Golput yang lagi ngetrend
Bismillahirrohmanirrohim,
Gresik 12 Juli 2008
Beberapa media memberitakan bahwa untuk hasil pilkada seperti di pilgub Jateng dan pilgub Bali banyak diwarnai tingkat Golput yang tinggi dengan kisaran data presentasinya 30 - 35% dari pemilih. Dari data tersebut mungkin salah satu penyebabnya adalah krisis kepercayaan masyarakat kepada wakil rakyat yang karena kelakuannya sendiri yang memalukan, mulai dari kasus suap, kasus pelecehan seks, ataupun kasus kasus yang membuat kita berpikir bahwa mereka yang menjadi wakil rakyat kurang mampu menjaga “amanah” dan tidak pernah mendengarkan aspirasi atau suara rakyatnya. lanjut, rek…
Saran Untuk Pengembangan TPC
TuguPahlawan[dot]com ini sudah berumur hampir satu tahun (tepatnya 8 bulan), tentunya kita berharap komunitas ini tidak berhenti di tengah jalan, bukan? Dan karena TPC sudah memiliki nama di tingkat Surabaya, ada baiknya kita kembangkan lagi.
Apa saja idenya? Kalau mau tahu, silahkan klik
BBM Jadi Naik Gak Sih ?
Dari kemarin malam, rupanya SPBU di Surabaya mulai melakukan pembatasan seperti di jabodetabek. Padahal, ketika hari sabtu papabonbon main ke Tulungagung, di Kediri dan Tulungagung malah sudah penjatahan duluan tuh. Otomatis, antrean panjang bener sampai ke jalan. Pas jalan jalan di malam harinya, SPBU di tulungagung juga antrean masih seperti uler. Hehehe …
Komunitas id blekberi suroboyo malah sudah teriak teriak, jangan lewat dekat dekat spbu, sakit mbludaknya antrean, sampai dikirain ada demo. Huehehhee … Tapi, ketika lewat di pom bensin di Kenjeran, kok biasa sajah ya. Sepi gemulai. Yo wis, papabonbon seklian isi bensin, dipenuhin sekalian. hahaha …
Waktu tadi pagi lewat dekat lampu merah Tugu Pahlawan, sekilas penjual koran jawa pos, tulisan headlinenya “BBM jadi 6000 rupiah … “ Kalo gak salah lho, yah. Sepertinya begitu. Lha, ini BBM sudah naik apa belum sih ?
kalau papabonbon berpendapat :
- pemilik mobil pribadi, diwajibkan, hanya boleh beli kelas pertamax ke atas, harga pertamax silakan dinaikkan
- harga premium bolehlah naik juga, jadi 5 ribu saja, lebih baik cepat diputuskan, karena orang pedagang kan harus naikkan harga biar bisa balik modal ketika kulakan nanti [minggu lalu papabonbon ketabok pengecer, beli seliter bbm harga 9 ribu - gara gara nggak ada kepastian harga nih]
- mana nih transportasi massal yang nyaman, huehehhee :) selama belum terealisasi, yah orang pada beli sepeda motor, lah … mau gimana lagi
Menurut kamu, bagaimana ?
cari cari beritanya di web, ternyata baru rencana, huehehe …
baca juga :
http://economy.okezone.com/index.php/ReadS…ik-jadi-rp6-000
Mallaby Tewas Gara Gara Anak Buah Sendiri
Jaman dulu kita bertanya tanya, siapa pahlawan yang berhasil menembak jenderal Mallaby ? Ternyata jenderal satu ini sedang sial, meninggalnya karena kecerobohan anak buahnya sendiri.
Sial karena jadi korban mati konyol, dan seandainya waktu itu tidak ada insiden dengan kasus jenderal mallaby ini mungkin tidak perlu terjadi korban dari sisi rakyat secara besar besaran, secara sudah ada perjanjian gencatan senjata dan penarikan pasukan Inggris [NICA] dari Surabaya. Tapi, kalau arek soroboyo waktu itu tidak bertempur dan banyak yang mati, maka Surabaya bukan kota pahlawan. Huehehehe ….
Menurut kamu bagaimana, wahai arek suroboyo ?
Dikutip dari wikipedia berbahasa Indonesia.
Pada siang hari, 30 Oktober 1945, dicapai persetujuan yang ditanda-tangani oleh Presiden RI Soekarno dan Panglima Divisi 23 Mayjen Hawthorn. Isi perjanjian tersebut adalah diadakan perhentian tembak menembak dan pasukan Inggris akan ditarik mundur dari Surabaya secepatnya. Mayjen Hawthorn dan ke 3 pimpinan RI meninggalkan Surabaya dan kembali ke Jakarta.
Pada sore hari, 30 Oktober 1945, Brigjen Mallaby berkeliling ke berbagai pos pasukan Inggris di Surabaya untuk memberitahukan soal persetujuan tersebut. Saat mendekati pos pasukan Inggris di gedung Internatio, dekat Jembatan merah, mobil Brigjen Mallaby dikepung oleh milisi yang sebelumnya telah mengepung gedung Internatio.
Karena mengira komandannya akan diserang oleh milisi, pasukan Inggris kompi D yang dipimpin Mayor Venu K. Gopal melepaskan tembakan ke atas untuk membubarkan para milisi. Para milisi mengira mereka diserang / ditembaki tentara Inggris dari dalam gedung Internatio dan balas menembak. Seorang perwira Inggris, Kapten R.C. Smith melemparkan granat ke arah milisi Indonesia, tetapi meleset dan malah jatuh tepat di mobil Brigjen Mallaby.
Granat meledak dan mobil terbakar. Akibatnya Brigjen Mallaby dan sopirnya tewas. Laporan awal yang diberikan pasukan Inggris di Surabaya ke markas besar pasukan Inggris di Jakarta menyebutkan Brigjen Mallaby tewas ditembak oleh milisi Indonesia.
Letjen Sir Philip Christison marah besar mendengar kabar kematian Brigjen Mallaby dan mengerahkan 24000 pasukan tambahan untuk menguasai Surabaya.

foto dari http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Peta_soerabaja_1897.jpg
baca juga :
- http://id.wikipedia.org/wiki/Surabaya
- JGA Parrot; “Who Killed Brigadier Mallaby”; 1976; Indonesia Magazine, July 1976 hal. 91; Cornell University.
- http://www.surabayatourism.com/about_sby.php
Anak-Anak Jaman Sekarang…

Mungkin anak-anak yang hidup di akhir tahun 80an hingga pertengahan 90an jauh lebih beruntung daripada anak-anak yang ada sekarang.
Betapa tidak? Jaman sekarang, jarang sekali, bahkan nyaris tidak ada lagu atau film anak-anak. Semua lagu dan film yang sedianya hanya untuk dikonsumsi kaum remaja dan orang dewasa, akhirnya turut menjadi konsumsi anak-anak juga. Maka tak usah heran bila melihat anak-anak berusia tujuh tahun jaman sekarang suka menyanyi “Oow, kamu ketauaaan, pacaran lagiii…” walau tidak mengerti artinya. Hal ini sangat kontras jika dibandingkan dengan satu dasawarsa lalu dimana lagu yang dinyanyikan anak-anak adalah “Abang tukang bakso, mari-mari sini, aku mau beliii…”
lanjut, rek…




