Peran Strategis Komunitas Blogger Menuju Komunitas ASEAN 2015 [BAG. 1]

Gempur Abdul Ghofur [Blogger Surabaya]

LATAR

Bermula dari lontaran seminar implementasi Piagam ASEAN menuju Komunitas ASEAN 2015 dan perkembangan kerjasama ASEAN dengan negara mitra wicara untuk komunitas blogger yang digagas oleh Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia, tulisan ini sekadar merespon (harap maklum, penulis memang reaksioner) dengan gaya bahasa lumrahnya blogger yang terbiasa dengan informalitas dan keluar dari bekunya komunikasi bahasa formal meski tak melepaskan kaidah kebahasaan sebisa mungkin.

Ide komunitas ASEAN ini patut mendapat perhatian yang lebih jika memang dalam ranah konseptual sudah jelas rumusan visinya mau ke mana dan pada implementasinya dapat dilakukan dan terterima oleh rakyat dengan bahasa sederhana. Untuk kepentingan inilah, tulisan ini hendak menyampaikan, mempertanyakan dan berbagi bersama tentang apa ‘sih’ komunitas ASEAN 2015 itu, untuk apa dan apa manfaatnya bagi rakyat Indonesia. Lalu, jika sudah kita temukan jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut mari berbagi dan berupaya bersama mewujudkannya, akan tetapi jika ada sesuatu yang mengganjal mari dievaluasi, dikritisi bersama.

(Jika ada yang kurang pas, silakan koreksi di form komentar di bawah :D)

RUANG LINGKUP KOMUNITAS BLOGGER

Blogger yang secara definitif memiliki makna yang begitu luas yang diakibatkan dari istilah blog itu sendiri maka dalam hal ini didefiniskan sebagai orang yang aktif dan gemar menulis serta menuangkan pikiran-pikirannya melalui media online bernama blog. Sementara komunitas blog adalah kumpulan blogger yang memiliki kesamaan dalam hal tertentu, misal kesamaan historis, geografis, sosial budaya, hobi, politik dan lain-lain.

Terkait dengan ruang lingkup blogger yang ‘hidup’ di dunia maya dengan latar sosial personal yang beragam, maka ‘lahan garapan’ blogger sebenarnya sangat luas. Akan tetapi, kembali pada substansi aktifitas blogger yang secara sederhana dipahami sebagai aktifitas personal dan sosial di dunia maya, maka ruang lingkup komunitas blogger lebih tepat pada aspek sosial budaya sebagai salah satu pilar PIAGAM ASEAN selain aspek ekonomi dan asepek politik dan keamanan.

MENGUPAS SEKELUMIT MASALAH ANTARNEGARA ASIA TENGGARA

Secara pribadi, penulis belum mendapatkan gambaran kongkrit tentang tatanan sosial budaya macam apa yang hendak dicapai atau diharapkan dari PIAGAM ASEAN dengan komunitas ASEAN 2015-nya. Akan tetapi, menilik dari salah satu poin PIAGAM ASEAN sebagaimana termuat dalam Cha-am Hua Hin Declaration on the Road Map for the ASEAN Community yang salah satunya antara lain melalui: Inspirasi One Vision, One Identity and One Caring and Sharing Community (ASEAN Socio-Culture Community) setidaknya penulis menggambarkan satu kondisi ideal yang luar biasa untuk ukuran ASEAN di mana terwujudnya satu visi besar dari rakyat Asia Tenggara dengan satu identitas.

Persoalannya tidak semudah yang mampu dibayangkan oleh kalangan bawah (grass root), tentang identitas bersama dan kepedulian serta rasa berbagi yang diharapkan dapat terwujud. Selama ini, proses interaksi antarnegara Asia Tenggara bisa dikatakan berjalan dengan semestinya, hubungan berjalan dengan baik tanpa ada ketegangan regional seperti yang terjadi di Timur Tengah atau di Asia Selatan. Akan tetapi, bukan berarti berjalan mulus tanpa ada kendala.

Beberapa kasus yang mengemuka yang menyebabkan gesekan dan menjadikan hubungan Indonesia dengan negara tetangga memburuk tak hanya di dunia nyata tapi juga di dunia maya antara lain:

  1. Kasus sengketa perbatasan yang tak kunjung usai, klaim Malaysia atas wilayah Indonesia menimbulkan kemarahan publik Indonesia tak hanya di dunia nyata, di dunia maya telah terjadi perang terbuka. [Politik]
  2. Kasus klaim budaya Indonesia oleh Malaysia dalam tayangan iklan pariwisata Malaysia semakin memperburuk hubungan dan di dunia maya bahkan blogger pun turut serta ramai menggugat dan mencaci Malaysia. Naluri kebangsaan terusik, nasionalisme dan patriotisme menguat. Peperangan terbuka di forum-forum dan berbagai media online menghiasi keseharian kita selama beberapa bulan. [Sosial Budaya]
  3. Rekrutmen warga negara Indonesia menjadi tentara diraja malaysia juga menjadi isu hangat pertahanan dan keamanan Indonesia, dari tayangan beberapa media televisi terlihat jelas rekaman latihan tentara Diraja Malaysia yang notabene orang-orang Indonesia yang tinggal di perbatasan Indonesia – Malaysia. [Polotik – Hankam]
  4. Kasus terakhir, kasus lama yang selalu ada menjadi bumbu media di setiap masa sejak era orde baru hingga sekarang, kasus TKI yang terlunta-lunta di negeri Jiran Malaysia. [Ekonomi – Politik]
  5. Kasus terbunuhnya salah seorang mahasiswa terbaik Indonesia oleh dosennya sendiri di Singapura memunculkan reaksi keras dari publik tanah air, secara khusus, kasus ini mendapat simpati dan porsi mendalam dari beberapa media televisi tanah air. [Politik]
  6. Asumsi saya, berangkat dari kasus di atas, media menulusuri tindakan ilegal Singapura pada Indonesia, akhirnya terkuak bahwa Singapura melakukan penambangan pasir besar-besaran secara ilegal untuk memperluas wilayah daratannya. [Ekonomi]
  7. Kasus lain terkait Singapura, masih belum tuntasnya kerjasama bilateral terkait perjanjian ekstradisi para ‘maling kelas kakap’ Indonesia yang lari ke Singapura. Tak dapat dipungkiri, bahwa Singapura merupakan tempat persembunyian terbaik bagi para maling dari Indonesia. Singapura sendiri diuntungkan dengan adanya pelarian dari Indonesia, setidaknya diuntungkan dengan transit atau pengendapan uang di bank-bank Singapura. [Politik – Hukum]

Selain persoalan di atas, diperkirakan masih sangat banyak kasus-kasus yang belum muncul ke permukaan dan tak terendus oleh media. Lantas, peran apa yang hendak dan dapat dimainkan oleh blogger dan komunitasnya terkait isu-isu regional Asia Tenggara? Khususnya terkait aspek sosial budaya sebagai pilar ketiga Piagam Asean?

(jika ada kasus yang belum tercantum di atas, silakan tambahkan :D)

[tulisan iki sik durung mari, rek! sek onok sambungane…. entenono yoo… :D]

14 Responses to “Peran Strategis Komunitas Blogger Menuju Komunitas ASEAN 2015 [BAG. 1]”

  1. Frenavit Putra :

    Ya Allah.. sek durung mari Pak?? Buat versi 2 nya aja.. baca sekian ini udah puyeng aku.. tapi jos lah…

  2. gajah_pesing :

    tak enteni pak….

  3. ajengkol :

    Wah dowo men aku malah tak buat 3 halaman doang

  4. PRof :

    melu ngenteni aku…..

  5. Aqmal :

    Mantab-mantab ! ! !

  6. budiono :

    wah apik iki

  7. luxsman :

    ini sepertinya baru bab 2 ditunggu tulisan bab 5 nya . . . *btw mulai jadi aktipis nasional lagi mas gho..*

  8. fithraw :

    mantab pak…
    😀

    melu sing nduwur nunggu jilid 2 nya…
    ehehehe 😆

  9. rusabawean :

    ealah ini to maksudnya komunitas ASEAN
    tapi aq sek blom paham 100 %
    hehe

    nunggu bab II

  10. diorockout :

    olahraga?
    kemorosotan indonesia di semua bidang olahraga di asia tenggara sudah terlalu 🙂

  11. sangpangeran :

    aku puyeng ndelok politik sosial ekonomi koyok ngunu. ngatur awak dewe sek ae ben bener 😀

  12. nakula :

    the masive ae …

    bloggernya sudah bicara masalah relationship antar negara …., wah ini harus prepare b.ingris … he he he he

  13. Amy :

    Wah dowo men aku malah tak buat 3 halaman doang

  14. Gempur Media » Peran Blogger untuk Komunitas ASEAN 2015: Urun Rembug dari Orang Awam :

    […] di Jakarta, tanggal 10 Mei 2011. Masih sama dengan yang pernah saya tuliskan di tugupahlawan.com [bag.1], [bag.2], dan […]

Leave a Reply