A Story about Mbok Darmi

[Source Gambar]

 

Tulisanku yang kedua ini mungkin masih ada hubungannya dengan tulisan pertamaku di situs Tugupahlawan.com ini.

Aku yang setiap paginya selalu setia mendengarkan acara Good Morning Hard Rockers Show (GMHR) di Hard Rock FM hari ini harus mendengarkan sebuah kisah yang sangat membuat siapa saja yang masih mempunyai hati nurani menangis. GMHR yang biasanya identik dengan konyol-konyolan dan lucu-lucuan pagi ini menampilkan sesuatu yang berbeda. Menghadirkan tamu-tamu dari komunitas kaskus Regional Surabaya mereka bercerita tentang Mbok Darmi.

Mbok Darmi adalah seorang wanita sepuh berusia 82 tahun. Suami Mbok Darmi, Pak Giman, menderita sakit parah yang menyebabkan beliau tidak mampu untuk mencari nafkah. Akibatnya mereka diusir dari rumah kos-kosan mereka. Sekarang, mereka harus hidup dijalanan sejak 5 bulan terakhir ini, di dalam sebuah becak! Yang lebih mengharukan lagi Mbok Darmi dengan setia mendorong becak yang berisikan suaminya yang sedang sakit parah kemana-mana. Mbok Darmi juga selalu berusaha memenuhi kebutuhan suaminya yang sudah tidak sanggup untuk bergerak akibat dari penyakit-penyakit yang dideritanya.

Yang lebih membuat saya salut, Mbok Darmi dan Pak Giman bukan pengemis! Meskipun situasi sudah sangat parah dan mereka juga tidak muda lagi, Mbok Darmi tetap mencoba untuk bekerja untuk mendapat uang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Kabar terakhir Mbok Darmi berjualan bawang dan brambang (bawang merah).

Teman-teman kita dari komunitas kaskus yang “menemukan” mereka sudah mengadakan bakti sosial untuk membantu Mbok Darmi. Mengumpulkan dana dalam bentuk uang dan barang untuk biaya pengobatan Pak Giman, serta mencarikan tempat tinggal dan mungkin memberi modal usaha untuk mereka. Sekarang ini Pak Giman sudah dalam perawatan Rumah Sakit Haji.

Dengan tulisan ini aku juga ingin mengajak teman-teman TPC semua untuk ikut membantu. Dalam bentuk apapun juga. Mungkin kita bisa bergabung juga dengan teman-teman kaskus atau membuat bakti sosial kita sendiri. Saya juga tidak menyalahkan kalau mungkin ada teman-teman yang kurang percaya dengan kisah ini. Tapi bisa teman-teman cek kebenarannya baik di situs kaskus sendiri, di Radio Hard Rock FM (031/89250082) atau di Rumah Sakit Haji sendiri.

Maaf kalau tulisan ini melanggar ketentuan atau kurang berkenan. Aku hanya ingin berbagi suatu cerita yang sangat mengetuk hati nurani.

14 Responses to “A Story about Mbok Darmi”

  1. Raden Mas Angki :

    Tulisan ini g’ melanggar aturan kok. Justru tulisan seperti ini yang kudu “sering ditulis”

  2. kriwul :

    Subhanalloh…
    Semoga kita dibukakan mata dan hati kita untuk lebih ‘peka’ lagi terhadap hal-hal seperti cerita diatas, Amin!! Dan semoga teman-teman yang sudah menyumbangkan sebagian harta, pikiran dan tenaga diberi balasan yang setimpal, Amin!.

  3. p4ndu_454kura© :

    Post ini sama sekali nggak keluar dari jalur karena dimasukkan ke kategori yang sesuai.

    BTW, TPC bulan Februari – Mei kemarin melakukan baksos dengan skala yang lebih besar, lho. Pemberantasan gizi buruk, bekerja sama dengan berbagai komunitas blog di Indonesia.

  4. Judeangel :

    @p4ndu_454kura©: Tapi bukan berarti kita ga bisa bikin baksos lagi kan 😉 ? Masa Baksos cuma setahun sekali… Secara banyak bgt yg msh butuh pertolongan. Katanya mau bikin tindakan nyata 😉

  5. torasham :

    lah..:D

    baru saja mau melaporkan “kasus” ini. Kebetulan saya ikut terlibat. Jadi kondisinya begini, pak giman mengalami sakit komplikasi yang cukup parah. Kelumpuhan pada kaki, kekurangan gizi, paru-paru. Sampai sa’at ini dikonsentrasikan kepada kelumpuhan kaki dg memakai obat jenis albumin yg sekali tebus Rp 1 jt. Selain itu, pak giman karena kekurangan gizi, mengakibatkan kandungan “albumin” ditubuhnya juga sangat minim. Hal ini menyebabkan pembengkakan di tubuh pak giman, terutama dikaki dan tangan. Kamis malam lalu, pak giman diphoto MRI (CTI scan) dengan biaya Rp 1.750.000. Hasilnya ternyata pak Giman mengalami keretakan parah ditulang belakangnya. Menurut keterangan mbok Darmi, suaminya itu memang pernah jatuh. Selain itu, pak Giman juga kekurangan darah. Beberapa hari yang lalu, setelah sedikit “panas” dengan pihak PMI Surabaya, akhirnya kami berhasil menebus resep darah sebanyak 3 kantong.

    Saya baru saja dari Rumah Sakit Haji Sukolilo. Pak Giman, sore tadi sempat diberi alat bantu pernapasan, namun dicopot sendiri. Mungkin karena merasa kurang nyaman. Setelah kami rayu, akhirnya Pak Giman mau dipasang kembali selang pernapasan tersebut.

    Pak Giman dirawat di Rumah Sakit Haji – Sukolilo di Gedung Marwa Lt 3 Ruang A.

    Rekan-rekan TPC, mohon bantuan do’anya yah, biar Pak Giman cepat sembuh dan semuanya berjalan lancar. Trims.

  6. nra :

    salut buat temen2 kaskus regional SBY,
    saya mendoakan dari jauh… semoga amalnya dapat meringankan beban mbok Darmi dan keluarga. Saya selalu mengikuti perkembangan beritanya di kaskus.

  7. r0nnie :

    Subhanallah…
    hayuukk kalo mau bikin baksos..
    kasihan mbah Darmi

  8. neng-shei :

    Inget-inget baksos..
    bedewe, adsa temen yang nitip uang ke saia perihal KELAPARAN itu..
    Jek usum ta?
    kalo iya, harus disetor kemana?
    kasian dia uda niat bantu, masa iya programnya mandheg?

  9. santy :

    pengen nangis… kalo mau bikin baksos, saya ikut T.T

  10. torasham :

    Innalilahi Wa Innalillahi Rojiun

    Telah Meninggal Dunia Bp. Giman pada hari 12 Juli 2008 di RS Haji Sukolilo Jam 07.55

    semoga arwah beliau diterima di sisinya dan keluarga yang ditinggal diberi ketabahan……….

    Jenazah akan dikebumikan di Banyuwangi…tempat tinggal putri dari Alm. Pak Giman, yang berhasil kami telusuri hanya berbekal photo dan ancer2…

  11. cakdul :

    mas dan mbak pengurus TPC… cari bantuan dan kerjasama sama Nurul hayat aja.. insyaAlloh dibantu..www.nurulhayat.or.id

  12. cakdul :

    maksudnya untuk baksos yang lain kalinya mas dan mbak hub. Nurul Hayat (lembaga Sosial dakwah)

  13. Cerita Lanjutan Tentang Mbok Darmi : TuguPahlawan.Com :

    […] sebelumnya yang berada di sini dan bersumber dari kepedulian komunitas kaskus Surabaya menemui […]

  14. michelle :

    waduh, kasihan ya…

Leave a Reply