<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TUGUPAHLAWAN.COM &#187; Umum</title>
	<atom:link href="http://tugupahlawan.com/kategori/umum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tugupahlawan.com</link>
	<description>Komunitas Blogger Surabaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 14:15:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Kaji Siam, 20 Tahun Menyuplai Kebutuhan Mahasiswa Teknik di Surabaya</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/5613/kaji-siam-20-tahun-menyuplai-kebutuhan-mahasiswa-teknik/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/5613/kaji-siam-20-tahun-menyuplai-kebutuhan-mahasiswa-teknik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 11:57:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irsan kawux</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[http://irsannewwaver.blogspot.com/2011/12/kaji-siam-20-tahun-menyuplai-kebutuhan.html]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=5613</guid>
		<description><![CDATA[Di ujung lorong sempit nan kumuh di sebuah pasar loak Dupak, Surabaya, seorang tua menjajakan dagangannya dengan cekatan. Ditemani semerbak bau amis khas pasar loak di nusantara tak menyurutkannya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para konsumennya yang rata-rata mahasiswa jurusan teknik. Teriknya matahari Surabaya plus bisingnya pasar, seolah lengkap menemani hari-harinya mengais rupiah demi rupiah. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" title="kaji siam di depan tumpukan motor DC" src="http://1.bp.blogspot.com/-1aqxfb7gLO4/TulQAl1CH6I/AAAAAAAAAg4/xns4xCxrEsI/s1600/siam.JPG" alt="kaji siam di depan tumpukan motor DC" width="216" height="288" /></p>
<p>Di ujung lorong sempit nan kumuh di sebuah pasar loak Dupak, Surabaya, seorang tua menjajakan dagangannya dengan cekatan. Ditemani semerbak bau amis khas pasar loak di nusantara tak menyurutkannya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para konsumennya yang rata-rata mahasiswa jurusan teknik. Teriknya matahari Surabaya plus bisingnya pasar, seolah lengkap menemani hari-harinya mengais rupiah demi rupiah.</p>
<p>Kaji Siam namanya. Entah nama asli atau sekedar sapaan akrab, tapi setidaknya nama itulah yang populer di kalangan mahasiswa teknik perguruan tinggi se-antero Surabaya. Kepopuleran Kaji Siam tak lekang oleh generasi mahasiswa-mahasiswa baru. Karena sebagai penjaja barang loak, barang dagangannya cukup vital bagi mereka yang mengambil prodi seperti elektro, mesin, mekatronika, dsb. Yah, hanya disinilah Anda dapat menemukan berbagai macam motor DC dengan harga yang sangat miring. Motor DC dengan berbagai varian tegangan, torsi, maupun speed tersedia disini, tumpang tindih dan berserakan ala kadarnya. Tidak hanya seonggok besi tua, tumpukan motor tersebut masih berfungsi apik. Kaji Siam mematok harga 15 ribu hingga mencapai ratusan ribu rupiah bagi yang berminat menggondolnya. Tergantung dari besar kecil atau berat ringannya motor tersebut.</p>
<p>Darimana Kaji Siam mendapat motor &#8211; motor DC itu?? Menurut pria berdarah Madura ini, dia mendapatkannya dari hasil membongkar mesin &#8211; mesin fotokopi bekas atau rusak. Pecahan spare part mesin fotokopi itu yang dia jual kembali. Pun tidak hanya motor DC, semua bagiannya mesin itu termasuk belt motor, gear, slider, besi ulir, dan bagian paling mahal seperti motor stepper tak luput untuk dijual kembali.</p>
<p>&#8220;Kurang Lebih 20 tahun saya jualan ini mas&#8221;, katanya dalam aksen madura yang kental. Dan karena kedekatannya dengan mahasiswa teknik ini pula, ia tidak pernah ketinggalan update berita tentang aktifitas berkaitan dengan calon insinyur tersebut. Salah satunya, Kontes Robot Indonesia, atau KRI. Dia hapal dengan daftar juara kontes robot terbesar di Indonesia itu yang 12 kali berturut &#8211; turut dimenangi oleh PENS-ITS. Karena menurutnya setiap KRI akan digeber tim robot PENS dan salah seorang pembinanya yang juga dosen kampus itu selalu blusukan ke tempatnya guna mencari motor DC yang pas untuk robotnya. Dengan bangga pria asal Bangkalan Madura itu memamerkan kontak hape nama seorang pembina tim robot seolah bukti legitimasi kedekatannya dengan beberapa civitas kampus elektro itu. Tentu hanya kedekatan secara bisnis yang menciptakan simbiosis mutualisme. Dagangan Kaji Siam laris dan dosen pembina itu memperoleh motor DC dengan harga yang murah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/5613/kaji-siam-20-tahun-menyuplai-kebutuhan-mahasiswa-teknik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gaya Hidup Sehat Dengan Gowes</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/5012/gaya-hidup-sehat-dengan-gowes/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/5012/gaya-hidup-sehat-dengan-gowes/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Apr 2011 01:27:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>CempLuk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Suroboyoan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=5012</guid>
		<description><![CDATA[Polusi udara yang kerap kita rasakan secara langsung dikala berangkat menuju kantor ataupun pulang kantor, membuat kita merasa akrab dengan asap kendaraan dan memikirkan alternatif baru berkendara yang tentunya ramah lingkungan. Gowes, kata yang kini familiar menggantikan bersepeda, merupakan alat transportasi yang kian diminati masyarakat perkotaan di kota Surabaya pada khususnya, maupun kota-kota di Indonesia. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://i88.photobucket.com/albums/k200/AndiBagus/IMG00431-20110409-0620.jpg" border="0" alt="cempluk Gowes" width="403" height="302" /><br />
Polusi udara yang kerap kita rasakan secara langsung dikala berangkat menuju kantor ataupun pulang kantor, membuat kita merasa akrab dengan asap kendaraan dan memikirkan alternatif baru berkendara yang tentunya ramah lingkungan.</p>
<p>Gowes, kata yang kini familiar menggantikan bersepeda, merupakan alat transportasi yang kian diminati masyarakat perkotaan di kota Surabaya pada khususnya, maupun kota-kota di Indonesia. Setiap berangkat bekerja, sebagian masyarakat Surabaya kini memilih dengan bersepeda. Selain ramah lingkungan, tentunya bisa menghemat pengeluaran hampir nol rupiah ketika berangkat dan pulang kantor jika berkendara menggunakan sepeda. Tak mengherankan komunitas-komunitas Bike to Work (bersepeda untuk menuju ke kantor) kian mewabah di pelbagai instansi kantor swasta/pemerintah di Surabaya.</p>
<p><span id="more-5012"></span></p>
<p>Tak hanya menjadi lifestyle, namun juga menjadi kecintaan, bahkan hobi bersepeda bagi pesepeda di masa sekarang dan yang akan datang. Langkah bijaksana, apabila kita, para blogger, pegawai kantoran, dan masyarakat kota Surabaya untuk menginvestasikan sebagian penghasilannya untuk membeli sepeda, mencoba membiasakan diri dengan pola hidup yang sehat dan menjadikan bumi yang hijau.</p>
<p>Secuil tips yang ingin saya paparkan kepada pembaca untuk bersepeda yang aman :</p>
<ol>
<li>Cek kondisi sepeda, sebelum memutuskan bersepeda, cek angin pada ban sepeda, rem depan belakang sepeda, dan lampu sepeda &#8220;kelap kelip&#8221; bila berangkat pagi hari.</li>
<li>Apabila kondisi pertama sudah terpenuhi, gunakan helm sepeda dan sarung tangan untuk menjaga keselamatan dan menambah kenyamanan anda dalam berkendara.</li>
<li>Bawalah botol air khusus sepeda ataupun bisa membawa air kemasan 600 ml, bila sewaktu-waktu anda haus selama berkendara dengan sepeda.</li>
<li>Bersepeda lebih menyenangkan apabila bersama-sama dengan teman-teman, maka ajaklah bersepeda bersama rekan kerja anda.</li>
<li>Patuhi rambu-rambu di jalan.</li>
<li>Apabila anda berkeringat saat bersepeda, maka anda bisa mengenakan pakaian biasa saat berangkat bersepeda dan mengganti pakaian resmi ketika berada di kantor.</li>
</ol>
<p>Yuk&#8230;kita mulai gaya hidup sehat dari diri kita sendiri, dan dimulai dari kegiatan sehari-hari kita. Go Green!!!</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-5019" title="IMG00426-20110409-0617" src="http://tugupahlawan.com/wp-content/uploads/2011/04/IMG00426-20110409-0617.jpg" alt="" width="440" height="530" /></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/5012/gaya-hidup-sehat-dengan-gowes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>I Love Surabaya!</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/4641/i-love-surabaya/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/4641/i-love-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 23:29:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>det</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=4641</guid>
		<description><![CDATA[Sudah berapa lama kamu tinggal di Surabaya? Sejak lahir, atau sejak kuliah dan kerja di sini? Sejak kapanpun kamu menginjakkan kaki di Kota Pahlawan ini, saya yakin, sekarang kamu merasa sangat cinta Surabaya! Betul apa betul?! Surabaya adalah kota yang komplit. Di sini ada pusat industri terpadu yang tentu saja menyerap banyak tenaga kerja. Dulu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://i51.tinypic.com/js1tf4.png" alt="i love surabaya" />Sudah berapa lama kamu tinggal di Surabaya? Sejak lahir, atau sejak kuliah dan kerja di sini? Sejak kapanpun kamu menginjakkan kaki di Kota Pahlawan ini, saya yakin, sekarang kamu merasa sangat cinta Surabaya! Betul apa betul?!</p>
<p>Surabaya adalah kota yang komplit. Di sini ada pusat industri terpadu yang tentu saja menyerap banyak tenaga kerja. Dulu selain di SIER, daerah Raya Ngagel juga merupakan kawasan industri. Namun sekarang yang di Ngagel sudah direlokasi semua ke Gresik.</p>
<p>Surabaya juga pusat perdagangan. Hampir semua perusahaan besar memiliki kantor kendali di Surabaya. Tentu saja setiap kantor membutuhkan karyawan dalam jumlah yang tidak sedikit. Di sini juga ada pusat pemerintahan Propinsi Jawa Timur.</p>
<p>Di Surabaya ini juga berdiri banyak kampus yang menjadi jujugan mahasiswa dari seluruh pelosok Tanah Air. Ada 4 PTN, yaitu: ITS, Unair, Unesa, IAIN Sunan Ampel. Sedangkan PTS jumlahnya jauh lebih banyak: Untag, Unitomo, UPN, Ubaya, UK Petra, Stikom, dan banyak lagi.</p>
<p>Nah, pusat industri dan perdagangan serta kampus tadi mendatangkan banyak orang ke Surabaya dan ini membuat bisnis di Surabaya terus menggeliat. Mulai dari bisnis makanan, penginapan, pusat belanja, hiburan, layanan kesehatan, dan juga properti.</p>
<p>Surabaya begitu komplit. Mau cari apa saja ada di Surabaya. Surabaya juga begitu dekat dengan kota manapun di dunia karena Surabaya memiliki Bandar Udara Internasional Juanda (meskipun lokasinya ada di pinggiran Sidoarjo sih hehe..), beberapa stasiun kereta api besar, dan terminal bus utama.</p>
<p>Siapa saja yang baru menginjakkan kaki di Surabaya, saya yakin, akan langsung jatuh cinta! Apalagi yang sudah bertahun-tahun tinggal di sini. Saya yakin, semakin cinta mati sama Surabaya. Saya yakin, akan berat jika harus meninggalkan Surabaya! Dalam hatinya dia, juga kita, berkata: <strong>I LOVE SURABAYA!</strong></p>
<p><strong>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</strong><br />
Gambar I Love Surabaya diambil dari Deviantart.com<strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/4641/i-love-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tripartit Tahun Baru</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/4505/tripartit-tahun-baru/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/4505/tripartit-tahun-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Jan 2011 23:18:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luxsman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru hijriah]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru jawa]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru saka]]></category>
		<category><![CDATA[tahun barumasehi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=4505</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Desember kemarin sungguh spesial. Masyarakat Indonesia dikaruniai langsung dengan 3 perayaan besar, yakni tahun baru Islam 1432 Hijriah, tahun baru Jawa 1944 dan tahun baru Masehi 2011. Sudah menjadi tradisi bahwa sesuatu yang bersifat baru dirayakan bersama-sama dengan cara masing-masing. Ada yang mistik, relegius hingga pestapora. Tahun baru Islam yang dikenal dari Kalender Hijriyah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://1.bp.blogspot.com/_5NbsvvNtHEM/SViY3jMUEgI/AAAAAAAAAEU/7k7rf_eywSU/s320/copeIMG_3154+copy2.jpg" alt="" width="256" height="192" />Bulan Desember kemarin sungguh spesial. Masyarakat Indonesia dikaruniai langsung dengan 3 perayaan besar, yakni tahun baru Islam 1432 Hijriah, tahun baru Jawa 1944 dan tahun baru Masehi 2011. Sudah menjadi tradisi bahwa sesuatu yang bersifat baru dirayakan bersama-sama dengan cara masing-masing. Ada yang mistik, relegius hingga pestapora.</p>
<p>Tahun baru Islam yang dikenal dari Kalender Hijriyah sering dipahami sebagai sesuatu yang terkait dengan semangat agama sehingga perayaannya pun bersifat komtemplatif serta ajakan kembali ke ajaran agama. Apalagi, kalender yang satu ini memang dimulai dengan menyandarkan pada semangat hijrah, atau perpindahan Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah yang banyak dimaknai sebagai sebuah revolusi dari dunia kegelapan menuju dunia penuh sinar.</p>
<p>Tahun baru Jawa dimengerti sebagian orang sebagai peninggalan Hindu dan Budha sehingga akivitas perayaan yang terbangun juga bernilai mistik dan takhayul <em>(superstitious)</em>. Kalender yang awalnya berupa tahun Saka dari India ini sampai sekarang diperingati dengan membakar kemenyan, larungan, membersihkan keris dan gamelan, grebegan dan lain sebagainya. Sangat diyakini oleh masyarakat Jawa bahwa aneka aktivitas tersebut merupakan sesuatu yang harus dilakukan bila tidak ingin menerima malapetaka, seperti paceklik pangan dan merebaknya penyakit tertentu.</p>
<p>Lain lagi tahun baru Masehi. Kalender yang sudah menginternasional ini sangat tidak afdol bila menjelang tahun barunya tidak diisi dengan perhelatan yang lebih bersifat party dan hura-hura. Coba saja booking hotel berbintang di malam itu, bisa dipastikan akan sangat susah karena semua orang berduit sedang berhati ikhlas untuk menghabiskan malam dengan membayar mahal. Orang gedongan menganggap pada malam tahun baru tidak ada lagi istilah rugi. Sedangkan bagi kaum papa, tetap saja harus keluar rumah untuk nonton layar tancap, dangdutan hingga hanya begadang sapai larut pagi. Sementara itu para pekerja seni, malam itu akan menjadi waktu yang pas untuk meraup rejeki.</p>
<p>Tradisi tahun baru Masehi telah menjadi sekuler dan dijadikan hari libur di hampir semua negara. Di negeri Garuda Pancasila misalnya, perayaan dilakukan pada malam tahun baru dimana orang berpestaria di Silang Lapangan Monas, jantung kota Jakarta. Pada saat lonceng tengah malam berbunyi, sirine ditiup, kembang api diledakkan dan orang-orang meneriakkan Happy New Year atau Selamat Tahun Baru lalu menyanyikan Aud Lang Syne. Di <a href="http://tugupahlawan.com/">Surabaya</a>, orang-orang sekedar ngeriung tanpa hiasan apapun di lapangan luas sekitar <a href="http://tugupahlawan.com/4505/tripartit-tahun-baru/">Tugu Pahlawan</a> atau Tanjung Perak.</p>
<p>Aneh bin ajaib, telah terjadi kesalahpahaman secara kolektif alias berjamaah, yang akhirnya menimbulkan kegiatan tradisi yang dalam batas-batas tertentu salah kaprah. Ini semua tidak lepas dari keengganan kita untuk menengok sejarah dan terjebak pada tradisi yang <em>hedonistis</em>. Bahkan tiga hari besar tersebut kadang bisa dipertentangkan sedemikian rupa sehingga seolah-olah dapat menyeret manusia ke pinggiran api neraka kelak.</p>
<p>Sesuatu yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa kalender apapun namanya adalah sebuah produk budaya manusia yang permulaanya dikaitkan dengan kejadian tertentu yang tujuan utamanya agar mempermudah menghitung hari, menentukan tanggal dan hari-hari besar. Bahkan, kalau ditelaah lebih dalam lagi maka tahun baru ketiga kalender yang kita lalui dalam bulan kemarin merupakan produk yang tidak lepas dari sentuhan-sentuhan religi yang bersifat universal&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. <a href="http://luxsman.blogspot.com/2011/01/tripartit-tahun-baru.html">[read more*]</a></p>
<h5><span style="font-weight: normal"><em>gambar koleksi pribadi saat mendaki gunung bromo desember 2008</em></span></h5>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/4505/tripartit-tahun-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salah Milihkah Diriku? Cuk..</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/4320/salah-milihkah-diriku-cuk/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/4320/salah-milihkah-diriku-cuk/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Nov 2010 03:50:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[DPR memalukan]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan devisa]]></category>
		<category><![CDATA[tki]]></category>
		<category><![CDATA[tkw]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=4320</guid>
		<description><![CDATA[Pernah gak sih kita salah memakai kostum saat datang ke pesta? Pernah gak sih kita datang ke kantor/sekolah/kampus menggunakan pakaian atau seragam yang salah? Atau Pernahkah kita salah memilih pasangan sandal saat pulang dari masjid? Tapi dalam postingan ini bukan &#8220;salah memilih&#8221; yang seperti kasus di atas. Postingan ini terinspirasi dari 2 artikel yang ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Pernah gak sih kita salah memakai kostum saat datang ke pesta? Pernah gak sih kita datang ke kantor/sekolah/kampus menggunakan pakaian atau seragam yang salah? Atau Pernahkah kita salah memilih pasangan sandal saat pulang dari masjid?</p>
<p style="text-align: justify">Tapi dalam postingan ini bukan &#8220;<strong>salah memilih</strong>&#8221; yang seperti kasus di atas. Postingan ini terinspirasi dari 2 artikel yang ada di Kompas.Com dengan judul Kisah Rombongan DPR Bertemu TKW &#8211; <a href="http://nasional.kompas.com/read/2010/11/19/08193090/Rombongan.DPR.Telantarkan.TKW.di.Dubai-5">bagian I</a> dan <a href="http://nasional.kompas.com/read/2010/11/19/08345518/Saya.dari.Moskow..Tugas.Negara">bagian II</a>.</p>
<p><span id="more-4320"></span></p>
<p style="text-align: justify"><strong>Dubai</strong> &#8211; Saat itu, pesawat Emirates EK 358 batal terbang ke Jakarta dengan alasan lalu lintas udara di Indonesia tidak aman setelah letusan gunung merapi. Di antara penumpang pesawat tersebut adalah para TKI yang jumlahnya ratusan, WNI biasa, dan para anggota DPR &#8220;<span style="text-decoration: line-through">terhormat</span>&#8220;.</p>
<p style="text-align: center"><a href="http://tugupahlawan.com/wp-content/uploads/2010/11/Rombongan-TKI.png"><img class="size-medium wp-image-4321  aligncenter" src="http://tugupahlawan.com/wp-content/uploads/2010/11/Rombongan-TKI-300x167.png" alt="" width="300" height="167" /></a></p>
<p style="text-align: justify">Kondisi para TKI tersebut sangat memprihatinkan, ada diantara mereka yang tangannya melepuh dan adapula yang mengalami pendarahan pada bagian perut. Akibat pembatalan penerbangan mereka dialihkan menuju Hotel Holiday Inn. Para pahlawan devisa kita yang lugu dan tidak mengerti bahasa inggris merasa kebingungan saat mengurusi segala keperluan di bandara. Prosedur yang harus dilewati sangat menyulitkan mereka, yang nota bene adalah orang desa, lugu, dan tidak mengerti bahasa Inggris.</p>
<p style="text-align: justify">Di dekat gerombolan pahlawan devisa tersebut terdapat rombongan anggota DPR &#8220;<span style="text-decoration: line-through">terhormat</span>&#8220;. Mereka hanya diam saja melihat para TKI yang sedang kebingungan, bahkan beberapa di antara mereka tertawa. Atas inisiatif sendiri beberapa warga Indonesia yang juga merupakan penumpang pesawat tersebut terketuk hatinya untuk membantu mengatasi permasalahan para TKI dengan pihak bandara. Beberapa warga Indonesia yang ikut membantu tersebut adalah Adiati, Agus dan Riny. Dan masih ada warga Indonesia lainnya yang turut membantu mengurusi para TKI di sana.</p>
<p style="text-align: center"><a href="http://tugupahlawan.com/wp-content/uploads/2010/11/TKW-vs-DPR.png"><img class="size-medium wp-image-4322  aligncenter" src="http://tugupahlawan.com/wp-content/uploads/2010/11/TKW-vs-DPR-300x197.png" alt="" width="300" height="197" /></a></p>
<p style="text-align: justify">Riny menceritakan bahwa dirinya ditegur oleh salah seorang ibu yang merupakan anggota DPR.</p>
<blockquote><p><strong>Ny. DPR</strong>: Bu, tolong, dong, <em>dibilangin</em> rombongannya jangan ribut, <em>malu-maluin</em> negara <em>aja</em>, kan enggak enak ribut begitu<br />
<strong>Riny</strong>: Rombongan mana, Bu?<br />
<strong>Ny. DPR</strong>: Itu, rombongan TKW<br />
<strong>Riny</strong>: <em>Lha</em>,  saya bukan TKW, Bu. Saya ini ingin pulang ke Indonesia, berlibur,  kebetulan bertemu dengan mereka. Mereka ribut karena bingung Bu, banyak  yang bertahun-tahun enggak pulang, kasihan. Ibu mau liburan juga?<br />
<strong>Ny. DPR</strong>: O enggak, saya baru pulang dari Moskow, tugas negara</p></blockquote>
<p style="text-align: justify">Begitu egois wakil rakyat &#8220;<span style="text-decoration: line-through">terhormat</span>&#8221; kita. Dari kejadian ini saya sempat berfikir &#8220;<strong>Apa saya salah memilih wakil rakyat? ataukah saya salah memilih pemimpin negeri ini saat pemilu kemarin?</strong>&#8221; Wakil rakyat merupakan orang <span style="text-decoration: line-through">terhormat</span> yang dipilih secara sah melalui pemilu dan mengemban tugas mewakili rakyat dalam mengurusi negara beserta rakyatnya (termasuk TKI).</p>
<p style="text-align: justify">Ada beberapa hal yang mungkin menyebabkan anggota DPR &#8220;<span style="text-decoration: line-through">terhormat</span>&#8221; kita melakukan sikap cuek pada para TKI:</p>
<div style="text-align: justify">
<ol>
<li>Hati mereka telah mati</li>
<li>Sombong karena menjadi anggota DPR &#8220;<span style="text-decoration: line-through">terhormat</span>&#8221; bukan rakyat jelata, yang biasa dilayani oleh para pembantunya.</li>
<li>Gengsi, anggota DPR gitu loh.</li>
<li>TKI itu siapa sih?? Mending ngurusi diri mereka sendiri.</li>
<li>Urusanmu adalah urusanmu, urusanku adalah urusanku.</li>
<li>Mereka masih ingin liburan dan bersenang-senang, bukan untuk membantu para TKI yang melas, menyedihkan, dll.</li>
<li>Silahkan ditambahkan..</li>
</ol>
</div>
<p style="text-align: justify">Menengok ke negeri sendiri, ternyata pemerintah kita (dipimpin oleh SBY) kurang tegas dalam memberantas korupsi. Bahkan sang penegak hukum baik Pak Jaksa maupun Pak Polisi sanggup dirontokkan harga dirinya oleh gemilau rupiah. Kasus Gayus adalah contohnya. Selain itu adalah komentar pimpinan DPR yang melukai hati para korban bencana dengan mengatakan &#8220;salahnya sendiri tinggal di pantai atau daerah rawan. Itu adalah resikonya&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Begitu bobrok negeri ini!!!. </strong></p>
<p style="text-align: justify">Jangan heran kalau Allah menegur negeri ini dengan segala macam bencana mulai bencana tsunami, gunung meletus, dll.<em> Nikmat</em> Tuhanmu yang manakah yang telah <em>engkau dustakan</em>?</p>
<p style="text-align: justify">Sumber foto: Kompas.Com (klik foto untuk memperbesar)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/4320/salah-milihkah-diriku-cuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahun Baru Imlek, Kebudayaan Cina di Indonesia</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/3436/tahun-baru-imlek-kebudayaan-cina-di-indonesia/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/3436/tahun-baru-imlek-kebudayaan-cina-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 23:20:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luxsman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=3436</guid>
		<description><![CDATA[Sudah sepuluh kali terakhir ini kalau tidak salah Tahun Baru Imlek alias Tahun Baru Cina dijadikan sebagai bagian dari hari libur Nasional Republik Indonesia. Era KH Abdurrachman Wahid merupakan penyegaran dan cahaya baru khususnya bagi etnis Tionghoa yang ada di Indonesia, setelah lebih dari 30 tahun tidak diperbolehkan menunjukkan jatidirinya sebagai suatu suku bangsa. Masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="justify;">Sudah sepuluh kali terakhir ini kalau tidak salah <a href="http://luxsman.blogspot.com/2010/02/tahun-baru-imlek-bukan-hari-raya-agama.html" target="_blank">Tahun Baru Imlek </a><em><a href="http://luxsman.blogspot.com/2010/02/tahun-baru-imlek-bukan-hari-raya-agama.html" target="_blank">alias</a></em><a href="http://luxsman.blogspot.com/2010/02/tahun-baru-imlek-bukan-hari-raya-agama.html" target="_blank"> Tahun Baru Cina</a> dijadikan sebagai bagian dari hari libur Nasional Republik Indonesia. Era KH Abdurrachman Wahid merupakan <em><strong>penyegaran</strong></em> dan <em><strong>cahaya baru</strong></em> khususnya bagi etnis Tionghoa yang ada di Indonesia, setelah lebih dari 30 tahun tidak diperbolehkan menunjukkan jatidirinya sebagai suatu suku bangsa. Masih segar dalam ingatan, sebelum tahun 1998, apa saja yang berbau Cina dianggap tidak nasionalis, tidak patriotik, dan dalam banyak hal dikait-kaitkan dengan komunisme di RRC. Hal ini berlangsung ketika hubungan Indonesia dengan Cina terputus pada tahun 1966 dan baru mengalami perbaikan pada tahun 1989.</div>
<p></br><br />
<a href="http://2.bp.blogspot.com/_5NbsvvNtHEM/S23i30mPjLI/AAAAAAAAA0I/uNDwVh5Yh6w/s1600-h/sembahyang+tinghoa.JPG"><img style="193px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5NbsvvNtHEM/S23i30mPjLI/AAAAAAAAA0I/uNDwVh5Yh6w/s320/sembahyang+tinghoa.JPG" border="0" alt="" /></a></br></p>
<div style="justify;">
<p>Pelarangan atas segala macam hal berbau Cina berlangsung dalam banyak cara. Seperti keharusan mengganti nama dari nama Cina ke nama Indonesia atau nama Cina yang diindonesiakan, pelarangan agama Konghuchu sehingga etnis Tionghoa harus memilih salah satu dari lima agama yang diakui di Indonesia, penutupan sekolah-sekolah berbahasa Cina sampai dilarangnya penggunaan bahasa Cina secara meluas diseluruh Indonesia, serta perlakuan-perlakuan diskriminatif lainnya seperti dipersulitnya mereka memasuki ranah politik, militer dan bahkan hingga masalah kewarganegaraan dimana untuk mengurus KTP saja harus menunjukkan surat bukti kewarganegaraan Indonesia <em>(yang seharusnya tidak perlu, karena mereka yang kelahiran Indonesia secara otomatis adalah WNI)</em>. Warna Cina hanya nampak pada klenteng-klenteng yang pada masa Orde Baru sangat terbatas kegiatannya. Kendati <em>Feng Shui</em> <em>(atau bahasa selatannya Hong Shui)</em></div>
<p></br></p>
<div style="justify;">Tapi dengan <strong><em>terbukanya klep ketertutupan</em></strong> ini pasca 1998, perlahan kebudayaan Cina mulai kembali menunjukkan jatidirinya ditengah masyarakat Indonesia. Bahkan pada awal tahun 2000-an salah satu televisi swasta terkemuka ditanah air mulai menayangkan berita berbahasa Mandarin setiap hari dengan durasi setengah jam dan berlangsung hingga kini. Aneka macam budaya Cina-pun mulai kembali ditekuni seperti makin maraknya grup <em>Barongsai</em> yang anggotanya bukan hanya dari etnis Tionghoa, melainkan juga dari kalangan pribumi tanpa memandang asal usul dan agamanya <em>(pendek kata kesenian Barongsai sudah menjadi milik bersama)</em>, Wushu, Kungfu dan kursus bahasa Mandarin.</div>
<p></br></p>
<div style="justify;"><strong>Kebangkitan Budaya Minoritas</strong></div>
<p></br></p>
<div style="justify;">Belakangan kian banyak keturunan Cina Indonesia yang dengan terbuka menyebut dirinya sebagai etnis Tionghoa. Kendati sebenarnya mereka berasal dari <em>suku Hokkien, Hokchia, Teochew, Hakka (Ge), Kanton, Mandarin</em> dan sebagainya, namun di Indonesia mereka dianggap satu sebagai <strong>etnis Cina alias Tionghoa</strong><em> (atau kalau di Metrotv disebut Chaina.. sebunyi dengan Caina bahasa Sunda yang artinya ‘airnya’)</em>. Kesadaran ini muncul seperti dengan keterbukaan mereka menyebut diri sebagai umat Tri Dharma <em>(khususnya Konghuchu)</em> dan mengganti agama dalam KTP mereka dengan Konghuchu.</div>
<p></br></p>
<div style="justify;">Segala sesuatu yang berbau Cina kini sudah menjadi kelaziman, kendati huruf Cina hanya muncul sporadis tidak seperti di Malaysia atau Singapura. Kesadaran ini mirip dengan kebangkitan suku Cornish di Inggris Barat Daya <em>(daerah Penzance)</em> yang berusaha membangkitkan kembali Bahasa Cornish setelah dua abad menghilang dan mulai membuahkan hasil dengan diakuinya bahasa Cornish sebagai bahasa daerah di Inggris Raya.</div>
<p></br><br />
<a href="http://4.bp.blogspot.com/_5NbsvvNtHEM/S23jHlGSh_I/AAAAAAAAA0Q/aNqxOY85LN8/s1600-h/sembahyang+tinghoa+02.JPG"><img style="240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5NbsvvNtHEM/S23jHlGSh_I/AAAAAAAAA0Q/aNqxOY85LN8/s320/sembahyang+tinghoa+02.JPG" border="0" alt="" /></a></br></p>
<div style="justify;">Tentunya budaya Cina di Indonesia ini akan berbeda dengan yang ada di Malaysia, karena secara sejarah dan sosio-politik keduanya sudah terpecah dan identitas keindonesiaan dikalangan etnis Tionghoa inipun bervariasi pada setiap individunya. Tapi, yang bisa diambil sebagai garis besar, <strong>etnis Cina Indonesia dalam banyak hal bisa jauh lebih nasionalis dibanding dengan orang pribumi Indonesia sendiri</strong>. Banyak kisah yang menyebutkan bahwa orang Cina Indonesia dimancanegara mengidentifikasi dirinya sebagai orang Indonesia. <strong>Bangsa Indonesia bersuku Tionghoa.</strong></div>
<p></br></p>
<div style="justify;">Pada Tahun Harimau ini, mudah-mudahan terjadi perubahan berarti. Apalagi dengan semakin diakuinya aneka budaya khas Tionghoa diberbagai segi hidup masyarakat Indonesia, diharapkan akan membentuk suatu harmonisasi yang luar biasa, pembauran yang hakiki, <em>bukan pembauran semu</em> seperti yang terjadi selama era sebelumnya. Meski stereotype dan diskriminasi masih ada.</div>
<p></br><br />
Dalam contoh kecil ditempat <a href="http://luxsman.blogspot.com/">saya kuliah</a>, saya bisa melihat betapa mahasiswa pribumi dan mahasiswa keturunan Cina bisa membaur dengan <em>gayengnya</em>. Tidak ada pengkotak-kotakan pergaulan berdasarkan ras dengan menggunakan bahasa persatuan yang sama dan tentunya visi perkawanan yang sebangun. Budaya minoritas <em>(berlaku juga pada budaya-budaya daerah)</em> bukan ancaman bagi persatuan bangsa, sepanjang bisa diatur dengan sebaik-baiknya dan tetap pada koridor sebagai pemerkaya budaya bangsa Indonesia.</br></p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_5NbsvvNtHEM/S23kBMBztlI/AAAAAAAAA0o/RdiP0NN8ne8/s1600-h/lampion.JPG"><img style="240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5NbsvvNtHEM/S23kBMBztlI/AAAAAAAAA0o/RdiP0NN8ne8/s320/lampion.JPG" border="0" alt="" /></a></br></p>
<div style="justify;"><a href="http://luxsman.web.id/">Saya bangga</a> dengan kemajemukan, kendati mengalami proses asimilasi <em>(baik asimilasi parsial atau total)</em> tentunya setiap minoritas berhak mempertahankan meski sebagian dari budaya leluhurnya. Revitalisasi budaya seperti budaya Cina ini tidak perlu ditakuti, karena toh mereka sudah menyatakan dan merasa memiliki Indonesia ini sebagai tanah tumpah darah mereka, bukan Chungkuo atau Tiongkok yang merupakan tanah asal leluhur mereka.</div>
<p></br></p>
<div style="justify;">Tulisan yang berhubungan dengan artikel ini dapat dibaca <a href="http://luxsman.blogspot.com/2010/02/tahun-baru-imlek-bukan-hari-raya-agama.html" target="_blank">http://luxsman.blogspot.com/2010/02/tahun-baru-imlek-bukan-hari-raya-agama.html</a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/3436/tahun-baru-imlek-kebudayaan-cina-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meraih Pemimpi seperti &#8220;Sang Pemimpi&#8221;</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/3368/meraih-pemimpi-seperti-sang-pemimpi/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/3368/meraih-pemimpi-seperti-sang-pemimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 11:50:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luxsman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=3368</guid>
		<description><![CDATA[Bertempat si salah satu resto Tunjungan Plasa I Surabaya, tadi siang tim liputan tugupahlawan.com luxsman dan gajah_pesing berkesempatan mengikuti press conference film &#8220;Sang Pemimpi&#8221; yang diproduseri oleh Mira Lesmana. Tampak juga hadir dalam acara tersebut beberapa pemain film ini antara lain Rendy Ahmad (Arai), Azwir Fitrianto (Jimbron), Maudy Ayunda (Zakiah Nurmala) dan Landung Simatupang (Pak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="center;"><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/cwoVyAY6lbnzKkqKLWUecQ?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="http://lh4.ggpht.com/_5NbsvvNtHEM/S0hRM0EkPRI/AAAAAAAAAxE/CPkgnS4lLwU/s400/Press%20Sang%20Pemimpi01.JPG" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p style="justify;">Bertempat si salah satu resto Tunjungan Plasa I Surabaya, tadi siang tim liputan <a href="http://tugupahlawan.com/">tugupahlawan.com</a> <a href="http://luxsman.web.id/">luxsman</a> dan <a href="http://gajahpesing.web.id">gajah_pesing</a> berkesempatan mengikuti <a href="http://tugupahlawan.com/3368/meraih-pemimpi-seperti-sang-pemimpi.html"><em>press conference</em> film &#8220;Sang Pemimpi&#8221;</a> yang diproduseri oleh Mira Lesmana. Tampak juga hadir dalam acara tersebut beberapa pemain film ini antara lain Rendy Ahmad (Arai), Azwir Fitrianto (Jimbron), Maudy Ayunda (Zakiah Nurmala) dan Landung Simatupang (Pak Mustar). Tidak lupa turut hadir menyemarakkan acara ini penulis tetralogi Laskar Pelangi, Andrea Hirata.</p>
<p style="justify;">Acara ini banyak diisi sharing cerita dibalik layar pembuatan film &#8220;Sang Pemimpi&#8221; antara lain sketsa pengambilan gambar <em>underwawter </em>di pantai yang mendatangkan alat khusus dari negeri seberang Australia dan mendatangkan kuda yang memang jarang sekali terlihat di Belitong dan memerlukan excited tersendiri. Untuk masalah biaya produksi ini, menurut Mira Lesmana menghabiskan 12 Milliar untuk film &#8220;Sang Pemimpi&#8221; dan telah balik modal sampai saat ini.</p>
<p style="center;"><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/6B3DZLDQa14vSlm4gOSPZg?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="http://lh6.ggpht.com/_5NbsvvNtHEM/S0hRNW1YYfI/AAAAAAAAAxM/KmKhhZlafzE/s400/Press%20Sang%20Pemimpi03.JPG" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p style="justify;">Dalam hal pemilihan peran, peran utama dalam cerita &#8220;Sang Pemimpi&#8221; harusnya putra daerah aseli Belitung untuk mempermudah penghafalan dialek aseli Belitong. Selain itu pemilihan peran harus sesuai dengan skenario dan karakter cerita. Untuk pemilihan musik film ini, terdapat salah satu karya Andrea Hirata yang menjadi OST &#8220;Sang Pemimpi&#8221; yaitu lagu Cinta Gila yang dinyanyikan oleh group band Ungu.</p>
<p style="center;"><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/qS3_GyBUgtwO6PKuA88jTg?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" src="http://lh5.ggpht.com/_5NbsvvNtHEM/S0hRN70dakI/AAAAAAAAAxU/hYQlQZu--vQ/s400/Press%20Sang%20Pemimpi05.JPG" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p style="justify;">&#8220;Sang Pemimpi&#8221;, yang menceritakan kisah para perajut mimpi dari tanah Belitong. Tampak pada awalnya, selayaknya kenakalan remaja biasa, tapi kemudian tanpa Anda sadari, kisah dan karakter-karakter dalam film ini lambat laun menguasai Anda. Karena potret-potret kecil yang menawan akan menghentakkan Anda pada rasa humor yang halus namun memiliki efek filosofis yang meresonansi. Karena arti perjuangan hidup dalam kemiskinan yang membelit dan cita-cita yang gagah berani dalam kisah dua orang tokoh utama film ini yaitu Arai dan Ikal akan menuntun Anda dengan semacam keanggunan dan daya tarik agar Anda dapat melihat ke dalam diri sendiri dengan penuh pengharapan, agar Anda menolak semua keputusasaan dan ketakberdayaan Anda sendiri.</p>
<p style="justify;">Jalinan kisah yang dibangun secara apik oleh sang sutradara serasa membius kita untuk mengenal tanah Belitong, kehidupan anak melayu pulau yang memaknai kesengsaraan dalam kehidupan dengan keteguhan bekerja dan merajut impian. Tak lupa bumbu-bumbu asmara yang cukup menghibur dan terkadang menggelikan serta dibalut aura keteguhan dalam sosok Arai yang pantang menyerah. Sementara kegelian lain dihadirkan pula dalam sosok Jimbron yang lemah, lugu, unik namun setia kawan.</p>
<p style="justify;">Tokoh sentral dalam cerita ini, si Ikal, menyajikan karakter yang manusiawi, yang berusaha untuk survive dan bangkit di tengah keterpurukannya, yang belajar dari segala sesuatu di sekelilingnya, dan yang tak segan memberikan pencerahan kepada sahabat-sahabatnya. Sungguh banyak pelajaran positif yang bisa kita ambil dari film ini. Apabila penulis masih berusia belasan tahun dan sedang di bangku sekolah, niscaya film ini akan memberikan kekuatan ekstra yang membangkitkan potensi terdalam guna meraih kesuksesan.</p>
<p style="justify;">Tidak lupa juga penulis juga berkesempatan foto bareng bersama Andrea Hirata dan pemeran Pak Mustar, Landung Simatupang.</p>
<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/ltuytl0xEec1CLJxmPoSCA?feat=embedwebsite"><img src="http://lh5.ggpht.com/_5NbsvvNtHEM/S0hRNiy2UnI/AAAAAAAAAxQ/nSvhCvvTh_8/s288/Press%20Sang%20Pemimpi04.JPG" alt="" /> </a> <a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/jBdJssr2_zg3iB9kCYpMow?feat=embedwebsite"><img src="http://lh5.ggpht.com/_5NbsvvNtHEM/S0hV4G4QanI/AAAAAAAAAxg/2dY9zKoI6eg/s288/Sang_Pemimpi_Telkomsel2.JPG" alt="" /></a></p>
<p>tulisan terkait juga dapat Anda baca di <a href="http://luxsman.web.id/telkomsel-sinemania-gelar-nonton-bareng-%e2%80%9dsang-pemimpi%e2%80%9d.html">http://luxsman.web.id/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/3368/meraih-pemimpi-seperti-sang-pemimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Jalan Gus Dur</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/3291/selamat-jalan-gus-dur/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/3291/selamat-jalan-gus-dur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 01:50:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[gus dur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=3291</guid>
		<description><![CDATA[Mantan Presiden Republik Indonesia KH.Abdurrahman Wahid atau yang lebih terkenal dengan nama Gus Dur telah berpulang kepada Sang Pencipta, Rabu 30 Desember 2009 sekitar pukul 6 sore dan akan dikebumikan hari ini, Kamis 31 Desember 2009 di Jombang, Jawa Timur. Segenap warga Komunitas Blogger Surabaya turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Sang Guru Bangsa. Semoga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://sufimatre.files.wordpress.com/2008/04/gus-dur1.jpg" alt="gus dur" width="468" /></p>
<p><strong>Mantan Presiden Republik Indonesia KH.Abdurrahman Wahid</strong> atau yang lebih terkenal dengan nama <a href="http://gusdur.net" target="_blank"><strong>Gus Dur</strong></a> telah berpulang kepada Sang Pencipta, Rabu 30 Desember 2009 sekitar pukul 6 sore dan akan dikebumikan hari ini, Kamis 31 Desember 2009 di Jombang, Jawa Timur.</p>
<p>Segenap warga Komunitas Blogger Surabaya turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Sang Guru Bangsa. Semoga beliau mendapatkan tempat istimewa bersama orang-orang mulia yang lain di sisi Tuhan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/3291/selamat-jalan-gus-dur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Tahun Baru Hijriyah 1431</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/3230/selamat-tahun-baru-hijriyah-1431/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/3230/selamat-tahun-baru-hijriyah-1431/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 01:19:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>det</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas blogger surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas online surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[situs berita online]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=3230</guid>
		<description><![CDATA[Komunitas Blogger Surabaya mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1431, semoga Tuhan Yang Maha Esa mengampuni dosa dan salah kita satu tahun terakhir, serta memberikan karunia kepada kita satu tahun ke depan. Mari kita jalin persahabatan tiada henti di dalam TPC ini. Blogger harus bersatu untuk mengimbangi kekuatan media besar yang beberapa diantaranya semakin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://mardies.files.wordpress.com/2008/01/moonatpole.jpg" alt="tahun baru hijriyah" /></p>
<p><strong>Komunitas Blogger Surabaya</strong> mengucapkan <span style="color: #008000;"><strong>Selamat Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1431</strong></span>, semoga Tuhan Yang Maha Esa mengampuni dosa dan salah kita satu tahun terakhir, serta memberikan karunia kepada kita satu tahun ke depan.</p>
<p>Mari kita jalin persahabatan tiada henti di dalam <strong>TPC</strong> ini. Blogger harus bersatu untuk mengimbangi kekuatan media besar yang beberapa diantaranya semakin ngawur, termasuk <span style="text-decoration: underline;">situs berita online</span>. Tugas blogger adalah untuk melakukan <em>check and balance</em>.</p>
<p><em>Cover both side</em>, merupakan salah satu acuan utama. Blogger harus menjaga netralitas dalam penulisan informasi, khususnya yang berupa news atau berita. Upayakan menggali informasi sedalam-dalamnya dan sevalid-validnya sebelum diterbitkan berupa postingan.</p>
<p><span style="color: #008000;"><strong>TPC</strong></span> sebagai <span style="color: #ff0000;"><strong>komunitas blogger satu-satunya di Surabaya </strong></span>akan mewadahi kawan-kawan blogger yang ingin mendalami jurnalistik dan dunia penulisan. TPC ingin  melahirkan jurnalis-jurnalis independen yang handal dan penulis-penulis buku potensial dan terkenal. Blogger punya kompetensi untuk melakukan itu semua.</p>
<p>Mari kita sambut tahun baru dengan harapan baru dan semangat baru untuk lebih sukses lagi! Salam sukses untuk blogger Indonesia!</p>
<p>&#8212;&#8212;<br />
Gambar: Bulan di Kutub [Google]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/3230/selamat-tahun-baru-hijriyah-1431/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia</title>
		<link>http://tugupahlawan.com/3190/peringatan-hari-antikorupsi-sedunia/</link>
		<comments>http://tugupahlawan.com/3190/peringatan-hari-antikorupsi-sedunia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 02:03:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>det</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[anti korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[antikorupsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tugupahlawan.com/?p=3190</guid>
		<description><![CDATA[Rabu 9 Desember 2009 ini masyarakat dunia kembali mengadakan peringatan Hari Antikorupsi. Hal ini menunjukkan bahwa korupsi telah menjadi musuh bersama umat manusia di negara manapun, termasuk Indonesia tercinta. Semua sadar bahwa korupsi itu merugikan, maka semua sepakat bahwa korupsi harus dimusnahkan dari muka bumi. Indonesia yang dalam beberapa laporan mendapatkan predikat sebagai negara dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://i46.tinypic.com/ibfjo1.jpg" alt="antikorupsi" width="250" />Rabu 9 Desember 2009 ini masyarakat dunia kembali mengadakan peringatan <strong>Hari Antikorupsi</strong>. Hal ini menunjukkan bahwa korupsi telah menjadi musuh bersama umat manusia di negara manapun, termasuk Indonesia tercinta. Semua sadar bahwa korupsi itu merugikan, maka semua sepakat bahwa korupsi harus dimusnahkan dari muka bumi.</p>
<p>Indonesia yang dalam beberapa laporan mendapatkan predikat sebagai negara dengan jumlah kasus korupsi terbesar sudah seharusnya menjadikan momen ini untuk melakukan introspeksi nasional. Apa yang salah dengan bangsa ini sehingga korupsi seolah sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakatnya. Korupsi sepertinya sudah menjadi hal yang biasa sehingga dianggap benar dan wajar.</p>
<p>Bagi-bagi uang proyek dianggap lazim, mengurangi timbangan dianggap lumrah, main <a href="http://www.siluman.com" target="_blank">game online</a> saat kerja dianggap wajar, mark-up anggaran dianggap sudah biasa, PNS pulang kerja jam 1 dianggap tidak salah, memberi uang kepada Polisi ketika mau ditilang juga dianggap sah-sah saja, dan masih banyak lagi praktik-praktik korupsi di sekitar kita, bahkan mungkin kita sendiri pelaku korupsi itu!</p>
<p>Kita sudah memiliki <strong>Komisi Pemberantasan Korupsi</strong>, dan itu bagus. Kita harus dukung upaya KPK untuk mencegah dan memberantas korupsi di sektor pemerintahan dan publik lainnya. Semua berharap KPK bisa melaksanakan peran dan fungsinya dengan baik, oleh karenanya jangan sampai kita hanya diam ketika KPK digoyang oleh pihak lain, baik itu lembaga maupun personal. Kita dukung penguatan kembali KPK yang sempat melemah akhir-akhir ini. <strong>Lihat, Lawan, Laporkan!</strong></p>
<p>Di sisi lain kita juga harus memberantas mental korup dalam diri kita. Tidak ada gunanya menggembar-gemborkan antikorupsi di jalanan kalau ternyata di dalam diri kita masih tersimpan mental korup itu. Malulah pada diri sendiri jika melakukan korupsi dalam arti seluas-luasnya, bukan hanya korupsi uang.</p>
<p>Hampir tidak ada korupsi yang dilakukan sendiri, hampir semua dilakukan secara bersama-sama. Oleh karenanya mari kita lawan bersama-sama, dimulai dari diri kita sendiri. <strong>MARI BERBUDAYA MALU KORUPSI!</strong></p>
<p>Selamat hari antikorupsi sedunia, mari kita songsong Indonesia yang lebih baik lagi!</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Foto: Ilustrasi (Google.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tugupahlawan.com/3190/peringatan-hari-antikorupsi-sedunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

