Dirgahayu Surabaya

Photobucket

“surabaya di tahun 45
kami berjuang……
kami berjuang….. bertaruh nyawa”

Diatas adalah penggalan dari lagu berjudul surabaya

Lagu yang liriknya membakar semngat arek-arek suroboyo,atas perjuangan arek-arek suroboyo saat pertempuran 10 november 1945 melawan tentara sekutu.

Saat itu hanya bermodalkan sebilah bambu runcing, para pejuang yang mayoritas adalah pemuda berjuang bertaruh nyawa menghadapi tentara sekutu yang bersenjatakan modern.
Namun kala itu pidato bung tomo seakan memberikan hipnotis pada semangat arek-arek soroboyo ini, lebih baik mati dimedan perang dari pada hidup didalam penjajahan.

Di hotel Yamato para pemuda surabaya menuurnkan dan merobek warna biru pada bendera belanda ,hal ini yang disebut sebagai peristiwa tunjungan.

Pertempuran dimana-mana,surabaya bak menjadi lautan darah.
Beribu-ribu nyawa melatang untuk mempertahankan bumi Surabaya tercinta,di pihak sekutu pun banyak juga yg menjadi korban,salah satunya adalah Brigadir Jenderal Mallaby.
Atas peristiwa maha dasyat itu surabaya digelari sebagai kota pahlawan serta tanggal 10 November ditetapkan sebagai hari pahlawan.

Itu dulu…..

Kini 64 tahun telah terlewati.
Surabaya telah menjelma sebagai kota metropolitan kedua setalah ibukota Jakarta
Roda perekonomian telah berjalan begitu pesatnya
Surabaya menjadi kota jujugan bagi warga di sekitarnya,mereka berbondong-bondong menjejali kota yang panas ini demi untuk kebutuhan bertahan hidup.

Surabaya menjadi begitu komplek dengan berkumpulnya menjadi satu beberapa suku.
Bertampahanya populasi tidak diimbangi dengan pembangunan di sektor perumahan murah sehingga terjadi desakan-desakan serta memicu timbulnya berbagai masalah.

Warga surabaya sendiri kini telah terpinggirkan dengan dampaknya dibangunnya mall serta pasar-pasar modern yang semakin pesat.
Hal itu juga yang menjadi dampak dari terjadi nya banjir dimana-mana yang seakan -akan sudah menjadi bencana musiman bagi kota ini.

Kini surabaya telah semakin tua
Di usianya yang menginjak 716 ini
Semoga kedepan tidak lagi terjadi peristiwa menyakitkan di surabaya ini
Semoga surabaya menjadi kota ramah bagi wong cilik

Dirgahayu Surabayaku

9 Responses to “Dirgahayu Surabaya”

  1. Rusa Bawean™ :

    selamat hari jadi kota surabaya yang ke 716
    🙂

  2. luxsman :

    yo umure pancen pitung atus tahun ananging leh nggawe peraturan koyo bocah umur 3 tahun ae, banting, rusak, uncal kono kene…

  3. itempoeti :

    kemajuan yang dicapai surabaya ternyata memakan anaknya sendiri…
    problem klasik modernitas…

  4. sepur :

    Ngucapin aja : Dirgahayu Kota Surabaya Ke 716
    semoga makin maju dan makin sejahtera warganya

  5. gajah_pesing :

    Warga Stren Kali hanya mampu mengucapkan, “Selamat Ulang Tahun Surabaya”, walau dalam hati masih berteriak pedih..

  6. crow poc :

    kenapa ultah surabaya harus ternoda??

  7. noviantopr :

    Surabaya… oh surabaya…tempat lahir, hidup dan Insya ALLAH mati ku… Semoga tambah umur kota tercintaku tambah mantab dan maju

  8. onyel :

    surabaya oh sby, disini aq menimba ilmu selama 4,5 tahun
    Surabaya wez koyo kota ndiri bagiku
    tapi aq lom pernah merasakan gemerlap ultah sby scra langsung
    (paling ndilok kembang api soko atap kos2an, hihihi…)
    Met Ultah Zuroboioku
    my 2nd hometown

  9. Hipnotis :

    Thanks artikelnya, keep posting and salam kenal… 🙂

Leave a Reply