motor pribadi. Meski kontraproduktif dan kurang populer, tapi harus ada regulasi yang jelas tentang pembatasan kendaraan bermotor pribadi, karena selain menguntungkan pengguna jalan juga menurunkan konsumsi BBM yang jelas berdampak pada lingkungan yang semakin bersih dari polusi. Pemerintah harus mengambil resiko dengan menurunnya pendapatan daerah dari pajak kendaraan bermotor daripada harus menanggung beban biaya ekonomi, sosial dan budaya akibat kemacetan. Apalah artinya pendapatan besar jika pengeluaran anggaran untuk penanggulangan permasalahan ekonomi, sosial dan budaya yang ditimbulkan kemacetan tak kalah besarnya, bahkan biaya pengeluaran lebih besar daripada pendapatan merupakan sebuah keniscayaan.</li>
<li>Adanya fasilitas parkir bagi kendaraan luar kota yang terhubung dengan sarana transportasi publik dalam kota, biasa disebut dengan <a title="Park and Ride" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Park_and_ride" target="_blank">Park and Ride</a>. Meski sudah ada beberapa titik lokasi yang menyediakan fasilitas ini, seperti Terminal Bungurasih, tapi masih belum optimal keberadaan dan penggunaannya. Diharapkan pekerja yang datang dari luar Surabaya dapat memarkir kendaraannya di pinggiran kota dan masuk ke dalam kota menggunakan transportasi publik yang ada.</li>
</ol>
<p>Sisi warga Kota Surabaya, antara lain:</p>
<ol>
<li>Kesadaran untuk lebih mengutamakan menggunakan transportasi publik daripada menggunakan transportasi pribadi. Meski sulit, tapi menjadi sebuah keniscayaan bilamana kesadaran akan kenyamanan bertransportasi melekat dan tertanam secara perlahan pada diri warga Kota Surabaya. Dan ini harus dimulai dari pejabat dan pegawai instansi publik dan pemerintahan untuk menjadi contoh keteladanan warganya.</li>
<li>Kembali menggunakan sepeda bagi mereka yang bepergian dengan jarak dekat. Jelas ini merupakan tantangan berat bagi masyarakat yang sudah terlanjur dimanjakan dengan akses yang serba instan dan mudah termasuk penulis sendiri.</li>
<li>Menurunkan standar sosial nilai bahwa naik motor/mobil pribadi itu bukanlah &#8220;barang mewah&#8221; yang pantas untuk dibanggakan, butuh sinergi antar banyak pihak untuk mengubah tatanan nilai yang sudah terlanjur tertanam di masyarakat.</li>
<li>Kesadaran untuk mendisiplinkan diri sendiri selama berkendaraan di jalan raya menjadi mutlak diperlukan agar tercipta suasana dan situasi berkendaraan yang tertib dan nyaman. Tidak sedikit pelanggaran terjadi akibat kurang disiplinnya pengguna jalan yang bisa berdampak pada ketidaknyamanan pengguna jalan lainnya. Untuk yang satu ini, penulis sering mendapati pengalaman menjengkelkan, di mana lampu lalu lintas yang hijau di kejauhan sudah menunjukkan detik yang hampir saja memasuki tanda lampu kuning. Tentunya saya mengurangi laju kecepatan, tapi parahnya, motor di belakang saya membunyikan klaksonnya berulang-ulang isyarat saya diminta memutar gas kencang-kencang. Pada kesempatan lain, saya terpaksa memalingkan muka ke belakang sambil menunjuk pada tiang lampu lalu lintas yang bertuliskan &#8220;Belok Kiri Mengikuti Lampu&#8221; dan berteriak: &#8220;Tau sekolah, Gak!!! Wocoen iku..!!!&#8221;. Kesabaran saya habis karena pada saat lampu merah tentunya saya berhenti dan mematuhi rambu-rambu yang ada, tapi pengendara motor di belakang saya membunyikan klakson saya berulang-ulang tanda saya diminta untuk terus ke kiri. Jika di tiang lampu lalu lintas itu bertuliskan &#8220;Belok Kiri Langsung&#8221; tentunya saya akan terus melaju meski lampu merah, <em>lha </em>ini jelas beda tulisannya <em>loh</em>!. Masih banyak pengalaman-pengalaman lainnya tentang tidak disiplinnya pengguna jalan di Surabaya.</li>
</ol>
<p>Masih banyak yang harus dituliskan, tapi tulisan ini sudah terlalu panjang untuk dikonsumsi dan lagi ini sudah memakan waktu 2 jam menuliskannya. Sebagai blogger setengah tidak serius, adalah sebuah berkah ramadhan bisa menulis sepanjang ini. Sambil menunggu komentar serius maupun setengah tidak serius atau bahkan sangat tidak seirus mampir ke tulisan ini, saya <em>tak menikmati cengar-cengir dhewe ambek nggumun: &#8220;kok isok aku nulis dhowo koyok ngene, yo..!!!&#8221;</em> <img src='http://tugupahlawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/4027/surabaya-macet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Blogger Istiqomah</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/3982/menjadi-blogger-istiqomah/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/3982/menjadi-blogger-istiqomah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 22:13:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gempur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cangkrukan]]></category>
		<category><![CDATA[Mbangun Tugu]]></category>
		<category><![CDATA[blogger istiqomah]]></category>
		<category><![CDATA[blogger rajin menulis]]></category>
		<category><![CDATA[blogger rajin nge-blog]]></category>
		<category><![CDATA[mbangun tugu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=3982</guid>
		<description><![CDATA[Berupaya kembali menjadi blogger istiqomah. Menandai diri untuk kembali aktif mencintai tugu pahlawan [dot] com dalam bentuk asli dan asalnya. yup, dulu mencintai secara pasif]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjadi blogger bukanlah pekerjaan mudah, jika ditilik dari pekerjaan menulis secara professional dengan memperhatikan kaidah-kaidah penulisan jurnalistik yang kemudian bisa disebut sebagai <em>Citizen Journalism</em>. Bahkan, sekadar menulis curhatan pun juga bukan pekerjaan yang mudah mengingat seringkali terjadi benturan-benturan kecil, pertentangan-pertentangan kecil dalam situasi batiniah sang blogger yang berujung pada pembatalan untuk menuliskannya.</p>
<p>Tapi, bisa juga pekerjaan <em>mblogger</em> itu pekerjaan yang sangat mudah, apabila sang blogger tak lagi mempertentangkan antara idealisme-nya tentang blognya yang harus begini dan begitu, harus ini dan itu. Artinya tak ada standar ideal tentang &#8216;rumah maya&#8217;-nya tersebut, <em>just write</em>. Terlebih tak ada riskan, malu dan takut bagi mereka yang terbiasa meluangkan isi hatinya melalui blog seperti halnya yang jamak dilakukan di <em>facebook</em>. Yup, bagi yang seperti ini <em>blogging just like facebook status updating</em>. Belum lagi kemudahan yang ditawarkan oleh beberapa situs aplikasi sosial yang memberikan kemudahan yang dengan satu<em> short message service</em> (sms) via telepon genggam langsung meng-update ke blog, facebook, twitter, flickr dan lain-lain.</p>
<p>Artinya, betul kata <a title="Deteksi" href="http://deteksi.info" target="_blank"><strong><em>mas</em></strong></a><strong><em> </em></strong><a title="Deteksi" href="http://budiono.net" target="_blank"><strong><em>deteksi</em></strong> </a>bahwa <em>mblogging</em> itu sangat mudah dan itu dilakukan di banyak blognya, terlebih <a title="Anangku bukan Anangmu Apalagi Anang mereka" href="http://anangku.blogspot.com" target="_blank"><em><strong>sang nabi blogger Anangku</strong></em></a> yang terbukti beliau rajin menulis di blog-nya yang kini telah mencapai ratusan artikel bahkan puluhan tulisan sudah ada di-<em>draft </em>dan siap di-<em>publish</em>.  Juga dengan apa yang sering diaplikasikan oleh <a title="Gajah Pesing" href="http://gajahpesing.net" target="_blank"><em><strong>mas gajah pesing</strong></em></a> yang dengan sekali kirim via blackberry dan HP setengah jadul-nya itu bisa langsung memperbarui konten blog, facebook, twitter-nya setiap hari. Semua berpulang kembali pada diri pribadi masing-masing individu blogger.</p>
<p>Saya sendiri belajar dari para blogger senior TPC yang tanpa lelah di sela kesibukan bisnis mereka masih selalu masih aktif  penuh dedikasi menjadikan diri mereka &#8216;blogger istiqomah&#8217; tanpa mereka sadari. Masih banyak &#8216;blogger-blogger istiqomah&#8217; di luaran sana dengan kualitas dan dedikasi yang penuh warna yang bisa dijadikan model percontohan untuk kemudian disikapi dan diseriusi lantas ambil posisi sesuai karakter dan jati diri masing-masing. Sehingga terbentuklah &#8216;Saya&#8217;, &#8216;Anda&#8217; yang eksis dan teguh memilih jalan menjadi &#8216;blogger istiqomah&#8217;.</p>
<p>*menandai diri untuk kembali aktif mencintai tugu pahlawan [dot] com dalam bentuk asli dan asalnya. yup, dulu mencintai secara pasif*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/3982/menjadi-blogger-istiqomah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peran Strategis Komunitas Blogger Menuju Komunitas ASEAN 2015 [BAG. 3]</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/3747/peran-strategis-komunitas-blogger-menuju-komunitas-asean-2015-bag-3/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/3747/peran-strategis-komunitas-blogger-menuju-komunitas-asean-2015-bag-3/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 May 2010 23:56:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gempur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cangkrukan]]></category>
		<category><![CDATA[Mbangun Tugu]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=3747</guid>
		<description><![CDATA[FUNGSI DAN PERAN STRATEGIS BLOGGER Blogger dengan media blog sejatinya adalah senjata yang sangat ampuh bagi siapa saja yang ingin memaanfaatkan, keampuhan blogger dan komunitasnya bisa dilihat dari beberapa pengalaman menakjubkan di beberapa negara. Sebut saja peran blogger Filipina yang mampu menggerakkan massanya melakukan demonstarsi besar-besaran mengkritisi kebijakan pemerintah Filipina. Juga peran besar blogger Malaysia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FUNGSI DAN PERAN STRATEGIS BLOGGER</strong></p>
<p>Blogger dengan media blog sejatinya adalah senjata yang sangat ampuh bagi siapa saja yang ingin memaanfaatkan, keampuhan blogger dan komunitasnya bisa dilihat dari beberapa pengalaman menakjubkan di beberapa negara. Sebut saja peran blogger Filipina yang mampu menggerakkan massanya melakukan demonstarsi besar-besaran mengkritisi kebijakan pemerintah Filipina. Juga peran besar blogger Malaysia mendukung kembalinya Anwar Ibrahim ke panggung politik. Dalam banyak aspek, gerakan moral yang dilakukan oleh blogger di dunia maya sangat efektif mempersuasi publik.</p>
<p><span id="more-3747"></span>Melihat beberapa pengalaman blogger di tempat lain dan melihat kembali referensi kasus di atas serta sedikit mempelajari <em>socio-cultural community</em> ASEAN, penulis bisa menyimpulkan fungsi dan peran strategis yang bisa dilakukan oleh blogger yang antara lain:</p>
<p><em>Pertama,</em> fungsi dan peran sosialisasi, pemerintah selaku pemegang otoritas secara proaktif melakukan sosialisasi kepada rakyatnya salah satunya dengan melibatkan komunitas blogger sebagai mitra wicara. Blogger sendiri turut serta berpartisipasi aktif melalui tulisan-tulisannya di dunia online menyampaikan apa yang telah dicapai oleh pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan rakyatnya melalui Piagam ASEAN <em>(ASEAN CHARTER).</em></p>
<p><em>Kedua,</em> fungsi dan peran kontrol, blogger dan komunitasnya dapat memainkan fungsi dan peran kontrol atas kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah terkait dengan kebijakan-kebijakan dan langkah-langkah teknis menuju komunitas ASEAN 2015.</p>
<p><em>Ketiga,</em> fungsi dan peran mediasi, banyaknya kasus terkait hubungan antarnegara Asia Tenggara yang menimbulkan gesekan-gesekan di masyarakat, blogger secara aktif melalui tulisannya dapat turut serta menjadi mediator mencapai penyelesaian masalah.</p>
<p><em>Keempat,</em> fungsi dan peran akselarasi, blogger dan komunitasnya dapat secara proaktif mencari dan berkreasi melakukan upaya-upaya terobosan yang bersifat kosntruktif untuk memuluskan jalannya kebijakan pemerintah menuju komunitas ASEAN 2015. Banyak sektor yang bisa digarap dan membutuhkan banyak pihak yang dilibatkan, blogger salah satunya dapat memainkan fungsi dan peran tersebut.</p>
<p><strong>KESIMPULAN</strong></p>
<p>Penulis menyerahkan sepenuhnya pembaca untuk menyimpulkan sendiri <img src='http://tugupahlawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>(sangat mohon maaf, jika tulisan ini harus saya perpendek, hanya untuk memudahkan &#8230; <img src='http://tugupahlawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/3747/peran-strategis-komunitas-blogger-menuju-komunitas-asean-2015-bag-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peran Strategis Komunitas Blogger Menuju Komunitas ASEAN 2015 [BAG. 2]</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/3745/peran-strategis-komunitas-blogger-menuju-komunitas-asean-2015-bag-2/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/3745/peran-strategis-komunitas-blogger-menuju-komunitas-asean-2015-bag-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 May 2010 23:06:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gempur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cangkrukan]]></category>
		<category><![CDATA[Mbangun Tugu]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=3745</guid>
		<description><![CDATA[MENCOBA MEMAHAMI PIAGAM ASEAN (ASEAN CHARTER) Merujuk ke wikipedia, “Piagam ASEAN adalah anggaran dasar bagi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Dokumen ini telah diadopsi pada KTT ASEAN ke-13 di Singapura, November 2007 dan mulai berlaku sejak 15 Desember 2008. Secara formal, rencana pembuatan draf dicanangkan pada KTT ASEAN ke-11 pada bulan Desember 2005 di Kuala [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MENCOBA MEMAHAMI PIAGAM ASEAN <em>(ASEAN CHARTER)</em></strong></p>
<p>Merujuk ke wikipedia,</p>
<p style="padding-left: 30px;">“<strong>Piagam ASEAN</strong> adalah anggaran dasar bagi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Dokumen ini telah diadopsi pada KTT ASEAN ke-13 di Singapura, November 2007 dan mulai berlaku sejak 15 Desember 2008.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Secara formal, rencana pembuatan draf dicanangkan pada KTT ASEAN ke-11 pada bulan Desember 2005 di Kuala Lumpur. Kemudian, sepuluh tokoh penting ASEAN dari masing-masing negara anggota (disebut ASEAN Eminent Persons Group; Indonesia diwakili oleh Ali Alatas) ditunjuk untuk merumuskan sejumlah naskah rekomendasi bagi piagam ini. Pada KTT ASEAN ke-12 di Cebu, Filipina, Januari 2007, beberapa proposal dasar dipaparkan ke publik. Pada saat yang sama, para pemimpin ASEAN bersepakat untuk membentuk &#8220;tim kerja tingkat tinggi untuk merumuskan Piagam ASEAN&#8221; yang beranggotakan sepuluh utusan tingkat senior pemerintah masing-masing. Tim ini bertemu 13 kali selama 2007. Dalam proses ini kebijakan &#8220;tidak campur tangan&#8221; (&#8220;non-interference policy&#8221;) yang menjadi ciri khas ASEAN tidak ditekankan lagi dan diusulkan pula pembentuk badan urusan HAM.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Naskah Piagam ASEAN telah disepakati tahun 2007 di Singapura dengan ditandatangani oleh semua kepala pemerintahan negara-negara anggota. Agar Piagam ASEAN yang pertama kali ini berlaku mengikat, telah disepakati bahwa kesepuluh negara anggota harus meratifikasinya sebelum pelaksanaan KTT ASEAN ke-14 di Chiang Mai, Thailand. Piagam ini baru akan berlaku 30 hari setelah &#8220;Instrumen Ratifikasi&#8221; ke-10 diserahkan kepada Sekretaris Jenderal ASEAN (Dr. Surin Pitsuwan).</p>
<p style="padding-left: 30px;">Sejak tanggal 21 Oktober 2008 semua negara anggota telah meratifikasi piagam ini.”</p>
<p>Mencoba membaca secara singkat perjalanan ASEAN CHARTER di atas dan Dokumen Piagam ASEAN (bisa dibaca di ASEANSEC.ORG, <a href="http://www.aseansec.org/AC-Indonesia.pdf">http://www.aseansec.org/AC-Indonesia.pdf</a>), ASEAN CHARTER atau Piagam ASEAN ini merupakan sebuah terobosan yang luar biasa. Tak hanya kumpulan negera-negara se-Asia Tenggara yang bersifat longgar tak mengikat, tapi menjadi sebuah organisasi berbadan hukum dengan keputusan-keputusan yang mengikat anggotanya yang diharapkan benar-benar mampu menjadi kekuatan besar di tingkat internasional dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan rakyat anggotanya.</p>
<p>Ada 3 pilar Piagam ASEAN (ASEAN CHARTER) yang antara lain:</p>
<ol>
<li>ASEAN Policy-Security Community</li>
<li>ASEAN Economic Communty</li>
<li>ASEAN Socio-Cultural Community</li>
</ol>
<p>Membahas ketiganya jelas bukan jangkauan wilayah penulis, sedikit saja dari pilar ketiga tentang komunitas sosial budaya ASEAN akan coba diurai. Menilik dari tujuan utama pilar ketiga yang berbunyi:</p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>The primary goal of the ASCC is to contribute to realising an ASEAN Community that is people-centred and socially responsible with a view to achieving enduring solidarity and unity among the nations and peoples of ASEAN by forging a common identity and building a caring and sharing society which is inclusive and harmonious where the well-being, livelihood, and welfare of the peoples are enhanced.</em> [<a href="http://www.aseansec.org/5187-19.pdf">http://www.aseansec.org/5187-19.pdf</a>]</p>
<p style="padding-left: 30px;">Tujuan utama dari ASCC adalah untuk memberikan kontribusi untuk mewujudkan sebuah Komunitas ASEAN yang <em>people-centred</em> dan tanggung jawab sosial dengan tujuan untuk mencapai solidaritas dan persatuan yang abadi antara bangsa-bangsa dan bangsa di ASEAN dengan menempa identitas bersama dan membangun kepedulian dan berbagi masyarakat yang inklusif dan harmonis di mana kesejahteraan, mata pencaharian, dan kesejahteraan masyarakat yang ditingkatkan.</p>
<p>terlihat bahwa Piagam ASEAN ini bisa menjadi harapan baru bagi rakyat Asia Tenggara dalam jangka panjang. Harapan terbentuknya tatanan masyarakat baru yang lebih bertanggung jawab dalam mewujudkan kesejahteraan bersama bukan kesejahteraan diri sendiri dan mengabaikan kesejahteraan diri yang lain.</p>
<p>Sekali lagi, lantas fungsi dan peran dari komunitas blogger menuju komunitas ASEAN 2015 seperti apa?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/3745/peran-strategis-komunitas-blogger-menuju-komunitas-asean-2015-bag-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peran Strategis Komunitas Blogger Menuju Komunitas ASEAN 2015 [BAG. 1]</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/3731/peran-strategis-komunitas-blogger-menuju-komunitas-asean-2015-bag-1/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/3731/peran-strategis-komunitas-blogger-menuju-komunitas-asean-2015-bag-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 10:14:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gempur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cangkrukan]]></category>
		<category><![CDATA[Mbangun Tugu]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=3731</guid>
		<description><![CDATA[Gempur Abdul Ghofur [Blogger Surabaya] LATAR Bermula dari lontaran seminar implementasi Piagam ASEAN menuju Komunitas ASEAN 2015 dan perkembangan kerjasama ASEAN dengan negara mitra wicara untuk komunitas blogger yang digagas oleh Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia, tulisan ini sekadar merespon (harap maklum, penulis memang reaksioner) dengan gaya bahasa lumrahnya blogger yang terbiasa dengan informalitas dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Gempur Media" href="http://aghofur.com" target="_blank">Gempur Abdul Ghofur</a> <a title="Gempur " href="http://tugupahlawan.com/78/aghofur-gempur/" target="_blank">[Blogger Surabaya]</a></p>
<p><strong>LATAR</strong></p>
<p>Bermula dari lontaran seminar implementasi Piagam ASEAN menuju Komunitas ASEAN 2015 dan perkembangan kerjasama ASEAN dengan negara mitra wicara untuk komunitas blogger yang digagas oleh Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia, tulisan ini sekadar merespon (harap maklum, penulis memang reaksioner) dengan gaya bahasa lumrahnya blogger yang terbiasa dengan informalitas dan keluar dari bekunya komunikasi bahasa formal meski tak melepaskan kaidah kebahasaan sebisa mungkin.</p>
<p>Ide komunitas ASEAN ini patut mendapat perhatian yang lebih jika memang dalam ranah konseptual sudah jelas rumusan visinya mau ke mana dan pada implementasinya dapat dilakukan dan terterima oleh rakyat dengan bahasa sederhana. Untuk kepentingan inilah, tulisan ini hendak menyampaikan, mempertanyakan dan berbagi bersama tentang apa &#8216;sih&#8217; komunitas ASEAN 2015 itu, untuk apa dan apa manfaatnya bagi rakyat Indonesia. Lalu, jika sudah kita temukan jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut mari berbagi dan berupaya bersama mewujudkannya, akan tetapi jika ada sesuatu yang mengganjal mari dievaluasi, dikritisi bersama.</p>
<p>(Jika ada yang kurang pas, silakan koreksi di form komentar di bawah <img src='http://tugupahlawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> )</p>
<p><strong><span id="more-3731"></span>RUANG LINGKUP KOMUNITAS BLOGGER</strong></p>
<p>Blogger yang secara definitif memiliki makna yang begitu luas yang diakibatkan dari istilah blog itu sendiri maka dalam hal ini didefiniskan sebagai orang yang aktif dan gemar menulis serta menuangkan pikiran-pikirannya melalui media online bernama blog. Sementara komunitas blog adalah kumpulan blogger yang memiliki kesamaan dalam hal tertentu, misal kesamaan historis, geografis, sosial budaya, hobi, politik dan lain-lain.</p>
<p>Terkait dengan ruang lingkup blogger yang ‘hidup’ di dunia maya dengan latar sosial personal yang beragam, maka ‘lahan garapan’ blogger sebenarnya sangat luas. Akan tetapi, kembali pada substansi aktifitas blogger yang secara sederhana dipahami sebagai aktifitas personal dan sosial di dunia maya, maka ruang lingkup komunitas blogger lebih  tepat pada aspek sosial budaya sebagai salah satu pilar PIAGAM ASEAN selain aspek ekonomi dan asepek politik dan keamanan.</p>
<p><strong>MENGUPAS SEKELUMIT MASALAH ANTARNEGARA ASIA TENGGARA</strong></p>
<p>Secara pribadi, penulis belum mendapatkan gambaran kongkrit tentang tatanan sosial budaya macam apa yang hendak dicapai atau diharapkan dari PIAGAM ASEAN dengan komunitas ASEAN 2015-nya. Akan tetapi, menilik dari salah satu poin PIAGAM ASEAN sebagaimana termuat dalam Cha-am Hua Hin Declaration on the Road Map for the ASEAN Community yang salah satunya antara lain melalui:  Inspirasi One Vision, One Identity and One Caring and Sharing Community (ASEAN Socio-Culture Community) setidaknya penulis menggambarkan satu kondisi ideal yang luar biasa untuk ukuran ASEAN di mana terwujudnya satu visi besar dari rakyat Asia Tenggara dengan satu identitas.</p>
<p>Persoalannya tidak semudah yang mampu dibayangkan oleh kalangan bawah (grass root), tentang identitas bersama dan kepedulian serta rasa berbagi yang diharapkan dapat terwujud. Selama ini, proses interaksi antarnegara Asia Tenggara bisa dikatakan berjalan dengan semestinya, hubungan berjalan dengan baik tanpa ada ketegangan regional seperti yang terjadi di Timur Tengah atau di Asia Selatan. Akan tetapi, bukan berarti berjalan mulus tanpa ada kendala.</p>
<p>Beberapa kasus yang mengemuka yang menyebabkan gesekan dan menjadikan hubungan Indonesia dengan negara tetangga memburuk tak hanya di dunia nyata tapi juga di dunia maya antara lain:</p>
<ol>
<li>Kasus sengketa perbatasan yang tak kunjung usai, klaim Malaysia atas wilayah Indonesia menimbulkan kemarahan publik Indonesia tak hanya di dunia nyata, di dunia maya telah terjadi perang terbuka. [Politik]</li>
<li> Kasus klaim budaya Indonesia oleh Malaysia dalam tayangan iklan pariwisata Malaysia semakin memperburuk hubungan dan di dunia maya bahkan blogger pun turut serta ramai menggugat dan mencaci Malaysia. Naluri kebangsaan terusik, nasionalisme dan patriotisme menguat. Peperangan terbuka di forum-forum dan berbagai media online menghiasi keseharian kita selama beberapa bulan. [Sosial Budaya]</li>
<li> Rekrutmen warga negara Indonesia menjadi tentara diraja malaysia juga menjadi isu hangat pertahanan dan keamanan Indonesia, dari tayangan beberapa media televisi terlihat jelas rekaman latihan tentara Diraja Malaysia yang notabene orang-orang Indonesia yang tinggal di perbatasan Indonesia  – Malaysia. [Polotik – Hankam]</li>
<li> Kasus terakhir, kasus lama yang selalu ada menjadi bumbu media di setiap masa sejak era orde baru hingga sekarang, kasus TKI yang terlunta-lunta di negeri Jiran Malaysia. [Ekonomi – Politik]</li>
<li> Kasus terbunuhnya salah seorang mahasiswa terbaik Indonesia oleh dosennya sendiri di Singapura memunculkan reaksi keras dari publik tanah air, secara khusus, kasus ini mendapat simpati dan porsi mendalam dari beberapa media televisi tanah air. [Politik]</li>
<li> Asumsi saya, berangkat dari kasus di atas, media menulusuri tindakan ilegal Singapura pada Indonesia, akhirnya terkuak bahwa Singapura melakukan penambangan pasir besar-besaran secara ilegal untuk memperluas wilayah daratannya. [Ekonomi]</li>
<li> Kasus lain terkait Singapura, masih belum tuntasnya kerjasama bilateral terkait perjanjian ekstradisi para ‘maling kelas kakap’ Indonesia yang lari ke Singapura. Tak dapat dipungkiri, bahwa Singapura merupakan tempat persembunyian terbaik bagi para maling dari Indonesia. Singapura sendiri diuntungkan dengan adanya pelarian dari Indonesia, setidaknya diuntungkan dengan transit atau pengendapan uang di bank-bank Singapura. [Politik – Hukum]</li>
</ol>
<p>Selain persoalan di atas, diperkirakan masih sangat banyak kasus-kasus yang belum muncul ke permukaan dan tak terendus oleh media. Lantas, peran apa yang hendak dan dapat dimainkan oleh blogger dan komunitasnya terkait isu-isu regional Asia Tenggara? Khususnya terkait aspek sosial budaya sebagai pilar ketiga Piagam Asean?</p>
<p>(jika ada kasus yang belum tercantum di atas, silakan tambahkan <img src='http://tugupahlawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> )</p>
<p><em>[tulisan iki sik durung mari, rek! sek onok sambungane.... entenono yoo... <img src='http://tugupahlawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ]</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/3731/peran-strategis-komunitas-blogger-menuju-komunitas-asean-2015-bag-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Launching DNS Nawala Kota Surabaya</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/3208/launching-dns-nawala-kota-surabaya/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/3208/launching-dns-nawala-kota-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 05:18:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gempur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Nawala Project]]></category>
		<category><![CDATA[Nawala.Org]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan Bunda Hati Jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=3208</guid>
		<description><![CDATA[Tugupahlawan.com berkesempatan hadir dalam acara launching DNS Nawala yang dibungkus dalam acara Diskusi dan Workshop bertema: Perlindungan Anak dan Perempuan dari dampak Negatif Internet menggunakan DNS Nawala. Diskusi dan Workshop yang diprakarsai oleh AWARI (Asosiasi Warnet Indonesia) dan PT. Telkom Indonesia ini diselenggarakan di Gedung Lebah Biru Gedung Telkom Divre V Jawa Timur Sabtu, 12 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 108px"><a href="http://www.shareapic.net/View-20545845-Daily.html" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" title="Internet Sehat" src="http://preview.shareapic.net/preview6/020545845.jpg" border="0" alt="" width="98" height="130" /></a><p class="wp-caption-text">Internet Sehat</p></div>
<p>Tugupahlawan.com berkesempatan hadir dalam acara launching DNS Nawala yang dibungkus dalam acara Diskusi dan Workshop bertema: <strong>Perlindungan Anak dan Perempuan dari dampak Negatif Internet menggunakan DNS Nawala</strong>.</p>
<p>Diskusi dan Workshop yang diprakarsai oleh AWARI (Asosiasi Warnet Indonesia) dan PT. Telkom Indonesia ini diselenggarakan di Gedung Lebah Biru Gedung Telkom Divre V Jawa Timur Sabtu, 12 Desember 2009 yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Bapak Sahudi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan dukungan sepenuhnya terhadap program internet sehat yang digagas oleh Telkom sebagai upaya menjaga anak-anak dari konten dewasa.</p>
<p>Acara yang dihadiri oleh oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan ini cukup menyedot perhatian manakala  salah satu pembicaranya Ibu Wulansari, S.Pd. dari <strong>Yayasan Bunda Hati Jakarta </strong>menyampaikan materinya tentang dampak buruk internet di kalangan remaja.</p>
<p>Data-data yang diungkapkan oleh pembicara cukup menyedot perhatian peserta dan memang cukup mengejutkan. Dari data yang didapat pada tahun 2006, dari responden siswa 4-6 SD di Jakarta berjumlah 2000-an siswa, 66% pernah mengakses media pornografi. Data tersebut masih dimungkinkan lebih besar dari keadaan riil di masyarakat, dan ini sangat mengkhawatirkan bagi perkembangan mental anak. Sekira 33% akses media pornografi mereka dapatkan dari ruang pribadi mereka di rumah, 15% dari warnet dan sisanya dari berbagai kesempatan.</p>
<p>Selain dari dinas pendidikan dan yayasan bunda hati, pembicara lainnya adalah manager Broadband Telkom Indonesia dan dari Asosiasi Warnet Indoensia (AWARI).</p>
<p>Demi untuk perlindungan terhadap anak dan perempuan dari pengaruh buruk konten internet, PT. Telkom Indonesia merasa perlu adanya upaya pencegahan akses konten-konten dewasa dari anak dengan meluncurkan <a title="Internet Sehat" href="http://nawala.org" target="_blank">NAWALA PROJECT</a>. Bentuk riilnya, PT. Telkom menyediakan DNS (Domain Name System) atau alamat IP Publik yang telah memiliki filter untuk konten pornografi.</p>
<p>Proses pemfilteran tidak bisa dilakukan oleh PT. Telkom sendiri, Nawala Project ini melibatkan peran serta komunitas secara aktif memberikan masukan-masukan konten-konten yang dianggap tidak layak ke situs <a title="Internet Sehat" href="http://nawala.org" target="_blank">Nawala.Org</a>. Diharapkan dengan adanya masukan-masukan ini, filter Nawala.Org akan lebih efektif.</p>
<p>Di lain pihak, orang tua, lembaga pendidikan dan institusi-institusi lainnya melalui ahli TI-nya menggunakan DNS Nawala Project sebagai DNS-nya untuk koneksi ke internet. Harapannya, DNS yang yang sudah memiliki filter ini dapat melindungi anak dan perempuan dari pengaruh buruk konten internet dan juga mampu memberikan kontribusi yang nyata dalam pembangunan karakter bangsa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/3208/launching-dns-nawala-kota-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Lanjutan Tentang Mbok Darmi</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/806/cerita-lanjutan-tentang-mbok-darmi/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/806/cerita-lanjutan-tentang-mbok-darmi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 16:13:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gempur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[mbok darmi]]></category>
		<category><![CDATA[Soial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/806/cerita-lanjutan-tentang-mbok-darmi/</guid>
		<description><![CDATA[Posting sebelumnya yang berada di sini dan bersumber dari kepedulian komunitas kaskus Surabaya menemui endingnya. Akhirnya, suami Mbok Darmi meninggal dunia di R.S. Haji setelah melalui perawatan selama dua minggu pada Sabtu, 12 Juli 2008 pukul 08.00. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Berita meninggalnya Pak Giman suami Mbok Darmi selengkapnya ada di kaskus. Keluarga besar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Posting sebelumnya yang berada <a href="http://tugupahlawan.com/794/a-story-about-mbok-darmi/" target="_blank">di sini </a>dan bersumber dari kepedulian <a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=929177" target="_blank">komunitas kaskus Surabaya</a> menemui endingnya. Akhirnya, suami Mbok Darmi meninggal dunia di R.S. Haji setelah melalui perawatan selama dua minggu pada Sabtu, 12 Juli 2008 pukul 08.00.</p>
<p><span id="more-806"></span></p>
<p>Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Berita meninggalnya Pak Giman suami Mbok Darmi selengkapnya ada <a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=929177" target="_blank">di kaskus</a>.</p>
<p>Keluarga besar TPC ikut berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya suami Mbok Darmi, semoga beliau diberi ketabahan dan kesabaran serta mampu menjalani sisa hidupnya dengan kebaikan dan lindungan-Nya. Amin Allahumma Amin.</p>
<p>Thanks to Judeangel and Sarkajee</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/806/cerita-lanjutan-tentang-mbok-darmi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selama Maret 2008, 3 Balita Gizi Buruk Meninggal Dunia</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/578/selama-maret-3-balita-gizi-buruk-meninggal-dunia/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/578/selama-maret-3-balita-gizi-buruk-meninggal-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 04:04:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gempur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[gizi buruk]]></category>
		<category><![CDATA[kelaparan]]></category>
		<category><![CDATA[lapar]]></category>
		<category><![CDATA[Mati kelaparan]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/578/selama-maret-3-balita-gizi-buruk-meninggal-dunia/</guid>
		<description><![CDATA[Jika Jawa Pos edisi 2 April 2008 mencatat 47 pasien gizi buruk yang dirawat di RS. Dr. Soewandhi Surabaya dengan 3 korban meninggal dunia, maka tanggal 3 April kemarin meningkat menjadi 52 pasien. Angka resmi didapat dari RS. dr. Soewandi setelah tim TPC mendatangi rumah sakit di jalan Tambakrejo ini. Sumber foto: Jawa Pos. Tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Jawa Pos edisi 2 April 2008 mencatat 47 pasien gizi buruk yang dirawat di RS. Dr. Soewandhi Surabaya dengan 3 korban meninggal dunia, maka tanggal 3 April kemarin meningkat menjadi 52 pasien. Angka resmi didapat dari RS. dr. Soewandi setelah tim TPC mendatangi rumah sakit di jalan Tambakrejo ini.</p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2206/2382504868_da1b2227fb.jpg?v=0" border="1" height="228" width="500" /></p>
<p><strong>Sumber foto</strong>: Jawa Pos.</p>
<p>Tak hanya balita, rilis angka yang dikeluarkan rumah sakit ini menunjukkan bahwa pasien gizi buruk di ruang dewasa menembus angka 40 dalam 3 bulan terakhir, terhitung Januari hingga Maret. Total pasien yang pernah dirawat berjumlah 92 orang. Angka fantastis untuk satu rumah sakit di sebuah kota metropolitan bernama Surabaya.</p>
<p>Menurut penuturan dr. Slamet, M.Kes, humas dan informasi RS. Soewandhi, pasien kebanyakan dari kalangan tidak mampu. Ada yang berprofesi sebagai tukang becak, kuli bangunan, kuli harian, serabutan bahkan ada yang tak bekerja. Dapat dipastikan bahwa sebagian besar penderita gizi buruk memang karena kemiskinan meski tak semua begitu. Salah satu kasus kematian Raka Azzura, salah satu bayi kembar yang meninggal dunia, selain karena gizi buruk, sejak lahir memang kelainan karena lahir prematur dengan berat 2,3 kg.</p>
<p>Sementara itu, pasien yang sedang menjalani rawat inap di rumah sakit milik pemerintah kota Surabaya ini berjumlah 11 orang. Sayangnya, untuk pasien dewasa, redaksi TPC belum  menerima data lanjutan riwayat pasien. Banyaknya pasien gizi buruk menjadikan rumah sakit ini kebanjiran order data terutama dari kalangan wartawan, dari pemerintah sendiri sudah memanggil pihak rumah sakit untuk dimintai keterangannya di kantor DPRD Surabaya. Bahkan data yang diminta tak lagi 3 bulan terakhir, tapi 3 tahun terakhir. DPRD Surabaya berencana mengalokasikan anggaran lebih untuk menangani kasus ini, tutur dr. Slamet.  Seluruh pasien yang berobat ke RS. dr. Soewandhi yang memilki kartu tidak mampu atau kartu keluarga miskin dibebaskan dari biaya pengobatan dan perawatan. Seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah.</p>
<p>Masalahnya, kebanyakan yang masuk rumah sakit sudah dalam keadaan akut sehingga seringkali menyulitkan dokter dalam penanganannya. Ada lagi, setelah sembuh dari rumah sakit tapi tak lama kembali lagi dirawat karena sehari-hari mereka dalam kekurangan dan kurang asupan gizi. Ini yang perlu dipikirkan. Bagaimana caranya agar mereka setelah keluar dari rumah sakit asupan gizinya terjaga.</p>
<p>[gempur, khuclukz, rere, det, evie]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/578/selama-maret-3-balita-gizi-buruk-meninggal-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Himbauan untuk Member TPC</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/526/himbauan-untuk-member-tpc/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/526/himbauan-untuk-member-tpc/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 03:48:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gempur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cangkrukan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengumuman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/526/himbauan-untuk-member-tpc/</guid>
		<description><![CDATA[Mengingat ini dan itu, kru TPC mengundang para member TPC yang masih duduk di bangku SMP dan SMA/sederajat untuk mengikuti lomba blog yang diselengarakan oleh ITS. Keterangan lebih lanjut lihat di sini dan di sini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengingat <a href="http://aghofur.com/tpc/diminta-menjadi-juri" title="Gempur Media" target="_blank">ini </a>dan <a href="http://tugupahlawan.com/519/tpc-diundang-menjadi-juri-lomba-blog/" title="Lomba Blog" target="_blank">itu</a>, kru TPC mengundang para member TPC yang masih duduk di bangku SMP dan SMA/sederajat untuk mengikuti lomba blog yang diselengarakan oleh ITS. Keterangan lebih lanjut lihat <a href="http://tugupahlawan.com/lombablog/" title="Lomba Blog" target="_blank">di sini</a> dan <a href="http://multimedia.its.ac.id/ict4nation/?view=workgame" title="Lomba Blog" target="_blank">di sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/526/himbauan-untuk-member-tpc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TPC Diundang Menjadi Juri Lomba Blog</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/519/tpc-diundang-menjadi-juri-lomba-blog/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/519/tpc-diundang-menjadi-juri-lomba-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Mar 2008 10:59:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gempur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cangkrukan]]></category>
		<category><![CDATA[Mbangun Tugu]]></category>
		<category><![CDATA[Pengumuman]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[ITS]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Blog]]></category>
		<category><![CDATA[tpc]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/519/tpc-diundang-menjadi-juri-lomba-blog/</guid>
		<description><![CDATA[Melalui orang jelek ini, TPC mendapat undangan untuk menjadi juri pada lomba blog tingkat SMP dan SMA se-Surabaya pada even Seminar Nasional ICT for Our Nation yang diselenggarakan oleh Multimedia Center ITS dengan tema “Harmonisasi ICT di Seluruh Aspek Kehidupan Menuju Kemandirian Bangsa” yang rencananya bakal digelar di graha ITS pada tanggal 19 Maret 2008. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melalui <a href="http://aghofur.com/tpc/diminta-menjadi-juri" title="Orang gila">orang jelek ini</a>, TPC mendapat undangan untuk menjadi juri pada lomba blog tingkat SMP dan SMA se-Surabaya pada even <strong>Seminar Nasional ICT for Our Nation</strong> yang diselenggarakan oleh <strong>Multimedia Center ITS</strong> dengan tema <strong>“Harmonisasi ICT di Seluruh Aspek Kehidupan Menuju Kemandirian Bangsa”</strong> yang rencananya bakal digelar di graha ITS pada tanggal 19 Maret 2008.</p>
<p><a href="http://aghofur.com/wp-content/uploads/2008/03/undangan-its.jpg" title="Undangan ITS via Gempur"><img src="http://aghofur.com/wp-content/uploads/2008/03/undangan-its.jpg" alt="Undangan ITS" align="middle" border="1" height="516" hspace="10" vspace="10" width="395" /></a></p>
<p>Bagaimana pendapat anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/519/tpc-diundang-menjadi-juri-lomba-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

