<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TUGUPAHLAWAN.COM &#187; Seni &amp; Budaya</title>
	<atom:link href="http://tugupahlawan.com/kategori/seni-budaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tugupahlawan.com</link>
	<description>Komunitas Blogger Surabaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 May 2012 23:40:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>[Wawancara] Artis Dadakan di Dunia Maya</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/5022/wawancara-artis-dadakan-di-dunia-maya/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/5022/wawancara-artis-dadakan-di-dunia-maya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Apr 2011 07:17:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>CempLuk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Cangkrukan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=5022</guid>
		<description><![CDATA[Situs jejaring sosial sedang digandrungi masyarakat di Indonesia, tak peduli muda, tua, ibu-ibu, bahkan anak SD kini sudah paham cara mengakses situs jejaring sosial ini. Cara mengakses nya pun kini beragam cara, melalui warnet, menggunakan modem internet, bahkan melalui ponsel pintar &#8220;berry hitam&#8221; atau &#8220;apel kroak&#8221;. Jejaring sosial tak hanya twitter ataupun facebook. Menengok arti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-5023" title="social media" src="http://tugupahlawan.com/wp-content/uploads/2011/04/social-media.jpg" alt="" width="480" height="401" /></p>
<p>Situs jejaring sosial sedang digandrungi masyarakat di Indonesia, tak peduli muda, tua, ibu-ibu, bahkan anak SD kini sudah paham cara mengakses situs jejaring sosial ini. Cara mengakses nya pun kini beragam cara, melalui warnet, menggunakan modem internet, bahkan melalui ponsel pintar &#8220;berry hitam&#8221; atau &#8220;apel kroak&#8221;.</p>
<p>Jejaring sosial tak hanya twitter ataupun facebook. Menengok arti dari jejaring sosial dari wikipedia:<br />
Social media are media for social interaction, using highly accessible and scalable communication techniques. Social media is the use of web-based and mobile technologies to turn communication into interactive dialogue. So, youtube pun masuk dalam kategori jejaring sosial, dulur the Heroes.</p>
<p><span id="more-5022"></span></p>
<p>Setelah beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan lipsing lagu keong racun Sinta dan Jono, dan si Udin yang mengupload video klipnya di youtube, kini giliran briptu Norman menjadi artis dadakan di dunia maya. Kepopuleran mereka tak hanya di dunia maya, berbagai infotainment dan media massa maupun elektronik berbondong-bondong menyoroti artis dadakan ini. Saya pun kadang ngiri, kok ndak saya yang jadi artis dadakan itu. <img src='http://tugupahlawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Mungkin ini yang namanya rejeki dan hoki.</p>
<p>Pagi ini pun, saya berkesempatan melakukan wawancara singkat bersama ibu <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=756133346">Desy</a>, alumnus komunikasi-UGM yang kini bekerja sebagai PR Danone Baby Nutrition mengenai fenomena artis dadakan di dunia maya. Berikut hasil wawancara:</p>
<p><strong>1. Bagaimana pandangan anda mengenai marak nya artis dadakan di dunia maya ? (dengan mengupload foto/video mereka ke youtube/facebook/twitter).</strong></p>
<p>Menurut aku sah-sah saja terkenal mendadak. Orang &#8211; orang perlu hiburan alternatif. Mereka menghibur dan tidak merugikan orang lain, so it&#8217;s fine.</p>
<p><strong>2. Apa pendapat anda mengenai banyaknya artis dadakan di dunia maya tersebut ? salah satu efek dari boomingnya jejaring sosial saat ini ? atau tren sesaat?</strong></p>
<p>Media sosial memang sangat hype akhir-akhir ini. Indonesia juga salah satu pengguna dunia maya terbesar di dunia, FB aja kita terbesar (35 juta), twitter 4 terbesar (hampir 5 juta).</p>
<p>Jadi media ini efektif banget. Aku rasa bukan masalah vehicle komunikasi yang everlasting atau tren sesaat yaa, hanya saja..mana media komunikasi yang paling efektif dan terjangkau (baik harga maupun reach audiens) itulah yang pasti akan dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia.</p>
<p><strong>3. Masuk kategori apa sih para artis dadakan dunia maya tersebut dalam fak. komunikasi yang anda pelajari dulu ?</strong></p>
<p><strong> </strong>Aduh punteun kalo teori komunikasi aku gak hafal tapi yang pasti keberadaan twitter,etc membuat perilaku interpersonal communication bergeser. Istilah bertemu langsung atau kopdar antar pengguna internet aja jarang sekali dilakukan. Sekarang masyarakat (baik itu: pegawai kantoran/masyarakat pengguna internet) lebih intens berkomunikasi lewat dunia maya..wireless.</p>
<p>Dan lebih pede untuk mengungkapkan ekspresi mereka&#8230;lewat youtube misalnya.<br />
Hidup youtube!!!</p>
<p><strong>4. Pertanyaan terakhir nih, bu Desy. Ada saran untuk memanfaatkan jejaring sosial yang baik, khususnya bagi penggiat dunia maya ?</strong></p>
<p>Kalau aku sih tujuanku pake FB/Twitter/dan sebagainya adalah untuk menyambungkan diri dengan *komunitasku* kerja, teman lama, hobi, atau observe berita-berita dari berbagai media secara online, jadi hal-hal aneh yang gak nyambung sama interestku, semisal : orang jualan, link email hoax kucuekin ajaaa. <img src='http://tugupahlawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  <strong>&#8220;CONNECTIVITY WITH PURPOSE</strong>&#8220;.</p>
<p>Terima kasih untuk waktu yang diberikan bu Desy. Semoga obrolan ini dapat memberikan cara berpikir positif baru kepada penggiat internet/dulur the Heroes, Gunakan internet secara SEHAT dan berMANFAAT ya..</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/5022/wawancara-artis-dadakan-di-dunia-maya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Urban Jazz Crossover Surabaya</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/3858/urban-jazz-crossover-surabaya/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/3858/urban-jazz-crossover-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jun 2010 03:43:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kacrut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=3858</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 18 Juni 2010 yang bertepatan dengan hari kamis kemarin, ada event musik yang bisa dikatakan cukup besar digelar di kota Surabaya. Event yang diusung oleh Dji Sam Soe ini diberi nama Urban Jazz Crossover. Event musik ini sendiri digelar di 5 kota besar dan Surabaya menjadi kota terakhir event ini berlabuh setelah sebelumnya berada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://dikacrutin.com/wp-content/uploads/2010/06/URBAN.jpg"><img class="size-full wp-image-830 alignleft" src="http://dikacrutin.com/wp-content/uploads/2010/06/URBAN.jpg" alt="" width="161" height="196" /></a>Tanggal 18 Juni 2010 yang bertepatan dengan hari kamis kemarin, ada event musik yang bisa dikatakan cukup besar digelar di kota Surabaya. Event yang diusung oleh Dji Sam Soe ini diberi nama Urban Jazz Crossover. Event musik ini sendiri digelar di 5 kota besar dan Surabaya menjadi kota terakhir event ini berlabuh setelah sebelumnya berada di kota Medan, Bandung, Semarang dan Jakarta. Sepertinya event ini memang sengaja diakiri di Surabaya karena si empunya acara kebetulan bertempat di Surabaya. CMIIW <img src='http://tugupahlawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Urban Jazz Crossover sendiri memiliki konsep bahwa semua jenis musik itu sama, dalam artian musik tidak untuk dikotak-kotakkan. Jadi, misalkan lagunya Rock, bisa juga diaransemen jadi Jazz, Pop juga bisa diketemukan dengan Jazz, begitu juga dengan RnB, bahkan musik yang disuguhkan DJ pun dibalut dengan suasana Jazz. Dan di Urban Jazz Crossover ini lah pembuktiannya. Suguhan-suguhan yang diberikan membuat hampir semua penonton terpana, istilah kita &#8220;<em>mangap-mangap</em>&#8221; <img src='http://tugupahlawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu acara dimulai penonton disuguhi dengan accoustic Drew, band pendatang baru yang gak alay tentunya :p. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan Ipang yang menunjukkan genre Rock Jazz, Dewi Sandra yang tampil memukau dengan lagu-lagu ngebit tapi tetap dalam balutan musik jazz. Ada juga Shandy Sandoro, Indra Lesmana, Masternya Musik Jazz, Kikan Coklat, Ello, dan sang legenda Ahmad Albar.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://dikacrutin.com/wp-content/uploads/2010/06/tpc-all-artis.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-842" src="http://dikacrutin.com/wp-content/uploads/2010/06/tpc-all-artis.jpg" alt="" width="380" height="286" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Semua menampilkan yang terbaik, tidak hanya dari segi suara saja, performance mereka sangat memukau, atraktif, dan komunikatif. Selain itu, musik yang disuguhkan benar-benar lain dari yang lain. Arransemen ulang musiknya membuat penonton &#8220;<em>mangap-mangap</em>&#8221; lagi. Jadi tidak ada kata rugi jika anda membeli tiket masuk yang dipatok IDR 50.000. So far, penampilan Dewi Sandra yang <em>energik</em>, atraktif, seksi, dan komunikatif terhadap penonton benar-benar memukau saya. Pokoknya Dewi Sandra JAWARA, ini menurut pendapat saya pribadi, entah kalau menurut orang lain. <img src='http://tugupahlawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Oh ya, kami yang datang sebagai perwakilan dari TPC, diberi kehormatan untuk <em>meet and greet </em>secara<em> one and one</em> bersama para pengisi acara, ya. Kaget? Tentu saja. Saya dan beberapa teman lain seperti @diorres dan @azizhouse mungkin tidak pernah membayangkan harus berada dalam satu ruangan bersama para artis, hanya kita yang diinvite as blogger. Dan ketika masuk ruangan, semua <em>speechless, </em>tak ada yang bisa berkata-kata, suasana kaku. Tapi setelah beberapa artis berbicara dan mencairkan suasana, akhirnya suasana jadi sedikit santai. Cukup lama kami berbincang-bincang dengan para artis. Kemudian acara <em>meet and greet</em> ini diakhiri dengan foto bersama para artis pendukung acara Urban Jazz Crossover.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://dikacrutin.com/wp-content/uploads/2010/06/tpc-meet-and-greet.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-843" src="http://dikacrutin.com/wp-content/uploads/2010/06/tpc-meet-and-greet.jpg" alt="" width="380" height="286" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Bagi yang kemarin belum sempat datang dan melihat langsung, sabar-sabar saja masih ada tahun depan. Tahun depan Urban Jazz Crossover pasti jauh lebih menarik. Jadi, jangan sampai tahun depan kelewatan lagi ya. <img src='http://tugupahlawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/3858/urban-jazz-crossover-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Balai Pemuda Surabaya</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/1145/balai-pemuda-surabaya/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/1145/balai-pemuda-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 18:09:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>angki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Balai Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Bangunan Tua]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=1145</guid>
		<description><![CDATA[Balai Pemuda yang dahulu bernama De Simpangsche Societeit adalah tempat dugem, dansa dan pertemuan para meneer dan mevrouw jaman baheula. Balai Pemuda memilki 3 hall yaitu hall utama yang merupakan hall terbesar diantara hall yang kedua dan ketiga. Hall utama (sebelah utara) ini sekarang sering dipakai untuk pentas band, pameran, pertunjukan tari, perkawinan dan lainnya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tugupahlawan.com/wp-content/uploads/2008/11/balpem3.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1146" src="http://tugupahlawan.com/wp-content/uploads/2008/11/balpem3-300x225.jpg" alt="" width="215" height="161" /></a>Balai Pemuda yang dahulu bernama De Simpangsche Societeit adalah tempat dugem, dansa dan pertemuan  para meneer dan mevrouw jaman baheula. Balai Pemuda memilki 3 hall yaitu hall utama yang  merupakan hall terbesar diantara hall yang kedua dan ketiga.</p>
<p>Hall utama (sebelah utara) ini sekarang sering dipakai untuk pentas band, pameran, pertunjukan tari, perkawinan dan lainnya. Tempat ini adalah tempat dansa yang cukup besar (waktu itu). Hall kedua juga merupakan tempat dansa tapi tempatnya lebih kecil dari hall utama. Lalu kami menuju hall ketiga -bersebelahan dengan hall kedua-, tempat jedang-jedung orang jadul. Masuk kesini, Angki jadi inget video klip DEWA 19 yang Kamulah Satu-Satunya. Nah ada balkon yang merupakan tempat band bermain, mirip tempat DJ di diskotik jaman sekarang. Ketika Angki pengen naik ke balkon band itu, tiba-tiba</p>
<blockquote><p>&#8220;Maaf sebelumnya bapak-bapak saudara sekalian, untuk kunjungan ke tempat ini, mohon dipersingkat, karena ini merupakan kantor. Silahkan memotret seperlunya saja dan segera meninggalkan kantor ini&#8221;</p></blockquote>
<p>Kami pergi meninggalkan ruangan hall ketiga dengan hati dongkol bin masygul. Dari penjelasan Cak Indra (<em>tour leader</em>) gedung yang pernah dijadikan gedung bioskop Mitra ini, dahulu merupakan tempat penyimpanan Wine terbesar. Weeww WINE??? Yup minuman dari anggur gitu.</p>
<p>Yang unik bin dahsyat itu ialah lahan parkir di depan bekas gedung bioskop Mitra itu. Kenapa eh Kenapa??? Karena eh Karena lahan parkir itu dulunya terbuat dari marmer. Mungkin kalo jaman sekarang pakai marmer, dicuri kali ya.  <img src='http://tugupahlawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://tugupahlawan.com/wp-content/uploads/2008/11/balpem2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1147" src="http://tugupahlawan.com/wp-content/uploads/2008/11/balpem2-300x271.jpg" alt="" width="225" height="204" /></a><br />
Di depan pintu masuk sebelah barat, ada prasasti yang sekarang terdapat kolam ikan. Nah prasasti di bawah ini ada pengumuman pada jaman dulu bahwa PRIBUMI dan ANJING DILARANG MASUK!!!</p>
<p><strong><em>Photo taken from: <a href="http://mimimama.multiply.com/photos/album/25/jalan2_10_november" target="_blank">Fahmi&#8217;s multiply</a> and <a href="http://salimsuharis.blogspot.com/2007/11/kok-cuman-3-bulan.html" target="_blank">Salim Suharis&#8217; Blog</a>.</em></strong></p>
<p><a href="http://bp0.blogger.com/_0sl9l-TZAcw/RzrIlAnM_5I/AAAAAAAABWs/UkjvV4XqUYc/s1600-h/balaiPemuda.bmp"><img style="0 10px 10px 0;" src="http://bp0.blogger.com/_0sl9l-TZAcw/RzrIlAnM_5I/AAAAAAAABWs/UkjvV4XqUYc/s200/balaiPemuda.bmp" border="0" alt="" /></a>SEJARAH SINGKAT BALAI PEMUDA SURABAYA (Sumber: Departemen Pariwisata Surabaya)</p>
<blockquote>
<li> 1907 – 1945 (De Simpangsche Societeit)<br />
Milik suatu perkumpulan orang-orang Belanda bernama “De Simpangsche Societeit”. Pusat tempat rekreasi orang-orang Belanda untuk pesta ria, dansa, dsb.</li>
<li> 1945 (De Simpangsche Societeit)<br />
Gedung ini kemudian dikuasai oleh Arek-arek Suroboyo yang tergabung dalam Pemuda Republik Indonesia (PRI),sekaligus merupakan MARKAS PEMUDA Arek-arek Suroboyo. Dengan perlawanan yang sengit dari tentara Belanda,maka Arek-arek suroboyo mundur dan akhirnya gedung ini dikuasai oleh tentara Belanda.</li>
<li>1950 (De Simpangsche Societeit)<br />
Pada saat Indonesia sudah merdeka, Arek-arek suroboyo masuk ke kota dan Gedung ini dikuasai oleh Penguasa Militer Propinsi Jawa Timur dan sebagai pelaksana Penguasa Militer adalah KMKB Surabaya.</li>
<li> 1957 (De Simpangsche Societeit)<br />
Dalam rangka pembebasan Irian Barat, Gedung dan seluruh inventarisnya oleh Penguasa Militer Propinsi Jawa Timur di serah terimakan kepada Ketua Dewan Pemerintah Daerah Kota Praja Surabaya. Bertindak sebagai Penguasa Militer Daerah Propinsi Jawa Timur adalah Panglima Tentara Teritorium V/Brawijaya selaku Penguasa Militer atas Daerah Propinsi Jawa Timur no: KKM. 1223 / 12 / 1957 tanggal 10 Desember 1957.</li>
<li> 1957 (De Simpangsche Societeit)<br />
Pada tanggal 12 Desember 1957 di serah terimakan, selaku Komandan KKMB Surabaya Bapak Letkol. SOERIJOTO NRP: 13683 kepada Bapak R. ISTIDJAB Ketua Dewan Pemerintah Daerah Kota Praja Surabaya</li>
<li> 1957 (Balai Pertemuan Umum/ Balai Pemuda)<br />
Pemerintah Daerah akan mengusahakan EKSPLOITASI nya sebagai Balai Pertemuan Umum dengan nama BALAI PEMUDA.Sesuai dengan fungsinya sebagai pertemuan umum, Balai Pemuda digunakan untuk kegiatan-kegiatan pertemuan, pesta, rapat,dsb kepada pihak yang ingin menggunakannya.</li>
<li> 1965 (Balai Pemuda)<br />
Tak kalah pentingnya, BALAI PEMUDA juga menampung kegiatan para pemuda juga dipergunakan sebagai sekretariat sekaligus markas FRONT PEMUDA. Pada awal ORDE BARU dipergunakan sebagai markas KAMI &amp; KAPPI dalam menumpas G 30 S / PKI.</li>
<li> 1971 – 1972 (Balai Pemuda)<br />
Gedung sebelah timur mengalami kerusakan. Oleh Walikotamadya Surabaya R.SOEKOTJO diambillah kebijakan untuk merubah gedung ini dan selesai awal tahun 1972 terwujudlah gedung BALAI PEMUDA MITRA.</li>
<li> 1974 (Balai Pemuda)<br />
Dipergunakan sebagai sekretariat Federasi Pemuda Indonesia dan KNPI dengan segala Kegiatannya.</li>
<li>1979-1980 (Balai Pemuda)<br />
Diadakan pemugaran gedung sebelah barat dan selesai tahun 1980, tidak terjadi perubahan bentuk gedung sehingga nilai sejarahnya masih terlihat seperti aslinya.</li>
<li>1980 (Balai Pemuda)<br />
Gedung yang terletak strategis di jantung kota ini berdiri dengan megah yang didalamnya ada riwayat sejarah Arek-arek Suroboyo. Berkiprahnya para pemuda yang menggunakan gedung ini untuk kegiatan-kegiatan social. Juga digunakan sebagai pusat kegiatan apresiasi seni dan budaya seniman/seniwati Surabaya.</li>
<li> 1980 &#8211; sekarang (Balai Pemuda/DKS &amp; PPKS/BMS)<br />
Disebelah utara diberikan tempat untuk Dewan Kesenian Surabaya oleh Walikotamadya. Sebagai Pusat Pagelaran Kesenian Surabaya (PPKS). Termasuk pusat pembinaan seniman/seniwati muda yang tergabung dalam Bengkel Muda Surabaya (BMS) dan Akademi Seni rupa Surabaya (AKSERA). Karena Balai Pemuda merupakan salah satu Dinas penghasil PAD,maka kegiatan pokok dari gedung balai pemuda adalah dengan cara menyewakan gedung kepada masayarakat dengan berbagai tujuan, antara lain untuk : Resepsi Pernikahan, Seminar, Pameran, Audisi Seni, Pagelaran Musik dll.</li>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/1145/balai-pemuda-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AGENDA SASTRA FSS 2008</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/757/agenda-sastra-fss-2008/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/757/agenda-sastra-fss-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 01:41:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Seni Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[FSS 2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/757/agenda-sastra-fss-2008/</guid>
		<description><![CDATA[Hallo teman-teman semua FESTIVAL SENI SURABAYA 2008 sudah dimulai. FSS 2008 yang dilaksanakan tanggal 1 &#8211; 15 Juni 2008 ini bertempat di Balai Pemuda Surabaya. Tema FSS kali ini adalah TRIBUTE TO SURABAYA. Berdasarkan tema tersebut, maka tahun ini penyaji FSS mayoritas adalah seniman-seniman Surabaya. Selain juga ada penyaji dari Perancis, Solo, Jogjakarta dan Bandung. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hallo teman-teman semua <img src='http://tugupahlawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>FESTIVAL SENI SURABAYA 2008 sudah dimulai. FSS 2008 yang dilaksanakan tanggal 1 &#8211; 15 Juni 2008 ini bertempat di Balai Pemuda Surabaya. Tema FSS kali ini adalah <em>TRIBUTE TO SURABAYA</em>. Berdasarkan tema tersebut, maka tahun ini penyaji FSS mayoritas adalah seniman-seniman Surabaya. Selain juga ada penyaji dari Perancis, Solo, Jogjakarta dan Bandung. Seperti tradisi tahun-tahun sebelumnya, selain ada penampilan tari, musik, teater, diskusi sastra dan pembacaan puisi, di FSS juga ada bursa buku dan pasar seni khas FSS yang diikuti banyak distro di Surabaya.<span id="more-757"></span></p>
<p><a href="http://tugupahlawan.com/wp-content/uploads/2008/06/teater.jpg" title="teater"></a></p>
<p><a href="http://tugupahlawan.com/wp-content/uploads/2008/06/teater.jpg" title="teater"><img src="http://tugupahlawan.com/wp-content/uploads/2008/06/teater.jpg" alt="teater" /></a></p>
<p>Tiket pertunjukan seharga Rp. 10.000 dan Rp. 20.000 dapat Anda dapatkan di Tiket Box FSS 2008 (Sekretariat FSS 2008) sejak pagi hingga menjelang pertunjukan berlangsung (pukul 19.00). Jika Anda tidak ingin kehabisan tiket, Anda juga bisa membeli tiket sehari sebelumnya.</p>
<p>Berikut ini adalah agenda diskusi sastra FSS 2008 yang saya dapatkan dari milis FLP, dari saudara Saiful Bahri.</p>
<p><strong>                                SEMINAR KEBUDAYAAN<br />
100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL</strong></p>
<p>Tema<br />
Nasionalisme dalam Arus Global (Memikirkan Ulang tentang Keindonesiaan)</p>
<p>Pembicara<br />
Diah Arimbi (Pengamat Sastra, Surabaya)<br />
Hariyadi (Pengamat Politik, Surabaya)<br />
Afrizal Malna (Seniman, Jakarta)</p>
<p>Moderator<br />
Dimam Abror (Budayawan)</p>
<p>Waktu dan Tempat<br />
Seminar diselenggarakan pada :<br />
Hari, Tanggal     :      Selasa, 10 Juni 2008<br />
Waktu             :    Pukul 10.00 – 12.00 WIB<br />
Tempat          :    Gedung Balai Pemuda,<br />
Jln  Gubernur Suryo 15 Surabaya<br />
Nomor telpon sekretariat (031) 5474704</p>
<p><strong>                                    DISKUSI SASTRA<br />
KEBANGKITAN SASTRA POPULER RELIGIUS</strong></p>
<p>Tema<br />
Nasionalisme dalam Arus Global (Memikirkan Ulang tentang Keindonesiaan)</p>
<p>Pembicara<br />
Akhmad Muhaimin Azzet (Editor Penerbit DIVA Press)<br />
Vanny Chrisma W (Novelis)</p>
<p>Moderator<br />
Abdul Malik (Mojokerto)</p>
<p>Waktu dan Tempat<br />
Hari, Tanggal     :      Minggu, 10 Juni 2008<br />
Waktu             :    Pukul 10.00 – 12.00 WIB<br />
Tempat          :    Gedung Balai Pemuda,<br />
Jln  Gubernur Suryo 15 Surabaya<br />
Nomor telpon sekretariat (031) 5474704</p>
<p><strong>                                    DISKUSI SASTRA<br />
LIMA PENYAIR JAWA TIMUR</strong><br />
(Indra Tjahyadi, Mashuri, A Muttaqin, Denny Tri Aryanti, F Aziz Manna)</p>
<p>Tema<br />
Lima Penyair Menebus Kota</p>
<p>Pembicara<br />
Arif Bagus Prasetya (Kritikus Sastra)</p>
<p>Moderator<br />
Zeus Anggara (Budayawan)</p>
<p>Waktu dan Tempat<br />
Hari, Tanggal     :      Minggu, 10 Juni 2008<br />
Waktu             :    Pukul 13.00 – 15.00 WIB<br />
Tempat          :    Gedung Balai Pemuda,<br />
Jln  Gubernur Suryo 15 Surabaya<br />
Nomor telpon sekretariat (031) 5474704</p>
<p><strong>   PEMBACAAN PUISI<br />
LIMA PENYAIR JAWA TIMUR</strong><br />
(Indra Tjahyadi, Mashuri, A Muttaqin, Denny Tri Aryanti, F Aziz Manna)</p>
<p>PERTUNJUKAN PUISI-PERKUSI<br />
(Sosiawan Leak &amp; Temperente)</p>
<p>Waktu dan Tempat<br />
Hari, Tanggal     :      Minggu, 10 Juni 2008<br />
Waktu             :    Pukul 19.00 – 21.00 WIB<br />
Tempat          :    Gedung Balai Pemuda,<br />
Jln  Gubernur Suryo 15 Surabaya<br />
Nomor telpon sekretariat (031) 5474704</p>
<p>Sedangkan untuk jadwal pertunjukan FSS 2008 dapat dilihat di sini:</p>
<p><a href="http://duniaqaza.wordpress.com/2008/06/03/agenda-program-fss-2008/">Agenda Program FSS 2008</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/757/agenda-sastra-fss-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Oleh-Oleh Tour de Kampoeng</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/741/oleh-oleh-tour-de-kampoeng/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/741/oleh-oleh-tour-de-kampoeng/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 01:11:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>papabonbon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/741/oleh-oleh-tour-de-kampoeng/</guid>
		<description><![CDATA[ini dia, jie wa, salah satu selebnya tugu pahlawan dot com another spot at bubutan tiang model begini masih ada yang pakai ndak yah? main ke kampoeng anggrek nan asri PS : ntar kalo cari kontrakan ke sini deh .. longok longok kelenteng boen bio di Kapasan kampoeng nelayan &#8211; Kenjeran]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img width="320" src="http://img58.imageshack.us/img58/4215/tourdekampoeng012kg8.jpg" height="240" /></p>
<p>ini dia, jie wa, salah satu selebnya tugu pahlawan dot com</p>
<p><img width="320" src="http://img502.imageshack.us/img502/285/tourdekampoeng025mw0.jpg" height="240" /></p>
<p>another spot at bubutan</p>
<p><img width="320" src="http://img174.imageshack.us/img174/294/tourdekampoeng023hb2.jpg" height="240" /></p>
<p>tiang model begini masih ada yang pakai ndak yah?</p>
<p><img width="320" src="http://img292.imageshack.us/img292/7316/tourdekampoeng075hu0.jpg" height="240" /></p>
<p>main ke kampoeng anggrek nan asri</p>
<p>PS : ntar kalo cari kontrakan ke sini deh .. <img src='http://tugupahlawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img width="320" src="http://img187.imageshack.us/img187/8523/tourdekampoeng063iw5.jpg" height="240" /></p>
<p>longok longok kelenteng boen bio di Kapasan</p>
<p><img width="320" src="http://img248.imageshack.us/img248/2579/tourdekampoeng099vr4.jpg" height="240" /></p>
<p>kampoeng nelayan &#8211; Kenjeran</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/741/oleh-oleh-tour-de-kampoeng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kota Lama Surabaya</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/724/kota-lama-surabaya/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/724/kota-lama-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 May 2008 10:32:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>papabonbon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/724/kota-lama-surabaya/</guid>
		<description><![CDATA[Di Jakarta, anak anak jurusan sejarah FIB UI membuat komunitas bernama sahabat museum.  Mereka sering sekali mengadakan acara jalan jalan ke kota lama jakarta.Tidak mau kalah, teman teman arsitektur Petra, rencananya tanggal 25 mei 2008, minggu ini akan mengadakan jalan jalan ke kampoeng Surabaya.   Rencananya ke pecinan, ampel, kampung anggrek dan kampung nelayan di kenjeran. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di Jakarta, anak anak jurusan sejarah FIB UI membuat komunitas bernama sahabat museum.  Mereka sering sekali mengadakan acara jalan jalan ke kota lama jakarta.Tidak mau kalah, teman teman arsitektur Petra, rencananya tanggal 25 mei 2008, minggu ini akan mengadakan jalan jalan ke kampoeng Surabaya.  </p>
<p>Rencananya ke pecinan, ampel, kampung anggrek dan kampung nelayan di kenjeran. Asik juga nih kayaknya, buat obyek potret potret.  Ada yang mau ikutan ?  </p>
<p>Berikut ini beritanya dari pak Agoes Tinus Lis Indrianto di milis wisatasurabaya.</p>
<p>===</p>
<blockquote><p>Rekan2 WS yang saya sayangi (walaupun belum sempat bertemu muka) hanya Ji eaja yang sudah,Saya mohon maaf , karena saya bisanya hanya melontarkan ide tapi tidak mau ikut serta he he he&#8230;.</p>
<p>Terakhir saya mengatakan tentang wisata Sungai Semampir.. Sebenarnya saya sangat ingin mengadakan lagi ketika Jie sudah mau bantu dan mbak Astri juga, dan teman2 yang lain mau ikut serta.  Saya mohon maaf kalau untuk bulan ini saya belum bisa mengkoodinirkegiatan itu , karena pada bulan ini saya disibukan dengan kegiatan UlangTahun Surabaya, dan juga secara pribadi saya dapat cobaan karena anak saya masuk RS sudah satu minggu lebih jadi ya saya belum bisa &#8220;ngajak&#8221; teman2 jalan2 nyusuri sungai semampir karena konsentrasi saya ke anak.</p>
<p>Namun demikian, saya baru saja diberitahu oleh mantan2 mahasiswa saya duludi Petra, bahwa mereka akan mengadakan <strong>Tour De Kampoeng pada tanggal 25Mei ini</strong>. Kegiatan ini dulu saya yang desain lalu saya wariskan ke mahasiswa, dan ternyata warisan saya dijaga oleh mereka.</p>
<p>Kegiatan ini pada initinya akan mengajak peserta keliling kampoeng-kampoeng Unik di Surabaya, di antaranya <strong>Kampung Bubutan, KampungAmpel, Kampung Cina, Kampung Anggrek</strong>, dan terkahir menyusuri laut di <strong>kampung Nelayan Kenjeran</strong>.Dalam kegiatan ini rekan2 bisa melihat Surabaya dari sisi lain, potret atau kondisi yang mungkin setiap hari hanya kita lewati tapi sebenarnya punya potensi wisata yang bagus.</p>
<p>Kegiatan ini akan start dari kampus UK. Petra di Siwalakerto jam 07.00 , peserta akan mendapat makan siang, snack dan kaos. lalu transportasi yangdigunakan adalah bis pariwisata ber AC.</p>
<p>Peserta hanya dibuka untuk 1 bis saja, sekarang menurut informasi terakhir mahasiswa sudah terisi 20 orang,jadi masih ada sisa sekitar 25 orang lagi.Biasanya pada akhir pendaftaranpeserta membludak. Saya ketika masih di Petra pernah mengadakan kegiatan ini di tahun 2007, dan sukses. kegiatan waktu itu dilipuit banyak media,karena rekan2 wartawan ada yang ikut (dari Kompas).</p>
<p>Sekarang ini saya hanya membantu panitianya (mantan mahasiswa saya) untukmenginformasikan ini ke rekan2 bila ada yang mau ikut serta. Biaya terusterang yang tahun ini saya tidak tahu, tapi mungkin kisaran Rp.100.000 ribuan, karena kegiatannya fullday, dari jam 7 sampai sore jam 4 an.Kalaubenar2 ingin kenal surabaya sisi lain saya sarankan rekan2 kalau ada waktuikut serta.</p>
<p><strong>Kontak personnya: Adhi no hp :081553164163</strong></p>
<p><strong><em>Highlight of the tour:</em></strong></p>
<ul>
<li>Kampoeng Kuno Bubutan dengan Rumah Tua dengan perabot tuanya</li>
<li>Kampung Ampel dengan suasanya Timur Tengahnya</li>
<li>Kampung Pecinan dulu dikenal dengan nama Kampung Kungfu, karena disitulah tinggalnya para ahli kung fu Surabaya waktu itu.</li>
<li>Kampung Anggrek, dengan keasrian dan kekompakaan warganya.</li>
<li>Kampung Nelayan Kenjeran dengan wisata perahunya </li>
</ul>
<p>Selamat berwisata</p>
<p>&#8211;</p>
<p>Agoes Tinus Lis Indrianto</p>
<p>Tourism and Hospitality Management</p>
<p>Ciputra University </p></blockquote>
<p>baca juga :</p>
<ol>
<li><a href="http://www.ranesi.nl/tema/budaya/Plesiran_tempo_doeloe060831">http://www.ranesi.nl/tema/budaya/Plesiran_tempo_doeloe060831</a></li>
<li><a href="http://www.fotografer.net/isi/forum/topik.php?id=115030">http://www.fotografer.net/isi/forum/topik.php?id=115030</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sahabat_Museum">http://id.wikipedia.org/wiki/Sahabat_Museum</a></li>
<li><a href="http://www.perspektifbaru.com/wawancara/543">http://www.perspektifbaru.com/wawancara/543</a></li>
<li><a href="http://groups.yahoo.com/group/sahabatmuseum/">http://groups.yahoo.com/group/sahabatmuseum/</a></li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/724/kota-lama-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bangga beraksen “Medhog”!!!</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/676/bangga-beraksen-%e2%80%9cmedhog%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/676/bangga-beraksen-%e2%80%9cmedhog%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 02:47:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>leipzic</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mbangun Tugu]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Suroboyoan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/676/bangga-beraksen-%e2%80%9cmedhog%e2%80%9d/</guid>
		<description><![CDATA[Ada 1 hal yang menarik jika kita mengamati kontes &#8220;langkah instan menuju terkenal&#8221;. Tahu kan maksudnya? Kontes-kontes seperti ini, sudah marak di Indonesia mulai beberapa tahun lalu. Maafkan saya kalau harus menyebutkan merk, tapi kalau tidak disebutkan, nanti jadi nggak nyambung? Jadi, mari kita mulai. Sebut saja mulai dari awal, AFI (yang sekarang tinggal Juniornya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img src="http://www.indonesianidol.com/gallery/gallery/Eliminasi/Pemanasan_menyanyi_di_panggung.JPG" alt="Pemanasan Menyanyi Di Panggung" align="left" border="0" height="200" width="300" />Ada 1 hal yang menarik jika kita mengamati kontes &#8220;langkah instan menuju terkenal&#8221;. Tahu kan maksudnya? Kontes-kontes seperti ini, sudah marak di Indonesia mulai beberapa tahun lalu. Maafkan saya kalau harus menyebutkan merk, tapi kalau tidak disebutkan, nanti jadi nggak nyambung?</p>
<p align="justify">Jadi, mari kita mulai. Sebut saja mulai dari awal, AFI (yang sekarang tinggal Juniornya saja), Idol (yang mungkin saat ini adalah kontes yang paling menyedot perhatian Indonesia), sampai KDI atau juga Kontes Dangdut Dadakan.</p>
<p align="justify">Yang, menarik, meskipun Surabaya tidak pernah absen mengirimkan wakilnya, tapi kita jumpai, Surabaya tidak pernah menang! Kecuali di Kontes Dangdut TPI (kalau tidak salah yang menang adalah Super Emak, CMIIW). Paling tinggi 5 besar, dan kebanyakan memang &#8220;dipulangkan&#8221; di level ini. Ada apa dengan angka 5? Bukan masalah dengan angka 5 nya.</p>
<p align="justify">Tapi menurut saya, yang menarik adalah komentar para juri. Amati saja, bagi para kontestan Surabaya, selalu ada perkataan &#8220;Masih medhog&#8230;&#8221;, &#8220;Medhognya belum bisa hilang&#8221;, dan sebagainya. Nah, bagi saya, pernyataan ini lama2 cukup mengganggu juga. Ingin rasanya saya bisa mengatakan &#8220;What&#8217;s wrong with our dialek?&#8221;</p>
<p align="justify">Apakah kalau kita medhog, itu berarti ke-Indonesiaan kita berkurang? Apakah orang Indonesia identik dengan orang2 yang melafalkan huruf D dengan cara yang tidak mantap? Dan yang mengucapkannya dengan cara yang &#8220;mantap&#8221; itu berarti salah? Inilah yang aku tidak habis mengerti.</p>
<p align="justify">Apa sih masalahnya? Apakah kalau kita mau jadi sukses harus menghilangkan logat Jawa Timuran kita dan menggantinya dengan logat Ibu Kota? (Saya tidak menyebutkan Jakarta, supaya tidak jadi perdebatan SARA). Satu jawaban yang masih bisa dimengerti adalah kata-kata &#8220;Kurang Menjual&#8221;. Tapi ah, apa iya?</p>
<p align="justify">Menurutku, ini juga adalah sebuah kesalahan mindset. Hal ini pun terjadi pada dunia penyiaran, seperti radio, TV, dll. Teman saya yang jadi penyiar-penyiar radio pun harus melatih aksennya. Kata pelatihnya sih supaya bisa lebih diterima masyarakat. Pertanyaannya, apakah kalau kita punya aksen seperti itu, maka akan jadi lebih gaul dan bisa meningkatkan rating?</p>
<p align="justify">Sekali lagi, menurutku itu masalah mindset. Saya posting pemikiran ini karena merasa terusik saja. Mungkin tidak ada solusi yang pasti. Hanya untuk mengingatkan. Kadang, siaran-siaran JTV membuat saya lebih merasa feel at home. Sekali lagi pertanyaan ini kulontarkan. &#8220;What&#8217;s wrong with our accent?&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/676/bangga-beraksen-%e2%80%9cmedhog%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dukung Siti &amp; Dayat Rek</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/658/dukung-siti-dayat-rek/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/658/dukung-siti-dayat-rek/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 15:35:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asa_safa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/658/dukung-siti-dayat-rek/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah pernah nonton “Idola Cilik” di RCTI? Saya mengikuti beberapa kali tayanganya gara-gara ada peserta dari &#8221; Kota Arek&#8220;. Cukup mengejutkan memang, kontes mencari idola yang satu ini sangat menghibur. Acaranya jauh lebih menghibur ketimbang acara lain yang sejenis. Menurut saya lakeee. Tapi, rupanya ada sesuatu yang lain yang disuguhkan “Idola Cilik”. Tim juri dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah pernah nonton “Idola Cilik” di RCTI? Saya mengikuti beberapa kali tayanganya  gara-gara ada peserta dari <em>&#8221; Kota Arek</em>&#8220;. Cukup mengejutkan memang, kontes mencari idola yang satu ini sangat menghibur. Acaranya jauh lebih menghibur ketimbang acara lain yang sejenis. Menurut saya lakeee.</p>
<p>Tapi, rupanya ada sesuatu yang lain yang disuguhkan “Idola Cilik”.</p>
<p>Tim juri dengan komandan Ira Maya Sopha, penyanyi cilik era 70-an, ternyata cukup piawai mengemong para kontestan. Mama Ira, begitu dia dipanggil, dengan anggun memuji peserta yang semua dipanggil “sayang”.</p>
<p>Tak cuma memuji, Mama Ira juga tegas lo menyentil, bahkan menegur peserta yang sok-sok ganjen dewasa dan kehilangan spontanitas khas anak. Suara merdunya pun kerap berkumandang memompa semangat kontestan yang sedang bete. Suatu peran yang tidak mudah, terutama untuk sebuah acara dengan audiens anak-anak.</p>
<p><span id="more-658"></span>Tim juri yang oke memang kelebihan “Idola Cilik”. Mama Ira didukung tim juri yang kompak, yakni Kak Winda, Duta Sheila on 7 yang ternyata lucu, Dave Hendrik, dan tak ketinggalan presenter Okky Lukman nan centil. Tim juri inilah yang berulang kali membesarkan hati bocah-bocah itu, menekankan bahwa kalah-menang bukan masalah, dan yang paling penting adalah berusaha sebaik mungkin.</p>
<p>Nah, ada satu hal lagi kelebihan “Idola Cilik”. Suara para kontestannya</p>
<p><em>Maut Man &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</em></p>
<p>Ada Siti, Silla, Septian, saya tak hapal nama-nama mereka. Menyenangkan sekali mendengar suara kanak yang polos. Suatu kali, ada peserta berduet menyanyi dengan sang ibunda –lupa pula judul lagunya–dengan aduhai. Si anak bersuara 1, ibunya ambil suara 2. Kompak, mereka saling pandang, bergandeng tangan, saling menguatkan. Siapa tak terharu sih menyaksikan pemandangan ini. Lalu, ada Siti. Si Tomboy dari Surabaya ini, pekan lalu, mengalunkan lagu “Klik” dengan anggun, meski terlihat sedikit centil tapi tetap aja gaya tomboynya terlihat. Saya sendiri sampai  geleng -geleng melihatnya.</p>
<p>Sebenarnya ada hal lain yang membuat saya bersimpati sama <em>&#8221; arek iki &#8220;</em> yang pertama</p>
<p>bagaimana dia hidup dengan keterbatasan segala yang di punyai, memecah karang, sampai tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dengan bermodalkan &#8220;ecek &#8211; ecek&#8221; dia latihan vokal dari satu bis kota ke bis kota lainnya, terkadang bis antar kota. Sampai kualitas vokalnya terbentuk melalui sanggar alang-alang.</p>
<p>yang kedua,ngak nahan&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; hobinya yang suka boxing.</p>
<p>Dari pekan kepekan sampai pekan terakhir, satu hal yang membedakan Siti dengan peserta yang lain, Siti selalu memulainya dengan ucapan salam setiap kali memberikan sambutan nya setelah menyanyi.</p>
<p>AYO REK DUKUNG SITI &amp; DAYAT BAGAIMANAPUN KEDUA &#8220;<em>AREK IKI&#8221;</em> ASETE SUROBOYO.     CARANE &#8221; KETIK             IC SITI ATAU DAYAT KIRIM KE 6288</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/658/dukung-siti-dayat-rek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surabaya Book Fair 2008</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/651/surabaya-book-fair-2008/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/651/surabaya-book-fair-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 08:25:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Chubby Panda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Mbangun Tugu]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/651/surabaya-book-fair-2008/</guid>
		<description><![CDATA[Sejak tanggal 30 April sampai dengan 4 Mei 2008 di Gramedia Expo diadakan Surabaya Book Fair 2008. Tidak lama berselang sejak diadakan Surabaya Book Fair 2007 beberapa bulan yang lalu sepertinya pihak penerbit melihat besarnya animo masyarakat terhadap Book Fair ini sehingga memasuki tahun 2008 langsung diadakan lagi event serupa. Ada beberapa perbedaan yang cukup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak tanggal 30 April sampai dengan 4 Mei 2008 di Gramedia Expo diadakan Surabaya Book Fair 2008. Tidak lama berselang sejak diadakan Surabaya Book Fair 2007 beberapa bulan yang lalu sepertinya pihak penerbit melihat besarnya animo masyarakat terhadap Book Fair ini sehingga memasuki tahun 2008 langsung diadakan lagi event serupa. Ada beberapa perbedaan yang cukup signifikan pada event book fair 2007 dengan 2008.</p>
<p><img src="http://i247.photobucket.com/albums/gg149/yoyo_anahoy/For%20Blog/Chubby029.jpg" height="203" width="309" /></p>
<p>Pada tahun 2007 karena event ini dilakukan bertepatan dengan pembukaan Gramedia Expo sendiri sehingga lebih besar dan lebih ramai daripada yang sekarang. Bisa dilihat pada tahun 2007 kemarin buku-buku cetakan PT. Gramedia Pustaka Utama menempati stand paling besar pada event tersebut dan Gramedia sendiri memberikan lebih banyak macam buku untuk didiskon bahkan bisa dibilang hampir sebagian besar buku-buku yang biasa kita temui di toko buku Gramedia sendiri. Tapi untuk book fair 2008 ini mungkin bisa lebih banyak ditemui macam-macam buku-buku religi mulai dari yang berbau islami sampai dengan kekristenan dan aliran kepercayaan lainnya seperti feng shui sedangkan stand Gramedia sendiri tidak begitu mendominasi seperti book fair sebelumnya, jauh lebih kecil bahkan tidak terdapat di dalam ruangan utama expo melainkan terletak di luar serta macam-macam buku yang didiskon tidak sebanyak pada event 2007 kemarin.<span id="more-651"></span></p>
<p><img src="http://i247.photobucket.com/albums/gg149/yoyo_anahoy/For%20Blog/Chubby026.jpg" align="middle" height="253" width="347" /></p>
<p>Secara keseluruhan event 2008 ini diikuti lebih sedikit stand daripada tahun 2007 kemarin. Bahkan tidak ditemui adanya buku-buku teknik import seperti Cisco atau Oracle yang sempat ada pada tahun 2007 kemarin tapi terdapat lebih banyak stand-stand yang menjual buku-buku religi. Bahkan ada juga stand yang menjual batik yakni batik Danar Hadi Solo. Batik yang dipajang di manekin ini sempat menarik perhatian saya. Model baju batik yang lebih modern ini membuatnya bisa dipakai untuk jalan-jalan tanpa merasa seperti orang kuno bahkan menurut saya keren sekali.</p>
<p><img src="http://i247.photobucket.com/albums/gg149/yoyo_anahoy/For%20Blog/Chubby030.jpg" height="254" width="186" /></p>
<p>Selain itu dinas arsip kotamadya Surabaya menempati satu stand khusus untuk menampilkan foto-foto kota pahlawan ini pada jaman baheula. Benar-benar sangat menarik bahkan disediakan informasi lengkapnya dalam bentuk penayangan video tentang asal muasal jalan-jalan dan pusat perdagangan di kota tercinta kita ini.</p>
<p>Waktu berada di Expo ada hal yang cukup membuat saya berpikir dan termenung. Slogan dari book fair 2008 ini adalah Surabaya Reading-Gemar Membaca, Bangsa Unggul dan Maju. Kemudian saya lihat harga-harga buku di sana yang rata-rata di atas 40000-50000 dan itu pun sudah didiskon. Kalo dibandingkan dengan gaji buruh pabrik yang mengikuti standar UMR sebesar 850000/bln maka rasanya kok buku-buku ini mahal sekali yah. Sulit membayangkan bagaimana slogan tersebut bisa benar-benar diwujudkan. Bagaimana bangsa kita bisa gemar membaca kalau harga buku saja masih relatif mahal dibandingkan dengan UMR. Seringkali untuk membeli buku pelajaran saja beli di pasar loak kalo tidak begitu cari pinjaman karena menghemat uang. Apalagi kalo beli buku-buku baru yang membahas masalah-masalah aktual saat ini yang pastinya sulit didapatkan di pasar loak. Bingung saya melihat kondisi ini. Bagaimana caranya mencerdaskan bangsa kalau harga buku untuk mengembangkan wawasan dan menambah ilmu saja masih relatif mahal untuk masyarakat kita. Adakah solusi untuk hal ini? Saya sempat teringat dengan perpustakaan kota. Tapi saya ragu apakah pemkot menyediakan budget untuk menambahkan koleksi buku-buku di perpustakaan kotamadya dengan memadai. Atau bahkan saya jadi bertanya-tanya ada tidak yah perpustakaan kota yang terbuka untuk umum dan mempunyai buku-buku yang lengkap serta mengikuti perkembangan jaman. Sampai saat ini usaha pemkot yang saya tahu adalah taman bacaan di mobil yang berkeliling di berbagai tempat tapi itu pun dengan targetnya adalah anak-anak kecil padahal seluruh generasi bangsa perlu untuk mengembangkan wawasannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/651/surabaya-book-fair-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dunia Entertainment : 100 Tahun Kebangkitan Nasional</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/649/dunia-entertainment-100-tahun-kebangkitan-nasional/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/649/dunia-entertainment-100-tahun-kebangkitan-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 22:14:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[100 tahun kebangkitan nasional]]></category>
		<category><![CDATA[naga bonar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/649/dunia-entertainment-100-tahun-kebangkitan-nasional/</guid>
		<description><![CDATA[Tahun ini bangsa Indonesia akan memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional. Tanggal 20 Mei merupakan hari Kebangkitan Nasional yang  diperingati oleh bangsa Indonesia setiap tahunnya. Tahun ini peringatan tersebut terasa spesial, karena memerupakan momentum satu abad Kebangkitan Nasional untuk membangkitkan negara kita dari keterpurukan diberbagai bidang. Bidang entertainment (khususnya perfilman) juga ikut andil dalam hal ini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.geocities.com/inside_q/80/nagabonar.jpg" alt="naga bonar" height="250" width="245" /></p>
<p align="justify">Tahun ini bangsa Indonesia akan memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional. Tanggal 20 Mei merupakan hari Kebangkitan Nasional yang  diperingati oleh bangsa Indonesia setiap tahunnya. Tahun ini peringatan tersebut terasa spesial, karena memerupakan momentum satu abad Kebangkitan Nasional untuk membangkitkan negara kita dari keterpurukan diberbagai bidang.</p>
<p align="justify">Bidang entertainment (khususnya perfilman) juga ikut andil dalam hal ini. Salah satu film tentang perjuangan bangsa akan direka ulang untuk ditayangkan dibioskop-bioskop tanah air. Film Naga Bonar (Naga Bonar 1) yang merupakan karya penulis Asrul Sani yang dahulunya disutradarai oleh MT Risyaf akan direparasi ulang oleh aktor utamanya Deddy Mizwar.</p>
<p align="justify">Keprihatinan Deddy Mizwar tetang  perfilman nasional yang kurang memberikan nilai pendidikan dan nilai moral bagi kalangan maysarakat membuat beliau ingin mereka ulang film Naga Bonar, seperti yang dikutip pada harian <a href="http://jawapos.com/index.php?act=detail_c&amp;id=339026">JawaPos</a>. Film yang sarat dengan nilai perjuangan bangsa ini terlebih dahulu telah menjadi aset nasional bangsa Indonesia. Diharapkan film ini dapat memberikan masukan moral dalam membangkitkan semangat juang seluruh elemen bangsa Indonesia.</p>
<p>Info terkait :</p>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Naga_Bonar">Wikipedia</a></li>
<li><a href="http://www.imdb.com/title/tt0288127/">IMDB</a></li>
</ul>
<p>*Gambar dari www.geocities.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/649/dunia-entertainment-100-tahun-kebangkitan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

