[Diskusi] Surabaya itu Mall atau Pasar???
Setelah kita mengetahui kota Surabaya, sebuh kota terbesar kedua di Indonesia. Kota yang menjadi kebanggaan para TPC dan juga masyarakat Surabaya pada umumnya. Kalau kita peka akan lingkungan sekitar Surabaya sekarang ini mulai di kelilingi oleh gedung-gedung bertingkat yang berisi barang jualan dalam kata lain mall. Mulai dari Surabaya barat, tengah bahkan utara.
Mall berdiri dengan megahnya. Hal ini secara tidak langsung berdampak pada berkurangnya pasar tradisional. Banyaknya pasar yang di gusur atau di goyahkan oleh para pemegang uang untuk di jadikan mall. Apakah pasar tradisional akan hilang dari Surabaya?
Sebuah hal yang sangat lumrah ketika kita melihat rangking kota Surabaya di Indonesia. Sebuah kota metropolitan terbesar kedua. Mau tidak mau membuat investor asing maupun dalam negeri tidak segan-segan untuk menanam modal dalam pembangunan kota Surabaya khususnya mall.
Dengan belanjanya kita di mall secara tidak langsung juga memberikan andil dalam pemantapan mall di bandingkan pasar tradisional di kota pahlawan ini. Tinggal kita memilih, pasar tradisional atau mall yang akan di jadikan icon market Surabaya????
[Nonton Bareng] Euromania Blogger TPC
Assalamu’alaikum cak dan ning blogger TPC..
Euro 2008 sudah memasuki babak final.. tapi para blogger disini koq podho adem ayem wae yo….
mungkin ada inisiatip buat the heroes untuk ngadakan acara kopdar sambil nonton final euro di cafe atau di homebasenya the heroes….
gimana nih… para blogger???
salam damai
cakdul
www.warungkopicakdul.blogspot.com
[Hati-hati] Penipuan atas nama komunitas blogger
Saya semalam membaca postingan dari mas sofyan berjudul “Hati-hati penipuan gaya baru” kutipannya seperti berikut :
Beberapa hari lalu, saya ditelepon orang tak dikenal ngakunya dari panitia yang mo ngadaian pesta bloger di Semarang. Seorang laki-laki, dari suaranya sih sepertinya bapak-bapak berusia antar 40-45 tahunan. Si bapak ini telpon dengan maksud mengundang saya untuk berpartisipasi dalam acara Pesta Blogger. Padahal saya bukanlah seorang seleb blog yang terkenal. Ngeblog cuma sambil lalu dan bukan jadi rutinitas
Dia juga nyinggung2 beberapa komunitas blogger yang akan turut berpartisipasi, salah satunya Loenpia yang bakal jadi tuan rumah acara. Intinya, si Bapak ini membujuk untuk mentrasfer sejumlah uang sebagai bukti keikutsertaan sebagai peserta untuk biaya akomodasi, dll.Sementara kartu peserta bisa diambil di sekretariat Loenpia di daerah Puri Anjasmoro (mosok sih loenpia punya kantor ? ) atau pas acara di hotel Santika. Kuota peserta sudah hampir penuh dan akan diprioritaskan bagi yang membayar biaya pendaftaran lebih dulu. Say juga bingung darimana sih orang ini bisa dapat info tentang no telpon saya?
Ngakunya dalam rangka memperingati hari Kebangkitan Nasional. Makanya komunitas Blogger akan berkumpul dan kebetulan Semarang dan Komunitas Loenpia yang di daulat jadi tuan rumah yang akan menggelar pesta blogger. Karena udah yakin ki aksi tipu-tipu, penjelasan yang berbuih itu cuma masuk telinga kanan, keluar telinga kiri
Aku yakin ini pasti tukang tipu yang lagi nyari keuntungan ketenaran loenpia dan komunitas blogger yang lain. Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi semuanya dan jangan sampai ada yang jadi korban penipuan. Ada-ada aja trik yang dipakai buat melancarkan aksi tipu-tipu
Ini NO Telpon yang digunakan si penelpon gelap: 085865345142
Linknya di sini
Buat Cak dan Ning tugupahlawan.com Komunitas Blogger Surabaya, kita sekarang lebih harus berhati-hati lagi penipuan atas nama komunitas blogger terutama jika mengatas namakan komunitas kita ini, apalagi komunitas blogger saat ini sedang berkembang di Indonesia.
Tugupahlawan.com selama ini mengadakan tatap muka untuk melakukan kerjasama itupun oleh para anggota tugupahlawan yang sudah dipercaya oleh pihak lain itu. Jadi saya mohon sekali lagi untuk berhati-hati rek
Hari Kartini dan Maknanya
Hari Kartini. Ada sebagai penghormatan atas wujud perjuangan kaum perempuan, simbol persamaan gender, emansipasi wanita. Kartini ada sebagai pahlawan, bukan dengan tindakan kekerasan, tapi tetap radikal, demi memperjuangkan kebenaran yang dipercayainya.
Beberapa dekade setelah beliau meninggal, pergerakan wanita semakin terasa dan membawa dampak luar biasa. Saat ini, melihat kaum perempuan berada di posisi kepemimpinan bukanlah hal yang begitu tabu lagi, meskipun adat ketimuran yang bangsa ini punya juga tidak sepenuhnya punah, terutama budaya patriarki.
Hari Kartini, di berbagai daerah diperingati dengan cara menggunakan baju adat daerah-daerah yang ada di Indonesia. Entah kenapa juga, apakah ada relasi antara baju adat dan perjuangan R. A. Kartini itu sendiri.
Suatu fenomena menarik aku dengar dari ayahku. Di sebuah sekolah dasar di Surabaya Timur, dilakukan juga perayaan serupa. Hari itu, seluruh murid kelas 1 menggunakan baju daerah. Sifat ayahku yang supel membuatnya bisa dekat dengan anak-anak di sana. Ia bertanya pada beberapa anak, “Wah, bagus-bagus ya bajunya…” “Ini dari Sunda ya?”, seraya bertanya kepada salah 1 anak. Sang anak pun menjawab “Iya, om…”
Pertanyaan serupa diberikan kepada beberapa anak. Sampai kepada seorang anak, “Wah, ini bagus sekali, bajunya dari Jogja ya?” Dengan yakinnya, sang anak menjawab, “Lhoo, bukan! Ini dari Pasar Atom!!! Enak aja!!!” Kejadian yang aneh dan lucu, tapi nyata. Baru saja terjadi.
Jadi sebenarnya apa makna hari Kartini sebenarnya? Apakah bajunya? Kadang kita lupa akan makna dari hal-hal yang kita peringati. Padahal negara ini bisa lahir dan terus bertumbuh akibat momentum-momentum bersejarah.
Setidaknya, momentum ini bisa membuat rasa nasionalisme kita ada dan bertumbuh, untuk menyegarkan semangat kita untuk membangun bangsa kita, dan terutama kota kita tercinta, dan tidak menyerah dengan keadaan yang serba sulit seperti saat ini.
( Image diambil dari http://farm1.static.flickr.com/134/321837773_9444dbfc21_m.jpg )
Senyum mereka amat bermakna
Melihat orang lain tersenyum memang menyenangkan, apalagi setelah tau penderitaan dan lika-liku kehidupan yang mereka tempuh selama ini. Melihat senyum yang merekah dibibir mereka sungguh suatu keindahan yang tiada tara.
Sekedar sharing tanpa tendensi apa-apa, waktu itu saya sedang naik angkutan umum yang lumayan sepi penumpang. Jalanan macet. Udara sejuk sore membuat saya mengantuk. Begitu mata kriyep-kriyep dan ingin segera tidur, tiba-tiba Mak menegur saya galaknya..
Cah wadon ‘ra pareng turu sembarangan!
(Anak wanita tidak boleh tidur sembarangan!)


