Golput Banyak, Pilkada II perlu anggaran duit rakyat lagi..!

Sehari setelah pencoblosan pilkada jatim sudah sangat terasa di banyak tempat TPS TPS yang sangat sepi dari calon pemilih ataupun masyarakat yang benar benar menggunakan hak pilihnya. Hal ini menyebabkan angka golput di jatim terbilang sangat tinggi dan menyebabkan pendapatan suara untuk masing masing calon menurut hasil quick count tidak mencapai hasil 30%.

Maka bisa dipastikan untuk menunggu hasil perhitungan suara real versi KPU yang cagub hanya bisa H2C (harap harap cemas) karena pilkada putaran II akan benar benar dilaksanakan karena tidak bisa memenuhi quota 30% keatas. Dimana Pilkada putaran ke 2 nanti akan ada pembengkakan biaya ataupun anggaran yang akan diminta ke pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah.

Nah secara tidak langsung duit rakyat lagi yang akan di pake ataupun di hambur hamburkan, padahal ini bisa dihemat kalo semua golputers… mau menggunakan hak pilihnya…….

Gimana nih tanggapan teman teman kita….

lagi lagi rakyat yang harus menanggung biayanya…?????

15 Responses to “Golput Banyak, Pilkada II perlu anggaran duit rakyat lagi..!”

  1. faizal :

    eh mau nyoblos kok enggak tau prosedurnya ya? ada yang tau publikasinya kah? akhirnya gak nyoblos nih, nyoblos modal KTP(kartu dan surat ijin menyoblosnya gak ada) kan ‘katanya’ gak bisa. pengennya nyoblos sih, wah jadi merasa bersalah, mbuat uang rakyat terbuang lagi 🙁

  2. sugenk :

    lawong memang gak punya kartu pemilih…
    saya ndak ikut2 nyoblos!
    ndak ikut2 deh!

  3. avy :

    gak golput salah, dadi golput salah.
    yo wis nasi sudah jadi bubur.
    yo golput maneh wae….
    tapi saya kemaren coblosan gak golput.
    wis milih pake hati nurani wae.
    pokoke tangane nyoblos sing endi, mari. langsung mulih.

  4. jazili :

    Ya upaya penggolputan kayaknya emang ada indikasi kesana, duit rakyat lagi yang dipakai…

    Parah nih…

  5. det :

    bismillahirrohmanirrohiim

    cak dul, golput itu kan golongan putih. putih itu suci. jadi kalo golput artinya memilih untuk tetap suci. tidak ternoda.

    ada banyak alasan untuk golput:
    1.gak suka semua calon
    2.males ke tps
    3.ndak tau ada pilkada
    4.males pulang kampung (yang lagi kul, kerja di luar kota)

    Surabaya, 25 Juli 2008

    Salam Damai,

    Cak Det

    alhamdulillah

  6. faizal :

    Kalo aku memang masuk alasan yang ke 4 mas Det, ya itu, harusnya ada sistem yang lebih ok, misal bisa nyoblos dimana saja asal masih 1 daerah (mis : jatim) kalo bisa luar daerah malah tambah baik. Untuk kartu coblosan kan bisa memanfaatkan KTP, tapi administrasi pembuatan KTP harus diperbaiki dulu, jangan sampe ada yang dobel2, (eh ada ya yang punya KTP dobel, ex mdn punya, sby punya 😀 aneh)

  7. udin :

    golput, juga pilihan
    thanx

  8. anggi cute :

    GoLpuT jg nih..:-)
    Gie malah punya KTP kota yg ga Gie tempatin lg.huwh..
    Bner,coBa aTurannya bs lbiH fleksibel.boleh coblos ditempat mana aja asal masiH 1 wilayah..
    Tp da sisi negatifnya jg.
    Jd jgn salaHin yang golpuT!
    (ngebela diri ;-D)

  9. p4ndu_454kura© :

    Pertanyaannya bukan tentang uang rakyat, tapi, kenapa golput?

  10. p4ndu_454kura© :

    Lagian, cagub dilarang menggunakan uang negara saat kampanye. Mereka dapat dana dari partai pendukung dan sumbangan sukarelawan. Sudah ada peraturan tertulisnya itu, dan kalau dilanggar, cagub akan didiskualifikasi.

  11. Anas :

    Gimana putaran kedua ya? katanya anggarannya 240 milyar lebih… Boros benar. Baca Golput Membayangi Pemilu Putaran ke 2 Jatim

  12. Raden Mas Angki :

    bismillahirrohmanirrohiim

    Tulisan cak Dul kali ini tidak VISIONER. Azas ketidakpercayaan pada calon Gubernur yang menjadi alasan saya jadi Golput.

    Lebih baik membuang 225 miliar daripada harus kehilangan 5 miliyar tiap hari selama lima tahun.

    naudzubillah

  13. aditcenter :

    Setuju sama sampean cak Dul.. Proses pemilihan seperti ini merupakan salah satu ungkapan hak Asasi kita sebagai manusia yang berhak memilih dan Dipilih..

    kalau semua calon tidak ada yang cocok, maka kenapa g dicoblos semua aja gambarnya. Hal ini lebih baik dari pada Golput (walaupun cara ini juga kurang baik). karena Golput berarti anda telah mendzalimi diri anda sendiri…

    memang sulit mencari sosok pemimpin yang ideal, namun jika sikap skeptis ini berlanjut, maka jangan harap kesejahteraan akan datang..

    Berbicara masalah cocok atau tidak cocok itu sangat relatif dari penilaian individu. Apalagi kalau sudah menyangkut yang namanya Dana/Duit/Komisi dll. kita tidak boleh asal mengklaim tentang ini, perlu data yang jelas dan akurat. kalau memang setiap hari membuang 5 milyar, maka harus dilihat juga berapa Milyar yang didapat setiap hari. jangan memaparkan isu yang setengah2, karena info yang kita dapat nantinya bisa disalah artikan.

    Menurut saya, ini fenomena cak Dul,, beginilah kebiasaan rakyat Indonesia, mereka hanya bisa menuntut (walaupun itu juga hak mereka) namun kalau sudah diberi kesempatan, mereka enggan menggunakannya. Disana-sini banyak yang teriak tentang “Pelanggaran HAM”, namun saat Pemilihan, mereka tidak menggunakan hak pilihnya. teriak Anti pelanggaran HAM, tetapi melanggar HAM mereka sendiri….

  14. masadrians :

    Parah nih…

  15. devina :

    kmrn selasa br ae coblosan….
    tp koq skrng hasilnya belum pasti sih….
    sapa yang menang?????
    bedanya juga kliatannya tipis….
    klo gtu…
    rugi dunk diadain putaran kedua ni….
    ck..ck…
    buang2 duit aja…
    padahal rakyat melarat……

Leave a Reply