<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TUGUPAHLAWAN.COM &#187; Opini</title>
	<atom:link href="http://tugupahlawan.com/kategori/opini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tugupahlawan.com</link>
	<description>Komunitas Blogger Surabaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 May 2012 23:40:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Diperlukan Edukasi Jasa Perbankan Syariah Yang Membumi</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/6158/diperlukan-edukasi-jasa-perbankan-syariah-yang-membumi/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/6158/diperlukan-edukasi-jasa-perbankan-syariah-yang-membumi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2012 23:40:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>CempLuk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Mbangun Tugu]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[syariah banker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=6158</guid>
		<description><![CDATA[Apa anda pernah mendengar bank syariah? tahu bagaimana proses bagi hasil yang ditetapkan bank syariah? atau jangan-jangan, anda masih beranggapan bahwa investasi yang dilakukan nasabah akan memperoleh bunga dari bank syariah? Dalam obrolan dengan nasabah prospek,&#8221;loh, ada ya bank syariah itu?&#8221;, seketika itu pula saya berpikir bahwa di sebagian masyarakat Indonesia, khususnya Surabaya yang notebene [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-6159" src="http://tugupahlawan.com/wp-content/uploads/2012/05/perbankan_syariah.jpg" alt="" width="298" height="225" /></p>
<p>Apa anda pernah mendengar bank syariah? tahu bagaimana proses bagi hasil yang ditetapkan bank syariah? atau jangan-jangan, anda masih beranggapan bahwa investasi yang dilakukan nasabah akan memperoleh bunga dari bank syariah? Dalam obrolan dengan nasabah prospek,&#8221;loh, ada ya bank syariah itu?&#8221;, seketika itu pula saya berpikir bahwa di sebagian masyarakat Indonesia, khususnya Surabaya yang notebene merupakan kota metropolis terbesar kedua namun belum sepenuhnya mengetahui eksistensi bank syariah, baik dari segi tangible, keberadaan kantor bank syariah juga produk jasa perbankan yang ditawarkan, disamping itu juga dari segi intangible, pemberitaan media mengenai perbankan syariah belum dilakukan secara massal oleh manajemen perbankan syariah. Padahal apabila dilihat dari segi demografis berdasarkan lokasi dan jumlah masyarakat yang mayoritas muslim, disadari atau tidak merupakan market size yang luar biasa besar sebagai target sasaran perbankan syariah.</p>
<p>Sosok syariah banker tentunya mengambil peran penting dalam mengedukasi masyarakat dalam mengenalkan bisnis bank syariah beserta turunan produk-produknya. Sebelum berbincang mengenai strategi bisnis bank, seorang syariah banker diharapkan memahami analisa SWOT yang merupakan dasar menentukan rencana bisnis bank kedepan.</p>
<p><span id="more-6158"></span></p>
<p>Sebagai contoh dalam perencanaan analisa SWOT bagi syariah banker, bagaimana bank Syariah Mandiri, atau kerap disapa BSM, merancang analisa SWOT guna tumbuh dan memberikan kontribusi yang memiliki value added terhadap para shareholder maupun stakeholder: Strengths/Kekuatan mampu menjadi market leader dalam dunia perbankan syariah di Indonesia, selain itu dengan komitmen karyawan yang tinggi, risk awareness yang baik, diharapkan edukasi mengenai perbankan syariah khususnya dalam hal produk mampu tersampaikan di semua lini masyarakat Indonesia, khususnya Surabaya apalagi didukung oleh bank Mandiri sebagai shareholder mayoritas. Dari sisi Weakness/Kelemahan, pelayanan terhadap nasabah yang dilakukan oleh marketing kurang optimal, perlu dilakukan upgrading performance melalui program training yang sustainable, sedang dari sisi Opportunities/Kesempatan, masih terbuka lebar sarana edukasi produk bank syariah melalui internet, media massa, serta media yang lain, potensi pasar yang besar, namun penetrasi yang rendah, serta persepsi pasar yang positif sebagai sistem yang lebih tahan terhadap krisis keuangan global. Analisa yang terakhir yakni Threats/Ancaman, dengan adanya kemunculan bank-bank syariah baru dan terbangunnya aliansi bisnis bank syariah kompetitor (berdasarkan data statistik bank Indonesia menunjukkan sampai dengan bulan september 2011, jumlah bank yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah mencapai 188 bank, terdiri dari 11 Bank Umum Syariah (BUS), 23 Unit Usaha Syariah (UUS), dan 154 Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS)) menjadikan bank Syariah Mandiri terus berbenah memperbaiki sistem bisnis bank yang lebih terpadu dan unggul, melalui project corporate plan dan corporate banking system.</p>
<p>Di dalam suatu unit kerja bank syariah, syariah banker dibagi menjadi 2 unit, yakni: unit operasional, melakukan fungsi administrasi dan operasional bank, dan unit bisnis yang diperankan oleh seorang marketing. Seorang marketing dihadapkan tugas untuk dapat melakukan kegiatan pemasaran terhadap produk dan jasa perbankan yang telah diatur oleh top management kepada masyarakat.</p>
<p>Dukungan top management terhadap unit-unit kerjanya merupakan hal yang harus dilakukan guna menunjang pertumbuhan aset serta profit bank secara nasional. Salah satu sarana edukasi yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat dapat berupa pengiklanan pada media massa/elektronik mengenai program unggulan perbankan syariah yang secara khusus mencerminkan identitas dari bank itu sendiri (Syariah), seperti: program talangan HAJI, produk-produk pendanaan tabungan disertai skema bagi hasil maupun akad yang menyertai produk tersebut, dan sebagainya. Di sisi retail, para marketing di unit kerja masing-masing bisa memanfaatkan pemasaran yang dilakukan top management dengan mengemas bundling pemasaran menurut kreativitas masing-masing, contoh: pembagian brosur yang berisikan produk-produk bank syariah unggulan yang dimasukkan amplop resmi dengan pemberian label: teruntuk Kepada Yang Terhormat: Sabahat BSM ditempat (strategi below the line), mengunjungi Kelompok Bimbingan Haji (KBIH)/agen tour umroh dan masjid-masjid guna memperoleh atensi mereka terhadap produk-produk bank syariah (strategi above the line).</p>
<p>Disamping pemanfaatan dari pemasaran yang dilakukan top management, sosok marketing diharapkan memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, memiliki sense of business, serta menjadikan amanah pekerjaan yang diemban sebagai langkah dakwah. Salah satu strategi lain yang dapat diterapkan yakni mengetahui secara baik, siapa target audience yang hendak disasar?. Erat kaitannya kata bank “Syariah” secara kognitif bagi masyarakat untuk para marketing masuk dalam lingkup kegiatan keislaman, seperti: pengajian ibu-ibu yang mana pada akhir acara bisa disisipkan presentasi produk-produk bank syariah, dan masih banyak lagi tindakan yang bisa diterapkan apabila mengetahui target audience dengan baik.</p>
<p>Peran marketing juga terbantu dalam memasarkan produk-produk perbankan syariah yakni pada beberapa bank umum syariah masih menggunakan corporate logo yang sama seperti logo pada holding company (semisal: bank syariah mandiri) maka diharapkan mampu memberi awareness yang kuat bagi benak konsumen dan keunggulan bersaing bahwa produk-produk jasa perbankan syariah memiliki value added yang cukup besar bagi portofolio investasi maupun pendanaan nasabah yang mengutamakan prinsip-prinsip berbasis syariah.</p>
<p>Layanan yang optimal serta sikap perhatian, peduli (caring) menjadi unsur penting dalam menjalin experience marketing terhadap nasabah disamping pemasaran produk yang dilakukan pada bahasan sebelumnya. Pelayanan after sales juga perlu dijalankan secara kontinyu sebagai bentuk grab attention dan awareness terhadap program-program baru jasa perbankan syariah kepada nasabah existing sehingga nasabah menjadi loyal dalam berbank dan tidak merasa dilupakan bahwa nasabah tersebut merupakan nasabah kita.</p>
<p>So&#8230;Apabila anda sebagai seorang syariah banker? Mulailah tuk melakukan edukasi secara optimal dan sepenuh hati kepada masyarakat mengenai perbankan syariah karena niatan kita bekerja adalah Dakwah. Salam Perjuangan !!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/6158/diperlukan-edukasi-jasa-perbankan-syariah-yang-membumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngeblog di Tengah Gempuran Socmed</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/5911/ngeblog-di-tengah-gempuran-socmed/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/5911/ngeblog-di-tengah-gempuran-socmed/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2012 09:41:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>det</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=5911</guid>
		<description><![CDATA[Hai kawan semua, gimana kabarnya? Sudah lama banget tidak ngeblog di TPC ini. Sayang sekali jika website Komunitas Blogger Surabaya ini mangkrak, sangat jarang mendapat supply artikel baru dari anggotanya yang jumlahnya ribuan. Ngeblog belakangan ini memang mengalami penurunan trend. Apalagi penyebabnya jika bukan makin maraknya situs social media, atau yang biasa kalian sebut socmed, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-5912" title="blog vs facebook" src="http://tugupahlawan.com/wp-content/uploads/2012/03/blog-vs-facebook-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" />Hai kawan semua, gimana kabarnya? Sudah lama banget tidak ngeblog di TPC ini. Sayang sekali jika website Komunitas Blogger Surabaya ini mangkrak, sangat jarang mendapat supply artikel baru dari anggotanya yang jumlahnya ribuan.</p>
<p>Ngeblog belakangan ini memang mengalami penurunan trend. Apalagi penyebabnya jika bukan makin maraknya situs social media, atau yang biasa kalian sebut socmed, itu.</p>
<p>Dulu di awal kemunculan friendster tidak terasa dampaknya. Malah banyak pemilik blog di friendster yang kemudian beralih ke wordpress maupun blogspot. Lantas rame-rame memiliki domain name sendiri untuk blognya.</p>
<p>Nah, mulai terasa menurunnya semangat ngeblog itu sejak hadirnya facebook. Banyak blogger yang belakangan mengaku sudah malas posting di blognya lagi karena merasa lebih betah berbagi status di facebook, juga twitter.</p>
<p>Namun ada juga blogger yang tetap konsisten di jalan blog. Yang terbanyak sih yang mengambil jalan tengah: aktif di socmed, tetapi juga masih rajin ngeblog. Tapi ada juga yang istiqomah 100% di jalan blog, entah karena alasan financial (mungkin pekerjaannya memang blogger) atau alasan hobi semata.</p>
<p>Nah, kalau kamu sendiri gimana kawan, kapan terakhir nulis di blog? :d</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/5911/ngeblog-di-tengah-gempuran-socmed/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya SEO Buat Blogger</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/4562/pentingnya-seo-buat-blogger/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/4562/pentingnya-seo-buat-blogger/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2011 02:55:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kuzaru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[blogger newbie]]></category>
		<category><![CDATA[blogger pemula]]></category>
		<category><![CDATA[ngeblog]]></category>
		<category><![CDATA[seo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=4562</guid>
		<description><![CDATA[Apa sih pentingnya SEO buat blogger? The Heroes, kita semua gabung di TPC karena memiliki dua kesamaan yaitu kita suka ngeblog dan kita arek Suroboyo. Nah, kita ngeblog tentunya ingin kalau tulisan kita dibaca, bukan? Mungkin bagi para newbie akan melakukan publikasi di fesbuk, twitter, kaskus atau jejaring sosial yang lain supaya ada yang berkenan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa sih pentingnya SEO buat blogger?</p>
<p><img class="alignright" src="http://juniorrising.files.wordpress.com/2010/06/seo-blocks.jpg" alt="SEO" width="214" height="165" />The Heroes, kita semua gabung di TPC karena memiliki dua kesamaan yaitu kita suka ngeblog dan kita arek Suroboyo. Nah, kita ngeblog tentunya ingin kalau tulisan kita dibaca, bukan? Mungkin bagi para newbie akan melakukan publikasi di fesbuk, twitter, kaskus atau jejaring sosial yang lain supaya ada yang berkenan untuk membaca blognya. Kadang-kadang juga memanfaatkan jasa penyebaran iklan internet gratisan, dan sebagainya.</p>
<p>Saya tidak menyalahkan hal itu. Namun saya ingin menawarkan alternatif lain yang jauh lebih hebat. Namanya SEO atau Search Engine Optimization. Apa itu SEO? saya tidak tahu definisi yang paling pas untuk istilah itu. Tapi saya menggambarkan SEO sebagai usaha legal maupun ilegal untuk menaikkan rangking web/blog kita secara optimal di search engine. Lalu apa pentingnya SEO buat kita?</p>
<p>Saya punya banyak teman yang juga suka ngeblog dan tulisannya bagus-bagus. Tapi sayang sekali waktu saya lihat statistik pengunjungnya hanya berkisar antara 1-2 orang per hari bahkan hanya dikunjungi sekali-dua kali dalam seminggu. (blog saya dulunya rata-rata&lt;10 pengunjung tiap hari). Sayang banget khan kalau tulisan kita sebenarnya bagus dan berkualitas tapi tidak ada yang baca. Promosi dan publikasi sudah berkali-kali dilakukan tapi tidak menambah jumlah pengunjung (traffic).</p>
<p>Tahu penyebabnya? Ketika kita memublikasikan blog kita ke jejaring sosial, anggap saja 100 orang melihatnya saat itu. Karena cara publikasi kita bagus dan menarik kira-kira 90 orang akan mengunjunginya. Dalam 1 minggu kedepan blog kita akan ramai dikunjungi dengan rata-rata pengunjung 12-13 per hari (90/7=12,86). Setelah 1 minggu apakah jumlah pengunjung akan naik? Saya tidak berani menjamin. Untuk mempertahankan traffic dengan metode publikasi manual dibutuhkan usaha yang berulang-ulang. Saya tidak melarangnya namun SEO bisa mempertahankan traffic yang tinggi meskipun tanpa publikasi rutin. Karena kita memanfaatkan Search Engine yang tidak pernah berhenti bekerja dan memiliki naungan terluas di seluruh dunia.</p>
<p>Tanpa SEO, blog kita hanya akan dikunjungi paling banter 50 orang per hari (untuk yang pro tanpa SEO). Dengan SEO, blog kita akan dikunjungi hingga 1000 orang lebih tiap harinya tanpa henti. Apa keuntungan SEO yang lainnya? Silahkan anda cari sendiri di Google atau Yahoo dan anda akan menemukan tulisan para SEO master di jajaran halaman pertama hasil pencarian.</p>
<p>Saya yakin teman-teman The Heroes yang masih newbie juga sangat ingin bila blog mereka ramai pengunjung. Sekarang anda sudah tahu khan apa pentingnya SEO buat kita para blogger? Berikut ini adalah blog-blog beberapa teman saya yang isinya bagus-bagus tapi sepi pengunjung karena tidak memakai SEO. Kebanyakan blogger pemula akan mendahulukan tampilan blognya daripada apapun. Kualitas konten, SEO, adsense, kode HTML dan sebagainya akan menjadi prioritas kesekian.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/4562/pentingnya-seo-buat-blogger/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Time is Molor</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/5084/time-is-molor/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/5084/time-is-molor/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 May 2011 08:42:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iwaniwe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=5084</guid>
		<description><![CDATA[TUGUPAHLAWAN.COM, Surabaya &#8211; Time is money adalah adalah ungkapan yang menganggap betapa berharganya waktu sehingga nilainya setara uang. Di Negara maju seperti  Inggris, ungkapan itu menjadi nafas bagi masyarakatnya. Di Indonesia, tak ada ungkapan sejenis itu. Pendahulu kita mungkin lupa membuatnya. Kita malah diwarisi ungkapan yang terkesan meremehkan waktu, seperti Biar lambat asal selamat atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>TUGUPAHLAWAN.COM, Surabaya &#8211; Time is money</em> adalah adalah ungkapan yang menganggap betapa berharganya waktu sehingga nilainya setara uang. Di Negara maju seperti  Inggris, ungkapan itu menjadi nafas bagi masyarakatnya. Di Indonesia, tak ada ungkapan sejenis itu.</strong></p>
<p>Pendahulu kita mungkin lupa membuatnya. Kita malah diwarisi ungkapan yang terkesan meremehkan waktu, seperti<em> Biar lambat asal selamat</em> atau juga <em>Alon-alon waton kelakon</em>. Entah ada hubungan antara ungkapan itu dengan perilaku masyarakatnya, namun terbukti terdapat perbedaan bagaimana masyarakat di Inggris dan Indonesia memandang waktu.</p>
<p>Di Inggris, tepatnya di London, terdapat sebuah menara jam yang menjadi acuan masyarakat Inggris raya sebagai patokan waktu. Namanya Big Ben. Menara jam ini terletak satu kompleks dengan gedung parlemen Inggris. Sejak berdiri tahun 1859, Big Ben tak pernah terlambat dan selalu tepat waktu! Untuk memastikan ketepatan waktu Big Ben, ada sebuah tim yang dipekerjakan untuk merawatnya. Tim ini disewa sejak Big Ben lahir. Setiap tanggal 11 November, Big Ben turut serta dalam perayaan Remembrance Day, hari dimana negara-negara persemakmuran Inggris memperingati pahlawan mereka yang gugur pada Perang Dunia I. Perayaan yang dipusatkan di sebuah monumen di Whitehall London ini di awali dengan suara lonceng Big Ben tepat pukul 11.00, diikuti dentuman peluru meriam angkatan bersenjata kerajaan Inggris di Istana Buckingham. Tak bisa kita bayangkan jika Big Ben mengalami keterlambatan. Untunglah tak ada jam karet di sana sehingga perayaan pun berjalan lancar.</p>
<p>Beda Inggris beda Indonesia. Kenikmatan dunia tropis membuat  kita cenderung santai dalam menghadapi apapun.  Kita tidak diajari bagaimana menghargai waktu. Terlambat 2 jam dalam sebuah acara adalah sesuatu yang  biasa. Kita malah ditertawakan jika datang tepat waktu.</p>
<p>Celakanya, gaya hidup santai tersebut diikuti para pejabat pemerintah kota Surabaya. Banyak proyek yang dikerjakan pemkot tidak selesai tepat pada jadwal yang ditetapkan. Beberapa proyek SKPD Pemkot Surabaya tahun 2011 terancam molor akibat molornya pembahasan RAPBD kota Surabaya. Akibatnya, beberapa kontraktor pengadaan barang dan jasa di pemkot Surabaya memilih mundur  dari proses lelang. Tahapan-tahapan seperti proses tender menjadi molor. Waktu pun kembali terbuang. Keterlambatan demi keterlambatan membawa konsekuensi bagi masyarakat. Kita tak bisa menikmati fasilitas-fasilitas yang harusnya bisa disediakan pemkot jika tidak molor.</p>
<p>Ambil contoh frontage road di jalan A. Yani. Proyek yang dikerjakan sejak era walikota Bambang DH tak juga kelar. Target selesai tahun ini molor karena belum klirnya tukar guling (ruilslag) lahan antara Pemkot Surabaya dan IAIN. Padahal kemacetan di jalan A. Yani semakin parah. Berapa waktu yang terbuang akibat macet? Bayangkan jika waktu yang terbuang itu kita pakai untuk mengerjakan sesuatu yang produktif, berapa banyak hal positif yang tercipta. Alih-alih memanfaatkan waktu , kita hanya bisa mengomel dalam hati di tengah kemacetan sambil membayangkan pejabat pemkot mengucapkan <em>alon-alon waton kelakon. </em></p>
<p>Pemkot Surabaya tak juga melihat ketepatan waktu sebagai prioritas untuk dilaksanakan. Dari tahun ke tahun berita tentang molornya proyek pemkot selalu ada.  Budaya molor seakan menjadi budaya yang patut dilestarikan. Kita perlu iri dengan orang-orang di Inggris. Pemerintah mereka sangat peduli dengan ketepatan waktu. Bahkan untuk hal kecil seperti peringatan hari bersejarah, mereka melakukannya. Penumpang kereta bawah tanah di London bahkan mendapat pengembalian uang tiket jika kereta yang ditumpanginya terlambat lebih dari 15 menit. Hal-hal kecil saja mereka peduli, bagaimana dengan hal-hal besar?</p>
<p>Meski begitu kita patut salut, di antara banyaknya proyek pemkot yang molor ada satu proyek yang menggunakan ungkapan <em>“Time is money” </em>sehingga bisa tepat waktu, yaitu proyek pembangunan reklame. (*)</p>
<p>Tulisan lain di:  http://akucintasurabaya.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/5084/time-is-molor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Wawancara] Artis Dadakan di Dunia Maya</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/5022/wawancara-artis-dadakan-di-dunia-maya/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/5022/wawancara-artis-dadakan-di-dunia-maya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Apr 2011 07:17:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>CempLuk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Cangkrukan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=5022</guid>
		<description><![CDATA[Situs jejaring sosial sedang digandrungi masyarakat di Indonesia, tak peduli muda, tua, ibu-ibu, bahkan anak SD kini sudah paham cara mengakses situs jejaring sosial ini. Cara mengakses nya pun kini beragam cara, melalui warnet, menggunakan modem internet, bahkan melalui ponsel pintar &#8220;berry hitam&#8221; atau &#8220;apel kroak&#8221;. Jejaring sosial tak hanya twitter ataupun facebook. Menengok arti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-5023" title="social media" src="http://tugupahlawan.com/wp-content/uploads/2011/04/social-media.jpg" alt="" width="480" height="401" /></p>
<p>Situs jejaring sosial sedang digandrungi masyarakat di Indonesia, tak peduli muda, tua, ibu-ibu, bahkan anak SD kini sudah paham cara mengakses situs jejaring sosial ini. Cara mengakses nya pun kini beragam cara, melalui warnet, menggunakan modem internet, bahkan melalui ponsel pintar &#8220;berry hitam&#8221; atau &#8220;apel kroak&#8221;.</p>
<p>Jejaring sosial tak hanya twitter ataupun facebook. Menengok arti dari jejaring sosial dari wikipedia:<br />
Social media are media for social interaction, using highly accessible and scalable communication techniques. Social media is the use of web-based and mobile technologies to turn communication into interactive dialogue. So, youtube pun masuk dalam kategori jejaring sosial, dulur the Heroes.</p>
<p><span id="more-5022"></span></p>
<p>Setelah beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan lipsing lagu keong racun Sinta dan Jono, dan si Udin yang mengupload video klipnya di youtube, kini giliran briptu Norman menjadi artis dadakan di dunia maya. Kepopuleran mereka tak hanya di dunia maya, berbagai infotainment dan media massa maupun elektronik berbondong-bondong menyoroti artis dadakan ini. Saya pun kadang ngiri, kok ndak saya yang jadi artis dadakan itu. <img src='http://tugupahlawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Mungkin ini yang namanya rejeki dan hoki.</p>
<p>Pagi ini pun, saya berkesempatan melakukan wawancara singkat bersama ibu <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=756133346">Desy</a>, alumnus komunikasi-UGM yang kini bekerja sebagai PR Danone Baby Nutrition mengenai fenomena artis dadakan di dunia maya. Berikut hasil wawancara:</p>
<p><strong>1. Bagaimana pandangan anda mengenai marak nya artis dadakan di dunia maya ? (dengan mengupload foto/video mereka ke youtube/facebook/twitter).</strong></p>
<p>Menurut aku sah-sah saja terkenal mendadak. Orang &#8211; orang perlu hiburan alternatif. Mereka menghibur dan tidak merugikan orang lain, so it&#8217;s fine.</p>
<p><strong>2. Apa pendapat anda mengenai banyaknya artis dadakan di dunia maya tersebut ? salah satu efek dari boomingnya jejaring sosial saat ini ? atau tren sesaat?</strong></p>
<p>Media sosial memang sangat hype akhir-akhir ini. Indonesia juga salah satu pengguna dunia maya terbesar di dunia, FB aja kita terbesar (35 juta), twitter 4 terbesar (hampir 5 juta).</p>
<p>Jadi media ini efektif banget. Aku rasa bukan masalah vehicle komunikasi yang everlasting atau tren sesaat yaa, hanya saja..mana media komunikasi yang paling efektif dan terjangkau (baik harga maupun reach audiens) itulah yang pasti akan dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia.</p>
<p><strong>3. Masuk kategori apa sih para artis dadakan dunia maya tersebut dalam fak. komunikasi yang anda pelajari dulu ?</strong></p>
<p><strong> </strong>Aduh punteun kalo teori komunikasi aku gak hafal tapi yang pasti keberadaan twitter,etc membuat perilaku interpersonal communication bergeser. Istilah bertemu langsung atau kopdar antar pengguna internet aja jarang sekali dilakukan. Sekarang masyarakat (baik itu: pegawai kantoran/masyarakat pengguna internet) lebih intens berkomunikasi lewat dunia maya..wireless.</p>
<p>Dan lebih pede untuk mengungkapkan ekspresi mereka&#8230;lewat youtube misalnya.<br />
Hidup youtube!!!</p>
<p><strong>4. Pertanyaan terakhir nih, bu Desy. Ada saran untuk memanfaatkan jejaring sosial yang baik, khususnya bagi penggiat dunia maya ?</strong></p>
<p>Kalau aku sih tujuanku pake FB/Twitter/dan sebagainya adalah untuk menyambungkan diri dengan *komunitasku* kerja, teman lama, hobi, atau observe berita-berita dari berbagai media secara online, jadi hal-hal aneh yang gak nyambung sama interestku, semisal : orang jualan, link email hoax kucuekin ajaaa. <img src='http://tugupahlawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  <strong>&#8220;CONNECTIVITY WITH PURPOSE</strong>&#8220;.</p>
<p>Terima kasih untuk waktu yang diberikan bu Desy. Semoga obrolan ini dapat memberikan cara berpikir positif baru kepada penggiat internet/dulur the Heroes, Gunakan internet secara SEHAT dan berMANFAAT ya..</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/5022/wawancara-artis-dadakan-di-dunia-maya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tripartit Tahun Baru</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/4505/tripartit-tahun-baru/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/4505/tripartit-tahun-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Jan 2011 23:18:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luxsman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru hijriah]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru jawa]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru saka]]></category>
		<category><![CDATA[tahun barumasehi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=4505</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Desember kemarin sungguh spesial. Masyarakat Indonesia dikaruniai langsung dengan 3 perayaan besar, yakni tahun baru Islam 1432 Hijriah, tahun baru Jawa 1944 dan tahun baru Masehi 2011. Sudah menjadi tradisi bahwa sesuatu yang bersifat baru dirayakan bersama-sama dengan cara masing-masing. Ada yang mistik, relegius hingga pestapora. Tahun baru Islam yang dikenal dari Kalender Hijriyah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://1.bp.blogspot.com/_5NbsvvNtHEM/SViY3jMUEgI/AAAAAAAAAEU/7k7rf_eywSU/s320/copeIMG_3154+copy2.jpg" alt="" width="256" height="192" />Bulan Desember kemarin sungguh spesial. Masyarakat Indonesia dikaruniai langsung dengan 3 perayaan besar, yakni tahun baru Islam 1432 Hijriah, tahun baru Jawa 1944 dan tahun baru Masehi 2011. Sudah menjadi tradisi bahwa sesuatu yang bersifat baru dirayakan bersama-sama dengan cara masing-masing. Ada yang mistik, relegius hingga pestapora.</p>
<p>Tahun baru Islam yang dikenal dari Kalender Hijriyah sering dipahami sebagai sesuatu yang terkait dengan semangat agama sehingga perayaannya pun bersifat komtemplatif serta ajakan kembali ke ajaran agama. Apalagi, kalender yang satu ini memang dimulai dengan menyandarkan pada semangat hijrah, atau perpindahan Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah yang banyak dimaknai sebagai sebuah revolusi dari dunia kegelapan menuju dunia penuh sinar.</p>
<p>Tahun baru Jawa dimengerti sebagian orang sebagai peninggalan Hindu dan Budha sehingga akivitas perayaan yang terbangun juga bernilai mistik dan takhayul <em>(superstitious)</em>. Kalender yang awalnya berupa tahun Saka dari India ini sampai sekarang diperingati dengan membakar kemenyan, larungan, membersihkan keris dan gamelan, grebegan dan lain sebagainya. Sangat diyakini oleh masyarakat Jawa bahwa aneka aktivitas tersebut merupakan sesuatu yang harus dilakukan bila tidak ingin menerima malapetaka, seperti paceklik pangan dan merebaknya penyakit tertentu.</p>
<p>Lain lagi tahun baru Masehi. Kalender yang sudah menginternasional ini sangat tidak afdol bila menjelang tahun barunya tidak diisi dengan perhelatan yang lebih bersifat party dan hura-hura. Coba saja booking hotel berbintang di malam itu, bisa dipastikan akan sangat susah karena semua orang berduit sedang berhati ikhlas untuk menghabiskan malam dengan membayar mahal. Orang gedongan menganggap pada malam tahun baru tidak ada lagi istilah rugi. Sedangkan bagi kaum papa, tetap saja harus keluar rumah untuk nonton layar tancap, dangdutan hingga hanya begadang sapai larut pagi. Sementara itu para pekerja seni, malam itu akan menjadi waktu yang pas untuk meraup rejeki.</p>
<p>Tradisi tahun baru Masehi telah menjadi sekuler dan dijadikan hari libur di hampir semua negara. Di negeri Garuda Pancasila misalnya, perayaan dilakukan pada malam tahun baru dimana orang berpestaria di Silang Lapangan Monas, jantung kota Jakarta. Pada saat lonceng tengah malam berbunyi, sirine ditiup, kembang api diledakkan dan orang-orang meneriakkan Happy New Year atau Selamat Tahun Baru lalu menyanyikan Aud Lang Syne. Di <a href="http://tugupahlawan.com/">Surabaya</a>, orang-orang sekedar ngeriung tanpa hiasan apapun di lapangan luas sekitar <a href="http://tugupahlawan.com/4505/tripartit-tahun-baru/">Tugu Pahlawan</a> atau Tanjung Perak.</p>
<p>Aneh bin ajaib, telah terjadi kesalahpahaman secara kolektif alias berjamaah, yang akhirnya menimbulkan kegiatan tradisi yang dalam batas-batas tertentu salah kaprah. Ini semua tidak lepas dari keengganan kita untuk menengok sejarah dan terjebak pada tradisi yang <em>hedonistis</em>. Bahkan tiga hari besar tersebut kadang bisa dipertentangkan sedemikian rupa sehingga seolah-olah dapat menyeret manusia ke pinggiran api neraka kelak.</p>
<p>Sesuatu yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa kalender apapun namanya adalah sebuah produk budaya manusia yang permulaanya dikaitkan dengan kejadian tertentu yang tujuan utamanya agar mempermudah menghitung hari, menentukan tanggal dan hari-hari besar. Bahkan, kalau ditelaah lebih dalam lagi maka tahun baru ketiga kalender yang kita lalui dalam bulan kemarin merupakan produk yang tidak lepas dari sentuhan-sentuhan religi yang bersifat universal&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. <a href="http://luxsman.blogspot.com/2011/01/tripartit-tahun-baru.html">[read more*]</a></p>
<h5><span style="font-weight: normal"><em>gambar koleksi pribadi saat mendaki gunung bromo desember 2008</em></span></h5>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/4505/tripartit-tahun-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salah Milihkah Diriku? Cuk..</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/4320/salah-milihkah-diriku-cuk/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/4320/salah-milihkah-diriku-cuk/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Nov 2010 03:50:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[DPR memalukan]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan devisa]]></category>
		<category><![CDATA[tki]]></category>
		<category><![CDATA[tkw]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=4320</guid>
		<description><![CDATA[Pernah gak sih kita salah memakai kostum saat datang ke pesta? Pernah gak sih kita datang ke kantor/sekolah/kampus menggunakan pakaian atau seragam yang salah? Atau Pernahkah kita salah memilih pasangan sandal saat pulang dari masjid? Tapi dalam postingan ini bukan &#8220;salah memilih&#8221; yang seperti kasus di atas. Postingan ini terinspirasi dari 2 artikel yang ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Pernah gak sih kita salah memakai kostum saat datang ke pesta? Pernah gak sih kita datang ke kantor/sekolah/kampus menggunakan pakaian atau seragam yang salah? Atau Pernahkah kita salah memilih pasangan sandal saat pulang dari masjid?</p>
<p style="text-align: justify">Tapi dalam postingan ini bukan &#8220;<strong>salah memilih</strong>&#8221; yang seperti kasus di atas. Postingan ini terinspirasi dari 2 artikel yang ada di Kompas.Com dengan judul Kisah Rombongan DPR Bertemu TKW &#8211; <a href="http://nasional.kompas.com/read/2010/11/19/08193090/Rombongan.DPR.Telantarkan.TKW.di.Dubai-5">bagian I</a> dan <a href="http://nasional.kompas.com/read/2010/11/19/08345518/Saya.dari.Moskow..Tugas.Negara">bagian II</a>.</p>
<p><span id="more-4320"></span></p>
<p style="text-align: justify"><strong>Dubai</strong> &#8211; Saat itu, pesawat Emirates EK 358 batal terbang ke Jakarta dengan alasan lalu lintas udara di Indonesia tidak aman setelah letusan gunung merapi. Di antara penumpang pesawat tersebut adalah para TKI yang jumlahnya ratusan, WNI biasa, dan para anggota DPR &#8220;<span style="text-decoration: line-through">terhormat</span>&#8220;.</p>
<p style="text-align: center"><a href="http://tugupahlawan.com/wp-content/uploads/2010/11/Rombongan-TKI.png"><img class="size-medium wp-image-4321  aligncenter" src="http://tugupahlawan.com/wp-content/uploads/2010/11/Rombongan-TKI-300x167.png" alt="" width="300" height="167" /></a></p>
<p style="text-align: justify">Kondisi para TKI tersebut sangat memprihatinkan, ada diantara mereka yang tangannya melepuh dan adapula yang mengalami pendarahan pada bagian perut. Akibat pembatalan penerbangan mereka dialihkan menuju Hotel Holiday Inn. Para pahlawan devisa kita yang lugu dan tidak mengerti bahasa inggris merasa kebingungan saat mengurusi segala keperluan di bandara. Prosedur yang harus dilewati sangat menyulitkan mereka, yang nota bene adalah orang desa, lugu, dan tidak mengerti bahasa Inggris.</p>
<p style="text-align: justify">Di dekat gerombolan pahlawan devisa tersebut terdapat rombongan anggota DPR &#8220;<span style="text-decoration: line-through">terhormat</span>&#8220;. Mereka hanya diam saja melihat para TKI yang sedang kebingungan, bahkan beberapa di antara mereka tertawa. Atas inisiatif sendiri beberapa warga Indonesia yang juga merupakan penumpang pesawat tersebut terketuk hatinya untuk membantu mengatasi permasalahan para TKI dengan pihak bandara. Beberapa warga Indonesia yang ikut membantu tersebut adalah Adiati, Agus dan Riny. Dan masih ada warga Indonesia lainnya yang turut membantu mengurusi para TKI di sana.</p>
<p style="text-align: center"><a href="http://tugupahlawan.com/wp-content/uploads/2010/11/TKW-vs-DPR.png"><img class="size-medium wp-image-4322  aligncenter" src="http://tugupahlawan.com/wp-content/uploads/2010/11/TKW-vs-DPR-300x197.png" alt="" width="300" height="197" /></a></p>
<p style="text-align: justify">Riny menceritakan bahwa dirinya ditegur oleh salah seorang ibu yang merupakan anggota DPR.</p>
<blockquote><p><strong>Ny. DPR</strong>: Bu, tolong, dong, <em>dibilangin</em> rombongannya jangan ribut, <em>malu-maluin</em> negara <em>aja</em>, kan enggak enak ribut begitu<br />
<strong>Riny</strong>: Rombongan mana, Bu?<br />
<strong>Ny. DPR</strong>: Itu, rombongan TKW<br />
<strong>Riny</strong>: <em>Lha</em>,  saya bukan TKW, Bu. Saya ini ingin pulang ke Indonesia, berlibur,  kebetulan bertemu dengan mereka. Mereka ribut karena bingung Bu, banyak  yang bertahun-tahun enggak pulang, kasihan. Ibu mau liburan juga?<br />
<strong>Ny. DPR</strong>: O enggak, saya baru pulang dari Moskow, tugas negara</p></blockquote>
<p style="text-align: justify">Begitu egois wakil rakyat &#8220;<span style="text-decoration: line-through">terhormat</span>&#8221; kita. Dari kejadian ini saya sempat berfikir &#8220;<strong>Apa saya salah memilih wakil rakyat? ataukah saya salah memilih pemimpin negeri ini saat pemilu kemarin?</strong>&#8221; Wakil rakyat merupakan orang <span style="text-decoration: line-through">terhormat</span> yang dipilih secara sah melalui pemilu dan mengemban tugas mewakili rakyat dalam mengurusi negara beserta rakyatnya (termasuk TKI).</p>
<p style="text-align: justify">Ada beberapa hal yang mungkin menyebabkan anggota DPR &#8220;<span style="text-decoration: line-through">terhormat</span>&#8221; kita melakukan sikap cuek pada para TKI:</p>
<div style="text-align: justify">
<ol>
<li>Hati mereka telah mati</li>
<li>Sombong karena menjadi anggota DPR &#8220;<span style="text-decoration: line-through">terhormat</span>&#8221; bukan rakyat jelata, yang biasa dilayani oleh para pembantunya.</li>
<li>Gengsi, anggota DPR gitu loh.</li>
<li>TKI itu siapa sih?? Mending ngurusi diri mereka sendiri.</li>
<li>Urusanmu adalah urusanmu, urusanku adalah urusanku.</li>
<li>Mereka masih ingin liburan dan bersenang-senang, bukan untuk membantu para TKI yang melas, menyedihkan, dll.</li>
<li>Silahkan ditambahkan..</li>
</ol>
</div>
<p style="text-align: justify">Menengok ke negeri sendiri, ternyata pemerintah kita (dipimpin oleh SBY) kurang tegas dalam memberantas korupsi. Bahkan sang penegak hukum baik Pak Jaksa maupun Pak Polisi sanggup dirontokkan harga dirinya oleh gemilau rupiah. Kasus Gayus adalah contohnya. Selain itu adalah komentar pimpinan DPR yang melukai hati para korban bencana dengan mengatakan &#8220;salahnya sendiri tinggal di pantai atau daerah rawan. Itu adalah resikonya&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Begitu bobrok negeri ini!!!. </strong></p>
<p style="text-align: justify">Jangan heran kalau Allah menegur negeri ini dengan segala macam bencana mulai bencana tsunami, gunung meletus, dll.<em> Nikmat</em> Tuhanmu yang manakah yang telah <em>engkau dustakan</em>?</p>
<p style="text-align: justify">Sumber foto: Kompas.Com (klik foto untuk memperbesar)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/4320/salah-milihkah-diriku-cuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surabaya Macet?</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/4027/surabaya-macet/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/4027/surabaya-macet/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2010 16:15:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gempur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cangkrukan]]></category>
		<category><![CDATA[Lalu-lintas]]></category>
		<category><![CDATA[Mbangun Tugu]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[lalu-lintas surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya macet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=4027</guid>
		<description><![CDATA[Nulis babagan suroboyo macet iku gak gampang rek! inguk'en dhiluk ae, wocoen rodhok jenak thithik, maringono komen sing nguawur sak karepmu, la wong critane mung pengen awakmu dulur-dulurku kabeh mbalik mampir nang tugupahlawan.com hehehehe]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Surabaya sebagai kota terbesar Indonesia kedua setelah kota Jakarta tentunya memiliki sejumlah resiko yang hampir sama dengan kota-kota besar lainnya di Asia bahkan dunia. Problematika sosial bermunculan di sana-sini seiring dengan tumbuh-kembangnya Surabaya menjadi kota metropolitan menuju megapolitan. Ada banyak persoalan yang menjadi pekerjaan rumah warga kota Surabaya dan tak hanya melulu pekerjaan Pemerintah Kota Surabaya yang getol-getolnya membangun infrastruktur di berbagai wilayah. Salah satu pekerjaan rumah yang tak kunjung selesai selain banjir adalah kemacetan. Pertumbuhan penduduk Surabaya yang rasio antara angka kelahiran dan angka kematian pada 2003 di kisaran 0,6 persen jelas membutuhkan penanganan serius dari pihak terkait. Belum lagi angka pertumbuhan pendatang setiap tahunnya yang tidak terpantau ditambah jumlah pendatang (warga luar surabaya yang bekerja di Surabaya) setiap harinya yang disinyalir mencapai angka 2-3 juta jiwa.</p>
<p><span id="more-4027"></span>Di sisi lain, kebijakan transportasi yang dirasa belum memberikan solusi terbaik bagi kenyamanan bertransportasi warganya. Bagaimana tidak nyaman,<em> lha wong</em> salah satu produsen motor terkemuka berani mengempelkan stiker di setiap motor baru keluarannya kalau produksinya telah tembus di angka 25.000.000. Itu baru satu produsen motor, sementara ada paling tidak 7 produsen motor yang banyak digunakan masyarakat Indonesia. Di Surabaya sendiri, berdasarkan data Dinas Perhubungan Kota Surabaya menyebutkan data bahwa pada tahun 2006 ada sekitar 928.686 unit. Data tersebut sudah 4 tahun yang lalu, bagaimana data 2010?</p>
<p>Sementara itu, ketersediaan infrastruktur jalan yang dalam hal ini penambahan ruas jalan tidak sebanding dengan pertumbuhan angka kendaraan. Kondisi ini diperparah dengan karut marutnya transportasi publik yang dalam sebuah diskusi yang diadakan Dewan Kota Surabaya ditemukan fakta bahwa <em>master plan</em> transportasi publik masih menjadi polemik yang belum terpecahkan.</p>
<p>Apa dampak yang ditimbulkan? Kemacetan dan ketidaknyamanan bertransportasi.</p>
<p>Lantas, solusi apa yang pantas dan layak diupayakan agar kemacetan dan kenyamanan bertransportasi bisa terwujud? Setidaknya ada 2 ssisi penyelesaian yang bisa diupayakan, antara lain:</p>
<p>Sisi pemegang kebijakan yang dalam hal ini Pemerintah Kota Surabaya:</p>
<ol>
<li>Adanya cetak biru transportasi yang disepakati bersama antarinstansi pemerintah terkait di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya yang melibatkan organisasi transportasi publik Surabaya dan pihak-pihak yang terkait. Lebih spesifik, ketersediaan sarana angkutan publik yang murah, aman dan nyaman bagi warga Kota Surabaya.</li>
<li>Perbaikan dan perluasan jalan yang mampu menampung alat tranportasi. Dalam hal ini, penulis sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya dengan langkah nyata pembangunan Kota Surabaya yang salah satunya adalah perluasan fungsi sungai atau kali menjadi jalan raya dengan mengganti aliran sungai yang ada dengan <em>box culvert</em> yang di atasnya dijadikan jalan raya.</li>
<li>Adanya kebijakan berupa Peraturan Daerah yang membatasi pertumbuhan kendaraan motor pribadi. Meski kontraproduktif dan kurang populer, tapi harus ada regulasi yang jelas tentang pembatasan kendaraan bermotor pribadi, karena selain menguntungkan pengguna jalan juga menurunkan konsumsi BBM yang jelas berdampak pada lingkungan yang semakin bersih dari polusi. Pemerintah harus mengambil resiko dengan menurunnya pendapatan daerah dari pajak kendaraan bermotor daripada harus menanggung beban biaya ekonomi, sosial dan budaya akibat kemacetan. Apalah artinya pendapatan besar jika pengeluaran anggaran untuk penanggulangan permasalahan ekonomi, sosial dan budaya yang ditimbulkan kemacetan tak kalah besarnya, bahkan biaya pengeluaran lebih besar daripada pendapatan merupakan sebuah keniscayaan.</li>
<li>Adanya fasilitas parkir bagi kendaraan luar kota yang terhubung dengan sarana transportasi publik dalam kota, biasa disebut dengan <a title="Park and Ride" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Park_and_ride" target="_blank">Park and Ride</a>. Meski sudah ada beberapa titik lokasi yang menyediakan fasilitas ini, seperti Terminal Bungurasih, tapi masih belum optimal keberadaan dan penggunaannya. Diharapkan pekerja yang datang dari luar Surabaya dapat memarkir kendaraannya di pinggiran kota dan masuk ke dalam kota menggunakan transportasi publik yang ada.</li>
</ol>
<p>Sisi warga Kota Surabaya, antara lain:</p>
<ol>
<li>Kesadaran untuk lebih mengutamakan menggunakan transportasi publik daripada menggunakan transportasi pribadi. Meski sulit, tapi menjadi sebuah keniscayaan bilamana kesadaran akan kenyamanan bertransportasi melekat dan tertanam secara perlahan pada diri warga Kota Surabaya. Dan ini harus dimulai dari pejabat dan pegawai instansi publik dan pemerintahan untuk menjadi contoh keteladanan warganya.</li>
<li>Kembali menggunakan sepeda bagi mereka yang bepergian dengan jarak dekat. Jelas ini merupakan tantangan berat bagi masyarakat yang sudah terlanjur dimanjakan dengan akses yang serba instan dan mudah termasuk penulis sendiri.</li>
<li>Menurunkan standar sosial nilai bahwa naik motor/mobil pribadi itu bukanlah &#8220;barang mewah&#8221; yang pantas untuk dibanggakan, butuh sinergi antar banyak pihak untuk mengubah tatanan nilai yang sudah terlanjur tertanam di masyarakat.</li>
<li>Kesadaran untuk mendisiplinkan diri sendiri selama berkendaraan di jalan raya menjadi mutlak diperlukan agar tercipta suasana dan situasi berkendaraan yang tertib dan nyaman. Tidak sedikit pelanggaran terjadi akibat kurang disiplinnya pengguna jalan yang bisa berdampak pada ketidaknyamanan pengguna jalan lainnya. Untuk yang satu ini, penulis sering mendapati pengalaman menjengkelkan, di mana lampu lalu lintas yang hijau di kejauhan sudah menunjukkan detik yang hampir saja memasuki tanda lampu kuning. Tentunya saya mengurangi laju kecepatan, tapi parahnya, motor di belakang saya membunyikan klaksonnya berulang-ulang isyarat saya diminta memutar gas kencang-kencang. Pada kesempatan lain, saya terpaksa memalingkan muka ke belakang sambil menunjuk pada tiang lampu lalu lintas yang bertuliskan &#8220;Belok Kiri Mengikuti Lampu&#8221; dan berteriak: &#8220;Tau sekolah, Gak!!! Wocoen iku..!!!&#8221;. Kesabaran saya habis karena pada saat lampu merah tentunya saya berhenti dan mematuhi rambu-rambu yang ada, tapi pengendara motor di belakang saya membunyikan klakson saya berulang-ulang tanda saya diminta untuk terus ke kiri. Jika di tiang lampu lalu lintas itu bertuliskan &#8220;Belok Kiri Langsung&#8221; tentunya saya akan terus melaju meski lampu merah, <em>lha </em>ini jelas beda tulisannya <em>loh</em>!. Masih banyak pengalaman-pengalaman lainnya tentang tidak disiplinnya pengguna jalan di Surabaya.</li>
</ol>
<p>Masih banyak yang harus dituliskan, tapi tulisan ini sudah terlalu panjang untuk dikonsumsi dan lagi ini sudah memakan waktu 2 jam menuliskannya. Sebagai blogger setengah tidak serius, adalah sebuah berkah ramadhan bisa menulis sepanjang ini. Sambil menunggu komentar serius maupun setengah tidak serius atau bahkan sangat tidak seirus mampir ke tulisan ini, saya <em>tak menikmati cengar-cengir dhewe ambek nggumun: &#8220;kok isok aku nulis dhowo koyok ngene, yo..!!!&#8221;</em> <img src='http://tugupahlawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/4027/surabaya-macet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memperingati HUT Surabaya ke-717 Mengeksplorasi Jati Diri sebagai Kota Pahlawan</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/3784/memperingati-hut-surabaya-ke-717-mengeksplorasi-jati-diri-sebagai-kota-pahlawan/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/3784/memperingati-hut-surabaya-ke-717-mengeksplorasi-jati-diri-sebagai-kota-pahlawan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 04:17:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardisonmuhammad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[HUT Surabaya ke-717]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kota pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=3784</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 31 Mei 2010 adalah hari jadi kota Surabaya yang ke-717. Inilah saatnya kita kembali membuat suatu refleksi apakah perjalanan kota kita sudah di atas jalan yang benar atau ada sesuatu yang keliru. Selama ini Surabaya dikenal sebagai kota pahlawan. Tapi tak banyak ciri-ciri fisik yang menunjukan kota ini sesuai julukannya. Surabaya sama saja dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tanggal 31 Mei 2010 adalah hari jadi kota Surabaya yang ke-717. Inilah saatnya kita kembali membuat suatu refleksi apakah perjalanan kota kita sudah di atas jalan yang benar atau ada sesuatu yang keliru. Selama ini Surabaya dikenal sebagai kota pahlawan. Tapi tak banyak ciri-ciri fisik yang menunjukan kota ini sesuai julukannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Surabaya sama saja dengan kota-kota besar lainnya, di sana sini mulai banyak bermunculan pusat perbelanjaan, perumahan mewah, industri, dan gedung-gedung menjulang tinggi. Semuanya  menunjukan ciri-ciri kota seperti yang ada di Amerika atau kota-kota di Eropa dan negara-negara sedang berkembang lainnya. Bahkan di kota Surabaya ada kawasan real estate yang dibangun untuk menjadi tiruan kota Singapura. Sejumlah kawasan perumahan mewah dibangun dengan arsitektur, patung-patung,  dan nama-nama yang  diambilkan dari kota-kota di Eropa, Amerika atau Jepang.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu kalau semuanya yang ada di Surabaya hanya tiruan kenapa orang-orang asing harus berkunjung ke Surabaya? Toh apa yang ada di Surabaya ada di negeri mereka bahkan lebih hebat dan orisinal. Mending mereka datang ke Bali atau Yogya yang memiliki banyak ciri khas yang tak ada di negara mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada dua peristiwa penting yang menjadi alasan kota Surabaya mendapatkan julukan sebagai kota pahlawan. Pertama,  ketika pasukan Kerajaan Mojopahit yang dipimpin oleh Raden Wijaya berhasil mengusir tentara Mongol utusan  Kubilai Khan dari kota Surabaya. Itu terjadi pada tanggal 31 Mei 1293, yang kemudian diperingati sebagai HUT Kota Surabaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang kedua, peristiwa perlawanan arek-arek Suroboyo dan tentara nasional terhadap tentara Inggris yang mengultimatum agar semua senjata tentara Indonesia dan milisi segera diserahkan ke tentara Inggris. Sikap perlawanan ini membuat Inggris marah dan membobardir kota Surabaya.  Serangan bumi hangus ini dimulai pada 10 Nopember 1945 dan berlangsung selama 10 hari.  Akibat aksi brutal Inggris ini sekitar 20.000 tentara Indonesia, milisi dan penduduk Surabaya tewas. Peristiwa ini diperingati secara nasional sebagai Hari Pahlawan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam usianya yang sebentar lagi mencapai 717 tahun ini,  Surabaya telah tumbuh menjadi salah satu kota metropolitan di Indonesia. Surabaya tidak hanya sebagai ibukota Jawa Timur saja tapi juga sudah menjadi pusat perkembangan wilayah Indonesia Bagian Timur. Sebagian kalangan warga kota  gelisah dengan perkembangan kotanya yang nyaris tak berbeda dengan kota-kota besar lainnya yang bercirikan: semakin menyempitnya lahan terbuka hijau karena tergusur bangunan untuk pusat perbelanjaan, apartemen, gedung perkantoran, industri, dan fasilitas komersial lainnya. Pola pembangunan yang seringkali tak mengindahkan perencanaan tata guna lahan ini dengan sendirinya menyebabkan kota ini terancam bahaya banjir, keruwetan lalu-lintas,  pencemaran udara, dan kondisi lingkungan yang tak nyaman untuk ditempati.</p>
<p style="text-align: justify;">Masalah lainnya yang tak kalah serius adalah soal jati diri kota Surabaya. Kalau kota-kota di Eropa dikenal karena bangunan-bangunan kunonya yang indah dan kota-kota di Amerika dikenal dengan bangunan-bangunan pencakar langitnya, lalu apa yang dapat ditawarkan oleh kota ini. Surabaya memiliki bangunan-bangunan kuno seperti yang terdapat di Eropa atau gedung-gedung tinggi, tapi apakah benda-benda tiruan semacam ini yang akan kita banggakan. Atau mungkin heroisme ala bonekmania yang brutal dan seringkali mengundang kerusuhan yang kita banggakan? Tentu tidak. Sebetulnya julukan sebagai kota pahlawan bisa menjadi acuan untuk memberikan ciri khas bagi kota kita. Sampai saat ini tak banyak tetenger dan monumen  yang bisa digunakan untuk menunjukan Surabaya sebagai kota pahlawan. Karena itu tampaknya perlu dibangun lebih banyak lagi monumen yang berupa patung-patung yang menggambarkan perjuangan rakyat Surabaya mulai jaman Mojopahit sampai zaman kemerdekaan atau bahkan hingga saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin target  pertamanya adalah wilayah pusat kota. Selanjutnya adalah kawasan bersejarah yang banyak ditempati bangunan-bangunan kolonial. Akan lebih menarik dan mudah dilihat oleh siapapun termasuk oleh turis asing jika patung-patung itu dibangun di atas gedung-gedung kolonial yang bisa juga dipakai untuk menggambarkan bahwa bangsa Indonesia telah berhasil menaklukan pemerintahan kolonial.</p>
<p style="text-align: justify;">Ardison Muhammad http://surabayaraya.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/3784/memperingati-hut-surabaya-ke-717-mengeksplorasi-jati-diri-sebagai-kota-pahlawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sudah Surabayakah Diri Anda?</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/3749/sudah-surabayakah-diri-anda/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/3749/sudah-surabayakah-diri-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 May 2010 04:46:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cruwl</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[heritage]]></category>
		<category><![CDATA[merakyat]]></category>
		<category><![CDATA[metropolitan]]></category>
		<category><![CDATA[momentum]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[pilwali]]></category>
		<category><![CDATA[sparkling]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=3749</guid>
		<description><![CDATA[Bisakah Anda menjawab pertanyaan dari judul di atas? Mungkin bisa, mungkin juga tidak. Hanya diri Anda sendirilah yang dapat menjawabnya. Dalam satu bulan belakangan ini kota Surabaya terlihat begitu ramai, hiruk pikuk warga terlihat dimana-mana, ntah sekedar berbelanja karena program &#8220;Surabaya Shopping Festival&#8221; atau sekedar menikmati hiburan-hiburan yang banyak disajikan di berbagai tempat. Ya, karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bisakah Anda menjawab pertanyaan dari judul di atas? Mungkin bisa, mungkin juga tidak. Hanya diri Anda sendirilah yang dapat menjawabnya.</p>
<p>Dalam satu bulan belakangan ini kota Surabaya terlihat begitu ramai, hiruk pikuk warga terlihat dimana-mana, ntah sekedar berbelanja karena program <em>&#8220;Surabaya Shopping Festival&#8221;</em> atau sekedar menikmati hiburan-hiburan yang banyak disajikan di berbagai tempat. Ya, karena dalam bulan Mei ini adalah bulan sakral buat warga kota Surabaya. Berbagai <em>event</em> digelar untuk menyambut hari jadinya yang ke-717. Banyak sekali intansi, mall, dan komunitas-komunitas menggelar berbagai acara, diantaranya adalah kemarin(23/05), sebuah komunitas fotografi di Surabaya menggelar acara <em>&#8220;Surabaya with love: a Sparkling Heritage&#8221;.</em> Acara semacam ini memiliki makna yang sangat penting bagi warga Surabaya khususnya, agar rasa bangga senantiasa ada dalam diri mereka. Serta dapat mengetahui sejauh mana perkembangan kota Surabaya dari tahun ke tahun. Tidak hanya dari sisi kemajuannya saja, namun yang juga tidak kalah penting adalah kekurangan apa saja yang masih jadi problem utama kota metropolitan ini, sehingga kita dapat membantu memberi solusi terhadap permasalahan yang masih terjadi di kota Surabaya tercinta.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 280px"><a href="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/05/bermain.jpg"><img class=" " src="http://www.denbagus.com/wp-content/uploads/2010/05/bermain.jpg" alt="" width="270" height="179" /></a><p class="wp-caption-text">Inilah Tempatku Bermain</p></div>
<p>Selain berbagai event besar yang digelar di berbagai tempat, dalam waktu dekat nasib kota Surabaya akan ditentukan saat Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA)/Pemilihan Walikota(PILWALI) Juni mendatang. Ekspektasi warga kota Surabaya tentu sangat tinggi terhadap siapa nanti yang akan terpilih. Mungkin saat ini tidak penting siapa nanti yang akan duduk di kursi panas tersebut, namun siapa calon pemimpin yang mampu membawa kota Surabaya untuk menyelesaikan permasalahan yang saat ini belum terselesaikan dan membawa Kota Surabaya menjadi kota yang diperhitungkan dari berbagai aspek, serta mampu mengakomodir suara rakyat.</p>
<p>Jangan memilih wakil kita hanya karena suka dan tidak suka, jangan memilih yang hanya kelihatan duwitnya banyak, bisa-bisa PILWALI/PILKADA ini jadi lahan bisnis, antra untung dan rugi, yang ujung-ujungnya adalah <em>&#8220;Balek Bondo&#8221;</em>. Jadi, gunakan momentum berharga ini untuk benar-benar selektif memilih siapa yang berhak dan layak untuk dipilih. Lihat <em>track record</em>, lihat kontribusi dari masing-masing calon. Apakah benar-benar <em>&#8220;Merakyat?&#8221;</em> Semoga kedepan Surabaya makin <em>&#8216;Sparkling&#8217;</em>. Tidak sebatas kotanya, tapi juga warganya. Sukses selalu untuk kota Surabaya.</p>
<p><em>Sumber foto: <a href="http://www.denbagus.com">Denbagus.com</a><br />
Diambil di sebuah tempat, tepatnya di bawah jembatan Suramadu, selain kotor, tempat ini rawan bahaya karena air bisa pasang tiba-tiba.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/3749/sudah-surabayakah-diri-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

