<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TUGUPAHLAWAN.COM &#187; mudz069</title>
	<atom:link href="http://tugupahlawan.com/author/mudz069/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tugupahlawan.com</link>
	<description>Komunitas Blogger Surabaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 14:15:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>From Wonokromo to Wonorejo with love.</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/5512/from-wonokromo-to-wonorejo-with-love/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/5512/from-wonokromo-to-wonorejo-with-love/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Nov 2011 08:28:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mudz069</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mbangun Tugu]]></category>
		<category><![CDATA[kbs]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=5512</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai kota nomer 2 di Indonesia, Surabaya sungguh kurang beruntung karena tak memiliki tempat hiburan yang tergolong representatif. Selama ini yang dikenal masyarakat diluar Surabaya untuk “cuci mata” hanya ada 2 yakni THP kenjeran yang menurut saya pribadi kurang bisa menjual diri dan KBS yang dulu kala terkenal karena koleksinya paling lengkap se Indonesia. Sayang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tugupahlawan.com/wp-content/uploads/2011/11/animal1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-5516" src="http://tugupahlawan.com/wp-content/uploads/2011/11/animal1.jpg" alt="" width="307" height="350" /></a>Sebagai kota nomer 2 di Indonesia, Surabaya sungguh kurang beruntung karena tak memiliki tempat hiburan yang tergolong representatif. Selama ini yang dikenal masyarakat diluar Surabaya untuk “cuci mata” hanya ada 2 yakni THP kenjeran yang menurut saya pribadi kurang bisa menjual diri dan KBS yang dulu kala terkenal karena koleksinya paling lengkap se Indonesia.<br />
Sayang tempat terakhir yang disebut diatas kini merana nasibnya. Lingkungannya kurang terawat terlebih lagi penghuni yang berada dibalik sangkar. Sepertinya kini nasib mereka tak ubahnya seperti judul lagu tengah menghitung hari. Satu persatu mereka berpulang menghadap sang Khaliq termasuk juga ikon Indonesia di pentas New Wonder Seven, si Komo.<br />
Wonokromo. Sebagai orang jawa cukup mudah bagi kita untuk menebak dari 4 deret huruf pertama bahwa dulunya tempat ini adalah kawasan hutan alias pinggirannya Surabaya sehingga tak salah rasanya mendirikan dierentuin disitu. Tapi seiring waktu Wonokromo bukan lagi hutan tempat berbagai satwa melakukan regenerasi, bukan lagi pinggirannya Surabaya. Tempat ini sudah menjadi salah satu sarang kekumuhan kota, menjadi salah satu penyumbang polusi yang besar dengan menjadi biang kemacetan. Pertanyaannya : masihkah tempat ini layak bagi aneka satwa untuk menikmati kehidupannya ?<br />
Wonokromo, jangan hentikan salah satu denyut nadimu sebagaimana lontong balap dan sumur minyak yang tlah menghilang dari tanahmu. Kota ini butuh kesegaran setelah sepanjang siang lelah bertarung dengan waktu. Rasanya kami butuh tempat yang rimbun untuk berekreasi sekaligus tempat pencerahan, tempat eduksi bagi putra-putri kami.<br />
Meskipun sudah ada Rusa dan Gajah yang sudah alih profesi dan tak lagi tinggal dibalik sangkar besi, sekawanan hewan yang lain hanya mampu mengharap dari belas kasihan. Mereka tak mampu membeli spanduk, tak kuasa bentangkan kata-kata menghujat kepada penguasa tentang segala ketidak adilan yang mereka terima. Hutan habitat mereka dihabiskan sementara jatah makanan terlupakan.<br />
Aku memang bukan Tarzan tapi sekiranya boleh meminjam mantra ajaib aku ingin mengucap bim salabim agar sekawanan satwa yang tengah menahan derita bisa berpindah rumah ke wono yang lain, Wonorejo. Ada lahan konservasi, ada pantai dan tentu saja ada pinggiran yang sebenar-benarnya. Rasanya teramat segar bisa sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, ada pantai ala Ancol, ada KBS, ada hamparan hutan mangrove bisa berada disatu lokasi. Tempat yang menarik untuk dikunjungi dus alamat ada aliran rejeki bagi si “penghuni”. Butuh kemasan baru agar orang menyisihkan waktu untuk datang. Bila Lamongan dan Prigen bisa, bila mBatu mampu, mengapa Surabaya seakan sudah berpuas diri ?<br />
Kota ini butuh ikon baru. Sekawanan hewan sudah lelah memperjuangkan nasibnya sendiri. Mereka juga mengharap kehadiran seorang pahlawan setidaknya orang<br />
yang punya perikebinatangan.</p>
<p>SELAMAT HARI PAHLAWAN</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/5512/from-wonokromo-to-wonorejo-with-love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>THE HEROES CITY</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/4281/the-heroes-city/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/4281/the-heroes-city/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Nov 2010 11:44:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mudz069</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mbangun Tugu]]></category>
		<category><![CDATA[heroes city]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[pengorbanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=4281</guid>
		<description><![CDATA[Banyak diantara kita yang segera tahu apa OS yang dipergunakan oleh sebuah komputer meskipun tanpa menggeser kursor ke control panel atau mempergunakan software tertentu. Mungkin kita bisa mengenalinya dari tampilan antarmuka atau dari detil-detil yang lain. Dalam hal mengenali sesuatu, disebuah spot iklan pernah digambarkan seseorang yang bisa tahu berapa lama orang belum mandi hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tugupahlawan.com/wp-content/uploads/2010/11/patung-pejuang.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4284" src="http://tugupahlawan.com/wp-content/uploads/2010/11/patung-pejuang.jpg" alt="sang pejuang" width="600" height="600" /></a></p>
<p>Banyak diantara kita yang segera tahu apa OS yang dipergunakan oleh sebuah komputer meskipun tanpa menggeser kursor ke control panel atau mempergunakan software tertentu. Mungkin kita bisa mengenalinya dari tampilan antarmuka atau dari detil-detil yang lain. Dalam hal mengenali sesuatu, disebuah spot iklan pernah digambarkan seseorang yang bisa tahu berapa lama orang belum mandi hanya dari bau keringatnya. Kalau yang ini tentu lebay, agak didramatisir ya. Tapi yang jelas semua hal yang diatas mengacu pada hal yang sama, mengasosiasikan segala apa yang kita rasakan dengan sesuatu yang lain. Sebuah link yang kadang terbentuk dengan sendirinya.</p>
<p>*********</p>
<p>Well, seandainya kita orang asing yang baru kali pertama menginjak kota Surabaya, dapatkah kita mengasosiasikan apa yang kita lihat, apa yang kita rasakan dengan sesuatu, dengan wajah  lain kota ini ?<br />
Bisa jadi joke tentang orang buta yang menebak, mendefinisikan seekor gajah akan terjadi. Tergantung dari sisi mana kita mulai mengenali kota tercinta ini. Andaikata kita memulai perjalanan dari  daerah kerlap-kerlip, kawasan Doraemon (Dolly Jarak Moroseneng) barangkali kita sedang mengira kota ini adalah kota pelacuran, kota tempat relaksasi sekaligus tempat erupsi.<br />
Bila kita terdampar di kawasan timur, Sukolilo dan sekitarnya, kita mungkin menyangka kota ini adalah kota pendidikan. Ada Untag, Unitomo, Perbanas, Stesia, ITATS, UPB, universitas Hang Tuah dan tentu saja yang terbesar ITS. Semuanya seakan membentuk gugusan “kampung ilmu”  apalagi tak jauh dari situ ada Unmuh dan Unair kampus C.<br />
Kalau kebetulan kita dapat jatah dilempar di kawasan SIER Rungkut, barangkali kita menerka bahwa kota ini adalah kota industri. Sejauh mata memandang yang terlihat adalah deretan pabrik-pabrik plus lusinan wajah lusuh penuh keringat yang tengah mengais rupiah.<br />
Pertanyaannya adalah bisakah kita mengenali kalau kota ini adalah kota pahlawan, kota yang pernah dilanda peperangan cukup dasyat yang sampai tentara Sekutu perlu bantuan seorang Soekarno untuk mempause adegan agar mereka tak tersapu habis layaknya penduduk Mentawai ?<br />
Bisakah alam bawah sadar kita segera mengenali bahwa kota ini adalah The Heroes City, kota dimana pasukan Sekutu harus kehilangan seorang Jendralnya, dari aroma kehidupan penduduknya ?<br />
**********<br />
Ah, pahlawan.<br />
Sebuah kata yang dialamatkan kepada pelaku yang seringkali tak sadar sedang melakukannya. Gelar itu tak mereka pinta juga tak mereka cari. Mereka di wisuda menjadi pahlawan juga tanpa jenjang kurikulum tertentu. Mereka tak harus menghabiskan sekian SKS agar bisa dikenang sebagai kusuma bangsa.<br />
Ah, pahlawan.<br />
Sosok yang menjadi panutan, menjadi teladan karena kemuliaan hatinya. Mereka berkorban dengan apa yang mereka punya tanpa pernah sempat berpikir apa yang akan menjadi imbalannya. Mereka sekumpulan makhluq pilihan yang sangat jauh dari neraca untung dan rugi, apalagi menganggap medan laga  sebagai arena investasi. Mereka bukanlah seorang pialang. Mereka hanyalah pejuang kehidupan yang tergerak karena adanya suara panggilan, adanya bisikan dari hati nurani  sebagai manusia yang sejatinya luhur dalam budi pekerti &#8230;&#8230;<br />
*********<br />
Bila peluit sudah dibunyikan, pelaut akan segera bangun dari mimpinya, bergegas berlari, berbaris di tepian kapal seolah musuh sedang berada di balik cakrawala.<br />
Sebenarnya peluit untuk kita juga sudah dibunyikan. Saatnya kita terjaga dan berbaris menuju medan peperangan. Musuh sudah datang di kota ini. Kemacetan yang kian menggurita, kemiskinan, banjir yang masih tersisa keberadaannya, problem sampah hingga kian pudarnya populasi makhluq hijau sang produsen oksigen  adalah sekawanan musuh bagi kota ini.<br />
Tak perlu pangkat jendral untuk mulai berperang, tak juga harus menjadi kopral untuk bisa mengangkat senjata. Mungkin kita tak perlu patung, barangkali juga tak perlu romantisme sejarah yang tersembunyi dalam sebuah gedung untuk sekedar menunjukkan jatidiri kita sebagai kota pahlawan. Seorang pejuang, seorang pahlawan adalah orang yang bisa menemukan jalan kehidupannya sendiri. Apa yang ada didepannya, apa yang ada disekitarnya adalah medan peperangannya, setiap jengkal adalah panggung bagi aksinya. Pesannya jelas : butuh sebuah pengorbanan dan tidak sebaliknya mengorbankan yang lain.</p>
<p>Selamat datang Bung Tomo baru !</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/4281/the-heroes-city/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Walking-walking</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/3249/walking-walking/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/3249/walking-walking/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 22:22:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mudz069</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cangkrukan]]></category>
		<category><![CDATA[nama jalan]]></category>
		<category><![CDATA[peta]]></category>
		<category><![CDATA[walking-walking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=3249</guid>
		<description><![CDATA[Bagi pendatang baru di Surabaya yang ingin melewatkan waktu dengan “walking-walking” keliling kota tapi lupa tak membawa peta ataupun perangkat GPS, sebenarnya pemda telah memudahkan navigasinya. Beberapa nama jalan telah ditempatkan dalam satu folder meski ada juga yang mengalami fragmentasi. Bila anda menemui nama jalan yang beraroma laut, tak salah lagi tempatnya ada dikawasan Perak. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 416px"><img src="http://img443.imageshack.us/img443/5885/surabayamapug4.png" alt="peta Surabaya" width="406" height="640" /><p class="wp-caption-text">peta Surabaya</p></div>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Bagi pendatang baru di Surabaya yang ingin melewatkan waktu dengan “walking-walking” keliling kota tapi lupa tak membawa peta ataupun perangkat GPS, sebenarnya pemda telah memudahkan navigasinya. Beberapa nama jalan telah ditempatkan dalam satu folder meski ada juga yang mengalami fragmentasi.</p>
<p class="MsoNormal">
<ul>
<li> Bila anda menemui nama jalan yang beraroma laut, tak salah lagi tempatnya ada dikawasan Perak.  Disitu akan anda temui nama jalan yang mengandung nama ikan seperti Ikan Kerapu, Ikan  Mungsing, juga nama jalan yang punya prefix Tanjung maupun Teluk. Beberapa contoh adalah  Teluk Nibung, Tanjung Raja, Tanjung Sadari. Namun untuk Tanjung Sari letaknya agak “turun”  kebawah, ada disamping jalan tol di sekitar Dupak ( sebelah barat Pasar Turi ). Demikian<span> </span>pula    dengan Tanjung Anom letaknya malah agak menjauh lagi, ada didekat Siola.</li>
<li>Di sekitaran pasar Turi<span> </span>akan anda jumpai nama jalan yang berhubungan dengan nama kota. Disana jalan Rembang, jalan Demak, jalan Semarang. Tapi jangan salah sangka ada jalan Jakarta yang letaknya terpisah beberapa ribu meter dari situ. Tepatnya ada diseberang jalan Tanjung Sadari, dikawasan Perak.Tak jauh dari sana terdapat nama jalan yang cukup aneh, jalan <em>masuk angin. </em>Kaget ? hehehe, nama jalan sesungguhnya memang jalan Greges yang dalam kosakata bahasa Jawa artinya  meriang alias masuk angin.Didekat jalan Greges ada jalan Kalianak yang terkenal sebagai jalan predator karena seringkali  mengantarkan pengguna kendaraan bermotor kejalan yang lain, jalan kematian. Sama sama horornya dan sama sama ada frasa anak, mestinya diganti saja dengan jalan <em><strong>Kuntilanak.</strong></em></li>
</ul>
<ul>
<li>Nama jalan yang berbau gunung ada di daerah Sawahan ( sebelah barat Embong Malang ). Ada jalan Bromo, jalan Slamet, jalan Tidar, jalan Merbabu dll. Namun untuk Gunung Anyar aha letaknya jauh banget, ada dikawasan Rungkut. Demikian juga untuk Gunung Sari yang letaknya ada didaerah Wonokromo.</li>
<li>Nama jalan yang punya hubungan erat dengan bunga akan kita temui didekat THR –<span> </span>Hi Tech Mall. Ada jalan Kacapiring, jalan Kamboja, jalan Seruni, jalan Kusuma Bangsa dsb. Tapi coba cari jalan Mawar hehehe ga bakalan anda ketemu disana karena letaknya ada di sebelah baratnya Gramex – gramedia expo.Dibawah jalan yang beraroma kembang, didaerah Gubeng akan kita dapatkan jalan<span> </span>yang mewakili nama pulau. Ada jalan kalimantan, jalan Jawa, jalan Sulawesi, jalan Sumatera dll.</li>
</ul>
<ul>
<li>
<p class="MsoNormal">Folder jalan yang berisi nama pahlawan nasional ada di daerah barat raya Darmo. Ada jalan WR Supratman, jalan Sisingamangaraja, jalan Kartini, jalan Cokroaminoto dll. Sementara para pujangga ditempatkan agak keutara. Disana ada jalan Chairil Anwar juga Ronggo Warsito. Agak ketimur sedikit ada nama jalan yang berhubungan dengan sungai, tempat beberapa pejabat bermukim. Ada jalan Kapuas, jalan Musi dll.</p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal">Di kawasan dekat Kenjeran, di daerah Karang Empat ada nama jalan yang dikemas <span> </span>dengan nama astrologi seperti jalan Libra, jalan Cancer, jalan Gemini, jalan Leo dsb. Sementara jalan yang berisi nama orang yang gugur dalam peristiwa Aru ditempatkan di komplek AL Kenjeran. Ada jalan Wiratno, jalan Sahabudin dll.</p>
</li>
<li>
<p class="MsoNormal">Nama jalan yang punya kaitan dengan sejarah kerajaan ada di sekitar Manyar ( samsat).<span> </span>Ada jalan kertajaya, jalan Dharmawangsa, jalan Sri Ikana tapi jalan Hayam Wuruk dan Gajah Mada letaknya terpisah jauh. Ada di kawasan Kodam, Gunungsari.</p>
</li>
</ul>
<p class="MsoNormal">Beberapa folder nama jalan bisa kita temukan ditempat lain, semisal nama jalan yang berkaitan dengan disiplin ilmu ada di kawasan ITS, jalan Arsitektur, jalan Teknik Sipil dsb. Nama jalan yang berkaitan dengan pesawat terbang ada didaerah Simo, ada jalan Dakota, jalan Mustang dll.</p>
<p class="MsoNormal">Sementara nama jalan yang berbau buah ada di sekitar Tambaksari. Disitu ada jalan Cempedak, jalan Mundu dan jalan buah yang lain.</p>
<p class="MsoNormal">Anda punya info yang lain ?</p>
<p class="MsoNormal">Meski pem folderan ini kurang sempurna tapi setidaknya bisa membantu memperkirakan tempatnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/3249/walking-walking/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nostalgila : yang masih ada dan telah tiada, bioskop di Surabaya</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/2535/nostalgila-yang-masih-ada-dan-telah-tiada-bioskop-di-surabaya/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/2535/nostalgila-yang-masih-ada-dan-telah-tiada-bioskop-di-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 17:52:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mudz069</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mbangun Tugu]]></category>
		<category><![CDATA[bioskop]]></category>
		<category><![CDATA[jadul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=2535</guid>
		<description><![CDATA[Anda suka nonton film atau lebih tepatnya suka nonton bioskop ? Pernah nonton dibioskop Ultra atau mungkin bioskop Kusuma ? hehehe, ke 2 gedung bioskop diatas bukan saja sudah gak eksis tapi juga gedungnya sudah tiada. Bioskop Ultra dulunya ada di seberang IP [ Urip Sumoharjo] dan bioskop Kusuma ada dipojokan musium Tugu Pahlawan. Yah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><a href="http://tugupahlawan.com/wp-content/uploads/2009/04/Bioskop-Indra-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4583" src="http://tugupahlawan.com/wp-content/uploads/2009/04/Bioskop-Indra-2.jpg" alt="" width="450" height="275" /></a><p class="wp-caption-text">Bioskop Indra</p></div>
<p>Anda suka nonton film atau lebih tepatnya suka nonton bioskop ?<br />
Pernah nonton dibioskop Ultra atau mungkin bioskop Kusuma ? hehehe, ke 2 gedung bioskop diatas bukan saja sudah gak eksis tapi juga gedungnya sudah tiada. Bioskop Ultra dulunya ada di seberang IP [ Urip Sumoharjo] dan bioskop Kusuma ada dipojokan musium Tugu Pahlawan.</p>
<p>Yah, seiring perkembangan teknologi yang membawa kenikmatan menonton film ke ruang privat dan kian menarik serta menjamurnya acara televisi, bioskop mulai kehilangan pengunjung dan berangsur banyak yang gulung tikar.</p>
<p>Saat perbioskopan masih jaya dulu, saya sempat menonton di beberapa gedung  sebelum mereka menemui ajal dan sebagian diantaranya mempunyai kesan dan kenangan tersendiri.</p>
<p>Terletak disamping jalan layang Mayangkara, pernah ada bioskop Surya. Sekali nonton disitu pas ngantri karcis, weh kantong celana ini di gerilya. Yah, maklum disitu khan kawasan segitiga ekonomi dimana terminal, pasar dan stasiun menggerombol di satu lokasi so tergolong daerah <strong>bama</strong>, bahaya maling.</p>
<p>Kenangan lain saya dapatkan dari bioskop Tambaksari. Layar bioskopnya nampak melambai lambai karena area yang dipakai adalah lapangan sepakbola. Nampaknya acara nonton itu cuma sebagai kedok bagi banyak orang karena pas saya masuk ternyata mereka sibuk mojok sendiri sendiri. Tempat yang super luas, remang remang, angin semilir hmmm sungguh sangat mengundang selera.</p>
<p>Bioskop Arjuna dan President yang ada di Embong Malang cukup bagus dan nyaman tempat duduknya sebelum akhirnya saya mengenal Studio One di Plasa Tunjungan yang lebih maknyus.</p>
<p>Beberapa bioskop lain yang pernah saya sambangi banyak yang sudah almarhum ataupun beralih fungsi.</p>
<address>* Bioskop Mitra dikompleks balai pemuda.</address>
<address>* Bioskop Indra di Pangsud.</address>
<address>* Surabaya theatre di jalan Pahlawan.</address>
<address>* Bioskop Bima di jalan Pahlawan</address>
<address>* Bioskop Irama di Pasar Kembang.</address>
<address>* Bioskop Aurora di Tunjungan.</address>
<address>* Bioskop Wijaya di Bubutan [sekarang BG junction].</address>
<address>* Bioskop Ria di kombes M.Duryat.</address>
<address>* Bioskop King di Alun alun contong.</address>
<address>* Bioskop Nusantara di Jagalan.</address>
<address>* Bioskop Candra di eks.lahan pasar Tambahrejo- pasar Krampung.</address>
<address>* Bioskop Star di kompleks TRS.</address>
<address>* Bioskop Bahari Jaya di Pacar Keling.</address>
<address>* Bioskop Kalidami di Kalidami.</address>
<address>* Bioskop Bratang di dekat terminal.</address>
<address>* Bioskop Darmo di Pandegiling.</address>
<address>* Bioskop Dana dan Purnama di kawasan Keputran.</address>
<address>* Rungkut theatre di Rungkut Menanggal.</address>
<address>* Bioskop Anta di Siwalankerto.</address>
<address>* Bioskop Citra di Majen Sungkono.</address>
<p>Sementara bioskop pasar Atum, bioskop Golden di THR entah bagaimana khabarnya.<br />
Oh,ya beberapa bioskop punya pakem tersendiri. Misalnya bioskop Nusantara dan Bayu [dibelakang gedung Dharmala] adalah spesialis film India sementara film mandarin adalah ciri khas bioskop di pasar Atum.</p>
<p>Posting ini saya release hanya sekedar untuk menyegarkan ingatan, bahwa tempat tempat diatas pernah menjadi bagian dari kota tercinta ini, pernah menjadi tempat untuk menyegarkan hati yang mungkin lagi bersedih.</p>
<p>Anda punya kenangan juga ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/2535/nostalgila-yang-masih-ada-dan-telah-tiada-bioskop-di-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Broken swing</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/2406/broken-swing/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/2406/broken-swing/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2009 00:34:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mudz069</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mbangun Tugu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=2406</guid>
		<description><![CDATA[Saya bukanlah seorang militer bukan pula seorang penerbang dan diwaktu kecil tak pernah bermimpi jadi keduanya namun entah mengapa saya agak tertarik dengan dunia militer maupun penerbangan. Mungkin ini sejenis kepribadian ganda ya. Saya mengenal salahsatu pesawat dengan dua mesin menempel disayapnya. Itulah pesawat Twin Otter. Konon jenis pesawat ini masih bisa terbang meski salah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bukanlah seorang militer bukan pula seorang penerbang dan diwaktu kecil tak pernah bermimpi jadi keduanya namun entah mengapa saya agak tertarik dengan dunia militer maupun penerbangan. Mungkin ini sejenis kepribadian ganda ya.</p>
<p>Saya mengenal salahsatu pesawat dengan dua mesin menempel disayapnya. Itulah pesawat <b>Twin Otter</b>.<br />
Konon jenis pesawat ini masih bisa terbang meski salah satu mesinnya tewas. Lha bagaimana andai kedua mesinnya tewas juga ? Hehehe, untuk beberapa waktu mungkin masih selamat tapi selanjutnya harap memperbanyak wirid dan mempertebal doa.</p>
<p>Sebuah anekdot lahir disini. Syahdan, dalam satu pesawat ada penumpang yang berkebangsaan Amerika, Inggris dan Indonesia. Ketika pesawat mengalami gagal mesin dan akan jatuh, si Amerika ambil parasut dan langsung terjun. Orang Inggris masih berusaha memperbaiki pesawat tapi saat melihat tak ada harapan, diapun menyusul si Amerika terjun dari pesawat. Kemana orang Indonesia ? Mereka bergerombol dipojokan tengah berunding, tengah bermusyawarah&#8230;&#8230;..</p>
<p>***</p>
<p>Menyambangi salah satu <b>kedung cangkruk</b> diranah maya yakni <b>TPC</b> akhir akhir ini memang agak berbeda suasananya.<br />
Saya merasa ada asap mengepul di mesin kiri. Belum nampak terbakar memang tapi ini jelas suatu mimpi buruk. Sebagaiman sang <b>Twin Otter</b>, saya berkeyakinan bahwa media yang sedang kita &#8220;naiki&#8221; bersama ini masih mampu terbang dengan satu mesin. Tapi siapa sih mau &#8220;mendengar&#8221; dengungan tahlil juga surat Yasin dikemudian hari ?</p>
<p>***</p>
<p>Langit terlukis indah di cakrawala. Sepotong pelangi tergores penuh pesona dengan sejuta warna menggayut dipeluknya.<br />
Aku termenung didekat jendela, menerawang nun jauh kesana. &#8220;Twin Otter&#8221; ku mampukah kau antar aku dan segenap kawan menuju mimpi tentang masa depan, tentang pelangi yang ada di khayalan ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/2406/broken-swing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Plastik, kawan atau lawan ?</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/2231/plastik-kawan-atau-lawan/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/2231/plastik-kawan-atau-lawan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 19:22:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mudz069</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mbangun Tugu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=2231</guid>
		<description><![CDATA[Sehari bebas plastik, demikian bunyi semboyan yang direlease sebuah lembaga atau lebih tepatnya sebuah radio swasta belum lama ini. Yah, plastik, siapa sih yang gak tahu ? Sebagai bagian dari senyawa karbon, plastik begitu fungsional perannya dalam planet ini. Dengan sifatnya yang mudah dibentuk, flexible, bisa didaur ulang dan dibuat dalam berbagai varian [dengan mengubah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 370px"><a href="http://www.thedailygreen.com/cm/thedailygreen/images/Ml/plastic-recycling-symbols-1-lg.jpg"><img src="http://www.thedailygreen.com/cm/thedailygreen/images/Ml/plastic-recycling-symbols-1-lg.jpg" alt="plastik" width="360" height="460" /></a><p class="wp-caption-text">plastik</p></div>
<p><strong>Sehari bebas plastik</strong>, demikian bunyi semboyan yang direlease sebuah lembaga atau lebih tepatnya sebuah radio swasta belum lama ini.<br />
Yah, plastik, siapa sih yang gak tahu ? Sebagai bagian  dari senyawa karbon, plastik begitu fungsional perannya  dalam planet ini. Dengan sifatnya yang mudah dibentuk, flexible, bisa didaur ulang dan dibuat dalam berbagai varian [dengan mengubah jumlah atom C maupun  bangun kimianya],  plastik menghampiri semua <em>kasta</em> kehidupan, dari yang kere hingga yang super kaya.<br />
Dari gelas air mineral yang akrab dengan pemulung sampai elemen pesawat terbang dan notebook yang familiar dengan komunitas berduit.<br />
Dari ujung kaki berupa jelly shoes dan sandal hingga ujung kepala berupa jepit rambut, semua dari plastik.</p>
<p>Begitu hebatnya plastik ini  hingga tanpa disadari justru itulah kelemahannya.<br />
Rantai kimianya nampak begitu ulet bagi segenap bakteri pembusuk sehingga perlu puluhan dan mungkin ratusan tahun untuk menguraikannya.<br />
Kehadirannya disemua lini kehidupan membuatnya sering membuat masalah dalam lingkungan, itu bila dibuang tidak pada tempat yang semestinya, itu bila dipergunakan tidak pada tempatnya.<br />
Seringkali sampah plastik menjadi biang kerok macetnya saluran air. Juga karena sifatnya yang karsiogenik, plastik dapat mengancam kesehatan kita, semisal saat kita merubah peruntukan botol plastik.</p>
<p>Kita nampaknya sudah hidup dijaman plastik, dimanjakannya dan endingnya jelas kita tak mampu lagi mengeluarkan dari sisi hidup kita. Yang mungkin bisa dilakukan adalah mengubah perilaku saat kita &#8220;<strong>bercerai</strong>&#8221; dengannya, saat kita menganggapnya sebagai sampah.<br />
Sudah saatnya kita melakukan gerakan massal  filterisasi, melakukan pemilahan sampah, mana yang kategori basah semacam sampah dapur dan mana yang termasuk kering, semacam plastik, kertas dsb.<br />
Dengan penyortiran seperti diatas akan muncul multiple effect :<br />
- sampah plastik akan bisa didaur ulang oleh industri dan bukan oleh alam.<br />
- kita akan memperoleh profit dari penjualan sampah plastik berikut gengnya.<br />
- volume sampah domestik [Surabaya] dan nasional akan menurun sekaligus mengurangi biaya operasinal.<br />
- pada akhirnya kita akan bisa punya andil dalam menyelamatkan bumi.</p>
<p>Hayo, siapa yang mau ambil bagian menjadi pahlawan lingkungan ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/2231/plastik-kawan-atau-lawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wajah transportasi</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/2165/wajah-transportasi/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/2165/wajah-transportasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 17:07:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mudz069</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mbangun Tugu]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>
		<category><![CDATA[wajah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=2165</guid>
		<description><![CDATA[Seiring dengan berjalannya waktu, eskalasi kemacetan di Surabaya kian meningkat. Ini sebagai konsekuensi logis dari tidak seimbangnya antara pertumbuhan luas jalan dengan jumlah kendaraan yang beredar. Weeh, Surabaya masih pakai FSB 300 ya, hehehe. Selama ini kita hanya mengenal alat transportasi publik berupa bis, taxi, bemo dan becak. Yang paling gres tentu saja kereta komuter. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seiring dengan berjalannya waktu, eskalasi kemacetan di Surabaya kian meningkat. Ini sebagai konsekuensi logis dari tidak seimbangnya antara pertumbuhan luas jalan dengan jumlah kendaraan yang beredar. Weeh, Surabaya masih pakai FSB 300 ya, hehehe.</p>
<p>Selama ini kita hanya mengenal alat transportasi publik berupa bis, taxi, bemo dan becak. Yang paling gres tentu saja kereta komuter.<br />
Dari alat angkutan publik diatas tentu punya plus minus tersendiri.<br />
Becak, sebenarnya cukup nyaman, bebas polusi. Sayang daya jangkau dan daya angkutnya terbatas, cuma 2 orang. Weeh, kalau becaknya disuruh ngankut 5 orang atau lebih skaligus meski andai bisa , so pasti tukang becaknya mancalnya setengah melet.<br />
Bemo sebenarnya angkutan yang paling ideal disisi harga, daya jangkau yang hingga tingkat kampung juga daya angkut lumayan hingga 11 orang.<br />
Kekurangannya mungkin jumlahnya kelewat banyak sehingga kadang kehadirannya malah menimbulkan kemacetan baru. Jalan pelan pelan, ngetem sembarangan, belok mendadak adalah perilaku buruk yang sering dijumpai.</p>
<p>Bis kota menang dalam hal kompresi, maksudnya daya angkutnya paling besar, hingga 50 orang sekali jalan. Harga tiket juga terjangkau. Sayangnya rute yang dilewati sangat terbatas padahal warga kota kadang butuh beberapa rute skaligus saat bepergian. Kalau dipaksa akan makan banyak waktu dan biaya.<br />
Sebenarnya dulu sempat ada trayek bis kota yang kemampuannya hampir setara dengan bemo dalam hal jelajah, yakni bis kota jurusan Kutisari &#8211; Demak.<br />
Mungkin karena rutenya kelewat panjang, pihak Damri akhirnya mengakhiri riwayat bis tersebut. Barangkali nggak nyucuk antara profit dan bea operasionalnya.</p>
<p>Tentang taxi dan kereta komuter saya agak malas mengapresiasinya. Taxi sudah mahal disisi harga, kapasitas angkutnya juga minim, cuma 4 orang.<br />
Sementara kereta komuter, meski murah meriah dan daya angkut jumbo, dia punya kelemahan dalam hal miskin rute [ lha wong relnya cuma <i>ngalor ngidul</i> ] juga kadang kehadirannya juga menyebabkan kemacetan. Saat terjadi crossing dengan kendaraan lain, berapa mobil dan sepeda motor yang harus rela menunggu ?<br />
Mau menempatkan kereta di layer yang berbeda, entah di atas berupa monorail ataupun dibawah berupa subway, jelas butuh anggaran yang <i> ruuaaarrr biasa</i>.<br />
Jakarta saja yang tempatnya 80 % rupiah beredar, kelimpungan membangunnya.</p>
<p>Dari uraian diatas, menurut saya, dengan mengambil semua sisi baiknya [miskin polusi, daya jelajah luas, kapasitas cukup besar], opsi terbaik dalam waktu dekat adalah bis mini dengan berbahan bakar gas.<br />
Mengapa bis mini ?<br />
Dengan badannya yang cukup langsing, dia akan cukup mudah melawati jalanan yang relatif kecil. Daya jelajah yang luas akan menggoda orang untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi.<br />
Lho kan sudah ada bemo ?toh, banyak yang sepi, kosong melompong.<br />
Nah, sistim ticketing perlu dirombak. Gak peduli berapa kali ganti bis, berapa kali harus transit, yang penting orang hanya bayar berdasarkan dari mana dia naik dan dimana dia turun.<br />
Bingung ? hmm, yah mirip jalan tol lah.<br />
Dalam hal ini pemerintah bisa melakukan subsidi harga biar menjadi sangat terjangkau sama orang miskin sekalipun. Yah, hitung hitung proyek rugi&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;mendinglah daripada dihambur-hamburkan buat membangun gedung dewan baru yang 1/2 trilyun juga daripada dikorup sana sini.</p>
<p>Kalau jalanan lebih lancar, konsumsi bbm akan turun dan ini akan mengurangi subsidi, life time suku cadang akan meningkat dan ini menguntungkan pemilik kendaraan. Secara nasional akan menekan beban ekonom dan meningkatkan kualitas hidup karena index polusi akan tereduksi.</p>
<p>Terus terang, punya kendaraan pribadi apalagi roda 4 ternyata juga butuh biaya yang gak sedikit.<br />
Coba diakumulasi biaya perawatan, biaya operasional, resiko pencurian, inefisiensi karena rendahnya load factor dan depresiasi harga [penyusutan harga kendaraan] yang harus kita tanggung dalam setahun.<br />
Kalau ada yang menawarkan pilihan yang lebih menguntungkan, mengapa tak dipertimbangkan ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/2165/wajah-transportasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Brigade 705</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/1925/brigade-705/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/1925/brigade-705/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 08:13:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mudz069</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[brigade]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=1925</guid>
		<description><![CDATA[Dalam suatu acara, kami yang hadir oleh si pembawa acara pernah dinobatkan sebagai anggota brigade 705. Semula kami tentu saja ngga paham apa maksudnya. Bayangan saya sih masih sak bolo sama Brigade merah yang pernah bikin rusuh di Italia. Ternyata brigade 705 adalah individu ataupun sekelompok orang yang memulai kegiatan, entah kerja or skul, dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam suatu acara, kami yang hadir oleh si pembawa acara pernah dinobatkan sebagai anggota <b>brigade 705</b>.<br />
Semula kami tentu saja ngga paham apa maksudnya. Bayangan saya sih masih <i>sak bolo</i> sama Brigade merah yang pernah bikin rusuh di Italia.<br />
Ternyata brigade 705 adalah individu ataupun sekelompok orang yang memulai kegiatan, entah kerja or skul, dari jam 7 hingga jam 5 dan hasilnya 0.<br />
Tentu saja hal diatas cuma kiasan. Intinya adalah adanya ketidak efisienan dalam penggunaan waktu.</p>
<p>Yah, mungkin kita datang masuk kerja tapi saat jam kerja kita sering main game, baca koran atau mungkin malah ngelayap ke warung sebelah.<br />
Bisa juga kita sedang di ruang kelas or ruang kuliah tapi pikiran kita sedang mengembara, sedang roaming ketempat lain.</p>
<p>Bila ketidak efisienan ini hanya merugikan diri sendiri mungkin nggak begitu masalah, tapi kalau skalanya sudah sampe merugikan orang lain, misalnya di ruang layanan publik, jelas ini harus dicegah.</p>
<p>Semoga gaung slogan <b>Satu Hati Bersih Korupsi </b> bisa bersifat multidimensi.<br />
Tak hanya korupsi &#8220;uang&#8221; saja yang diperangi namun juga korupsi waktu perlu dijadikan target operasi karena sama sama merugikan.<br />
Korupsi waktu pada ujungnya juga bisa berimplikasi pada kerugian materi.</p>
<p>Sekian orang anggota legislatif <i>mblolos</i>  di Senayan. Sekian orang PNS menghilang dari kantornya meski belum saatnya jam pulang&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..apakah <b>KPK</b> bisa menyentuhnya ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/1925/brigade-705/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Hamas dan PKL</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/1833/antara-hamas-dan-pkl/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/1833/antara-hamas-dan-pkl/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2009 17:40:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mudz069</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mbangun Tugu]]></category>
		<category><![CDATA[pkl]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=1833</guid>
		<description><![CDATA[Dengan dalih memburu Hamas, Israel terus membombardir Jalur Gaza meski banyak orang orang tak berdosa telah menjadi korbannya. Maka tak heran lahirlah apa yang dinamakan tragedi kemanusiaan. Dinegeri kita pernah juga terjadi potret yang mungkin serupa tapi dengan thema yang berbeda. Banyak daerah yang seolah kompak, dengan dalih demi kebersihan dan kelancaran kota, memburu para [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan dalih memburu Hamas, Israel terus membombardir Jalur Gaza meski banyak <i>orang orang tak berdosa</i> telah menjadi korbannya.<br />
Maka tak heran lahirlah apa yang dinamakan tragedi kemanusiaan.</p>
<p>Dinegeri kita pernah juga terjadi potret yang mungkin serupa tapi dengan thema yang berbeda.<br />
Banyak daerah yang seolah kompak, dengan dalih demi kebersihan dan kelancaran kota, memburu para PKL, menghancurkan lapak dan warungnya.<br />
Dan lahirlah apa yang dinamakan <i>tragedi ekonomi</i>.<br />
Dijaman yang serba sulit, dan mungkin paska di PHK, mereka harus terancam dan bahkan kehilangan sumber pengidupannya untuk kali yang kedua.</p>
<p>Sementara bunyi sebuah pasal di UUD, barangkali mirip sebuah parodi, <i>orang miskin dan anak terlantar <b>dibinasakan</b> oleh negara</i>.</p>
<p>Mengapa PKL harus diburu padahal disana, di kakilima, kadang terjadi proses perkuliahan gratis tentang marketing, tentang manajemen,  ketika seorang anak mengikuti bapak ibunya saat sedang berwirausaha ?<br />
Mengapa PKL harus diburu bila pemerintah kelimpungan memberi mereka lapangan kerja apalagi memberi nafkah ?<br />
Ah, jangankan urusan rizqi, mengatur distribusi pupuk, minyak n elpiji saja kadang sering tak terkendali.<br />
Langka dan bisajadi tak terbeli. </p>
<p>Sebagian PKL tak punya cukup rupiah untuk tinggal di plaza.<br />
Mereka juga tak cukup dana buat beriklan di media.<br />
Sederet kata kata <i>Ingin rujak uleg, nasi campur, gado gado atau bakso ? Silahkan hubungi <b>0823030303</b> atau email <b>kakilima@tugupahlawan.com</b></i>, hanyalah sebuah mimpi disianghari.</p>
<p>Sudah menjadi garis nasibnya, mereka menjadi komunitas jalanan, menjual hari ini untuk sebuah impian.<br />
Bila pemerintah mampu mengkonversi minyak ke elpiji, tentu bukan hal yang sulit mengkonversi sebuah lahan pertokoan menjadi <b>taman kaki lima</b>, tempat sebuah keindahan dan roda ekonomi wong cilik dikawinkan.<br />
Kota ini pasti bukan hanya milik <i>orang berdasi</i> tapi milik semua anak bangsa untuk memerdekakan hidupnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/1833/antara-hamas-dan-pkl/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>What if&#8230;&#8230;..</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/1696/what-if/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/1696/what-if/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 04:05:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mudz069</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[seandainya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=1696</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana seandainya kita menjadi Tuhan ? Pertanyaan pengandaian seperti itu coba dijawab oleh seorang Jim Carrey dalam perannya sebagai Bruce Al mighty. Yah, awalnya sangat menyenangkan, bisa menyenangkan diri sendiri, bisa mengubah banyak peristiwa lewat bim salabim&#8230;&#8230;tapi lama lama merasa capai sendiri karena harus menjawab jutaan email doa dari segala umat juga aneka kerjaan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Bagaimana seandainya kita menjadi Tuhan ?<br />
Pertanyaan pengandaian seperti itu coba dijawab oleh seorang Jim Carrey dalam perannya sebagai Bruce Al mighty.<br />
Yah, awalnya sangat menyenangkan, bisa menyenangkan diri sendiri, bisa mengubah banyak peristiwa lewat bim salabim&#8230;&#8230;tapi lama lama merasa capai sendiri karena harus menjawab jutaan email doa dari segala umat juga aneka kerjaan yang lain.<br />
Begitu capainya sehingga dia harus mereplay dengan yes to all, satu jawaban untuk semua masalah dan berakhir dengan kekacauan.<br />
Ternyata sesuatu yang sepertinya nampak enak [seperti dibenak Jim Carrey untuk menjadi Tuhan] tidaklah senikmat apa yg kita bayangkan semula.<br />
Kata orang jawa <b>sawang sinawang</b> atau kata sebuah ungkapan yang lain <i>rumput tetangga terasa lebih hijau</i>. Kita sering tertipu oleh penglihatan dan perasaan kita.<br />
Mungkin diantara kita sering bermimpi menjadi artis, enak punya banyak uang n terkenal lagi. Tapi siapa tahu si artis sendiri mungkin ga bahagia karena setiap kegiatan hidupnya ternyata diintip oleh paparazi dan para wartawan infotainment sehingga nyaris tak punya privasi.<br />
Barangkali juga kita pernah berpikir, hmmm enak ya jadi penghuni perumahan Dharmahusada Indah, rumahnya mewah, mobil bisa gonta ganti tapi siapa tahu orang yg kita pikirin ternyata sangat stress dalam menjalankan usahannya, dalam memikirkan semua utang utangnya ?</p>
<p>Kita harus mensugesti diri sendiri bahwa Tuhan telah memilihkan yang terbaik buat diri ini, siapapun kita.<br />
Di sebuah film lain dikisahkan ada seorang anak kecil yg merasa mungkin bahagia jadi orang dewasa, enak bisa pacaran dan bebas keluar rumah.<br />
Saat disuatu pasar malam, di suatu stan sihir dia mengungkapkan keinginannya dan terkabul menjadi orang dewasa, ternyata perasaan bahagia itu cuma sesaat dan selanjutnya seabreg tanggung jawab sebagai orang dewasa telah merampas waktunya.<br />
Akhir cerita dia ingin menjadi anak anak lagi dan itu tak terjadi dengan mudah.</p>
<p>Hari kan berganti, tahun baru kan segera datang memberi salam.<br />
Kita barangkali punya banyak angan, punya setumpuk harapan di tahun 2009.<br />
Jangan silau dengan impian, jangan berkubang terlalu lama dengan pesimisme karena kita semua tak pernah tahu ending dari cerita hidup kita.<br />
Yakinlah bahwa selalu ada ruang dan waktu untuk berjuang.</p>
<p><b>SELAMAT MENYAMBUT DATANGNYA TAHUN BARU 2009 DENGAN SEMANGAT YANG BARU</b></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/1696/what-if/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

