Siap-Siap Banjir Melanda!

 

Bulan Desember ini memang salah satu bulan penghujan selain bulan yang lainnya, tapi karena perubahan iklim makanya kita baru merasakan hujan di bulan Desember dan itu amat sangat terlambat. Ada yang sadar tidak akan hal itu? Atau lupa ajaran bapak dan ibu guru saat SD tentang musim penghujan dan penyakit yang dibawanya?

Kemarin Senin, 4 Desember 2007 saya rasa adalah puncak hujan di Surabaya yang selama ini datang secara moody. Kadang hujannya cuman sebentar atau kadang hujannya cuman didaerah tertentu saja. Tapi kalau kemarin hujannya rata di seluruh daerah Surabaya dan terbilang cukup lama untuk hujan perdana. Sampai-sampai bandara Juanda sempat ditutup karena cuaca yang buruk, jalananan pun tak segan untuk digenangi air alias banjir. Yang perlu diingat adalah hujan kemarin datangnya bukan malam hari, tapi sudah dimulai sejak siang hari sampai sore yang notabene adalah jamnya orang sibuk lalu lalang di jalan untuk bekerja dan pulang kerja. Jalanan pun macet dibuatnya, inilah waktunya polisi cepe’an turun tangan mengalahkan tugas polisi itu sendiri. Dan justru tambah membuat jalanan luar biasa macetnya!

Inilah saatnya saya mengucapkan<b> SIAP-SIAP DILANDA BANJIR </b> . Hujan lanjutan pasti akan datang menutup tahun 2007 ini. Kadang juga merusak malam akhir tahun kita dengan guyuran hujan dan itu terjadi hampir ditiap tahunnya.

Buat anda yang naik motor harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Bawalah selalu jas hujan anda!

Jangan sampai ada alasan untuk meninggalkannya dirumah karena basah atau lupa. Ujungnya nanti anda yang rugi. Better kalau anda punya dua, jadi kalau basah bisa bawa yang satunya lagi.

  • Cek kendaraan anda!

Mulai dari roda dan segala macam tetek bengeknya, agar jika hujan datang anda nggak perlu repot-repot mengurusi roda yang kempos yang semakin menyita waktu anda lama di jalan dan diguyur hujan. Jangan sampai kehabisan bahan bakar juga, ingat kalau hujan tiba, macet pasti akan datang.

  • Siapkan sandal japit serta baju ganti.

Kalau hujan datang siang hari dan tidak kunjung berhenti maka sandal japit dan baju ganti adalah bawaan wajib yang harus dibawa agar anda bisa melanjutkan aktifitas tanpa terganggu sedikitpun karena hujan.

Bagi anda yang membawa mobil saya rasa tidak perlu terlalu cemas ya, karena anda dijamin tidak akan basah saat hujan datang.

Kuncinya bagi pengendara motor dan mobil, cermatlah memilih alternatif jalan yang tidak digenangi air yang memaksa kendaraan anda untuk mogok. Hati-hati lah dalam mengendarai kendaraan anda, jangan terburu-buru sehingga harus memacu laju dengan kecepatan tingkat tinggi. Dan yang terakhir waspadalah terhadap pohon-pohon besar yang mungkin akan roboh saat anda melintasinya.

So are you ready to celebrate raining in this town?

Foto diambil dari: http://foto.detik.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/12/tgl/03/time/185647/idnews/861345/idkanal/473/id/1

34 Responses to “Siap-Siap Banjir Melanda!”

  1. galih :

    Sekarang mungkin tidak relevan lagi menyebutkan musim hujan adalah Oktober-Maret. November lalu sempat hujan satu minggu penuh, sisanya panas lagi. Sekarang baru mulai hujan lagi.

  2. Zz :

    You can writre problem of flood and you can give readess to be careful but are you have did something to climate change or you just write about that to fulled your pages?

  3. tukang foto keliling :

    wow… keren, jadi kangen sama banjir 😀

  4. Just Fenty :

    Untungnya kendaraan saya tinggi dan mantab,,, hehehehe …

  5. evelynpy :

    @Galih:
    Kalau nggak relevan, trus bulan ini enaknya di beri nama bulan apa ya? 🙂

    @ZZ:
    Well i didn’t mean that i wrote this posting to fulled our pages, but honestly i didn’t do anything to stop climate change. I want ask a question just for you: are you have did something to climate change or you write this comment to show your responsibility about climate in this world or just give a sensation in this site. Thanks for you comment and no offense.

    @tukang foto keliling:
    Kangen ama banjir?
    Idih… males deh

  6. Avy :

    siap-siap pompa air buat buang banjir ke sungai………

  7. Indonesia-Ku :

    Salam kenal, Memang BANJIR sudah tiba, dan SURABAYA tetap terendam oleh banjir.

  8. aRuL :

    ini gara2 daerah resapan airnya dipake buat bangunan seperti mall sih.
    jadi air hujan itu ngak langsung masuk ketanah terhalang oleh semen2 beton yang cukup kokoh itu.

    yah ini gara2 masterplan ngak sesuai ugh 🙁

  9. Gempur :

    @ Zz: Mas ato mbak, yang jelas dong identitasnya kalo mo kasih komen, saya gak pake bahas inggris karena gak ngerti, gak perlu sok jadi pahlawan dengan mengangkat isu climate change! kalo mo tau apa yang sudah kami perbuat, datang ke SMA 11 SBy, kami bikin gerakan menanam pohon, lingkungan bebas plastik, dan kampanye untuk surabaya hijau. apa yang anda lakukan?!

    @ evelyn: gak perlu ditanggapi mbak, diskusi kita yang kemarin itu sudah mengarah mengurangi emisi karbon di surabaya. Payah itu orang, gak perlu marah!

    Ngomong banjir, kembali ke master plan kota mbak! kalo gak segera dibenahi saluran airnya, diperbaiki lingkungannya, penghijauan di mana-mana, rasanya sulit menanggulanginya, terlebih kepadatan penduduk semakin merajalela tiap tahunnya.

    Himbauan untuk seluruh anggota komunitas dan warga, jangan buang sampah sembarangan, bantu pemerintah dengan menata lingkungan yang sehat, jangan semua lahan dicor. Memusuhi air sama dengan bunuh diri.

  10. acel :

    Siap-Siap Bajir Melanda!

    Bajir??? Bajir ato Banjir?? hahahah.a…

  11. aRuL :

    @ acel : udah diganti judulnya 😀

  12. evelynpy :

    @Just Fenty:
    Kendaraan apa ya? Pasti Jeep ya?

    @Avy:
    Pompanya siapa mbak?

    @Indonesiaku:
    Salam kenal juga

    @Arul:
    Makanya bagi jurusan seperti arsitek kalau bangun bangunan yang okeh dong, biar banjir ilang 😉

    @Gempur:
    Iya sebel aja sama yang namanya ZZ, niat komen kok nggak ada nama, trus komennya pakai bahasa Inggris kayak ngerti bahasa Indo aja. Sebenernya orang bule kesasar atau orang Indo sok inggris sih!

    @Acel:
    Iya, gila maap aku edit deh!

  13. acel :

    @ Arul:
    Weduew!
    Cepet benerrrrrrrr…rrrr….rrrr…..

  14. nico kurnianto :

    banjir2 lagi…tenggilis banjir gak ya!?

  15. aRuL :

    @evelyn : kebetulan OL aja 😀

  16. gandhi :

    huaaaaaaaaaaaaaaa banjiirrrrrr [berharap banjir jadi gak usah ngantor hahahahahahahah just kidding]

    soal banjir di sby ada suka dukanya juga, ingat waktu tahun kemaren banjir kantor terendam hahahahah lucu deh ada ikan masuk kantor.

    soal masterplan mas arul, sebenarnya udah bagus kok, kadang sampe mengajak team pakar dari kampus2 ato mereka2 yg capable di bidangnya. Nah Pelaksanaannya yg kita kadang2 gak tau, sesuai dengan masterplan ato gak. contoh hangat aja soal Megatron di jalan basuki rahmat. sebagian pihak meng-klam udah sesuai ijin dan masterplan tapi di lain pihak mengatakan belum ada ijin dan tidak sesuai masterplan.

    bingung..bingung… bingung memikirkan….

  17. sagung :

    # Zz
    Dasar Orang yang repot. Pikiran yang sempit. Isinya cuman negatif thok. Akhirnya ya sperti itu. Walah…….

    #evelynpy
    Lumayan, sekarang kamarq tak sepanas beberapa bulan yang lalu.

  18. yuki :

    Zz— is there anything you’ve done to reduce the negavtive effect of the climate changa? or you just write your comment here to fulfilled this page?

    Lha kok podo wae ? hahaha!! tapi asli, tiap tahun rumahku selalu dapet jatah kebanjiran sampe masuk. kadang-kadang geli juga kalo pas siaran ngomongin banjir, ada celetukan, ini gara-gara tembang dolanan…eee dayoe teko, ee beberno kloso…yang pada akhirnya ada kalimat eee asune mati eee buaken kali…nah tuh, itu dia! satu lagi, jaman Belanda dulu, semua rumah di pinggir sungai, itu yang ngadep ke sungai itu bagian depannya. sekarang kebalik.. pantes nggak ada yang peduli…

  19. deT :

    #Zz
    ayo bacok’an!
    *ambil pedang2an..*

    #yuki
    siap2 perahu karet mas!

  20. yuki :

    @det….perahu karet? kenapa ndak perahu naga sekalian? hehehe!!

  21. aRuL :

    wah maen2 karet nih 🙂

  22. inong :

    dilarang ngeres!! :p

  23. yuki :

    karet yang buesaaar… :laugh:

  24. yuki :

    karet yang buesaaar… :))

  25. evelynpy :

    Iki opo toh yo?

  26. deT :

    @yuki
    kasian rek,, mau bikin emoticon senyum lebar gak keluar, mpe 2 kali.. wekekekeke… pantang menyerah rupanya anak 1 bapak ini.. eh salah, bapak 1 anak ini.. 😀 << mau bikin kayak gini kan?? hehehe…

  27. aRuL :

    kayaknya mo bikin yg kayak gini 😆 kan?
    hehehe
    ketik lol trus kasih titik dua sebelum dan sesudah lol itu 🙂

  28. yuki :

    hehehe! kebiasaan di forum lain yang formatnya beda 🙂

  29. filyung :

    Mari kita terima banjir dengan lapang dada, sama seperti saat kita merusak lingkungan kita dan lingkungan kita menerima kita dengan lapang dada pula, apa yang kita tabur, itu yang akan kita tuai, dan sekarang saatnya bagi kita untuk manuai apa yang telah kita tabur pada lingkungan kita, (^_^;)

  30. yuki :

    ini ibaratnya menanam angin menuai badai, hiii…!!

  31. filyung :

    Surabaya lepas dari banjir itu mustahil soalnya tanah di Surabaya tidak mengalami perbaikan dengan adanya bangunan bertingkat dan pembangunan yang semrawut, juga diperparah dengan niat masyarakat untuk mengatasi banjir bisa di bilang jauh dari cukup, di tambah dengan peran pemerintah yang stagnan dalam merancang program penanganan banjir.

    Secara kasat mata juga penurunan tanah di Sidoarjo akibat dari lumpur Lapindonya, juga menyebabkan permukaan tanah turun, yang sedikit banyaknya menyumbang beratnya Surabaya menangani banjir, sebab mau tidak mau Surabaya sebagai tetangga terdekatnya lambat atau cepat akan merasakan dampak tidak langsung dari penurunan permukaan tanah di Sidoarjo.

  32. alief :

    kangen banjir… 🙂

  33. aRuL :

    @alief : emang di taipei ngak ada banjir?

  34. Surabaya, Banjir, dan Macet — TuguPahlawan.Com :

    […] musim penghujan, Surabaya selalu tenggelam dalam banjir. Dan jika sudah begitu, masyarakat pun langsung berteriak dan mengkritik pemkot yang (menurut […]

Leave a Reply