Obrolan Bareng Blogger Bengawan

Sabtu minggu lalu penulis bersyukur bisa hadir dalam diskusi dengan komunitas @jalinmerapi yang dikemas secara santai #obeng (Obrolan Bengawan) oleh teman-teman blogger @bengawan di Rumah Blogger Indonesia #RBI, Solo. #obeng merupakan salah satu pekerjaan dari komunitas @bengawan yang suka ngobrol-ngobrol di #RBI. Peserta dalam acara ini adalah 85 persen laki-laki, 75 persen membawa gadget, 15 persen mengoperasikan laptop, dan 10 persen membawa kamera canggih. Dan dimeriahkan konser musik keroncong “Wayang Kampung Sebelah”.

Teringat di pikiran kita tentang bencana alam letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah pada bulan Oktober hingga November tahun lalu. Penanganan korban bencana alam Gunung Merapi tidak dapat dipisahkan dengan para relawan yang memberikan penyuluhan agar mengevakuasikan diri kepada masyarakat yang berada disekitar gunung merapi ke dareah yang lebih aman dari bahaya letusan Gunung Merapi. Salah satu dari sekian banyak relawan yang ada adalah @jalinmerapi. “Jalin merapi adalah suatu tim yang bergerak secara cair, tanpa bentuk dan tidak ada hirarki atau koordinator” ucap mbak ambasaridewi. Jalin Merapi berupaya untuk mengawinkan konsep manajemen penanggulangan resiko dengan sistem informasi khususnya lewat media jejaring sosial twitter. Akselerasi lewat twitter terjadi karena akses jaringan internet yang sangat memadai di sekitar gunung merapi, karena itulah maka peran soaial media dalam penanggulagan bencana alam di Gunung Merapi berhasil dibandingkan dengan bencana alam Tsunami di Mentawai, Sumatera Barat.

Dalam penyebaran informasi dan pengumpulan bantuan, jalain merapi menggunakan jejaring sosial twitter dan facebook. Akun @jalinmerapi update twitter dan update status facebook mereka dengan target audiens adalah followers twitter dan friends facebook Jalin Merapi. Sedangkan para pengungsi letusan dijadikan sebagai target konsumen. Jadi sebuah pesan tidak harus langsung ditembak ke target konsumen langsung, tetapi juga dapat ditembak target audiens terlebih dahulu.

Relawan @jalinmerapi direkrut dari masyarakat lokal maupun interlokal, mereka cukup mengisi formulir secara online yang dapat diakses secara online di google.docs dan mereka kemudian dibrifing secara singkat. Semula jalin merapi berusaha untuk bekerjasama dengan pemerintah tapi menthok alias menemui jalan buntu. Hewan pun butuh juga relawan untuk menjaga dan memberi makan mereka, terdengar aneh awalnya hewan membutuhkan relawan. Hewan membutuhkan relawan bertujuan agar pengungsi tenang terhadap harta mereka yaitu hewan ternak. Karena hewan butuh relawan, maka relawan pun harus merumput. Terdapat juga cerita ada seorang petani dari daerah gunung kidul-Yogyakarta yang menyumbangkan rumput untuk pakan ternak.

Sudah hampir satu tahun kejadian bencana alam letusan Gunung Merapi, akan tetapi masih banyak hal yang harus dibenahi dalam pembangunan dan penataan kembali kehidupan masyarakat sekitar gunung merapi pasca erupsi. Saat ini sulit untuk menggerakkan kembali masyarakat pasca erupsi karena mereka beranggapan bahwa letusan gunung merapi sudah tidak tren lagi bencananya. Padahal masih banyak persoalan yang timbul pasca terjadinya erupsi tersebut salah satunya adalah krisis air bersih di gunung merapi.

Di acara ini juga dimeriahkan oleh konser musik keroncong dari wayang kampung sebelah.

kesimpulan saya dari ikut #obeng kemarin:
1. Seumur-umur baru pertama kali menikmati live musik keroncong, ya di #obeng
2. saya salute sekali dengan komunitas @jalinmerapi yang banyak membantu untuk penanggulangan korban Merapi kemarin.
3. Jadi ingat, tim sar yang hanya petentengan
4. Kekuatan socmed ternyata hebat. Negara Kesatuan Republik Twitter
5. Perempuan Indonesia berkebaya itu udah paling seksi. Bikini lewat. Titik

Leave a Reply