Anak-Anak Jaman Sekarang…

anak indonesia

Mungkin anak-anak yang hidup di akhir tahun 80an hingga pertengahan 90an jauh lebih beruntung daripada anak-anak yang ada sekarang.
Betapa tidak? Jaman sekarang, jarang sekali, bahkan nyaris tidak ada lagu atau film anak-anak. Semua lagu dan film yang sedianya hanya untuk dikonsumsi kaum remaja dan orang dewasa, akhirnya turut menjadi konsumsi anak-anak juga. Maka tak usah heran bila melihat anak-anak berusia tujuh tahun jaman sekarang suka menyanyi “Oow, kamu ketauaaan, pacaran lagiii…” walau tidak mengerti artinya. Hal ini sangat kontras jika dibandingkan dengan satu dasawarsa lalu dimana lagu yang dinyanyikan anak-anak adalah “Abang tukang bakso, mari-mari sini, aku mau beliii…”
Mungkin berangkat dari keprihatinan akan langkanya acara anak-anak itulah, salah satu stasiun televisi swasta menggagas acara kontes menyanyi untuk anak-anak. Tapi tetap saja, lagu yang dinyanyikan dalam kontes tersebut adalah lagu-lagu orang dewasa. Walaupun kelihatannya agak ironis, namun itulah faktanya. Anak-anak sekarang jauh lebih familiar dengan lagu-lagu orang dewasa itu. Lagipula, mana ada anak jaman sekarang yang kenal Trio Kwek-Kwek dan kawan-kawannya? Bahkan sekarang ini tak ada satupun penyanyi anak-anak!
Selain itu, sekarang hampir tidak ada film (dalam hal ini, yang tayang di televisi) yang masuk kategori aman untuk ditonton anak-anak.

Sinetron yang katanya sinetron anak (karena pemainnya juga masih anak-anak), alih-alih mengajarkan nilai-nilai kebaikan, rasanya malah cenderung mengajari anak-anak untuk menjadi kriminal. Saling mengejek, berkelahi, balas dendam, bahkan rebutan pacar! Belum lagi semuanya itu digambarkan dengan sangat berlebihan. Berbeda dengan dulu, masih ada tontonan yang edukatif macam Si Unyil dan Si Komo. Film kartun yang ada sekarang, seharusnya lebih cocok dikonsumsi remaja kalau dilihat dari jalan cerita dan gambar-gambarnya. Nyatanya, banyak juga anak-anak yang menonton. Mungkin ini akibat mindset yang terlanjur tertanam kalau kartun hanya identik dengan anak kecil. Kalau memang begitu, apa (maaf sebut merk) Happy Tree Friends yang sadistis itu juga cocok di tonton anak-anak?
Efeknya, anak-anak jaman sekarang jadi dewasa terlalu cepat atau tidak berkembang sesuai usia mereka. Anak-anak tak lagi polos seperti bagaimana seharusnya. Anak-anak tak lagi berjiwa anak-anak.

10 Responses to “Anak-Anak Jaman Sekarang…”

  1. galih :

    Pasar sudah berubah. mungkin mulai era Tina Toon lagu anak-anak tidak disukai oleh anak-anak sendiri. Karena pasar yang buruk, pebisnis tidak berani membuka era baru. karena lagu-lagu dewasa semakin sederhana dan mudah dicerna, akhirnya masuk juga ke telinga anak kecil meskipun bukan untuk tingkat umur mereka

  2. det :

    sekarang kan jamannya lagu dangdut plus goyangan mesum..

    gak kebayang ntar anak2 itu jadinya seperti apa :mrgreen:

  3. Anas :

    rasanya perlindungan untuk anak bangsa masih kurang. Misalnya, untuk tayangan di televisi yang kurang mendidik bagi anak-anak. Seharusnya, televisi juga memberikan porsi yang ideal kepada anak, tentang tayangan yang mendidik, gak ada kekerasan, dll.

  4. angki :

    Selain musik, film, sinetron, anak jaman sekarang mungkin g’kenal dengan “permainan jadul” yang notabene mengasah skill dan kreatifitas, seperti benteng, gobak sodor, gundu dsb (IMHO). Mereka lebih suka atau lebih memilih maen video game.

  5. TheGoeh :

    Boleh tanya Melisa sekarang dimana..?apa dibawa si Abang tukang bakso karena dia cuma bayar 200 perak buat baksonya (padahal ia minta banyak baksonya..),diculik mungkin…

    Padahal sintron jaman dulu itu lebih nasionalis lho, sebut ACI..pas di TVRI, sintron remaja itu.

  6. aRuL :

    anak2 kayaknya kehilangan idola kecilnya….

  7. ndop :

    makanya tidak ada alasan untuk tidak menyukuri apa yg kita punyai sekarang ini..

  8. pandu :

    Apa ini hanya perasaan saya sendiri, atau memang ada nuansa deja vu di post ini. Soalnya abis baca post dengan topik yang sama di blognya CC (Chancheh Chikah).

    Well, back to topic. Kayaknya perlu ada UU yang membatasi siaran setantron™ supaya lebih layak ditonton. Film-film Indonesia yang ada sekarang ini terlalu vulgar buat ditonton anak-anak. 😐

  9. hasyaaan :

    RCTI kayaknya menjawab kerinduan seperti ini.. adanya Idola Cilik seolah menjawab semuanya… ya walaupun yg dinyanyikan lagu2 dewasa, tapi memang lagunya disesuaikan dan memang sudah dalam perhitungan yg matang… 🙂

  10. Putri :

    @ galih, anas, arul, ndop, hasyan: agreed, indeed,,

    @ det: saya tiap hari pergi-pulang kuliah dah sering liat contoh kecilnya,,

    @ angki: IMHO, itu mungkin karena jumlah lahan kosong di negara kita kan sudah mulai berkurang mas,, lagian cuaca juga udah mulai nggak ramah,, game juga semakin lama semakin menarik,,

    @ thegoeh: bisa jadi,, 😛

    @ pandu: saya udah baca blog yang dimaksud,, dan baru nyadar kalo isinya juga sama,,
    waktu blogwalking pun saya kemudian juga nemu beberapa blog yang postingan tentang anak-anak indonesia sekarang ini senada,,
    kesimpulannya, banyak juga yang prihatin sama nasib anak-anak indonesia sekarang,, dan hal yang kami prihatinkan (ternyata) sama,,

Leave a Reply