Mak puuusss. . . . . .

Mungkin kita pernah berada dalam situasi seperti ini, lagi seru serunya mengerjakan tugas dikomputer tiba tiba listrik padam dan celakanya fitur autosave lupa ga diaktifkan juga perangkat UPS ga punya.
Hasil kerja berjam jam akan hangus begitu saja.
Potret serupa dengan efek yang lebih dasyat sebenarnya telah ada disekitar kita dan menunggu saatnya tiba, bahaya kebakaran.
Mungkin karena kesalahan tetangga, atau bisa jadi karena kesalahan kita, api bisa muncul dan dalam tempo yang singkat akan berubah jadi kebakaran.
Susahnya api tak kenal belas kasihan dan tak paham akan hakikat benar atau salah.
Ia akan terus makan dan makan hingga potongan kayu terakhir termasuk hasil kerja kita bertahun tahun sebelumnya.
Mengapa kita tak menyediakan “UPS” sebelum hal itu terjadi ?
Nampaknya di maindset kita sudah tertanam keyakinan, ah, kalau kebakaran khan ada mobil PMK. . . .
Mungkin kita lupa bahwa mobil PMK perlu waktu untuk mencapai lokasi kebakaran apalagi bila tempatnya agak jauh dan rawan macet, yang dalam beberapa kasus bisa mencapai 45 menit. . . . . . .suatu besaran waktu yang mungkin cukup singkat bagi si jago merah untuk menelan sebuah rumah. Sebenarnya kita bisa bersiap diri dengan menyiapkan karung goni basah ataupun alat pemadam portable atau barangkali juga bisa juga berpatungan dengan tetangga satu RT, satu RW untuk membeli pompa air yg cukup kuat [mungkin seperti milik dinas pertamanan untuk menyiram jalur hijau] sebagai alat darurat pemadam api hingga bantuan mobil PMK datang.
Karena pada prinsipnya, kian dini kebakaran itu bisa ditangani dengan cara yang tepat adalah kian baik.
Memang mungkin terasa mahal investnya tapi yang jelas biaya kerugian akan jauh lebih mahal kalau sampai kebakaran itu sampai terjadi.
Yang jauh lebih penting lagi adalah kita harus punya bayangan bagaimana seandainya tempat kita terbakar, what’s next ? Dan saat kebakaran itu benar benar terjadi JANGAN PANIK !. . . . karena kepanikan itu akan membuat sebagian akal sehat kita hilang padahal yang dibutuhkan saat itu adalah pikiran jernih.
Mungkin ada yg nyeletuk, ada kebakaran kog ga panik, ya ga mungkinlah yaauw.
Yups, itu memang benar dan itu manusiawi tapi perasaan itu bisa direduksi bila kita punya bayangan dan disusul dengan pertanyaan what’s next ?sehingga kita sudah punya skema operasional terlebih lagi bila bayangan itu ditindak lanjuti dgn simulasi dan latihan.

 

 

 

Nguing nguing nguing. . . . . .suara itu bukanlah bunyi ringtone polyphonic HP merek tertentu melainkan suara sirine mobil kloneng yang mungkin suatu saat akan mengunjungi tempat kita.

 

 

 

Sudah siapkah kita agar hal itu tak akan terjadi ?

16 Responses to “Mak puuusss. . . . . .”

  1. aR_eRos :

    pertamaxx..

    huh emang dasar si jago merah tu rakus ya semua di habisin. mudah2an tidak terjadi di tempat sayah, amin.

  2. ndop :

    keduaxx!!

    wah, jangan sampai mengalami hal seperti itu.. nguzubilah min dzaliiik….

    amin. . . . . . disamping itu tentunya kita perlu sedia payung sebelum hujan, ya ga’ ?

  3. arqu3fiq :

    Siap ndak siap kita pasti menghadapinya. Kalau Panik pasti itu, tapi masih sadar. Maka dari itu kita rawat dan kita jaga baik-baik HIDRANT yang ada di sekitar kita. Biar mobil PMK (Mobil Kloneng) bisa menggunakan HIDRANT dengan mudah.

    Satu lagi Jangan Main api nanti terbakar!!!

    Mak Nyuuuusssss…..

  4. mudz069 :

    Surat surat penting semisal ijasah, surat tanah, berkas kependudukan sudah dilindungi dan direlokasi ketempat yang gampang dijangkau ?
    sistim perkabelan apa sudah diperiksa dan sesuai standar ?
    lebih baik kita mengelola pre accident daripada post accident. Costnya lebih hemat. . . .

  5. cisthouse :

    Namanya saja Jago Merah…Pasti ia akan mengahncurkan, karena merah khan berani dengan apa saja dan dimana saja , walaupun mereka tahu akan mati..hmmp maksudnya cist? hehe..

  6. gajah_pesing :

    jadi ingat lagu jaman kanak-kanak biyen..
    “api kecil jadi sahabat, api besar jadi penjahat, awas apinya ngamuk bisa jadi kebakaran…”

  7. nanakiqu :

    he….he…he…..si jago merah tuch ga pandang bulu ada sasaran langsung sambar. wekkekekke

  8. Aping :

    UPS tu emang berguna banget…
    aku juga make kok…
    ga pernah rewel dan gak gitu-gitu…
    ngomong opo aku iki…

  9. det :

    itulah pentingnya ada latihan menghadapi keadaan darurat. tapi di kantorku biyen kalo diajak latihan pada ndak mau. masa disuruh jalan lewat tangga darurat dari lantai 1 ke lantai 18 lah modyar.. hekekeke…

    .

    .
    . . . .biar ga cape turun dari lantai 18 ya disiapin saja perangkat terjun payung apa paralayang. . . .hehe

  10. fantasyforever :

    Hmm.. Si jago merah.. Langsung kanan langsung kiri. Hehehe.

  11. angki :

    Cuman sayang, sekolah-sekolah di Indonesia tidak ada pelatihan menghadapi kebakaran macam luar negeri.

    Jadi kalo ada kebakaran:

    KEBAKARAN KEBAKARAN KEBAKARAN KEBAKARAN

  12. Dhani Aristyawan :

    makanya sedia payung sebelum hujan, sedia UPS sebelum kebakaran. lho … apa hubungannya ya ??

  13. mudz069 :

    @det en @anki >. . . Yah, memang sejauh ini kayaknya kita kurang latihan en kurang siap dalam menghadapi bahaya kebakaran padahal resikonya sangat besar, hangusnya hasil kerja bertahun tahun.
    Terlebih dalam musim konversi mitan ke LPG, ceroboh dikit ya mak bleeng. Mungkin ada baiknya dinas PMK turun gunung untuk mengintensifkan penyuluhan skaligus latihan. Kalau warga sudah melek akan dunia kebakaran, sudah paham kalau ada kebakaran bakal melakukan apa khan kerja mereka [PMK] juga akan ringan nantinya.
    Aku kerja disebuah perusahaan yang mempunyai banyak bahan kimia en sudah beberapa kali mengalami kebakaran yang sementara ini belum pernah jadi besar karena alhamdullilah rekan2 kerja cukup sigap karena ketersediaan alat dan berkat diadakannya latihan berkala.
    Aku juga pernah punya pengalaman pribadi yakni rumah tetangga sebelah terbakar dan untungnya ga sampe besar karena adanya kecepatan dan ketepatan bertindak.. . . . . . . . . .
    @dhani > . . . Hubungan UPS dan kebakaran ? Yah, mereka baik2 saja, hehe.
    Mungkin akronimnya bisa diganti Unit Pemadam Sementara.
    Sementara ? Yah, selama menunggu datangnya mobil PMK kita khan bisa bantu mereka dgn berbagai sarana yg ada.

  14. luxsman_lucky :

    serem bro ngebayanginnya…
    tp sekarang emang lg musim kebakaran ya n penyebabnya pasaran banget “hubungan pendek arus listrik”
    gw setuju klo kita musti siap2 klo2 kejadian tsb nimpa kita

    yah moga2 aja smua members TPC ga pernah ngalamin kebakaran

    nanti gosong!!

    thx bwt ngingetin Bro…

    ya, itu tadi perlu adanya penyuluhan sampe ketingkat RT tentang bahaya kebakaran, tentang penyebab en cara menanggulanginya.
    Jangan sampe salah pilih kabel, baik merk maupun yang terpenting jangan salah ukuran karena beban yang berbeda butuh dimensi yang berbeda. . . . . . . .

  15. seno :

    ya.., sedia payung sebelum hujan, berobat sebelum sakit. salam http://seno008.blogspot.com/2008/10/saya-butuh-komentar-anda.html

  16. aryo danurwendo ( cahwetan ) :

    lain kali ga usah pake mobil pmk lagi. kan di pinggir – pinggir jalan udah terdapat pipa pemadam. sekali kebakaran kita langsung pergunakan aja. mubadzir kan. ntar tinggal dibeliin selang yang panjang sampai lokasi kebaakaran.
    okkkk
    .
    .
    .
    pipa pemadam dipinggir jalan. . . . . . . . .hmmm, ini sebelah mana ya ? setahuku di Surabaya belum ada jalan yg dilengkapi dengan hydrant.
    Jangan jangan you salah lihat neh, yang mbok lihat tuh pipa PDAM. . . . . . . . . . . . . .weleh, pantesan kran kamar mandiku ga’ nyala, paling ada yang nggali buat nyiram kebakaran, hehehe

Leave a Reply