Natalan dan tahun baruan di Melbourne

Tahun ini adalah tahun ke tiga saya melewatkan Natal dan tahun baru di Melbourne.

Sehari sebelum Christmas, saya lewatkan dengan mowing (motong rumput) halaman rumah yang tingginya sudah minta ampun. Saya memang agak kurang niat mowing-nya, karena sejak summer ini saya terkena Hay Fever – alergi dan bersin-bersin karena beterbangannya bunga-bunga rumput. Untung ada teman yang membantu. Sayangnya perkerjaan tidak selesai sepenuhnya, karena mesin mower-nya ngadat berkali-kali. Sampai saya ganti busi-nya dua kali, sepertinya, kata penjual hardware dekat rumah, ada kesalahan dalam melakukan komposisi campuran oli dan bensin-nya (mesin mower adalah mesin 2 tak). Saya pake oli mesin mobil, padahal ada oli khusus untuk mencampur. Wah… pokoknya punggung sampai pegel gara-gara tarik tali starter berulang-ulang.

Pas lagi kemringet, tetangga sebelah rumah, orang keturunan Yunani, datang membawakan hadiah Natal. Isinya… tentu coklat. Hmmm. Saya bilang “Thank you Penny, God Bless you and wish you and your family merry christmas!”

Pas 25 Dec, pagi saya ke kantor (kampus), jalanan sepanjang highway di melbourne sepiiii sekali. Hanya ada satu dua mobil kutemui di jalan.

Oh ya, tidak seperti yang digambarkan di filem-filem, dimana Christmas selalu digambarkan dengan salju, santa, dan musim dingin. Di Australia, Christmas selalu pada musim panas, karena Australia ada di Southern Hemisphere. Jadi, panas sekali. Kalau di Nothern Hemisphere, Santa selalu pake kemul merah, di Australia, iklan-iklan, dan media media menggambarkan Santa di pantai, tentu didampingi dengan bikini hi hi hi.

Tanggal 26 Dec kemarin, nah jalanan rame sekali. Orang-orang pada ke Mall. Untuk apa? Memburu obralan Boxing Day. Saya? Dirumah saja dan sempat ke kantor sebentar. Meski di obral, masih terlalu mahal untuk kantong saya. Boxing Day di Australia tidak seperti Boxing Day di UK yang saya alami tahun 2000. Obralannya betul-betul banting habis.

Nah, acara tahun baruan, belum punya rencana mau kemana. Mungkin ke pusat kota atau Dockland bersama istri tercinta, seperti tahun lalu. Tapi kami akan berangkat sore hari dan pulang sebelum jam 9PM untuk menghindari kemacetan. Karena, seperti yang sudah-sudah, setiap malam tahun baru seluruh public transport – kereta, tram, bus – digratiskan sejak jam 6PM. Tidak gratis aja penuh, apalagi gratis.

Selamat tahun baru 2008.

6 Responses to “Natalan dan tahun baruan di Melbourne”

  1. gempur :

    Enak yah! mudah2an tahun depan bisa liburan ke australi.. hhehehehe.. tentunya nebeng sodara yang mo terbng ke sana selama 2 tahun..

    salam kenal pak!
    selamat natal dan tahun baru..

  2. aRuL :

    Selamat tahun baru yah 🙂

  3. Ina :

    Selamat Tahun baru juga.
    *kangen taon baruan di monkasel

  4. deteksi :

    wah senengnya mendengar cerita dari negara tetangga..

    salam buat keluarga, Pak.. ITS merindukanmu.. :))

    Selamat Datang Tahun Baru 2008
    Selamat Datang Semangat Baru..
    Selamat Datang Prestasi Baru..

  5. nico kurnianto :

    selamat natal dan tahun baru buat keluarga pak!

  6. Baihaqi :

    #all
    Terima kasih ucapannya.
    Kami sendiri tidak natalan btw. Selamat bagi anda yang merayakannya.

    New year eve sepertinya kami tidak kemana-mana, karena menurut weather forecast suhu di Melbourne akan 41C. Panaaassss!

Leave a Reply