Is it Bad News is a Good News ??

Is It Bad news Good news ?

Saya agak miris melihat berita-berita yang seliweran di televisi lokal beberapa tahun terakhir ini. Kenapa ya semua isinya lebih menitikberatkan pada berita yang bikin jantung para penontonnya itu deg deg ser.

Kita lihat saja, dari berita BBM, Sembako, Mitan yang berbondong-bondong melonjak naik. Korupsi, pembunuhan di sana-sini, bunuh diri lah, pencurian, perampokan, penculikan ouugghh, semuanya berkesan menyeramkan. Atau kalau kita sering menonton infotainment, berita gosipnya 80% jauh lebih banyak kan dari pada berita baiknya. Dan benar saja kalau saya katakan itu semua adalah Bad News.

Saya jadi ingat dengan kritikan seseorang yang saya kenal tentang wartawan-wartawan yang agaknya lebih mementingkan bad news daripada good news.
Red: Ini karena sering kali ucapan orang yang saya kenal tersebut tentang berita di perusahaannya yang baik pada wartawan, sering disalah artikan atau mungkin sedikit dibumbui oleh para pencari berita tersebut.

Maaf, saya disini bukan mendiskreditkan mbak-mbak dan mas-mas wartawan, bener kok bukan itu maksud saya.
Saya sebagai orang awam cuma berpendapat, apa iya kita hidup di Indonesia itu nggak ada yang baik-baik ?? Karena jujur sebagai orang yang nggak sebegitu pahamnya tentang hal-hal krusial seperti ekonomi, politik, kriminal di Indonesia agak ngeri juga mendengar atau bahkan melihat hal-hal tersebut di media. Dan membuat kita berpesimis untuk hidup di bumi Indonesia.
Sebenarnya apakah ini karena atas dasar banyak orang yang lebih senang melihat penderitaan orang lain daripada kebahagiaan mereka ya?? Saya sih cuma berharap, kalau toh memang berita-berita tersebut benar dan penting, lebih baiknya tidak dibuat berlebihan dan meresahkan.

Semoga sih kedepannya Indonesia lebih banyak Good newsnya dibanding Bad Newsnya, bukan atas dasar berita berlebihan di atas, tapi karena memang Indonesia menjadi lebih negara yang lebih baik.

Kita boleh punya keinginan kan?

5 Responses to “Is it Bad News is a Good News ??”

  1. ndop :

    endonesa memang harus banyak berdoa.. selalu berfikir positif…

    and e’rithing will bi oukei… :mrgreen:

  2. det :

    salah satu ‘ajaran’ yang dianut para jurnalis memang seperti itu: bad news is good news..

    anjing menggigit manusia itu bukan berita
    tapi kalo manusia menggigit anjing itu baru berita!

  3. leipzic :

    pada salah satu channel TV berbayar, juga pernah disinggung-singgung tentang hal ini. sebenarnya bukan hanya indonesia saja, tapi di seluruh dunia pun demikian.
    di sana diceritakan bahwa pemberitaan media telah mempengaruhi mindset masyarakat. Contohnya, pemberitaan tentang sungai yang kotor telah membuat masyarakat tidak mau lagi kalau disuruh terjun ke sana. Padahal, menurut penelitian, tingkat kebersihan sungai jauh lebih meningkat. (tapi ini di AS)
    Begitu juga tentang udara. Rata2 masyarakat mengira udara makin kotor, padahal dibandingkan dengan tahun 1900 dimana industri benar2 mengandalkan uap, udara saat ini jauh lebih bersih (di AS juga lho)

    nah, dari sini, kelihatan sekali pernah pers bagi mindset masyarakat. Nah, kesimpulan dari acara TV itu adalah, bagi pers, berita yang hangat dan menjual justru berita2 buruk. Kalau beritanya tentang panen besar di Bondowoso, itu tidak akan terlalu dibaca jika dibandingkan dengan kelaparan pengungsi lapindo.

    Justru bagi masyarakat, yang menjual adalah berita buruk, bukan berita baik2. Nah lo, gimana menurut anda?

    Kalau menurutku sih masuk akal saja, karena itu adalah sebuah survey dan penelitian. Tapi menurutku memang porsi pemberitaan nya yang terlalu besar, sampai2 bagi saya pribadi pun, melihat berita2 seperti itu udah eneg.

  4. ame268 :

    satu cara yang udah saya praktekkan adalah = GAK USAH PUNYA TIVI 😀 .. udah setahun neh gak nonton tivi.. normal2 aja tuh

  5. aRuL :

    sala satu teori dalam mencari berita tuh 😀
    yah wajar sih, tapi kalo diekspose berlebih sampe ranah pribadi itu yg perlu dilindungi 😀

Leave a Reply