Berita Duka : Ayahanda Mbak Manda

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun.

 

Telah meninggal dunia Ayahanda dari Manda Roosalina a.k.a Manda La Mendol (salah satu crew Tugupahlawan.com) pada hari Kamis 24 April 2008 pukul 00.05.
Semoga amal dan ibadahnya diterima di sisinya.

dan mbak manda sekeluarga diberikan ketabahan.

AMIEN

NB : Nanti malam ada tahlilan di Rumahnya di Perak, alamat menyusul.

Shine dan wanita Indonesia

Pada akhir bulan maret kemarin, yahoo.inc me-release situs yang menargetkan khusus para wanita berumur antara 25-45 tahun, Shine. Alasan utama Shine menargetkan wanita dikarenakan wanita lebih banyak sebagai “decision maker” dalam rumah tangga terutama urusan belanja, Masih menurut Yahoo, banyak pemasang iklan yang berusaha menjangkau konsumernya lebih “dekat dan langsung”, terutama untuk barang-barang rumah-tangga, retail dan produk-produk farmasi. Inilah alasan utama diluncurkannya situs khusus wanita ini.

Menurut Amy Iorio, vice president for Yahoo Lifestyles, riset juga menunjukkan bahwa para wanita menyenangi situs yang mengkombinasi antara konten bervariasi (termasuk advertising didalamnya) dan tool komunikasi yang terdapat situs tersebut (YM&mail yahoo terbukti sangat efektif untuk Yahoo memasarkan iklan-iklannya). Masih menurut Iori, “”These women were sort of caretakers for everybody in their lives,” They didn’t feel like there was a place that was looking at the whole them — as a parent, as a spouse, as a daughter. They were looking for one place that gave them everything.”

Para wanita manapun di dunia ini seperti “makelar dalam hidupnya sendiri”. Belanja adalah nomor satu bagi mereka. Dan yang paling utama menurut Iori, females tend to blog more than males.”

Riset internal yang dilakukan yahoo ini justru harusnya “membuka mata kita”. Harus kita Tanya kepada yahoo terutama bagian Lifestyle nya……..”sudahkah anda melakukan riset ini kepada wanita Indonesia…?”

Shine jelas menargetkan untuk wanita yang “melek tehnologi” dan itu bukan untuk wanita Indonesia….!!!

Sebagian besar wanita Indonesia masih “gaptek”, walaupun banyak yang sudah mampu menguasai tehnologi informatika (computer dan internet) namun sampai sejauh mana…? Berapa persen jumlahnya diseluruh rakyat Indonesia..? Disaat wanita-wanita di luar negeri sudah mahir mengoperasikan computer dan internet (bahkan banyak yg menggantungkan hidupnya melalui jual-beli online), wanita kita, Indonesia, masih berkubang dalam kemiskinan. Jangankan internet, memegang computer saja tidak pernah. Ini kenyataan pahit yang tidak bias kita pungkiri. Rasanya, semakin lama Indonesia semakin jauh tertinggal.

Bagaimana ini wanita-wanita Indonesia….? Akankah kalian harus menunggu kembali kartini-kartini modern yang bisa me-remping kabel LAN, mengoperasikan windows dan Linux, blogging, menguasai sricpt php, vbulettin dan lain-lain yang berbau informatika..? kenapa tidak berusaha menjadi kartini seperti ini…?

Hari Kartini dan Maknanya

Hari Kartini. Ada sebagai penghormatan atas wujud perjuangan kaum perempuan, simbol persamaan gender, emansipasi wanita. Kartini ada sebagai pahlawan, bukan dengan tindakan kekerasan, tapi tetap radikal, demi memperjuangkan kebenaran yang dipercayainya.

Beberapa dekade setelah beliau meninggal, pergerakan wanita semakin terasa dan membawa dampak luar biasa. Saat ini, melihat kaum perempuan berada di posisi kepemimpinan bukanlah hal yang begitu tabu lagi, meskipun adat ketimuran yang bangsa ini punya juga tidak sepenuhnya punah, terutama budaya patriarki.

Hari Kartini, di berbagai daerah diperingati dengan cara menggunakan baju adat daerah-daerah yang ada di Indonesia. Entah kenapa juga, apakah ada relasi antara baju adat dan perjuangan R. A. Kartini itu sendiri.

Suatu fenomena menarik aku dengar dari ayahku. Di sebuah sekolah dasar di Surabaya Timur, dilakukan juga perayaan serupa. Hari itu, seluruh murid kelas 1 menggunakan baju daerah. Sifat ayahku yang supel membuatnya bisa dekat dengan anak-anak di sana. Ia bertanya pada beberapa anak, “Wah, bagus-bagus ya bajunya…” “Ini dari Sunda ya?”, seraya bertanya kepada salah 1 anak. Sang anak pun menjawab “Iya, om…”

Pertanyaan serupa diberikan kepada beberapa anak. Sampai kepada seorang anak, “Wah, ini bagus sekali, bajunya dari Jogja ya?” Dengan yakinnya, sang anak menjawab, “Lhoo, bukan! Ini dari Pasar Atom!!! Enak aja!!!” Kejadian yang aneh dan lucu, tapi nyata. Baru saja terjadi.

Jadi sebenarnya apa makna hari Kartini sebenarnya? Apakah bajunya? Kadang kita lupa akan makna dari hal-hal yang kita peringati. Padahal negara ini bisa lahir dan terus bertumbuh akibat momentum-momentum bersejarah.

Setidaknya, momentum ini bisa membuat rasa nasionalisme kita ada dan bertumbuh, untuk menyegarkan semangat kita untuk membangun bangsa kita, dan terutama kota kita tercinta, dan tidak menyerah dengan keadaan yang serba sulit seperti saat ini.

 

( Image diambil dari http://farm1.static.flickr.com/134/321837773_9444dbfc21_m.jpg )

Perkembangan Band Indie di Surabaya

Indutri musik kian hari kian berkembang. Industri musik menawakan beragam kenikmatan seperti kita dapat terkenal, uang dan sebagainya. Faktor-faktor itu memicu lahirnya band band baru di kancah musik tanah air. Band-band indie pun bermunculan bagai jamur di musim hujan. Mereka berharap sukses dapat mereka raih. Band indie yang sukses contohnya adalah MOCCA, Jakarta Flame, Pas Band, Slank. Itu hanya segelintir band indie yang mampu menembus pasar. Dan akhirnya bisa menembus label besar. Di Surabaya tercinta ini juga banyak band indie yang ngetop dan disukai muda mudi kota pahlawan. Contohnya Blingsatan, Blockade, NeverEndingStory, Apples in the wonderland dan sebagainya. Tak jarang band-band indie Surabaya meraih prestasi, seperti Ez Campoer milik anak anak SMAN 13 Surabaya yang jadi Band favorit dan Juara 3 pada acara Indomie Jingle Dare.

Tentu saja, bukan hanya Ez Campoer, masih ada Tragic Trauma (SMA 11 SURABAYA) yang katanya akan bermain di acara LA Indiefest, Bad Society (SMA 11 SURABAYA) yang albumnya sudah sampai Malang dan Jakarta.

Mereka semua meretas mimpi, menjadi terkenal. Dan suatu saat nanti bisa menjadi band yang sukses di pangsa tanah air.

Hari Kartini dan Maknanya

Hari Kartini. Ada sebagai penghormatan atas wujud perjuangan kaum perempuan, simbol persamaan gender, emansipasi wanita. Kartini ada sebagai pahlawan, bukan dengan tindakan kekerasan, tapi tetap radikal, demi memperjuangkan kebenaran yang dipercayainya.

Beberapa dekade setelah beliau meninggal, pergerakan wanita semakin terasa dan membawa dampak luar biasa. Saat ini, melihat kaum perempuan berada di posisi kepemimpinan bukanlah hal yang begitu tabu lagi, meskipun adat ketimuran yang bangsa ini punya juga tidak sepenuhnya punah, terutama budaya patriarki.

Hari Kartini, di berbagai daerah diperingati dengan cara menggunakan baju adat daerah-daerah yang ada di Indonesia. Entah kenapa juga, apakah ada relasi antara baju adat dan perjuangan R. A. Kartini itu sendiri.

Suatu fenomena menarik aku dengar dari ayahku. Di sebuah sekolah dasar di Surabaya Timur, dilakukan juga perayaan serupa. Hari itu, seluruh murid kelas 1 menggunakan baju daerah. Sifat ayahku yang supel membuatnya bisa dekat dengan anak-anak di sana. Ia bertanya pada beberapa anak, “Wah, bagus-bagus ya bajunya…” “Ini dari Sunda ya?”, seraya bertanya kepada salah 1 anak. Sang anak pun menjawab “Iya, om…”

Pertanyaan serupa diberikan kepada beberapa anak. Sampai kepada seorang anak, “Wah, ini bagus sekali, bajunya dari Jogja ya?” Dengan yakinnya, sang anak menjawab, “Lhoo, bukan! Ini dari Pasar Atom!!! Enak aja!!!” Kejadian yang aneh dan lucu, tapi nyata. Baru saja terjadi.

Jadi sebenarnya apa makna hari Kartini sebenarnya? Apakah bajunya? Kadang kita lupa akan makna dari hal-hal yang kita peringati. Padahal negara ini bisa lahir dan terus bertumbuh akibat momentum-momentum bersejarah.

Setidaknya, momentum ini bisa membuat rasa nasionalisme kita ada dan bertumbuh, untuk menyegarkan semangat kita untuk membangun bangsa kita, dan terutama kota kita tercinta, dan tidak menyerah dengan keadaan yang serba sulit seperti saat ini.

 

( Image diambil dari http://farm1.static.flickr.com/134/321837773_9444dbfc21_m.jpg )

← Halaman SebelumnyaHalaman Selanjutnya →