<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TUGUPAHLAWAN.COM &#187; yuki</title>
	<atom:link href="http://tugupahlawan.com/author/yuki/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tugupahlawan.com</link>
	<description>Komunitas Blogger Surabaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 May 2012 23:40:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Mari Sebarkan Semangat Berbagi</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/5607/mari-berbagi-2/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/5607/mari-berbagi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Apr 2012 07:15:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=5607</guid>
		<description><![CDATA[Coba lihat ke sekitar kita, atau mungkin didepan kita. Ya itu, persis didepan mata Anda yang tiap saat dipelototin, berharap ada pesan baru yang masuk atau syukur-syukur orderan, meski akhirnya notifikasi yang kita terima justru dari orang yang itu-itu saja. Istilah kerennya elu lagi elu lagi hehehe. Ya, ponsel Anda, apapun jenis dan mereknya pasti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src="http://2.bp.blogspot.com/-Cpj0RwklOxc/TclKkEWqtgI/AAAAAAAAADY/eVbOiwOVqPU/s400/mari-berbagi-r3.jpg" alt="Berbagi" width="224" height="224" />Coba lihat ke sekitar kita, atau mungkin didepan kita. Ya itu, persis didepan mata Anda yang tiap saat dipelototin, berharap ada pesan baru yang masuk atau syukur-syukur orderan, meski akhirnya notifikasi yang kita terima justru dari orang yang itu-itu saja. Istilah kerennya elu lagi elu lagi hehehe. Ya, ponsel Anda, apapun jenis dan mereknya pasti semua sudah tersambung ke situs jejaring sosial yang ngetop itu. Facebook, Twitter, LinkedIn, atau apalah namanya. Nah, dari situs-situs yang Anda ikuti itu, berani jamin pasti ada yang isinya mengajak kita untuk selalu berbagi. Entah itu berbagi pesan tentang kebaikan, sampai berbagi gosip.</p>
<p>Tunggu dulu. Bukannya kita sering dengar di jaman serba modern ini justru orang-orangnya cenderung individualis dan mementingkan dirinya sendiri?</p>
<p>Kalo itu sih udah bukan berita baru laah! Dari jaman onta cuma ada di Arab sampai onta ada di kebun binatang seluruh dunia juga yang namanya individualis udah eksis. Tentu masih pada ingat dengan kisah si Qarun yang waktu melarat rajin membantu orang, tapi giliran udah kaya dia malah sibuk ngurusi duitnya sendiri dan samasekali tidak mau sedekah. Itu contoh dari jaman baheula. Nah kalo jaman sekarang?</p>
<p>Banyak! Mulai dari sekedar tetangga yang masabodoh sama tetangganya yang lagi gulung koming nahan lapar, sampai ke pejabat yang dengan cueknya minta jalan pake voorijder padahal rakyatnya lagi pada kena macet, bahkan ambulans lagi bawa orang sakaratul maut pun sampai ndak bisa lewat.</p>
<p>Trus apa kaitannya sama judul tulisan diatas?</p>
<p>Ada!</p>
<p>Karena belakangan mulai banyak tokoh motivasi yang bermunculan, dan semua mengajarkan untuk berbagi kepada sesama, maka mulailah satu persatu dari kita ikutan peduli pada yang lain. Nggak apa-apa. Sah-sah aja memulai sesuatu dari sekedar ikut-ikutan. Harapannya nanti kalo udah jalan sendiri, kepeduliannya makin meningkat. Ini adalah sesuatu yang baik, dan mudah-mudahan saja sebaran kebaikan untuk saling berbagi itu bisa meluas hingga para pemimpin yang selama ini sok budeg dengan rakyatnya yang miskin sampai memunculkan orang-orang sok pahlawan baru seperti bang Madit hehehehe!</p>
<p>Tapi ternyata ajakan untuk berbuat baik dari para motivator itu banyak juga yang mulai menyalahgunakan. Memang tujuannya baik, seperti broadcast message ayat Al Quran dan pesan-pesan positif lainnya. Nah, di akhir BM itu pasti bakal Anda jumpai tulisan “kalau anda sayang dengan sesama, tolong sebarkan”, atau “masa untuk lelucon aja anda mau menyebarkan, sedangkan untuk kebaikan kok malas menyebarkan?”</p>
<p>Nah lo! Kebaikan kok maksa? Ya itulah yang sedang terjadi. Mungkin si pembuat kebaikan pengen agar kebaikan yang dibuatnya itu bisa menyebar dan jadi virus yang baik untuk sesama. Tapi kalo kemudian ada yang tidak menyebarkannya, maka itu adalah hak dari si penerima pesan dari si penyeru kebaikan itu. Tidak semua orang mau berbagi seperti si pembuat kebaikan itu. Kalo ini disikapi positif, paling tidak si pembuat kebaikan itu sudah dapet nilai positif dari upayanya berdakwah menebar manfaat bagi sesamanya. Kalo toh mandeg di satu orang, belum tentu kemudian dakwah itu mandeg di orang itu. Bisa jadi tiba-tiba suatu saat ada temennya yang pinjem hapenya dan melihat ada tulisan kebaikan itu, kemudian diam-diam dia mengkopi dan menyebarkannya, maka tidak ada alasan bagi sebuah kebaikan untuk tidak menular.</p>
<p>So, ketika kita sudah memutuskan untuk berbagi, apapun yang kita bagi, just do it! Lakukan saja karena Allah Maha Melihat dan mengetahui apa saja yang sudah kita kerjakan. Allah pasti sudah perintahkan malaikat pencatat kebaikan yang selalu follow kita tanpa pernah minta di follow back itu menulis apa yang sudah kita kerjakan. Kalo berharapnya sama manusia, maka bersiaplah untuk kecewa karena manusia ada ingkarnya, ada lupanya, ada khilafnya, bahkan ada tidak amanahnya seperti contoh kasus di atas. Tapi kalo kita mengerjakan kebaikan dengan tujuan supaya Allah mengeluarkan kita dari kesulitan hidup, dari kepahitan dan memberi kebaikan untuk kita, pasti dijawab sama Allah. Pasti! Ndak pake insya Allah karena yang balas Allah sendiri.</p>
<p>So, let’s share guys!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/5607/mari-berbagi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mari Berbagi</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/5608/mari-berbagi/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/5608/mari-berbagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 11:19:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=5608</guid>
		<description><![CDATA[Coba lihat ke sekitar kita, atau mungkin didepan kita. Ya itu, persis didepan mata Anda yang tiap saat dipelototin, berharap ada pesan baru yang masuk atau syukur-syukur orderan, meski akhirnya notifikasi yang kita terima justru dari orang yang itu-itu saja. Istilahnya KM kuadrat. Koen maneh koen maneh hehehe. Ya, ponsel Anda, apapun jenis dan mereknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-5624" title="Close-up of hand holding keys" src="http://tugupahlawan.com/wp-content/uploads/2011/12/mari-berbagi-300x204.jpg" alt="" width="300" height="204" />Coba lihat ke sekitar kita, atau mungkin didepan kita. Ya itu, persis didepan mata Anda yang tiap saat dipelototin, berharap ada pesan baru yang masuk atau syukur-syukur orderan, meski akhirnya notifikasi yang kita terima justru dari orang yang itu-itu saja. Istilahnya KM kuadrat. Koen maneh koen maneh hehehe.</p>
<p>Ya, ponsel Anda, apapun jenis dan mereknya pasti semua sudah tersambung ke situs jejaring sosial yang ngetop itu. Facebook, Twitter, LinkedIn, atau apalah namanya. Nah, dari situs-situs yang Anda ikuti itu, berani jamin pasti ada yang isinya mengajak kita untuk selalu berbagi. Entah itu berbagi pesan tentang kebaikan, sampai berbagi gosip.</p>
<p>Tunggu dulu. Bukannya kita sering dengar di jaman serba modern ini justru orang-orangnya cenderung individualis dan mementingkan dirinya sendiri?</p>
<p>Kalo itu sih udah bukan berita baru laah! Dari jaman onta cuma ada di Arab sampai onta ada di kebun binatang seluruh dunia juga yang namanya individualis udah eksis. Tentu masih pada ingat dengan kisah si Qarun yang waktu melarat rajin membantu orang, tapi giliran udah kaya dia malah sibuk ngurusi duitnya sendiri dan samasekali tidak mau sedekah. Itu contoh dari jaman baheula. Nah kalo jaman sekarang?</p>
<p>Banyak! Mulai dari sekedar tetangga yang masabodoh sama tetangganya yang lagi gulung koming nahan lapar, sampai ke pejabat yang dengan cueknya minta jalan pake voorijder padahal rakyatnya lagi pada kena macet, bahkan ambulans lagi bawa orang sakaratul maut pun sampai ndak bisa lewat.</p>
<p>Trus apa kaitannya sama judul tulisan diatas?</p>
<p>Ada!</p>
<p>Belakangan mulai banyak tokoh motivasi yang bermunculan, dan semua mengajarkan untuk berbagi kepada sesama untuk meraih keberhasilan, maka mulailah satu persatu dari kita ikutan peduli pada yang lain. Nggak apa-apa. Sah-sah aja memulai sesuatu dari sekedar ikut-ikutan. Harapannya nanti kalo udah jalan sendiri, kepeduliannya makin meningkat.</p>
<p>Ini adalah sesuatu yang baik, dan mudah-mudahan saja sebaran kebaikan untuk saling berbagi itu bisa meluas hingga para pemimpin yang selama ini sok budeg dengan rakyatnya yang miskin sampai memunculkan orang-orang sok pahlawan baru seperti bang Madit hehehehe!</p>
<p>Tapi ternyata ajakan untuk berbuat baik dari para motivator itu banyak juga yang mulai menyalahgunakan. Memang tujuannya baik, seperti broadcast message ayat Al Quran dan pesan-pesan positif lainnya. Nah, di akhir BM itu pasti bakal Anda jumpai tulisan “kalau anda sayang dengan sesama, tolong sebarkan”, atau “masa untuk lelucon aja anda mau menyebarkan, sedangkan untuk kebaikan kok malas menyebarkan?”</p>
<p>Hayah koen! Kebaikan kok maksa? Ya itulah yang sedang terjadi. Mungkin si pembuat kebaikan pengen agar kebaikan yang dibuatnya itu bisa menyebar dan jadi virus yang baik untuk sesama. Tapi kalo kemudian ada yang tidak menyebarkannya, maka sebetulnya itu adalah hak dari si penerima pesan dari si penyeru kebaikan itu.</p>
<p>Tidak semua orang mau berbagi seperti si pembuat kebaikan itu. Kalo ini disikapi positif, paling tidak si pembuat kebaikan itu sudah dapet nilai positif dari upayanya berdakwah menebar manfaat bagi sesamanya. Kalo toh mandeg di satu orang, belum tentu kemudian dakwah itu mandeg di orang itu. Bisa jadi tiba-tiba suatu saat ada temennya yang pinjem hapenya dan melihat ada tulisan kebaikan itu, kemudian diam-diam dia mengkopi dan menyebarkannya, maka tidak ada alasan bagi sebuah kebaikan untuk tidak menular.</p>
<p>So, ketika kita sudah memutuskan untuk berbagi, apapun yang kita bagi, just do it! Lakukan saja karena Allah Maha Melihat dan mengetahui apa saja yang sudah kita kerjakan. Allah pasti sudah perintahkan malaikat pencatat kebaikan yang selalu follow kita tanpa pernah minta di follow back itu menulis apa yang sudah kita kerjakan.</p>
<p>Kalo berharapnya sama manusia, maka bersiaplah untuk kecewa karena manusia ada ingkarnya, ada lupanya, ada khilafnya, bahkan ada tidak amanahnya seperti contoh kasus di atas. Tapi kalo kita mengerjakan kebaikan dengan tujuan supaya Allah mengeluarkan kita dari kesulitan hidup, dari kepahitan dan memberi kebaikan untuk kita, pasti dijawab sama Allah. Pasti! Ndak pake insya Allah karena yang balas Allah sendiri.</p>
<p>So, let’s share guys! Aku tak ngombe dhisik&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/5608/mari-berbagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Humor Burung Kakatua</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/2995/humor-burung-kakatua/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/2995/humor-burung-kakatua/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 03:02:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=2995</guid>
		<description><![CDATA[Di pasar burung ada seorang pembeli yang tertarik melihat seekor burung kakatua yang pandai bernyanyi. Diapun bertanya pada si penjual. Pembeli: burungnya bisa nyanyi lagu apa aja nih? Penjual: kalau kaki kirinya ditarik, dia nyanyi Rasa Sayange. Kalau kaki kanannya ditarik dia nyanyi Abang Tukang Bakso Pembeli: kalau dua-duanya ditarik? Penjual: ya jatuh tuan&#8230; ********** [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di pasar burung ada seorang pembeli yang tertarik melihat seekor burung kakatua yang pandai bernyanyi. Diapun bertanya pada si penjual.</p>
<p>Pembeli: burungnya bisa nyanyi lagu apa aja nih?</p>
<p>Penjual: kalau kaki kirinya ditarik, dia nyanyi Rasa Sayange. Kalau kaki kanannya ditarik dia nyanyi Abang Tukang Bakso</p>
<p>Pembeli: kalau dua-duanya ditarik?</p>
<p>Penjual: ya jatuh tuan&#8230;</p>
<p>**********</p>
<p>Seorang pembali sedang melihat dua ekor burung kakatua yang sedang dipajang di pasar burung. Dia heran ternyata harga dua burung itu lebih mahal yang diam daripada yang cerewet. Diapun bertanya</p>
<p>Pembeli: pak, kenapa yang diam ini harganya lebih mahal dari yang cerewet?</p>
<p>Penjual: oh, kalau yang cerewet ini memang pinter nyanyi, tapi yang diem ini pencipta lagunya.</p>
<p>Pembeli: ????</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/2995/humor-burung-kakatua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seabad Kebangkitan Nasional</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/700/seabad-kebangkitan-nasional/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/700/seabad-kebangkitan-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 14:43:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/700/seabad-kebangkitan-nasional/</guid>
		<description><![CDATA[20 Mei, bangsa ini akan memperingati kembali Hari Kebangkitan Nasional, untuk keseratus kalinya sejak pertamakali gerakan Boedi Oetomo muncul di negeri ini. Berawal dari kepedulian seorang Dr. Soetomo akan nasib bangsa ini yang dianggap tidak bermartabat, bahkan diinjak-injak oleh bangsa lain, dalam hal ini bangsa Belanda di waktu itu. Bersama beberapa temannya seperti Goenawan Mangoenkoesoemo, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>20 Mei, bangsa ini akan memperingati kembali Hari Kebangkitan Nasional, untuk keseratus kalinya sejak pertamakali gerakan Boedi Oetomo muncul di negeri ini. Berawal dari kepedulian seorang Dr. Soetomo akan nasib bangsa ini yang dianggap tidak bermartabat, bahkan diinjak-injak oleh bangsa lain, dalam hal ini bangsa Belanda di waktu itu. Bersama beberapa temannya seperti Goenawan Mangoenkoesoemo, dan beberapa rekan lain, mereka serius memikirkan bagaimana membuat bangsa ini bangkit kembali.</p>
<p>Dari kumpul-kumpul di perpustakaan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/School_tot_Opleiding_van_Inlandsche_Artsen" title="School tot Opleiding van Inlandsche Artsen">School tot Opleiding van Inlandsche Artsen</a>, para mahasiswa peduli bangsa ini juga mengamati, banyak kalangan masyarakat sendiri, ternyata lebih eksklusif dalam pergaulan mereka, dengan membentuk perkumpulan-perkumpulan yang anggotanya sesama mereka sendiri. Yang Tionghoa ya kumpulnya sama sesama Tionghoa, yang Jawa juga begitu. Dari situlah, para pemuda ini berkeinginan membentuk sebuah perkumpulan yang anggotanya multi ras, yang tidak semata hanya untuk ajang kumpul belaka, tapi juga untuk membantu bangkitnya bangsa ini, dengan sumbangsih apapun yang mereka miliki. Anggotanya selain multi ras, juga multi dimensi, tidak memandang kaya dan miskin maksudnya.</p>
<p><span id="more-700"></span>Hari Minggu 20 Mei 1908, lahirlah sebuah gerakan yang akhirnya dinamai Boedi Oetomo. Pada masa pergerakan ini, ada beberapa kali pergantian pemimpin, termasuk tentunya ada perbedaan-perbedaan pandangan tentang visi dan misi pergerakan ini. Tapi apapun, perkumpulan ini sudah memberikan bukti, bangsa Indonesia mampu bangkit dari keterpurukan, dan diharapkan tidak lagi diinjak-injak bangsa lain.</p>
<p>99 tahun berlalu, dan tahun ini kita masuki tahun keseratus, atau genap seabad gerakan yang kemudian masuk sebagai ikon Kebangkitan Nasional. Beberapa acara memperingati hari besar nasional ini sudah mulai digelar, seperti dari klub motor besar, atau dari instansi dan institusi lain. Tapi coba kita lihat, apakah memang perjuangan bangsa untuk bisa bangkit dari keterpurukan sudah menuai hasil? Karena dulu kita pernah mengenal &#8220;Era Tinggal Landas&#8221; yang ternyata sampai sekarang tidak membuat bangsa ini bisa terbang melayang dengan kesuksesan dan keberhasilan. Justru yang ada, di masa seabad Kebangkitan Nasional, bangsa ini dihadapkan pada kenyataan yang tidak asyik; harga-harga melonjak, orang antri minyak tanah seperti jaman Jepang, ditambah lagi dengan rencana kenaikan BBM, yang konon akan diumumkan akhir Mei ini.</p>
<p>Kalau toh ini ujian, semoga ini adalah pemicu semangat bangsa ini untuk bisa bangkit kembali, entah bagaimanapun caranya. Kondisi saat ini, rasanya tidak layak disebut sebagai kondisi bangkit. Bahkan saat inipun, kita masih diinjak-injak bangsa lain. Tentu teman-teman ingat dengan larangan Uni Eropa terhadap maskapai kita. Sampai sekarang, tidak satupun maskapai kita diizinkan terbang ke negara-negara anggota UE, dengan alasan keselamatan. Ini baru satu, belum lagi tekanan untuk divestasi alias privatisasi aset-aset negara, dengan alasan untuk memberdayakan keuangan negara, ditambah lagi dengan tekanan-tekanan lain dari negara besar lewat lembaga keuangannya, supaya Indonesia tunduk dan patuh terhadap mereka, dengan mengatur negara ini sesuai mekanisme pasar, agar pemerintah bisa mendapat untung dari pengelolaan aset. Pemerintah untung? Rakyatnya bagaimana? Wong BLT aja masih baru siap di 6 kota. Padahal BBM udah mau naik lagi, dan itu berlaku nasional. Kalau naiknya hanya di 6 kota yang BLT-nya siap sih no problem. Itu aja belum jelas juga bagaimana mekanismenya.</p>
<p>Seabad Kebangkitan Nasional kita peringati. Kapankah bangsa ini bangkit, sesuai yang dicita-citakan Dr. Soetomo dan kawan-kawannya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/700/seabad-kebangkitan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hati-hati Di Jalan</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/680/hati-hati-di-jalan/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/680/hati-hati-di-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 May 2008 01:57:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lalu-lintas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/680/hati-hati-di-jalan/</guid>
		<description><![CDATA[Ungkapan seperti judul diatas ini, boleh jadi teramat sangat sering kita dengar, terutama kalau mau berangkat, entah ke sekolah, kuliah, tempat kerja, atau kalau mau plesir keluar kota. Tapi coba kita lihat, seberapa hati-hatikah pengendara di jalan raya? Kalau teman-teman amati, ada papan elektrik yang dipasang di depan Polsek Tegalsari, dan juga di dekat tikungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ungkapan seperti judul diatas ini, boleh jadi teramat sangat sering kita dengar, terutama kalau mau berangkat, entah ke sekolah, kuliah, tempat kerja, atau kalau mau plesir keluar kota. Tapi coba kita lihat, seberapa hati-hatikah pengendara di jalan raya?</p>
<p>Kalau teman-teman amati, ada papan elektrik yang dipasang di depan Polsek Tegalsari, dan juga di dekat tikungan menuju ke arah jembatan layang Mayangkara. Disitu ada tulisan tentang data kecelakaan untuk 2008. Ternyata, sampai bulan Mei ini, jumlah kecelakaannya sudah lebih dari 410 kejadian. Yang lebih mengerikan lagi, ternyata jumlah korban tewas akibat kecelakaan itu sudah mendekati setengahnya, atau sudah lebih dari 200 kejadian. Sementara jumlah korban luka berat dan ringannya juga tidak sedikit.</p>
<p>Sekarang, coba teman-teman amati di jalan. Bagaimana dengan perilaku pengendara sepeda motor, dan juga mobil termasuk angkutan umum? Ternyata, cara berkendara mereka sangat berbahaya. Ini pernah diungkap mas Ganton dan mas Komang Ferry dari Dharma Safety Drive, sebuah lembaga yang mengajarkan berkendara aman dan selamat. Yang sepeda motor sudah ugal-ugalan, tidak kenal ampun kalau sudah maunya sendiri yang muncul, potong kanan-kiri dan senggol spion orang sudah bukan hal baru lagi. Pun juga pengendara mobil tidak kalah sangarnya dalam berkendara. Biarpun ada yang sudah kasih lampu sein, ternyata masih saja ada yang nggak mau mengalah sedikit, memberi jalan. Sebaliknya, kadang-kadang yang ngasih sein pun juga begitu, belok dulu baru kasih sein.</p>
<p>Pihak kepolisian pernah menyatakan, kecelakaan itu selalu diawali dari pelanggaran. Jadi kesimpulannya, angka kecelakaan yang sangat tinggi di Surabaya ini, bisa jadi karena kedisiplinan pengendara dalam mematuhi peraturan lalu-lintas sangat rendah, sehingga kecelakaan sering terjadi. Secara kuantitas, ada peningkatan yang lumayan besar untuk tahun ini, dibandingkan tahun 2007 kemarin.</p>
<p>So, kalau mungkin orangtua, istri, suami, anak, atau pacar sudah mengatakan, &#8220;Hati-hati di jalan ya!&#8221;, mudah-mudahan kita semua sudah betul-betul menerapkannya di jalan. Beberapa klub sepedamotor sendiri pernah menyatakan, sudah berusaha menyosialisasikan keselamatan berkendara, tapi sejauh ini hasilnya masih belum terlalu tampak, begitu juga dengan apa yang sudah dilakukan beberapa klub mobil. Sekali lagi, hati-hati di jalan Kawan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/680/hati-hati-di-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahu dan Tempe&#8230; Nasibmu&#8230;&#8230;</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/400/tahu-dan-tempe-nasibmu/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/400/tahu-dan-tempe-nasibmu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jan 2008 20:04:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/400/tahu-dan-tempe-nasibmu/</guid>
		<description><![CDATA[Biasanya kalo ditanya,&#8221;Manganmu karo opo?&#8221; trus kita jawab &#8220;tahu dan tempe&#8221;, umumnya yang nanya rada mencibir. Memang sebagian ada yang bersikap seperti itu. Tapi beberapa hari terakhir, gara-gara harga kedelai dunia melonjak, dari 300 dolar Amrik perton, jadi 600 dolar perton, makanan kebangsaan negeri kita, yang konon justru Jepang yang mematenkannya, sekarang jadi barang langka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i12.tinypic.com/8aygk2b.jpg" align="top" border="0" height="204" width="301" /></p>
<p>Biasanya kalo ditanya,&#8221;Manganmu karo opo?&#8221; trus kita jawab &#8220;tahu dan tempe&#8221;, umumnya yang nanya rada mencibir. Memang sebagian ada yang bersikap seperti itu. Tapi beberapa hari terakhir, gara-gara harga kedelai dunia melonjak, dari 300 dolar Amrik perton, jadi 600 dolar perton, makanan kebangsaan negeri kita, yang konon justru Jepang yang mematenkannya, sekarang jadi barang langka</p>
<p>Gara-gara harga kedelai naik sampai 150 persen, tempe mulai langka di pasaran. Malah di Jakarta kemarin (14 Jan 08), sekitar 5 ribuan pengusaha tahu tempe pada demo ke Istana Negara, gara-gara bahan bakunya yang naik tinggi sekali.<span id="more-400"></span></p>
<p>Menyikapi hal ini, pemerintah sudah memutuskan untuk meniadakan bea masuk impor kedelai, jadi bahan baku tahu tempe kebanggaan kita nggak akan jadi terlalu mahal. Kalo dari data pemerintah, sebagian besar bahan baku tahu tempe itu diimpor lho! Gara-garanya produksi dalam negeri juga turun. Kalo 2006 bisa nyampe 1,2 juta ton, tahun lalu tinggal 620 ribu ton. Jadi, tahu tempe yang dulu katanya &#8220;panganan wong ndeso&#8221;, ternyata sudah jadi makanan mahal, gara-gara bahan bakunya langka&#8230;.oh tempe penyet&#8230;apa iya kau akan naik juga&#8230;.??? hikkss&#8230;.</p>
<p><img src="http://i16.tinypic.com/6jo9l61.jpg" align="bottom" border="0" height="230" width="307" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/400/tahu-dan-tempe-nasibmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pulau Indonesia Dijual?</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/277/pulau-indonesia-dijual/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/277/pulau-indonesia-dijual/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2007 18:49:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/277/pulau-indonesia-dijual/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari terakhir, sempat muncul keresahan di kalangan pejabat negara, terutama Departemen Dalam Negeri. Ini sesudah muncul kabar, ada 2 pulau di wilayah Nusa Tenggara Barat yang dijual. Masing-masing bernama Pulau Panjang, yang luasnya 33 hektar, dan Pulau Meriam Besar, yang luasnya 5 hektar. Letak pulau-pulau ini lumayan strategis, karena ada di Teluk Saleh NTB, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari terakhir, sempat muncul keresahan di kalangan pejabat negara, terutama Departemen Dalam Negeri. Ini sesudah muncul kabar, ada 2 pulau di wilayah Nusa Tenggara Barat yang dijual. Masing-masing bernama Pulau Panjang, yang luasnya 33 hektar, dan Pulau Meriam Besar, yang luasnya 5 hektar. Letak pulau-pulau ini lumayan strategis, karena ada di Teluk Saleh NTB, dan sangat dekat aksesnya untuk ke Bali dan Sumbawa Besar.</p>
<p>Penawaran kedua pulau itu, masuk dalam situs www.karangasemproperty.com, sebuah situs khusus properti, yang juga menangani kepemilikan lahan di Indonesia. Saut Situmorang jurubicara Depdagri langsung angkat bicara, dengan mengatakan, penjualan 2 pulau itu tidak sesuai UUD 45, pasal 33 ayat 3. Saut bahkan mengatakan, akan mengklarifikasi kebenaran informasi itu, bersama instansi di tingkat pusat. Yang jelas kata Saut, tidak ada dasar yang menjadi peluang penjualan wilayah teritorial negara. Yang ada hanya pengelolaan saja.<span id="more-277"></span></p>
<p>Nah, ternyata sesudah ramai diberitakan media, saya coba klik lagi situs ini, dan ternyata yang muncul adalah tulisan seperti ini:</p>
<p><strong> Revisi,</strong></p>
<p>Permohonan Maaf, atas kesalahan penggunaan kata-kata <strong>FOR SALE</strong> pada situs kami.</p>
<p>Tujuan kami menggunakaan kata-kata <strong>SALE</strong> disini memiliki arti lain dari yang diyakini oleh banyak pihak terutama yang telah mengirimkan email kepada kami. Adapun penggunaan kata-kata <strong>SALE</strong> disini yaitu kami gunakan sebagai kata kunci pada <strong><em>MESIN PENCARI</em></strong> / <strong><em>SEARCH ENGINE</em></strong> di <strong>INTERNET</strong> sehingga mempermudah bagi <strong>INVESTOR</strong> menemukan dan paling tidak tertarik untuk menghubungi kami, datang, melihat dan pada akhirnya menanamkan modal untuk membangun tempat tersebut sehingga dapat menjadi daerah yang lebih maju.</p>
<p>Mengapa kami tidak menggunakan kata-kata <strong>INVESTOR WANTED, etc</strong>. Karena kami meyakini dengan kata-kata tersebut sangat jarang orang serius menggunakannya untuk mencari dan tidak banyak orang tertarik untuk berinvestasi ditempat yang belum mereka ketahui keadaannya tanpa datang dan melihat terlebih dahulu tempat yang akan diinvestasikan. Disamping itu juga kami tidak berkeinginan yang menghubungi kami adalah <strong>INVESTOR FIKTIF</strong> dimana akan membuat permasalah pada penipuan Berinvestasi seperti yang sering terjadi.</p>
<p>Kami sangat yakin, cara yang kami gunakan tersebut memang telah menarik minat banyak orang, dan dari beberapa orang yang menghubungi kami kebanyakan dari mereka pada akhirnya tidak tertarik untuk berinvestasi<br />
dengan berbagai alasan dan beberapa diantaranya yang kebanyakan kami terima yaitu</p>
<p><strong>1. KARENA PULAU TERSEBUT TIDAK DIJUAL DAN HANYA UNTUK KERJASAMA DALAM BERINVESTASI</strong></p>
<p><strong>2. TIDAK DIINVESTASIKAN SEBAGAI KASINO/RUMAH JUDI</strong></p>
<p>Sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku di Indonesia maupun didaerah tersebut. Kami sebagai orang yang bekerja dibidang property mengerti bahwa tanah negara tidak mungkin untuk diperjual belikan kepada pihak asing, dan kamipun meyakini bahwa banyak investor asing yang mengerti tidaklah mungkin bagi mereka untuk membeli tanah di Indonesia.</p>
<p>Kami sebagai seorang warga negara Indonesia berkewajiban untuk ikut menjaga dan melestarikan aset negara. Kami sebagai tenaga marketing dibidang property hanya berkeinginan untuk membantu memajukan negara dengan mencari Investor.</p>
<p>Demikian isi dari permohon maaf kami kepada seluruh pihak dimana dari pengiklanan tersebut menimbulkan permasalahan.</p>
<p>Hormat kami,</p>
<p>Karangasemproperty.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/277/pulau-indonesia-dijual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>1 December, AIDS World Day</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/242/1-december-aids-world-day/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/242/1-december-aids-world-day/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2007 19:45:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/242/1-december-aids-world-day/</guid>
		<description><![CDATA[Ini sebuah program yang awalnya dari pertemuan antar Menteri Kesehatan sedunia, 1 Desember 1988. Tujuannya, supaya ada perhatian serius terhadap wabah ini. Data yang dilansir Komisi Penanggulangan AIDS sekitar pertengahan tahun lalu, jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia naik 100 persen, dengan prediksi sampai akhir 2007 ini. Sementara provinsi DKI Jakarta dan Papua, menenmpati peringkat pertama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i2.tinypic.com/6u8n7f4.png" alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" /></p>
<p>Ini sebuah program yang awalnya dari pertemuan antar Menteri Kesehatan sedunia, 1 Desember 1988. Tujuannya, supaya ada perhatian serius terhadap wabah ini.</p>
<p>Data yang dilansir Komisi Penanggulangan AIDS sekitar pertengahan tahun lalu, jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia naik 100 persen, dengan prediksi sampai akhir 2007 ini. Sementara provinsi DKI Jakarta dan Papua, menenmpati peringkat pertama penderita HIV/AIDS terbanyak di Indonesia. Jawa Barat di urutan kedua. Jatim dan lain-lain datanya menyusul.</p>
<p>Di Madiun, penderita penyakit ini didominasi pelajar, dengan 51 persen pelajar SMA, 26 persen pelajar SMP, bahkan adik-adik di SD pun sudah ada yang terjangkit virus perapuh kekebalan tubuh ini, dengan angka 11 persen. Dan untuk kalangan mahasiswa di Madiun, angka penelitian menunjukkan 11 persen.<span id="more-242"></span></p>
<p>Menyikapi hal ini, ada satu keprihatinan dari Buya Mas&#8217;oet Abidin, Ketua Dewan Dakwah Indonesia Sumatera Barat. Buya mengatakan, banyaknya usia produktif terjangkit HIV/AIDS di Indonesia, menunjukkan pergaulan bebas sudah sulit dikendalikan. Pergaulan bebas di masyarakat terutama usia produktif, udah bener-bener bebas bas baaass&#8230; Dan ironisnya, alasan-alasan global seperti HAM, gaya hidup, paham liberal, termasuk globalisasi, selalu menjadi tameng pembenaran gaya hidup yang dianggap &#8220;masa kini&#8221;, bahkan dulu ada survei Deteksi (bukan si Dion nih!), mudah-mudahan ingatan saya betul. yang menyebut, ada jargon pacaran kalo nggak em-el, berarti nggak oke&#8230;</p>
<p>Nah, ternyata gaya hidup jadul, yang baru saling tempel kelingking aja girangnya udah setengah mati, kadang-kadang indah juga. Makanya kenapa banyak orangtua menyesalkan gaya hidup sekarang, terutama kalau dibandingkan dengan masa-masa muda mereka. Ah&#8230;sudahlah&#8230;ini kan masa kini. Tapi, apa iya masa kini harus identik dengan sex bebas, kumpul kebo (kayak pengakuan salah satu artis Indonesia, yang ngaku hidup bersama tanpa ikatan pernikahan dengan seorang bule), atau hidup dengan Napza???</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/242/1-december-aids-world-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gerak Jalan Mojokerto &#8211; Surabaya</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/141/gerak-jalan-mojokerto-surabaya/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/141/gerak-jalan-mojokerto-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Nov 2007 12:59:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/141/gerak-jalan-mojokerto-surabaya/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, persisnya jam 7 malam tadi, gerak jalan tradisional, yang ini juga disebut sebagai napak tilas perjuangan bangsa kita, kembali digelar. Pesertanya untuk kategori perorangan lebih dari 3 ribu orang. Sementara yang beregu mendekati angka 400. Konon dulu pejuang dari Surabaya yang dibombardir Sekutu pada 10 November, semuanya melarikan diri ke arah Mojokerto. Ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini, persisnya jam 7 malam tadi, gerak jalan tradisional, yang ini juga disebut sebagai napak tilas perjuangan bangsa kita, kembali digelar. Pesertanya untuk kategori perorangan lebih dari 3 ribu orang. Sementara yang beregu mendekati angka 400. Konon dulu pejuang dari Surabaya yang dibombardir Sekutu pada 10 November, semuanya melarikan diri ke arah Mojokerto. Ini kalo dari cerita para buyut dan pinisepuh. <span id="more-141"></span></p>
<p>Yang bikin rame gerak jalan ini sebetulnya bukan karena ramainya jumlah peserta saja, tapi juga animo dan antusiasme masyarakat yang daerahnya dilewati. Banyak yang dengan sukarela nyiapkan air minum, kue-kue, bahkan sego sadhukan alias nasi bungkus pun disiapkan. Jadi persis suasana waktu perang dulu, para pejuang yang bertempur nggak perlu bingung cari ganjelan perut, karena masyarakat menyediakannya dengan semangat juang yang sama besarnya.</p>
<p>Yang unik, peserta gerak jalan tidak melulu dari mereka yang ikut lomba jalan kaki ini, tapi juga dari beberapa klub sepeda kuno, dan juga mobil kuno. Gerak jalan ini sendiri untuk menggairahkan kembali semangat kepahlawanan masyarakat, sekaligus biar nggak lupa gimana beratnya perjuangan dulu, meski yaa ada juga sih yang finishnya naik bis, dianter temennya naik motor, atau mobil. MERDEKA!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/141/gerak-jalan-mojokerto-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Say Hi To You All&#8230;</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/87/say-hi-to-you-all/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/87/say-hi-to-you-all/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Nov 2007 01:36:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Heroes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/87/say-hi-to-you-all/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum, kulonuwun, permisi, spadaa, punten&#8230; Saking asyiknya posting, malah lupa memperkenalkan diri, jadi mirip hantu gentayangan, hehehe!! Nama asli saya sih Yusuf Kiky Aditya, tapi dua kata didepan lebih sering disingkat jadi Yuki. Aktivitas sekarang, lagi terdaftar sebagai juru siar alias tukang cuap-cuap di Radio Suara Surabaya. Hobi&#8230;.lebih seneng main musik meskipun dengerinnya juga suka, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i9.tinypic.com/6xtuogh.jpg" align="bottom" border="0" height="307" width="410" /></p>
<p>Assalamualaikum, kulonuwun, permisi, spadaa, punten&#8230;</p>
<p>Saking asyiknya posting, malah lupa memperkenalkan diri, jadi mirip hantu gentayangan, hehehe!! Nama asli saya sih Yusuf Kiky Aditya, tapi dua kata didepan lebih sering disingkat jadi Yuki. Aktivitas sekarang, lagi terdaftar sebagai juru siar alias tukang cuap-cuap di Radio Suara Surabaya. Hobi&#8230;.lebih seneng main musik meskipun dengerinnya juga suka, dan suka juga nulis. Dulu sebelum ada blog seperti ini, saya sering nulis di buku tulis yang kosong, paling sering ya bikin cerita. Dulu pas SMP pernah lagi mood, bisa nulis 2 buku sekaligus cerita bersambung. Kalo sekarang diulangi jelas bakalan sulit hehehe!! <span id="more-87"></span></p>
<p>Kayaknya itu dulu ya&#8230;kalo ada yang kurang, atau kalau ada yang inget lagi, nanti saya tambahin. Salam kenal juga buat semuanya, semoga TPC ini tidak berumur singkat, tapi tetep langgeng kayak Highlander&#8230;.nggak ada matinye&#8230;!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/87/say-hi-to-you-all/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

