Adinda Bakri – Lapindo : Dua Hal Yang Berbeda

Adinda Bakri akan menikah. Tapi jangan marah sama dia kalau akan expense dua digit milyard. Karena mereka entitas yang berbeda. Ini bukan dosa turunan, mas dan ning sekalian. Lahir sebagai anak orang kaya kan tidak bisa memilih.

gambar berasal dari sini

Kalaupun lapindo membuat gunungan lumpur dan penduduk di jawa

timur jadi menderita. yaaah .. gimana yah, Salahkan Indra bakri sang ayah yang menjadi pemilik saham mayoritasnya ? Atau salahkan sang pencipta dan alam yang sedang ngambeg ?

  • Arek soroboyo pilih marah ke siapa ?
  • Menurut kamu bagaimana ?

Indra dan Gaby foto dari sini

21 Responses to “Adinda Bakri – Lapindo : Dua Hal Yang Berbeda”

  1. Anang :

    duik2e dewe. babahno lah cak.. yg dibutuhkan mek tepa selirane wae lah..

  2. djagung :

    kalu sama2 marah ntar kalo pada ngambeg gmn? gak punya permen rek.. iya kalo anak kecil, lha ini sang pencipta alam..

    biarlah 2 hal itu berjalan beriringan, kita yang berdoa …
    semoga suroboyo tercinta ini gak seperti itu…

  3. aziz :

    kayaknya orang suroboyo gak perlu marah yah, nasib orang sendiri-sendiri. marah ke Tuhan juga gak mungkin, marah ke bakrienya juga gak bakal didengerin, tapi mbok yo ngertiin kondisi para korban….. masalahnya, rumah nenek saya deket sana, kalo siang, bau udaranya bikin pusing

  4. Avy :

    Yok opo maneh, Bapak pengen membahagiakan anaknya, 2 M daripada ngurusin pengungsi lapindo mending buat anaknya. lain kalo anaknya menolak duit itu buat korban lumpur lapindo, tapi kok kayaknya hal yang mustahal ya……….
    2 M rek, pantes kok pembayaran tersendat, lah dipake mantu anaknya hehehehehe

  5. jleph :

    hiks, kesannya kok kayak berpesta di atas penderitaan orang,,
    apalagi pemberian ganti rugi kan juga masih ngadat,,

  6. aRuL :

    koq tpc dijadikan ajang ngegosip yakz?

  7. papabonbon :

    @ arul
    Bukannya gosip, tapi membaca ironi, secara 2 tahun tragedi lapindo. Saya orangnya murung, jadi kalau bicara dan menulis sering pakai ironi.

    @ avy
    Dua digit milyar itu bukan dua milyar. Kisarannya adalah 10 milyar sampai 99,9999…milyar

  8. papabonbon :

    @ anang

    Mengapa ada dua pilihan marah.
    1. Pada indra bakri
    2. Pada tuhan yang maha esa ?

    1. Pada indra, lhaa kenyataannya lapindo sudah keluar 1 trilyun lebih buat bayar ganti rugi dan bikin bendungan. Gede lho itu 1 trilyun

    2. Secara ini belum diputuskan sebagai bencana alam, bagaimana kita bisa mengadu pada tuhan ? Apa kita mengadu karena mis-management produksi? 🙂

    Au ach, gelap 🙁

  9. ulan :

    ckckckkckkcc… cantik ya tuh orang.. ckckkcckckck..

  10. Fenty :

    @ulan : iya cantik ya, pinter pak indra bakrie cari istri, anaknya jadi cantik, hehehehe *gak penting

  11. sagung :

    Yuhuu…
    Hallo …….

    menohok tuh…..
    situ pesta
    dan kita sedang susah

    🙄

  12. ghaniarasyid :

    kayak ndak punya dosya ya? 👿

  13. yudhita :

    Marah? Yang pasti marah sama pemerintahannya yang nyatanya nggak bisa tegas sama Lapindo. Kenapa? Ya karena sudah dapat ‘keuntungan’ juga dari mereka. Janet E Steele, dosen Univ. George Washington, bilang kalau seandainya lumpur lapindo terjadi di Amerika, pemerintah nggak bakal kasih ampun. Selain perusahaan ditutup, perusahaan sumber bencana harus bayar denda sekaligus kerugian yang diderita masyarakat sekitar. Nggak bakal ada kompromi. Jadi, selama pemerintahnya masih lunak, ya nggak ada guna kita marah. Yang penting, ntar pilgub jatim Juli 2008 mendatang, pilihlah calon gubernur yang concern membantu korban lumpur lapindo termasuk yg di luar peta terdampak untuk mendapatkan hak-haknya sepenuhnya. Salam.

  14. Judeangel :

    Bakrie-Clan memang selalu menimbulkan kontroversi ya. Minggu lalu aku juga miris baca berita di Jawa Pos mengenai Menkokesra kita Bapak Aburizal Bakrie yang dinobatkan jadi orang terkaya se-Asia Tenggara. Somehow sesuatu yang Paradoks bukan? Menteri Koordinasi kesejahteraan rakyat (dari sebuah negara yang rakyatnya masih jauh dari level sejahtera) yang yang menjadi orang terkaya. Ditambah pula dengan nasib korban Lapindo yang masih tidak jelas. Memprihatinkan sekali…

  15. neng-shei :

    Semuanya sah-sah ajaaa…
    Asalkan dalam porsi seimbang lhaaaa…
    Ya Hura-Hura…
    Ya Bertanggungjawab..
    Tapi so far, saia liat Pihak Lapindo sudah turun tangan kan?

  16. amin :

    cantik secantik surya pagi bersinar di atas lumpur lapindo….atau mutiara dalam lumpur yaa hehehe

  17. janti :

    bukan salah dinda bakri kalau dia merencanakan perkawinannya seperti apapun itu,dia berhak untuk itu,,,,toh,,,kalau kita ada dipihak dia juga akan melakukan hal yang sama,,,baik sebagai pengantinnya atau sebagai orang tua pengantin,,,semoga kebahagian selalu ada dalam rumah tangga mereka,,,percayalah,,,kalian harus buktikan pada khalayak,,,,semua yang kalian lakukan tidak akan sia2,,,,selamat menempuh hidup baru!!!!!!!!!

  18. massyamsul :

    Siapa tahu buhuhane nanti berlipat, tentu menggembirakan. Lha itu untuk bayar korban lapindo. Jangan aprioro toh.. apalagi buruk sangka. yang optimis saja.

  19. caturstudio :

    Lebih baeknya..
    duite di bagi-bagi.

    sek podo roto sugihe..

  20. ernani :

    duh…. bagi dong duitnya ke gue
    gue blm pny rumah ni…..

  21. solobalapan :

    Sudah 4 Tahun lamanya ,Penderitaan para Korban Lapindo tetep tidak mendapat kesejahteraan, juga nasib para anak-anak korban Lumpur Lapindo juga tidak mendapatkan layanan yang seharusnya mereka nikmati,
    mari mulai hari ini kita donasikan Rp.1000 untuk anak-anak Korban Lumpur Lapindo.

Leave a Reply