Argo Kuda


Ada berita menarik beberapa waktu lalu di salah satu stasiun TV swasta kita. Tentang “argo kuda”?! Apaan ya?

Argo kuda itu, ya argometer taksi yang telah dimodifikasi agar bisa lari kencang bak kuda pacu. Maksudnya tarif yang berjalan di argo meter tersebut tidak sesuai dengan tarif sebenarnya alias bisa berubah dengan cepat (lari kenceeeeng tadi lho..).

Ga kebayang kan, gimana kalo kita naik taksi ke kampung yang jauh dan ndesooo banget (maaf kalo nyinggung ni J), waktu mudik lebaran misalnya (boro2 naik taksi, buat makan aja numpang koq) 🙂 Pas naik, taksi yang argo kuda lagi!!!Ehm…Bisa-bisa jadi ga lebaran tuh…Pulang2 malah minta tambahan ongkos buat bayarin taksi itu…Mampus deh….

Memang kejadiannya masih di Jakarta, tapi bukan tidak mungkin di Surabaya ga bakal terjadi. Atau bahkan mungkin sudah pernah terjadi. Biasanya yang ngrubah “argo biasa” itu menjadi “argo kuda” (bukan argo bromo lho) ya si sopir taksi sendiri (pak!! tega bangetss…cari rezki ya cari tapi jgn gitu donk).

Modifikasinya sih cukup sederhana, cuman butuh dua kabel yang disambungkan ke bagian tertentu (sok tau…:) aku dewe ga tau bagian mana). Setelah disambung, maka mereka bisa menjalankan aksinya. Tapi, tidak semua argo meter bisa dimodif. Ada sebagian yang diberi pengaman segel, sehingga kalau dirubah bisa2 si sopir kena sanksi dari armadanya (katanya si gitu). Namun, yang ga bisa dirubah cuman dikit, kebanyakan masih tetap bisa.

Mereka bisa menggunakan salah satu dari tiga cara agar bisa menjalankan aksinya membuat “kuda” itu lari kencang. Pertama, setelah bagian dari argo itu selesai disambungkan ke bagian yang dimaksud, kabel itu ditempatkan di klakson mobil. Jadi, seperti tombol bel, setiap klaksonnya dipencet maka si “kuda” akan berlari sekencang-kencangnya (wah gak kebayang kalo pas macet).

Kedua, ditempatkan di kopling mobil. Setiap kopling itu ditarik, ya si “kuda” meringkik, setelah itu….wushhh….lariiiiiii. Ini yang bahaya, nyetir mobil kan pasti nginjak kopling tuh. Dan terakhir, yang ini katanya paling banyak digunakan, yaitu model “petik gitar” (ada2 saja istilahnya). Model ini yang paling sulit terlihat, karena tempatnya lebih tersembunyi. Caranya, kabel2 itu di tempatkan di samping kursi pengemudi. Untuk menjalankan “kuda”, kabel yang ujungnya telah ditelanjangi, digesek-gesekkan pada besi di bawah kursinya itu (ya seperti memetik gitar).

Jadi, yang biasa naik taksi harus waspada nih. Jangan sampe tekor gara2 dikibulin sama sopir taksi yang make “argo kuda”. Karena, mereka kalo beraksi juga ketika penumpangnya lengah. Misalnya, mengajak penumpang ngobrol yang bisa mengalihkan perhatian mereka dari argometer. Nah, ketika si penumpang sudah lengah, si sopir beraksi menggesek-gesekkan kabel2 itu, dan si “kuda”pun mulai berlari. Trus…Pas sampe, gludakkk…Kita harus bayar mahal.

Ada beberapa tips buat teman2 yang biasa menggunakan taksi :

1. Telah dijelaskan di atas, kadang2 sopir mengajak kita ngobrol. Boleh saja kita melayani mereka ngobrol, tapi tetap konsen juga ke argo meternya.

2. Perhatikan gerak-gerik sopir yang mencurigakan. Kalo melihat gerakan yang mencurigakan, perhatikan segera argonya, apakah ikut “bergerak” juga (ya pasti gerak tho mas…)

3. Kita yang sering bepergian naik taksi, pasti tahu kira2 jarak antara tempat kita dan tujuan. Jadi, perhitungkan jarak yang ditempuh dengan tarif yang berlaku (kira2 berapa ya tarifnya perKM? saya ga tau, soalnya jarang naik taksi). Nah, ketika argo menunjukkan lain dari biasanya, kita bisa komplain (tapi kalo lebih murah biarin…). 🙂

4. Buat yang mudah tertidur ketika naik kendaraan juga harus waspada. Tips di no.3 bisa membantu.

5. Tips ke5, buat yang pengen hemat, dan biar ga was2 ketipu sama sopir taksi. Mending naik angkot aja dah….hehehe.

Namun, dari peristiwa itu kita tidak bisa menyalahkan sopir sepenuhnya. Armada taksi yang merekrut mereka juga patut dipertanyakan. Karena saat ini menjadi sopir taksi sangatlah mudah, hanya menunjukkan KTP, SIM, keterangan domisili dan sedikit syarat lain. Sehingga kemungkinan ada oknum2 sopir nakal juga semakin besar. Tidak seperti dulu, menjadi sopir taksi selain syarat2 di atas, ada juga survey domisili, surat keterangan dari polisi, kemudian ada jaminannya pula dan seleksi mereka pun ketat.

Selain itu pengecekan argometer tiap enam bulan sekali yang dilakukan armada juga tidak menjamin kebenaran argo tersebut. Bisa saja, ketika dicek, sopir2 itu merubah ke bentuk aslinya.

Yach…Kita aja yang harus hati2 ketika mau naik taksi. Mungkin ada yang mau menambahkan tips2 di atas???

16 Responses to “Argo Kuda”

  1. evelynpy :

    Lho hal ini bukannya sudah terjadi sejak jaman krismon di Indonesia di mulai ya?
    Bukannya ini bukan sesuatu hal yang baru?
    * bingung* 🙂

  2. gandhi :

    hmm argo kuda yaaa

    karena say dulu pencinta taksi jadi sedikit tau soal ini. Tips dari saya adalah :

    1. Kalo memang kita rutin menggunakan taksi, usahakan berlangganan dengan 1-2 taksi yg bisa kita percaya. Caranya meminta no telp si supir. Jadi kita kalo ada perlu apa2 tinggal telp si supir. Ini sudah saya lakukan di malang dan jogyakarta.
    2. Usahakan cari taksi yg benar2 bonafid dan tempat mangkalnya. Ada beberapa armada taksi yg bisa dipercaya kok, usahakan selalu menggunakan armada taksi tersebut’
    3. Kalo memang jarak yg kan dituju jauh, jgn menggunakan argo, tapi gunakan jasa pembayaran borongan. Hampir setiap armada taksi punya rute pembayaran borongan. Misal sby -mlg ato sby – tuban dll.
    4. kalo tujuannya luar kota, usahakan sebisa mungkin cari taksi pulang. Misal dari sby mau ke malang, carilah taksi pulang [ taksi malang yg mengantarkan pelanggan ke sby] biasanya daripada pulang kosong mereka mau kok membawa pelanggan dengan harga miring. Untuk daerah sby taksi pulang bisa di temukan di daerah juanda dan aloha
    5. kalo emang masih ragu bawa kendaraan sendiri aja 😛

  3. fafiarofiq :

    @evelynpy : ga usah bingung…mungkin dah dari dulu kejadian kayak gini ada…tapi buktinya di berita ada tuh…mungkin saat ini lagi gencar lagi kali..

    @gandhi : mas apa pak ya??? 🙂 makasih tambahannya, moga aja bermanfaat. Kita kan harus waspada terus. bukan begitu??

  4. galih :

    buat yang belum pengalaman, ambil taksi yang bisa dipercaya. Blue Bird adalah brand yang paling dipercaya saat ini. Kalaupun sudah pengalaman, ambil aja taksi yang terkenal: Blue Bird, Express, Putra, Dian Taksi, Koperasi Taksi.. jangan sekali-kali naik taksi yang nggak jelas.

  5. JieWa Nakamura :

    *sebelumnya maaf nih nyebut merek*
    Blue bird paling bisa dipercaya. Tapi lately saya prefer Express, karena masih pake tarif lama 🙂

  6. filyung :

    Dari pada kita kena argo kudanya, gmana kalo kita naik dokarnya aja sekalian?
    Enak, gak ada argo, jauh deket sama aja, rendah polutan udara, pake bio solar eh salah Bioenergi so gak perlu ngantri di POM, lebih lincah masuk jalan kecil juga bisa, jarak kelebihan jauh 50 meter paling gratis gak ada biaya tambahan,
    gak pernah ada alesan nunggu ganti ban, apalagi ganti oli, gak pernah mogok di jalan, apalagi sampe bantuin dorong, juga bebas perkir di banyak tempat dan bisa berhenti di hampir setiap pinggir jalan. Juga ada fasilitas pengganti AC yaitu AB (Angin Brobos), salah parkir gak usah takut ketilang, kelemahannya mungkin cuman “kendaraan khusus dalam kota” saja, trus gak bs kerja lembur, and ada siklus “malem tidur siang kerja”.
    Dan yg lebih lagi, kalo di taxi ada ejekan argo kuda tapi di kuda gak ada ejekan argo taxi.

  7. Det_caT :

    @galih
    wah.. ini kok ngajarin ambil taksi? ntar ketahuan yang punya taksi bisa digebuki orang sekampung mas… *hehe becanda kok*

    ada strategi lain yang biasa dipakai sopir taksi, yaitu melewati rute yang mbulet2… dulu awal2 di sby saya dari st.gubeng mau ke its dilewatkan ngagel dulu… puter manyar.. puter menur pumpungan, masuk kertajaya, baru nyampe its!!! jauuuuhhhhh beneeerrrrrr!!!

    trus pas di dalam taksi tuh sang sopir menawarkan ‘gadis penghibur’ ke saya! “banyak pilihan lho mas.. yang masih SMP atau SMA juga ada lho.. pokoknya gampang, kalo pengen nanti saya anter ke hotel!”

    ada sopir yang bohong pasti ada sopir yang jujur!

  8. Edi Psw :

    Memang banyak oknum-oknum sopir taxi yang berbuat begitu.
    Tapi tidak semuanya. Masih banyak sopir taxi yang jujur.
    Yang penting kita harus waspada. Setiap gerak-gerik mencurigakan, kita amati aja.

  9. aRuL :

    jalan kaki aja napa ?
    😀

  10. Supermoto :

    udah gak pernah naek taksi….

  11. aRuL :

    Jalan kaki aja 🙂

  12. aRuL :

    Kampanye jalan kaki yuk! selain mengurangi beban dunia ini terhadap global warming…
    *secara gw ngak ada kendaraan :lol:*

  13. Anang :

    sip jalan kaki bisa meningkatkan kinerja jantung.. dan otot kaki juga… mari bergaya hidup sehat dengan jalan kaki…..

  14. gandhi :

    jalan kaki sah2 aja. lha kalo kayak saya dari sidoarjo ke sby.. moso musti walk on work? kejam ini namanya, penyiksaan.

  15. aRuL :

    maksudnya, gini mas gandhi, kalo emang dekat bisa dijangkau pake kaki, kita pake kaki aja, nah kalo jauh yah emang mesti pake kendaraan 😀

  16. marti :

    tertibkan argo taksi baik itu putra, ekpress, dan lain lain

Leave a Reply