Dana Vokasi dan Efeknya

Kota Surabaya terpilih sebagai model untuk pembangunan kota vokasi di Indonesia. Untuk itu, Surabaya melalui Bapak Walikota, Bambang D.H., menerima dana sebesar Rp 4 M dari Depdiknas pusat. Terpilihnya Surabaya jelas membanggakan, namun juga mempunyai efek yang lumayan besar dan ruwet.

Maksud vokasi disini yaitu sekolah-sekolah kejuruan. Selain mempunyai image yang “siap kerja”, ternyata sekolah vokasi ini banyak diminati di Surabaya. Hal ini terlihat dengan semakin banyaknya pelajar yang memilih untuk belajar di sekolah kejuruan. Dengan terpilihnya sebagai pusat vokasi dan juga kucuran dana yang sangat besar, pemerintah kota Surabaya mempunyai pekerjaan rumah yang tidak sepele. Hal yang paling mendasar adalah pertanyaan yang pasti timbul dikalangan masyarakat khususnya pelajar, “sampaikah” dana tersebut ke tangan yang berhak..? Pertanyaan yang wajar, mengingat banyaknya kasus bantuan yang tidak sampai. Hal selanjutnya yang menjadi pertanyaan yang tak kalah penting, setelah para pelajar lulus, bisakah mereka memperoleh kerja…? Meskipun, pemkot berjanji untuk menjadi “agen” penyalur tenaga kerja, namun lebih bijaksana apabila dana tersebut juga dipakai untuk hal ini.

Contoh sederhana mungkin adalah memberikan pinjaman bunga lunak bagi para lulusan program vokasi. Dengan pemilihan yang ketat, para lulusan baru ini bisa membuka usaha secara mandiri. Meski target utama bantuan ini adalah untuk pengembangan pendidikan IT dan otomotif, namun selayaknya bidang lain juga diberi kesempatan yang sama luas. Misalnya saja, lulusan-lulusan terbaik dari sekolah kejuruan masak. Mereka dikumpulkan untuk kemudian diberi pengarahan dan pinjaman untuk membuka rumah makan dan sebagainya. Atau mungkin para lulusan SMK elektro, lulusan-lulusan terbaik diberi pinjaman yang sama agar mereka bisa membuka wiraswasta. Pinjaman tersebut bisa diambil dari dana tadi. Dengan pengarahan yang tepat, selain bisa untuk membuka usaha mandiri, hasilnya bisa untuk mengangsur kepada pemkot. Hal ini menjadikan semacam sinergi yang sehat dalam arus kas keuangan bagi lulusan vokasi dan bantuan tersebut.

Tidak boleh dilupakan juga adalah masyarakat dari luar Surabaya. Pemkot Surabaya sebagai pemerintahan “ibu kota” propinsi, mempunyai tanggung jawab moral kepada daerah-daerah luar Surabaya. Jangan sampai terjadi kesenjangan yang besar antara Surabaya dengan kabupaten-kabupaten lain.

Kita semua berharap, agar dana bantuan ini menjadi semacam babak baru bagi pendidikan di Surabaya pada khususnya dan daerah lain pada umumnya. Peran serta dari semua pihak juga sangat diharapkan. Tidak adil juga kalau kita membebankan masalah pendidikan kepada pemerintahan saja. Semoga berhasil….

4 Responses to “Dana Vokasi dan Efeknya”

  1. gajah_pesing :

    Jadi pengen kursus masak ni..

  2. kucluk :

    semoga dana tersebut tersalur ke tangan yang benar..

  3. mudz069 :

    4 milyar ? Wuih, kalau dibuat ke warnet bisa untuk browsing selama 228 tahun nonstop.
    Yah, semoga proyeknya berhasil.

  4. shei :

    amin..
    moga aja surabaya nggak jadi egois gitu yee 😛

Leave a Reply