HIV/AIDS

red ribbon

red ribbon

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa tanggal 1 Desember di peringati sebagai Hari Aids Sedunia. Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kita ingat kembali apa itu HIV/AIDS.

HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, yaitu virus penyakit yang menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh manusia.

AIDS singkatan dari Acquired Imunne Deficiency Syndrome, yaitu sekumpulan gejala atau infeksi (syndrome) yang timbul karena rusakknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau virus-virus lain yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV dan lain-lain). Virus-virus seperti ini umumnya di tularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam atau aliran darah dengan cairan tubuh yang mengandung virus HIV seperti darah, cairan vagina, air mani, cairan preseminal dan cairan ASI. Penularannya dapat melalui hubungan intim, transfusi darah, pemakaian jarum suntik yang terkontaminasi oleh virus HIV, antara ibu dan bayi selama proses kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta hal lain-lain yang menyebabkan terjadinya kontak langsung dengan cairan virus tersebut.

Kembali ke topik awal….!!!

Dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia, hari Jum’at 28 November 2008 para aktivis AIDS dari Surabaya membagi-bagikan 250 bra dan 250 celana dalam gratis kepada para PSK di daerah Tambaksari dan Bangunsari Surabaya. Bukan hanya itu saja tetapi mereka juga membagikan brosur mengenai bahayanya penyakit HIV/AIDS.

(sumber)

Selain itu pada tanggal 26 Juli 2008 lalu, PT Unilever Indonesia Tbk. melalui Yayasan Unilever Peduli bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surabaya melalui Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Surabaya dan LSM Spektra, telah mencanangkan gerakan “Surabaya Stop AIDS”, yaitu suatu program pemberdayaan remaja dalam upaya pencegahan penularan HIV/AIDS di kalangan masyarakat di kota Surabaya.

Program pemberdayaan remaja yang diinisiasi oleh Yayasan Unilever Peduli, Komisi Penanggulangan AIDS Surabaya dan LSM Spektra ini, telah membuka mata masyarakat Surabaya tentang cara pencegahan penularan HIV/AIDS sedikitnya kepada 24.940 remaja dan 2.000 keluarga di kota Surabaya

(sumber)

Sebegitu bahayanya penyakit HIV/AIDS. Kita sebagai generasi muda sekaligus sebagai generasi calon penerus bangsa, maka alangkah baiknya bila kita selalu waspada terhadap HIV/AIDS ini. Jauh-jauh dengan apa yang disebut narkoba dan free seks. Jangan pernah mengenalnya apalagi sampai mencoba. Sampai detik ini pihak medis belum menemukan obat yang tepat untuk menyembuhkan penyakit ini. Mereka hanya bisa menemukan vitamin-vitamin yang berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan hanya sekedar menghambat penyebaran virus HIV bukan mematikannya.

Jadi siapa lagi yang bisa menyelamatkan kita dari bahaya HIV/AIDS kalau bukan diri kita sendiri. Hidup hanya sekali maka hiduplah yang benar dan berarti.

Say No To Drugs

Say No To Free Seks

Save Our Future

Keep Spirit

Selamat hari AIDS semoga kedepannya nanti tidak akan ada lagi AIDS di kota Surabaya khususnya dan bangsa Indonesia umumnya.

16 Responses to “HIV/AIDS”

  1. gajah_pesing :

    Say No To Drugs!

  2. aRuL :

    saay sebenarnya mempertanyakan kenapa harus membagikan bra *tanya anang sebagai SPG* kepada para PSK itu…
    berarti pemerintah menghalalkan adanya prostitusi, berarti dengan sendirinya pemerintah sendiri yang menyebarluaskan AIDS..
    jadi yang mesti di kampanyekan tu adalah pemerintah untuk melarang adanya prostitusi!!!

  3. chapunx :

    ehmm.. program yg dijalankan pemerintah ini maksudnya bagus, tetapi dari dulu kok program2nya cuma bagi – bagi barang ataupun juga brosur ya…
    Toh Dengan bagi – bagi brosur maupun barang hanya kepada PSK bukannya jumlah penderita menurun namun semakin bertambah.
    Menurut saya lebih baik mengajak masyarakat untuk belajar turun langsung berinteraksi dengan para penderita, sehingga para penderita tidak merasa terasingkan dan merasa didiskriminasikan. Bukannya malah pemerintah secara tidak langsung menakut – nakuti masyarakat untuk bergaul dengan penderita…
    Memang sih mencegah lebih baik daripada mengobati, tapi jangan lupa memberi semangat sembuh untuk si sakit juga ibadah.. ^,^v

  4. santy :

    ooh..jadi yang membagi2kan bra dan cd itu karena peringatan hari aids to..hm.. kiraian apaan pas baca hetlain-nya koran ^_^
    tapi apa maksudnya sih membagi-bagikan itu? -__-” maksudnya mereka ga bisa beli daleman sendiri kah? -_-” aduh bingung

  5. det :

    sing penting ojo ngesex sembarangan sama orang yang bukan pasangan sah (suami-istri). trus jangan melakukan hal2 yang dilarang agama. insyallah aman!

  6. venus :

    basmi HIV..
    selamat kan dunia!!

  7. Avy :

    loh det tobat to…….:P peace det….

  8. p4ndu_454kura® :

    Mas anang ikut mbagikan, nggak? :mrgreen:

  9. mudz069 :

    Yap, aku sependapat dgn Arul, sebaiknya pemerintah sebagai pemegang power membasmi AIDS langsung kesumbernya, yg diantaranya berupa tempat lokalisasi.
    Aku rasa memelihara tempat gituan ga ada untungnya kecuali bagi segelintir orang en oknum.
    Meski ada lokalisasi toh frekuensi pemerkosaan relatif tetap tinggi.
    Juga tidak lupa tetap menjalankan kegiatan operasi pasar……..yakni sweeping terhadap pasangan non pasutri yg menginap di hotel n losmen.
    Sumber AIDS lainnya yaitu narkoba, aku rasa kita sebagai bangsa sudah melakukan sesuatu yg on the track. Dalam hal ini pihak kepolisian sudah cukup serius memeranginya meski seringnya cuma dapat yg kelas kambing.
    Terhadap kelas kakap yg tertangkap sebaiknya pengadilan ga usah sungkan sungkan memberikan “tali gantungan”. Toh kematian satu orang bisa menyelamatkan sekian orang lainnya.
    Terus satu lagi, aku rasa arena sosialisasinya dipindah ke ruang pendidikan.
    Sudah waktunya kita ga merasa risih, ga merasa tabu untuk membicarakan seputar sex dgn siswa siswi sekolah menengah dalam kemasan sex education [mungkin perlu kurikulum tersendiri ?].
    Perlu penekanan bahwa sex itu kalau dilakukan dgn benar [sesuai kaidah agam] akan terasa sangat nikmat dan mendapat pahala. Dan sebaliknya bakalan dijangkiti HIV dan perlu minum ARV sepanjang hidupnya.
    Masak kita kalah sama produsen makanan yg sudah melakukan kaderisasi konsumen dgn aksi mendatangi SD SD dan menjual kudapan murah ?

  10. mudz069 :

    Aku sependapat dgn Arul, pemerintah dalam hal ini sebagai pemegang power sebaiknya dalam memberantas AIDS ya langsung kesumbernya, yg diantaranya berupa tempat lokalisasi.
    Aku rasa ga ada gunanya kita pelihara tempat gituan. Andai dilihat dgn neraca, kog rasanya lebih besar invest sosialnya dibanding profitnya, lebih banyak kerugian dibanding keuntungan yg didapat.
    Meski sudah banyak tempat gituan toh kasus perkosaan masih ada juga.
    Tentang sumber AIDS lainnya yakni narkoba , aku rasa kita on the track, dalam hal ini jajaran kepolisian sudah cukup serius memeranginya.
    Mungkin perlu bantuan dari para wakil Tuhan [hakim] agar lebih tegas dalam memvonis khususnya bandar kelas kakap dgn membawa ke ” tiang gantungan”.
    Terus yg lain adalah dgn mengintensifkan penyuluhan tentang sex education ke siswa siswi sekolah menengah. Sudah saatnya stigma bahwa sex itu tabu diamandemen.
    SMP-SMA ?Aku rasa perang lawan HIV ini perang jangka panjang
    dan merekalah aset cukup penting dimasa depan.
    Masak kita kalah dgn produsen makanan yg telah melakukan kaderisasi konsumen, melakukan jemput bola dgn mendatangi SD dan menjual camilan harga diskon bahkan gratis ?

  11. dinda_cute :

    mas anang ko g muncul belazzzz po lagi sibuk membagi bagikan kihhhh 😳

  12. arqu3fiq :

    *Waaah obral CD sama Bra ya?*

    Kita sebagai penerus bangsa, harus bisa mengontrol diri sendiri. Menjaga diri kita sendiri dari ancaman HIV/AIDS yang mewabah di Negeri tercinta ini. Selama kalian hidup sehat lingkungan juga sehat.

    Maka dari itu mari kita mulai dari diri kita sendiri. Sebelum orang lain memulainya.

    Keep Say : No To Drugs
    No Free Sex

    Go to Green Surabaya.

  13. aR_eRos :

    beuuuh potone sing duwur lapo kui

    say no to dinda eh kliru, say no free sex say no tu napza, say no to… *opo mane yo
    wes pokok seng say no… say no… sek ra apik gawe kesehatan, sosial lan agama

  14. markonah :

    markonah, fasilitator Surabaya Stop Aids Lsm SPeKTRA dan Unilever.kayaknya gak ada artinya dan maksudnya dengan membagikan bra, kalau manfaat di bagikan bra ya… bermanfaat aja orang dikasih, namun yang pasti cobalah mengetahui apa penyebab, penularannya dan bahayanya. mari kita cegah bersama sama dari diri kita sendiri dan saudara. kalu bukan kita siapa lagi……………………………………

  15. Marrianette :

    HIV/AIDS is still a problem today despite huge medical advances, i am wondering if there would ever be a cure for this disease .

  16. Caramoantour :

    It is quite scary that there is still no cure for HIV/AIDS and the only way we can fight it is by prevention. How long would it take our scientists to develop a cure or vaccine for this disease?
    !

Leave a Reply