2 in 1

Konon, Syekh Siti Jenar dikecam, ditangkap dan selanjutnya diadili lantaran menerapkan paham manunggaling kawulo karo Gusti, suatu paham yang kira kira artinya bersatunya hamba dengan Tuhannya dengan aplikasinya berupa tiadanya ketentuan untuk menjalankan syariat.
Komunitas yang menganut paham tersebut menganggap bahwa syariat adalah media untuk mendekatkan diri dengan Tuhan, lha kalau sudah merasa dekat ngapain menjalankan syariat.

Posting ini bukan menulis tentang Syekh Siti Jenar dan dunianya tapi masih punya sedikit tautan dengan ajarannya yaitu proses manunggaling kawulo.
Bukan manunggaling dengan Gusti atau Tuhan tapi dengan teknologi.

Tak dapat dipungkiri bahwa kita sekarang sangat tergantung dengan apa yang namanya teknologi terlebih lagi di era digital saat ini, dijaman yang serba computerized.
Teknologi memang membuat kita sangat nyaman dan membuat hidup ini menjadi lebih hidup.
Lakon manunggaling kawulo dengan teknologi sungguh tak terbantah lagi.
Dan kadang bagi sebagian orang, kemajuan teknologi itu telah menjadi Tuhan baru. Terlebih lagi saat semua kemajuan teknologi tersebut bisa dikompres dalam satu alat berupa perangkat mobile.
Dengannya kita bisa jadi sutradara, jadi photographer, dengerin musik en radio, nelpon, ber internet ria, kirim surat, main game….yang meminjam istilah suatu produk, pokoknya bisa dilakukan dimana dan kapan saja.
Entah fitur apalagi yang bisa dijejalkan pada alat mungil tersebut dimasa depan.
Yang jelas penambahan itu kian memanjakan kita.

Sementara itu secara makro kita juga dekat dan sangat tergantung dengan energi listrik yang fungsinya menggerakkan semua elemen teknologi agar bisa terus bernafas.

Tapi bagaimana bila tiba tiba denyut teknologi itu berhenti dan tak mau melayani kita ?
Sama halnya dengan saat kita jatuh cinta yang konon berjuta rasanya dan suatu
waktu kemudian kita mengalami putus cinta.
Bagaimana rasanya ?

:

Kita mungkin pernah mengalami putus cinta dengan teknologi, mungkin saat kita ingin menghubungi seseorang tapi sayangnya hp no signal, mungkin saat kita terburu buru masuk bilik ATM tapi ternyata kita hanya mendapati mesin dengan tempelan kertas ATM tidak dapat dipakai atau barangkali juga kita tengah menanti pertandingan bola yg sangat seru dan tiba tiba saja listrik mak pet, tewas dengan tenang.

Serangkaian trouble seperti diatas jelas sedikit banyak akan membangkitkan skala stress kita.
Mungkin kita serasa ingin menyumpah, ingin memaki dan meninju seseorang, entah petugas PLN atau mungkin petugas bank……..

Agar jiwa kita tidak mengalami rasa sakit dalam menghadapi kondisi seperti itu ada baiknya kita bersiap diri menghadapi lenyapnya teknologi dari hidup kita meski barang sejenak dan mungkin juga ga ada salahnya sedikit mengingat sebuah pesan kuno jangan jatuh cinta terlalu dalam pada seseorang karena saat putus, kita akan merasa jatuh lebih keras.
So biasa ajalah dalam mengarungi hidup ini dan cobalah menjadi orang merdeka.
:
Benar tidaknya ya wallahu a’lam.

2 Responses to “2 in 1”

  1. nothing :

    jangan terlalu jatuh cinta pada seseorang >>>>> artinya dia tidak akan merasakan cinta sesungguhnya
    karena saat putus, kita akan merasa jatuh dengan keras >>>> ojo jatuh cinta lek wedi putus

  2. arqu3fiq :

    CINTA
    LOVE
    ??aijo
    ???? ishq

    adalah sebuah kata yang membuat kita terbuai.
    membuat kita lupa akan duniawi.
    Sejuta rasanya.

    Jangan bermain cinta bila tidak mau hancur gara-gara cinta.

Leave a Reply