Hati-hati Di Jalan

Ungkapan seperti judul diatas ini, boleh jadi teramat sangat sering kita dengar, terutama kalau mau berangkat, entah ke sekolah, kuliah, tempat kerja, atau kalau mau plesir keluar kota. Tapi coba kita lihat, seberapa hati-hatikah pengendara di jalan raya?

Kalau teman-teman amati, ada papan elektrik yang dipasang di depan Polsek Tegalsari, dan juga di dekat tikungan menuju ke arah jembatan layang Mayangkara. Disitu ada tulisan tentang data kecelakaan untuk 2008. Ternyata, sampai bulan Mei ini, jumlah kecelakaannya sudah lebih dari 410 kejadian. Yang lebih mengerikan lagi, ternyata jumlah korban tewas akibat kecelakaan itu sudah mendekati setengahnya, atau sudah lebih dari 200 kejadian. Sementara jumlah korban luka berat dan ringannya juga tidak sedikit.

Sekarang, coba teman-teman amati di jalan. Bagaimana dengan perilaku pengendara sepeda motor, dan juga mobil termasuk angkutan umum? Ternyata, cara berkendara mereka sangat berbahaya. Ini pernah diungkap mas Ganton dan mas Komang Ferry dari Dharma Safety Drive, sebuah lembaga yang mengajarkan berkendara aman dan selamat. Yang sepeda motor sudah ugal-ugalan, tidak kenal ampun kalau sudah maunya sendiri yang muncul, potong kanan-kiri dan senggol spion orang sudah bukan hal baru lagi. Pun juga pengendara mobil tidak kalah sangarnya dalam berkendara. Biarpun ada yang sudah kasih lampu sein, ternyata masih saja ada yang nggak mau mengalah sedikit, memberi jalan. Sebaliknya, kadang-kadang yang ngasih sein pun juga begitu, belok dulu baru kasih sein.

Pihak kepolisian pernah menyatakan, kecelakaan itu selalu diawali dari pelanggaran. Jadi kesimpulannya, angka kecelakaan yang sangat tinggi di Surabaya ini, bisa jadi karena kedisiplinan pengendara dalam mematuhi peraturan lalu-lintas sangat rendah, sehingga kecelakaan sering terjadi. Secara kuantitas, ada peningkatan yang lumayan besar untuk tahun ini, dibandingkan tahun 2007 kemarin.

So, kalau mungkin orangtua, istri, suami, anak, atau pacar sudah mengatakan, “Hati-hati di jalan ya!”, mudah-mudahan kita semua sudah betul-betul menerapkannya di jalan. Beberapa klub sepedamotor sendiri pernah menyatakan, sudah berusaha menyosialisasikan keselamatan berkendara, tapi sejauh ini hasilnya masih belum terlalu tampak, begitu juga dengan apa yang sudah dilakukan beberapa klub mobil. Sekali lagi, hati-hati di jalan Kawan!

6 Responses to “Hati-hati Di Jalan”

  1. Det :

    Selain hati2 di jalan, sebelumnya harus memenuhi syarat berkendara aman. Memakai perlengkapan keselamatan (helm, safety belt, masker), cek kondisi kendaraan (roda, lampu, bahan bakar, sistem rem), cek kondisi tubuh dan bawa dokumen penting (SIM, STNKB). Jangan lupa berdo’a sebelum berangkat.

    Budhal slamet, muleh slamet! :mrgreen:

  2. aRuL :

    iyah saya sepakat det.
    program keselamatan di jalan mesti sejak dini dikenalkan di SD, SMP, SMA, kalo perlu jadi kurikulum

  3. yudhita :

    Wah, Yuki senang mengamati lalu lintas ya? Sama dong kayak saya. Suka sebel sama pengendara yang seenaknya. Kita hati-hati, eh orang lain selonong boy. Jadi kita tetap hati-hati saja, deh di jalan. Jangan lupa banyak-banyak berdoa.

  4. Paijos :

    Bener tuh. Apalagi di daerah deketnya AMPEL. Kacau bro, polisi tak berkutik.
    Berangkat semangat, pulang selamat.

  5. lison :

    bener juga ungkapan yang sepandai pandai bajing meloncat maka nantinya akan jatuh juga….
    pernyataan ini saya buat karena saya mengalaminya sendiri saat tabrakan ama anak kecil dulu, sekarang saya sudah “tobat” lah dalam artian tidak melakukan manuver berbahaya dalam berkendara di jalan dan lebih hati hati
    yang saya sesalkan di surabaya ini adalah banyak traffic light bukan sebagai petunjuk berhenti dan jalan, melainkan hanya sebagai lampu hiasan dikota yang “sparkling” ini.
    Bagaimana tidak lampunya merah di simpangan kanan jalan gak ada kendaraan, langsung serobot aja tuh (terutama sepeda motor. Saya melihatnya sangat miris sekali dengan hal itu. untung untungan gak ada kendaraan di seberang jalan kalau ada kendaraan gimana… pastilah itu menjadi kejadian tabrakan yang paling parah di dunia…………….

  6. yudi supriadi :

    benar banet tuh, selain kita harus berhati hati kita juga harus selalu berdoa, agar diberi keselamatan………

Leave a Reply