MEGAWATI VS SBY

SURABAYA, 2 JANUARI 2008

Megawati : Pemerintah sekarang seperti penari poco poco, maju satu langkah mundur satu langkah, kekanan dua langkah ke kiri dua langkah. Begitu headline dari surat kabar nasional. Saya berfikir apakah ini sudah menjadi tipikal orang indonesia yang selalu menjadi komentator dari pada pelaku atau pengambilkeputusan. Apakah tidak sebaiknya seorang megawati itu urun rembug untuk mencari solusi bagi negara kita tercinta yang nota bene juga negaranya. bukankah batang lidi itu lebih efektif dan lebih berguna menjadi sapu lidi dari pada sebatang lidi? Sudah saatnyamulai diri kita sendiri menahan diri untuk menghujat atau mencela orang lain. tapi belajar mencarikan solusi jika ada kesalahan dari orang lain. Syekh Abdul Qodir Al jailani pernah berucap benda apa yang paling tajam di dunia ini? yaitu mulut, karena terlalu tajamnya mulut bisa melukai hati tanpa melukai kulit luarnya. Rosululloh Muhammad S.A.W juga pernah bersabda sebaik baik ummat adalah orang yang paling banyak manfaatnya baik itu untuk dirinya maupun orang lain. Jadi sebelum kita menghujat, menghina atau mencela seharusnya kita berpikir apakah ada manfaatnya setelah kita menghujat, menghina, atau mencela ? mungkin malah yang terjadi malah sebaliknya.. gak ada manfaatnya, mungkin juga menyakiti hati orang lain, dan juga tidak menciptakan solusi tapi menembahkan masalah dan menambahkan permusuhan.

Saya berharap agar orang orang yang berpengaruh seperti Megawati, Amien Rais, Gus Dur atau siapa saja yang mempunyai massa atau pendukung, semoga bisa menahan diri untuk bersikap reaktif atau emosional karena massa pendukung mereka yang fanatik dalam artian jarang yang berpikir panjang dan jernih bila sudah memantik api kebencian akan sulit dipadamkan.

Kita juga tahu bahwa beliau beliau diatas adalah orang istimewa dan bisa berpikir jauh diatas pemikiran rakyat biasa. Yang seharusnya diketahui adalah orang orang disekitar mereka masih banyak yang berperilaku ABS “Asal Boss Senang”, atau setor rai (carimuka), atau penggadai harga diri juga masih banyak.

David J. Schwartz, Guru Besar Georgia University, USA, mengatakan, “kesuksesan orang tidak diukur dalam meter, kilogram, gelar universitas, ataupun latar belakang keluarga. Namun diukur dengan cara berpikir”.

saya bukan simpatisan megawati atau sby ataupun parpol manapun. tapi saya mewakili orang Indonesia yang mengharapkan kedamaian dan ketentraman di bumi Indonesia ini segera terwujud.

semoga kita semua bisa bersikap lebih dewasa dan lebih arif dan santun menyikapi setiap permasalahan yang ada.


16 Responses to “MEGAWATI VS SBY”

  1. det :

    politisi di mana-mana kan kayak gitu to, apa aja kebijakan yang diambil oleh lawan politiknya selalu diserangbalik. tapi itu cuman sementara. soalnya di dunia politik itu tidak ada lawan atau kawan selamanya. uang dan kepentingan bisa menyatukan mereka!!!

    menjadi repot ketika mereka memiliki basis masa fanatik, karena lontaran kritik di atas bisa mengakibatkan gesekan di bawah.. mirip teori kepakan sayap kupu-kupu.. wekekeke…

  2. Mbah Sangkil :

    Negara Indonesia kan milik Partai, bukan milik rakyat. Selama bisa mengakomodir kebutuhan dan kepentingan partai maka kebijaksanaan itu akan didukung, tapi apabila kebijaksanaan itu merugikan partai, pasti akan dicela dan dihujat habis-habisan.

    kapan ya ada kebijaksanaan yg memihak rakyat? padahal selama ini kebijaksanaan selalu mengatasnamakan rakyat, tapi keuntungannya tidak ke rakyat. Seperti kedelai yg membumbung tinggi, kebijaksanaan instant yg dikeluarkan pun sama sekali tidak memihak rakyat, yg ada malah memberi keuntungan kepada cukong-cukong penghisap darah rakyat.

    Ya..ya.. itulah tipikal bangsa ini, gampang menghujat dan gampang pula menyanjung. Dan Rakyat tetap menjadi komoditi yg menguntungkan.

  3. sagung :

    Orang kok isinya pesimis thok.

    Kalo bisa didukung dan dibantu kan tujuannya jadi lebih cepat tercapai.

    Ojo bengak-bengok thok nang pinggir dalan koyok wong terminalan. Meneng ae pisan.

    *Tidak bermaksud mencela orang di terminal, maaf*

  4. sagung :

    Kita mengharapkan sinergi dan kerjasama semua rakyat Indonesia menuju keadilan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

    Tapi Jangan Hanya Ngobrol doang.

  5. det :

    Tapi Jangan Hanya Ngobrol doang

    sepakat ma yg ini. ayo sekarang juga, matikan komputer, matikan laptop, langsung turun!!!

    mau???

  6. aLe :

    Indonesia butuh orang2 fresh,
    jika Indonesia masih di pimpin seputaran Amin rais, Gus Dur, Megawati maupun SBY, aLe ragu, pasti tau lah negara mo dibawa kearah mana.,

    aLe kok lebih interest ke rektor2 Universitas yah, bukannya apa, tp mereka terbukti bisa membangun Universitas nya pada saat kepemimpinannya, bukan jaminan sih, tapi minimal mereka lebih dekat dengan kinerja ‘nyata’ dan tetap berdasar dengan teori yang ada.

    *haha, ngomong apaan sih gwe*

    saLam dari Malang

  7. nothing :

    saya tidak tahu politik, tapi saya suka ungkapan anonim ini…
    “Politisi layaknya popok, harus sering diganti karena alasan sama”
    [Robbin Williams, Man of The Years, 2006]

  8. nico kurnianto :

    poco-poco sehat euy

  9. Gyl :

    Haha.. iya tuch. Setuju !

    Sama-sama belajar banyak bergerak daripada ngomong 😀

  10. tukang foto keliling :

    “saya mewakili orang Indonesia yang mengharapkan kedamaian dan ketentraman di bumi Indonesia ini segera terwujud”

    Amiiiiiiiiiiin, amin.

  11. Anas :

    poco-poco sehat euy

    @ nico: kayak pak yusuf kalah aja ngomongnya. He3x..

    setuju sama yang dibilang mbah sangkil, sampai saat ini belum ada kebijakan yang memihak rakyat. yang ada kebijakan melereti rakyat. Bukan harus ada pemimpin yang fresh, tetapi yang dibutuhkan adalah pemimpin yang amanah, adil, dan bijaksana.

  12. NinoKsa :

    Admin, please send me mail at ninoksa@gmail.com, thanks.

  13. galih :

    Sudah saatnya pula kita tidak menanggapi ulah politikus dengan emosional. lhawong yang dikritik aja bisa tersenyum kok, orang yang melihat sudah siap bacok-bacokan. it’s just politic, and politic is not more than just the game…

  14. sandynata :

    sebetulnya kalo rakjat endonesa itu udah pada cerdas2 kayaknya g ada yg mau nanggapi tingkah laku para poli-tikus itu

  15. sagung :

    Poli : Banyak
    Tik : Taktik

    Politik –> Banyak Taktik

  16. TUKIJO PINTER :

    ya awoh.., ojok bengak bengok wae to blog.., ndang di garape negoro awak dewe iki blog blog guoblog.., ngerti ga blog ??.., guoblog kok nemen blog blog dubol kabweh..,

Leave a Reply